FAZER LOGIN“Sejak kapan kamu di sana?” tanyanya.“Sejak kamu bernyanyi dan menari.” Leo mengulas senyum manisnya.Elle seketika malu. Dia memikirkan apakah Leo berada di sana sejak dirinya memasak tadi.“Kenapa diam di sana jika sudah ada di situ sejak tadi?” Elle berusaha tenang sambil meletakan piring di atas meja bar.“Aku mau puas melihatmu bernyanyi dan menari.”Leo segera menarik kursi bar dan mendudukkan tubuhnya. Memandang Elle yang berada di seberang meja bar.Mendapati jawaban itu, Elle semakin malu. Pipinya kembali menghangat, dan diyakininya pasti pipinya sudah memerah.“Apa Lukas sudah bangun?” Untuk mencairkan suasana, Elle langsung mengalihkan pembicaraan. Tangannya terus bergerak menaruh pancake ke piring saji.“Belum.” “Kenapa kamu bangun jika Lukas saja belum bagun?” Elle yang sudah mulai lebih tenang dan pipinya mulai terasa dingin, mulai berani menatap Leo.“Karena saat aku ingin memelukmu, kamu tidak ada. Jadi aku langsung bangun.”Elle ingat jika semalam Leo terus memeluk
“Papa harus menerima kamu. Karena kamu adalah daddy Lukas. Jika papa tidak mau, aku akan kabur lagi.” Elle menjawab seraya menaruh cangkirnya ke atas meja.Leo ikut meletakkan cangkir yang dibawa ke atas meja. Saat tangannya kosong, dia langsung mencubit pipi Elle. Benar-benar Elle mengemaskan sekali.“Jangan kabur lagi.”“Aku akan kabur padamu, jadi jangan khawatir.” Elle mengulas senyumnya. Dia tidak berniat meninggalkan Leo.Hati Leo begitu bahagia sekali. Dia langsung membawa Elle ke dalam pelukannya. “Jika kamu kabur padaku, jangan salahkan aku tidak akan melepaskanmu.”Elle menengadahkan kepalanya ketika ingin menjawab ucapan Leo. “Jangan pernah lepaskan aku.” Dia menatap Leo penuh damba. Tidak dipungkiri jika dia begitu mencintai Leo.Leo membelai lembut wajah Elle. “Aku tidak akan melepaskanmu.” Tangan Leo yang membelai wajah Elle, perlahan turun ke bibir Elle. Melihat bibir merah merekah milik wanita yang dicintainya itu, membuatnya mendaratkan ciuman di sana.Untuk sesaa
Akhirnya Elle pulang. Dia segera naik taksi untuk pulang. Tadi Jack ingin mengantarkan, tapi Elle menolak. Banyak alasan yang diberikan. Termasuk mau ke supermarket lebih dulu untuk membeli sesuatu. Beruntung Jack tidak memaksa. Jika memaksa, tentu saja Elle bingung.Elle segera ke apartemennya dengan menaiki taksi. Dia benar-benar tidak sabar sampai di rumah.Perjalanan satu jam menuju ke apartemen dilalui Elle. Tepat di depan pintu apartemen, dia langsung buka pintu. Namun, sayangnya, pintu dikunci dengan slot ketika didorong.“Ukas, Leo.” Elle memanggil dua pria tersebut.Elle sedikit mengintip. Apartemen begitu gelap sekali. Dia berpikir ke mana perginya dua pria itu.“Mommy.” Lukas langsung membuka pintu. Kemudian berlari pergi.Elle benar-benar heran kenapa anaknya lari begitu saja. Untuk tahu, dia segera masuk. Saat masuk, dia disuguhi dengan pemandangan yang gelap.“Kenapa kalian gelap-gelapan?” Elle segera menyalakan lampu.“Kejutan.” Leo dan Lukas menyambut Elle dengan bunga
Mendengar permintaan Leo itu, Elle segera mengangkat sambungan telepon. “Halo, Jack.” Dia menyapa Jack.“Halo, Elle. Bagaimana? Apa nanti malam kamu bisa?”Elle menutup sambungan telepon tiba-tiba. Dia panik ketika mendengar pertanyaan Jack.“Kenapa?” Leo yang melihat Elle mematikan sambungan telepon pun langsung ingin tahu.“Dia mengajakku pergi nanti malam.” Elle langsung memberitahu Leo.Leo juga ikut panik ketika mendengar ajakan itu. Ternyata Jack masih begitu bersemangat sekali mengajak Elle.“Pergilah.”Elle membulatkan matanya mendengar perintah Leo. “Kenapa kamu menyuruh aku bertemu dengannya?” Dia kesal kenapa Leo menyuruhnya bertemu pria lain.“Dia akan curiga jika kamu tidak pergi. Kamu minta saja bertemu sekarang. Jangan malam.” Leo memberikan penjelasan pada Elle.Untuk sementara waktu ini Leo masih mencari pekerjaan. Jadi dia belum bisa keluar dari kantor Jack. Mau tidak mau, Leo tidak mau Jack curiga hubungannya dengan Elle.Tepat saat jawaban Leo itu diberikan, Jack k
Elle membuka matanya. Dilihatnya wajah Leo di depan matanya. Hal itu membuatnya merasa heran kenapa bukan anaknya yang berada di depannya.Sejenak Elle memerhatikan wajah Leo. Dia menyadari jika memang Leo begitu tampan. Jadi wajar saja jika anaknya tampan.Saat melihat ke tengah. Elle tidak mendapatkan Lukas. Tentu Saja itu membuatnya merasa panik. Harusnya anaknya di tengah.“Ukas.” Elle langsung menyibak selimutnya dan segerabangun.Alangkah leganya saat melihat Lukas di balik selimut. Tampak Tubuhnya merosot sedikit. Karena itu tidak terlihat. Anaknya tampak nyaman dengan memeluk Leo.“Kenapa?” Suara Elle itu membangunkan Leo. Hingga dia melemparkan pertanyaan itu.“Tidak apa-apa. Aku mencari Lukas tadi.” Elle menjawab dengan suara lirih.“Oh ....” Leo tersenyum. Dia juga bersuara lirih agar tidak mengganggu Lukas yang masih tidur.Elle langsung kembali merebahkan tubuhnya lagi. Dia membaringkan tubuhnya ke arah Lukas dan Leo. Elle membelai rambut Lukas. Senyumnya menghiasi wajah
“Kita tidur di kamar mommy saja. Kamar mommy lebih besar dibanding kamar Ukas.” Lukas menatap Elle dan Leo secara bergantian ketika mereka berada di dalam lift.Leo langsung menatap Elle. Sejujurnya dia bingung harus melakukan apa. Dia merasa tidak enak dengan Elle ketika anaknya meminta akan hal itu.Elle yang mendapat tatapan Leo justru salah tingkah. Dia Bingung berada dalam situasi ini. Namun, dia sadar jika anaknya memang tidak tahu apa-apa.“Baiklah, kita tidur di kamar Mommy, tapi Ukas sampai rumah harus langsung gosok gigi.” Elle tersenyum menatap anaknya.“Iya, Mommy.” Lukas mengangguk pasti.Lift terbuka. Mereka bertiga segera keluar dari lift.Elle membuka apartemennya dengan kode tanggal lahirnya. Saat masuk Lukas Begitu girang. Dia segera menarik Leo. Mengajak Leo untuk bergabung ke kamar sang mommy.Leo yang ditarik Lukas, hanya bisa pasrah saja. Membiarkan anaknya membawanya ke mana saja.Elle melihat jelas anaknya begitu antusias sekali ketika akan tidur dengan Leo. Dia







