Share

Bab 262

Author: Kayla Sango
Sudut Pandang Nathaniel.

Aku terbangun dengan suara Anna yang masih bergema di kepalaku, potongan-potongan kejadian tadi malam berulang tanpa henti. Cara dia mengerang, ujung-ujung napas dalam setiap katanya, dan setiap suara menggoda berputar di pikiranku seperti rekaman rusak.

Seberapa pun aku mencoba fokus pada rutinitas pagiku, mandi, dan membuat kopi tanpa benar-benar berpikir. Beban karena telah melewati batas itu sebagai Wanderer akhirnya menghantamku sepenuhnya. Ada perbedaan besar antar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 264

    Sudut Pandang Anna.Ponselku bergetar di meja kopi saat aku selesai merapikan apartemen, dan pikiranku masih berusaha mencerna semua yang terjadi tadi malam. Panggilan dengan Wanderer itu … intens, aku sama sekali tidak siap untuk itu. Setiap kali aku mengingat suaranya, hal-hal yang kami bagi lewat telepon, aku merasakan campuran antara antusias dan gugup yang benar-benar membuatku kehilangan keseimbangan.Aku mengambil ponselku dan melihat pesan darinya. Itu jawaban untuk pertanyaan terakhirku. Jantungku langsung berdegup lebih cepat.[Mungkin kesalahannya bukan mencoba terhubung kembali … mungkin kesalahan sebenarnya adalah berpikir bahwa kesenangan dan sesuatu yang serius tidak bisa berjalan bersamaan. Bukankah justru itu yang membuat semuanya berharga? Tadi malam sangat menyenangkan … dan aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Tapi aku juga tidak bisa berhenti membayangkan bagaimana rasanya memilikimu di sisiku setiap hari, bukan hanya untuk bersenang-senang.]Aku membaca pesan it

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 263

    Sudut Pandang Nathaniel."Kamu bicara seolah Anna tidak punya pilihan," kataku yang bersandar di kursi sambil menatapnya langsung.Rivan berhenti sejenak, lalu sedikit condong ke depan, dan memakai senyum terukur yang selalu membuatku kesal setengah mati. Ada sesuatu darinya yang selalu memberi kesan bahwa dia merasa tiga langkah lebih maju dari semua orang, seolah hanya dia yang bisa melihat seluruh papan permainan."Dia punya pilihan," katanya sambil menyesuaikan posisinya. "Tapi sepertinya ada sesuatu yang menahannya di Londoria. Sesuatu yang membuatnya ragu menerima kesempatan yang jelas lebih baik untuk kariernya."Dia semakin mendekat, dan meneliti wajahku dengan tatapan tajam yang menyelidik. Rasanya seperti dia sedang membedah setiap ekspresi kecilku, dan mencari celah yang bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya kupikirkan."Apakah sesuatu itu kamu, Nathaniel?"Pertanyaan itu jatuh di antara kami seperti sesuatu yang siap meledak. Aku tetap terlihat tenang, tapi di dalam, rasan

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 262

    Sudut Pandang Nathaniel.Aku terbangun dengan suara Anna yang masih bergema di kepalaku, potongan-potongan kejadian tadi malam berulang tanpa henti. Cara dia mengerang, ujung-ujung napas dalam setiap katanya, dan setiap suara menggoda berputar di pikiranku seperti rekaman rusak.Seberapa pun aku mencoba fokus pada rutinitas pagiku, mandi, dan membuat kopi tanpa benar-benar berpikir. Beban karena telah melewati batas itu sebagai Wanderer akhirnya menghantamku sepenuhnya. Ada perbedaan besar antara sekadar mengirim pesan bernada sugestif dan benar-benar melakukan hal seperti itu lewat telepon dengannya. Itu adalah bentuk keintiman yang mengubah segalanya, membuat kebohongan yang sedang kujalani terasa semakin berat.'Berapa lama aku bisa mempertahankan ini sebelum dia sadar?' pikirku sambil mengaduk gula ke dalam kopi dengan gerakan mekanis. "Gimana kalau dia menginginkan sesuatu yang lebih … yang nyata?"Saat itulah ponselku bergetar di meja dapur. Kali ini bukan notifikasi dari aplikas

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 261

    Sudut Pandang Nathaniel.Jadi, ini benar-benar terjadi. Kami benar-benar akan melakukannya.Kesadaran itu menghantamku seperti kilat saat aku menatap ponsel di tanganku, masih mencerna nada suaranya, cara dia menyebut namaku atau lebih tepatnya, nama samaranku di aplikasi. Wanderer. Ada sesuatu dari cara dia mengucapkan nama itu yang membuatku merasa seperti menjadi orang lain, seolah aku bisa menjadi seseorang selain Nathaniel Pradana, Direkrur Operasional Grup Mahendra, pria yang terpaksa menyingkirkannya dari pekerjaannya.Bersama Anna, sebagai Wanderer, aku hanya menjadi seorang pria yang menginginkan seorang wanita. Tanpa kerumitan perusahaan, tanpa hierarki, dan tanpa permainan politik. Rasanya bebas sekaligus menakutkan."Mungkin kau benar ...." balasku. "Aku sedang melakukannya sekarang ... kamu sendiri? Sedang ngapain?"Sebuah desahan napas terdengar di seberang sana, berat, dan penuh ketegangan."Mungkin aku ... sedang menyentuh diriku sendiri ...." Dia mengaku, dan napasnya

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 260

    Sudut pandang Nathaniel.Aku pulang jam enam sore, dua jam lebih cepat dari biasanya, pikiranku terus bergejolak sejak melihat foto Anna pagi tadi. Sepanjang hari di kantor rasanya seperti penyiksaan. Setiap kali aku berkedip, yang muncul selalu lekuk tubuh itu, cara cahaya pagi membelai kulitnya, dan ajakan tanpa kata-kata dalam gambar itu yang membuatku sama sekali tidak bisa fokus pada apa pun.Aku meletakkan tas kerja di dekat pintu dan melonggarkan dasiku, merasa seolah itu mencekikku. Foto itu terus membakar di belakang pikiranku, setiap lekuk tubuhnya terukir dengan jelas sampai membuat seluruh tubuhku menegang. Seolah dia tahu persis bagaimana cara membuatku tak berdaya, bahkan dari jarak jauh.Aku langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air dingin. Air dingin yang menghantam kulit membuatku tersentak, tapi justru itu yang kubutuhkan. Aku mencoba membiarkan dinginnya air menghapus panas yang mengikuti sepanjang hari, dan mencoba menenangkan diri cukup untuk bisa berpikir jer

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 259

    Sudut pandang Nathaniel.Ponselku bergetar di atas meja, memotong fokusku yang sedang meninjau laporan bulanan. Notifikasi dari aplikasi menyala di layar, dan jantungku langsung berdetak lebih cepat saat melihat itu pesan dari Anna.Aku membukanya tanpa ragu.[Bahkan di hari-hari saat aku tidak ingin bangun dari tempat tidur … aku tetap melakukannya. Ngomong-ngomong soal tempat tidur … punyaku tadi pagi benar-benar nyaman, gimana dengan punyamu …?]Ada foto yang terlampir.Aku hampir menjatuhkan ponselku saat gambar itu akhirnya terbuka.Anna sedang berbaring miring di tempat tidur, diambil dari sudut yang hanya menampilkan tubuhnya, lekuk tubuhnya terlihat sempurna, disorot oleh pakaian dalam hitam yang kontras dengan kulitnya. Cahaya pagi yang lembut masuk dari jendela, menciptakan bayangan yang membuat semuanya terasa semakin intim, dan semakin menggoda. Wajahnya tidak terlihat, tapi justru itu membuat foto tersebut terasa lebih sensual, dan lebih misterius.Mataku mengikuti setiap

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 75

    Setelah Lydia pergi, aku tetap duduk lama di teras, kata-katanya berputar-putar di kepalaku seperti daun yang diterbangkan badai. Aku perlu tahu lebih banyak, dan memahami apa yang sebenarnya terjadi bertahun-tahun lalu.Tepat saat ini Lusi muncul dengan kopiku, dan saat dia menata meja, aku memutus

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 72

    Aku sedang berusaha menenangkan diri di beranda ketika kulihat sosok yang familiar mendekat. Suara Lydia terdengar lebih dulu sebelum aku sempat melihatnya."Wah, Vivian, pertunjukan yang memalukan sekali," katanya, muncul dari bayangan seperti hantu yang tidak diundang. "Merusak sebotol Brunello 19

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 67

    Saat kami berjalan kembali ke festival, keheningan yang nyaman menyelimuti kami. Pengungkapan tentang masa lalu Adriel dengan Lydia masih membebani pikiranku, tapi entah bagaimana, aku merasa dia benar-benar terbuka padaku, dan memperlihatkan kerentanan yang jarang dia tunjukkan pada siapa pun.Alun

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 69

    Bulan menebarkan cahaya peraknya di atas kebun anggur saat Adriel menarikku ke pelukannya dengan desakan yang sama seperti hasratku sendiri. Tidak ada kata-kata, hanya suara napas kami yang terengah-engah saat dia perlahan menurunkanku di antara barisan pohon anggur yang kini seolah menyandang namak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status