共有

BAB XXIX : BIAS

作者: Essenick
last update 公開日: 2026-01-30 15:14:07

Daren berhenti tepat di depan rumah Dila. Rem motor berdecit kecil, menahan dua manusia yang sama-sama keras kepala. Dila turun duluan tanpa bilang terima kasih, langsung membenarkan tasnya.

“Besok gue ambil shift pagi gantiin Mas je” kata Daren sambil melepas helm dan mengibaskan rambutnya asal. “Lo ada kelas gak besok? Ganti shift aja biar tetep bisa bareng gue.”

Dila menggeleng lemah, wajahnya santai tapi matanya waspada. “Nggak Ren, gue besok mau ketemu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XXXI : D-DAY

    Matahari meninggi seperti seharusnya.Dila bangun sebelum alarm, lebih karena suara langkah kaki seseorang di dapur daripada kesiapan tubuhnya sendiri. Rumah yang biasanya sepi menjadi sedikit menakutkan jika laki-laki itu menemukannya.Benar. Dia seharusnya tidak pernah pulang. Ia tidak langsung bangun. Napasnya ditahan, telinga menangkap suara gelas diletakkan terlalu keras, kursi yang ditarik tanpa sabar. Bau kopi pahit merayap masuk ke kamar, membawa serta perasaan yang tidak pernah benar-benar pergi.Ponselnya bergetar di atas kasur.Pesan dari nama kontak Daren. “Kelas jam berapa?”Alih alih membalas, Dila justru meletakkan ponsel itu kembali. Ia bergeser pelan, meringkuk di sisi ranjang dekat nakas, menahan suara apa pun yang bisa mengkhianatinya. Seolah dengan diam, ia bisa membuat dirinya tak terlihat.Langkah kaki itu mendekat.Berhenti tepat di depan pintu kamarnya.Dila menutup mata.Beberapa detik terasa seperti menit. Pegan

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XXX : NEW

    “Kamu udah pulang? Saya pengen ketemu sebentar.”Dila menatap layar ponsel itu lama, sampai lampunya meredup sendiri. Ia menghela napas pendek, lalu bangkit berdiri.“Iya Mas, udah di rumah” balasnya akhirnya.Dila berakhir duduk di ruang tamu menunggu suara mobil yang menyenangkan. Tak sampai lima menit, bunyi mobil yang familiar berhenti di depan pagar. Dila meraih jaket tipis, menyampirkan asal, lalu keluar rumah tanpa benar-benar menyiapkan diri.Vero berdiri di luar pagar dengan senyum yang selalu berhasil membuat Dila lupa setengah dari masalahnya. Rambutnya rapi, kemeja sampai siku, wangi sabun bercampur tipis menyapa sebelum kata apapun keluar.“Ganggu istirahat kamu ya?” tanyanya, nada suaranya lembut, nyaris hati-hati.Dila menggeleng. “Enggak. Masuk aja.”Mereka duduk di teras. Jaraknya cukup dekat untuk saling dengar napas, cukup jauh untuk pura-pura aman. Vero memainkan kunci motornya, memutar-mutarnya di jari, seolah sedang mencari

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XXIX : BIAS

    Daren berhenti tepat di depan rumah Dila. Rem motor berdecit kecil, menahan dua manusia yang sama-sama keras kepala. Dila turun duluan tanpa bilang terima kasih, langsung membenarkan tasnya. “Besok gue ambil shift pagi gantiin Mas je” kata Daren sambil melepas helm dan mengibaskan rambutnya asal. “Lo ada kelas gak besok? Ganti shift aja biar tetep bisa bareng gue.” Dila menggeleng lemah, wajahnya santai tapi matanya waspada. “Nggak Ren, gue besok mau ketemu Mas Vero” Daren langsung mendengus, rahangnya mengeras. “Vero mulu otak lo!” Dila tersenyum kecil. Bukan senyum manis, lebih ke senyum yang sengaja di pamerkan. “Charger diri lah” Daren terdiam sesaat, lalu terkekeh pendek, meski matanya tak ikut tertawa. “Hati-hati aja, La.” “Hati-hati kenapa?” “Makin tinggi terbang, nanti jatuhnya makin sakit” Ucapan itu keluar terlalu serius untuk candaan. Dila menahan napas sepersekian detik, lalu

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XXVIII : ANTARA

    Dila menatap layar laptopnya lama. Terlalu lama untuk sekedar satu pesa, terlalu singkat untuk menyiapkan diri. jarinya gemetar saat akhirnya berani membaca kalimat itu. Tidak panjang, tidak juga bernada keras, tapi cukup untuk membuat napasnya tertahan. Nama pengirimnya saja sudah lebih dulu merobohkan pertahanannya. Ia mematikan layar sebelum sempat membaca ulang. Ponsel itu ia selipkan kembali ke saku celemek, mengabaikan apa yang ditampilkan di layarnya. “La, gue mau kencan, saran outfit” Suara Daren muncul tiba-tiba, memaksa pikirannya berbelok. Dila menoleh dan mendapati Daren berdiri di depannya sambil membawa tiga kaus yang nyaris sama, hanya berbeda warna. “outfit apaan maksud lo,” marah Dila. Nadanya sudah meninggi kesal, “Kaos semua gini, mau kencan apa mau ronda?!” Daren mengerut, kesal dengan penuturan Dila yang menurutnya menyebalkan dan terkesan tidak mengizinkan dia untuk kencan ini. “Lo kalau cemburu bilang aja La,” ujarnya ketus. “Ini namanya cowok apa adanya!

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XXVII : RETAK

    Dila diam. Suara di lorong mendadak terasa jauh, seolah disaring tembok tebal. Tatapannya turun ke kotak bekal di pangkuan Vero, lalu naik ke wajah laki-laki itu. Ada lelah di sana, tapi juga sesuatu yang tak bisa ia tebak. “Mau balikin ini,” ujar Vero akhirnya, tangannya mengulurkan kotak bekal milik Dila. Dila menerimanya tanpa banyak ekspresi. Jemarinya menutup rapat pengait kotak itu, lalu ia mengangguk singkat. Tak ada senyum, tak ada basa-basi. Bukan karena ia marah, melainkan karena Daren, anak menyebalkan itu, sudah menunggu lama di bawah. Baru kali ini Dila harus mengabaikan lelaki tampan di hadapannya. “Dila.” Langkahnya terhenti. Si empu nama pun menoleh sebagai respons kecil. “Kamu marah?” tanya Vero, suaranya terdengar hati-hati. Dila menarik napas, menahan jawabannya sejenak. Ada rasa aneh menyusup terlalu bahagia karena ia merasa Vero mulai peduli. “Eng…” “Dila mana?!” Teriakan suara yang familiar memotong kalimatnya. Daren. Nada itu jelas tak sabar, dan pert

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XXVI : Hilang Kata

    Dunia tetap berjalan seperti semestinya, seolah tak peduli pada apa pun yang pelan-pelan runtuh di hidup Dila. Ia memilih tidak pulang selama beberapa hari ini, menghindari ayahnya. Gaji kecil yang ia miliki digunakan untuk menyewa rumah petak dekat tempat kerjanya, cukup untuk berteduh dan bertahan hidup.Hari-harinya berjalan seperti biasa. Setidaknya, seperti itu yang ia paksa agar terlihat. Dila tetap memasak, tetap menyiapkan makanan untuk Vero, meski hubungan mereka tak lagi sama.Vero menjauh.Ia tak lagi datang ke kafe tempat Dila bekerja. Tak ada pesan singkat yang menanyakan jam pulang. Tak ada obrolan ringan di sela malam. Tidak ada pertengkaran, tidak ada penjelasan. Semua memburuk begitu saja, seiring hari-hari yang lewat tanpa suara.Bahkan untuk acara yang akan diadakan beberapa hari lagi, Dila tak pernah tahu rencana Vero di sie sponsorship. Namanya ada, posisinya jelas, tapi keberadaannya seperti sengaja dihapus dari percakapan.Siang itu, Dila tetap datang ke kampus.

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB XI : Missed

    Dila duduk di gazebo depan kampus, sambil mengisi daya ponsel dia menunggu Vero dengan tenang. Sejam. Dua jam. Dila menunggu tak mengirimkan pesan lagi untuk mengingatkan. “Dila!!” Tiba-tiba saja namanya dipanggil, Daren terlihat muncul dari lantai atas gedung fakultasnya, menatap Dila yang masi

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB X : Almost Missed

    Dila melangkah dengan tergesa-gesa menuju halte bus. Dia bangun kesiangan, dan itu berarti dia bisa terlambat hari ini. Semakin terang langit, jalanan kota semakin ramai, membuat laju bus melambat. Jika begini terus, dia tak akan sampai ke kampus tepat waktu. Kakinya terus bergerak gelisah di dalam

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB IX : Awal Yang Baik

    Dila duduk dengan semangat di kursi seberang Vero, kedua tangannya sibuk dengan buku menu yang diberikan. Mereka memilih tempat makan yang cukup nyaman—tidak terlalu ramai, tapi juga tidak sepi. “Kita pesan apa?” tanya Dila sambil membolak balik halaman di buku menu itu. Vero menyesap air putihnya

  • Presiden BEM Itu Kekasihku   BAB VIII : Sorry.

    “Kelas saya akhiri sampai sini. Terima kasih, selamat siang.” Seorang wanita dengan sepatu hak tinggi melangkah keluar dengan anggun setelah mengucapkan kalimat tersebut. Seluruh mahasiswa di dalam kelas mulai membereskan barang-barang mereka, beberapa mengobrol sebentar sebelum akhirnya beranjak d

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status