Mag-log inTerpaksa menikahi duda angkuh demi menyelamatkan usahanya, seorang wanita terkejut saat rahasia statusnya terkuak dan mengubah hubungan dingin mereka di malam pertama.
view moreKecantikan Freya dalam balutan gaun pengantin seharga ratusan juta itu benar-benar tidak terbantahkan. Semua orang mengakui itu, kecuali .... Nathan lebih suka melanjutkan game di layar ponsel daripada ikut larut dalam momen sakral sang Papa. Sementara Yasa, ia bersikap tenang, tak ada luapan emosi seperti yang lumrah ditunjukkan oleh mempelai pria tatkala bertemu dengan calon mempelai wanita. Penampilan sempurna Freya sepertinya tak sampai menyentuh hati terdalam duda keren itu. 'Ya ampun, biasa banget sih reaksinya! Nggak bisa akting dikit aja napa, nangis haru kayak penganten penganten lain gitu! Ishhhh!' Di balik senyum yang ia tebar pada seluruh tamu, ada gerutuan kesal yang memenuhi ruang hati Freya. Selanjutnya, setelah acara dibuka dengan do'a, sampai lah pada prosesi akad yang terasa khidmat dan sakral. Yasa menjabat tangan pamannya Freya yang berperan sebagai wali nikahnya saat ini, dan tanpa drama, dalam satu kali helaan napas, Yasa telah mengucapkan janji setian
Rendra menunjukkan rasa tidak percaya, ia melirik ke arah area pesta lalu kembali menatap Freya dengan perasaan meragu. "Kamu jangan bercanda, Frey! Pake segala ngaku jadi calon pengantinnya Yasa Janitra, kamu halu apa gimana sih? Atau jangan-jangan kamu stress setelah cerai dari aku?" Rendra malah menuduh Freya halu dan stress. Freya tersenyum santai saja, tuduhan Rendra ia anggap radio butut saja, toh kenyataannya, dirinya memang calon istri seorang Yasa Janitra. "Eh, tuh mulut enteng bener ya ngatain Frey stress!" Tapi Mitha langsung bereaksi, jelas Mitha tak terima sahabatnya dikatai oleh Aktor hombreng itu. "Sembarangan aja bilang Frey stres setelah cerai dari kamu! Justru hidup Frey tuh sejuta kali lebih baik setelah lepas dari kamu!" lanjut Mitha dengan nada mengomel. Rendra sangat muram, ia tidak senang ditegur begitu oleh Mitha yang dianggap tidak penting. "Hey kamu! Bisa-bisanya ya, pelayan toko kue kamu bicara kenceng gitu ke saya? Kalau bukan karena kamu itu temann
Persiapan pernikahan yang mepet membuat Freya sibuk dan sejenak melupakan segala masalah yang membelitnya selama ini. Walau hanya 2 minggu saja, tapi Yasa tak asal-asalan untuk gelaran pernikahan keduanya kali ini. Gaun pengantin sudah siap, venue pernikahan sudah diset, undangan sudah disebar dan H-2, semua persiapan sudah mencapai 95%. Saat ini Freya sudah kembali menginjakkan kakinya di pulau Bali, ditemani Mitha, Ramon, Chef Daryl dan keluarga paman dari pihak Ayah, yang nantinya akan jadi wali nikahnya. Sementara Fiona? Jangankan hadir, kabarnya saja sudah tak terdengar lagi sejak buron dari orang-orang yang ditipunya. ~ Freya sedang termangu di sebuah Gazebo resort sambil memantau area halaman yang akan jadi tempat pernikahannya lusa. Acaranya digelar di luar ruangan, dengan dekorasi cantik dan view menghadap samudra langsung. "Pasti lagi mikirin, lusa malem bagusnya pake gaya apa ya?" Suara Mitha muncul bagai angin, spontan Freya menoleh. "Iih, ngagetin aj
Seorang anak remaja laki-laki berjalan di belakang Yasa, wajah remaja itu nyaris mencetak jiplakan wajah Yasa, rahang tegas, tatapan tajam, dan alis tebal. Hanya saja, aura yang terpancar jauh lebih dingin dan memberontak. Freya sudah segan duluan, ia merasa kalau jalannya bersama Yasa tak akan semulus jalan tol seperti yang awalnya ia bayangkan. Keduanya dipersilakan masuk, duduk bersama di ruang tamu kecil itu dengan suguhan menarik yang tersaji di atas meja. Freya sangat gugup tapi berusaha bersikap sebiasa mungkin. "Nath, ini Freya," perkenalkan Yasa. Remaja bernama Nathan itu hanya menatap sekilas pada Freya seterusnya ia fokus pada layar handphone di tangan. "Sementara waktu kamu bisa panggil Freya 'Kakak', tapi secepatnya kamu harus belajar panggil dia 'Mama'," tambah Yasa. Nathan nampak muak, raganya memang duduk di ruangan itu tapi jiwanya jelas menolak baur di dalam momen perkenalan itu. "Hm, hai Nath ... salam kenal ya," sapa Freya, walau segan ia mencoba bersik
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu