مشاركة

Bab 105

مؤلف: Khai Tsan
last update تاريخ النشر: 2026-03-04 07:33:34

"Ahhhhhhh! Ya! Di situ! Terus! Jangan berhenti!"

Rasa yang luar biasa itu membuatnya merasa benar-benar hidup. Semua rasa sakit hati, rasa tidak terima, dan amarah terhadap Rangga seolah-olah ikut terdorong keluar bersama setiap sentakan yang ia terima. Ayu benar-benar mengeluarkan sisi gelapnya, sisi yang selama ini ia tekan demi menjadi "istri yang baik".

"Aku mau keluar... aku mau keluar!" teriak Ayu lagi.

Tubuh Ayu bergetar hebat. Ia mencapai orgasme yang paling kuat dalam hidupnya. Sensasi
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 131

    Rangga menatap Ayu sejenak, lalu menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukan hangatnya. Bibir mereka kembali bertemu. Ciuman yang awalnya terasa lembut dan penuh kehati-hatian perlahan berubah menjadi makin dalam, intens, dan dipenuhi gairah yang membakar. Lidah mereka saling beradu, memupus habis sisa-sisa jarak dan keraguan yang sempat membentang di antara mereka.Di tengah kehangatan ciuman itu, jemari Ayu bergerak lincah membuka satu per satu kancing kemeja yang dikenakan Rangga. Ia melucutinya dengan sabar, membiarkan kemeja itu terlepas dari bahu suaminya dan jatuh begitu saja ke lantai balkon.Rangga membalas gerakan itu dengan mengusap punggung polos Ayu, lalu menyusupkan tangannya untuk meremas lembut bokong istrinya. Tanpa melepas tautan bibir mereka, jemari Rangga menarik tali gaun tidur berbahan satin yang terikat longgar di pinggang Ayu. Kain halus itu seketika merosot jatuh, menumpuk di sekitar pergelangan kakinya.Di bawah terik matahari pagi yang mulai membiaskan c

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 130

    Aroma kopi hitam hangat yang bercampur dengan gurih manisnya sirup karamel perlahan merayap masuk ke dalam hidung Ayu, membuyarkan segenap kebingungan dan kekacauan pikiran yang menyelimuti kepalanya sejak ia terbangun.*Tok... tok... tok...*Ketukan lembut terdengar menyapa pintu kamar tidur yang sedikit terbuka. Sesosok pria tegap melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu tampak membawa secangkir minuman yang mengepul halus di tangan kanannya."Sudah bangun?" ucapnya dengan suara berat dan tenang, sambil meletakkan secangkir *caramel latte* di atas meja kecil tepat di sebelah tempat tidur, persis di samping Ayu yang masih mematung kebingungan merapatkan selimut tebalnya."Rangga...?" panggil Ayu dengan nada sangat bingung, matanya berkedip berulang kali menatap wajah suaminya yang tampak tenang.Rangga berdiri tegak di samping ranjang, menatap Ayu dengan pandangan mata yang jernih tanpa ada sisa kemarahan semalam."Tawaranku untuk membawamu ke Australia masih terbuka," ucap Rangga de

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 129

    Ayu merebahkan dirinya secara kasar, menjatuhkan tubuh lelahnya dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur berukuran king size tersebut. Bantalnya seketika basah oleh air mata yang kembali menetes tanpa bisa ia bendung. Kelelahan fisik dan mental yang teramat sangat akhirnya menang, menuntun Ayu perlahan-lahan tenggelam ke dalam alam bawah sadarnya.Dalam lelapnya yang pekat, Ayu merasa tubuhnya seperti terapung di atas lautan yang hangat. Kesadarannya samar-samar berada di batas antara mimpi dan kenyataan.Tiba-tiba, ia merasakan ada sesosok tubuh hangat yang melangkah mendekati tempat tidurnya. Dalam keremangan memorinya, ia merasa ada sebuah selimut tebal dan lembut yang ditarik perlahan menutupi tubuh polosnya yang kedinginan oleh terpaan AC kamar.Ayu melenguh pelan. Tanpa ia sadari, tangannya secara refleks bergerak menarik selimut itu lebih tinggi, namun jemarinya tidak sengaja menyentuh pergelangan tangan seseorang yang sangat kokoh dan hangat.Seketika, suasana di sekitarny

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 128

    Ayu mencengkeram kemudi mobilnya sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Pedal gas ia tekan sembilan puluh persen, membiarkan raungan mesin mobil membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Pandangannya samar, tertutup oleh lapisan air mata yang terus merebak tanpa bisa dihentikan.Pikirannya kalut. Suasana di dalam kabin mobil terasa begitu menyesakkan, dipenuhi oleh gemuruh kemarahan yang membakar dada."Sialan kau, Daniel! Pengecut! Tega-teganya kamu memperlakukan aku seperti ini! Bajingan!" serapah Ayu berulang kali di dalam hatinya. Suara batinnya berteriak histeris, menyuarakan rasa sakit hati dan kehancuran harga dirinya yang diinjak-injak.Di tengah kecepatan mobil yang menggila, kenangan-kenangan masa lalunya bersama Daniel mendadak berputar kembali secara otomatis di dalam kepalanya. Momen manis saat pertama kali pria itu memperhatikannya, sikap lembutnya, hingga kenangan panas beberapa hari lalu di Bali. Bayangan saat ia menyerahkan seluruh kendali dirinya, melampaui ba

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 127

    "Kakak tiri?" suara Ayu bergetar, nyaris berbisik. "Rangga itu... kakak tirimu, Niel?"Daniel mengangguk perlahan. Ia duduk bersandar di sofa abu-abu, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. "Iya. Ia kakak tiriku, Yu.""Tunggu, ini enggak masuk akal," Ayu melangkah mundur, menggelengkan kepala. "Lalu kenapa kalian merahasiakan ini semua dari aku?""Karena Rangga yang minta, Yu," jawab Daniel, menoleh menatap Ayu. "Ia enggak mau orang lain tahu siapa aku sebenarnya. Statusku... keluarga besar kami enggak pernah menganggap aku ada. Cuma Rangga yang peduli.""Tapi kenapa harus berbohong sampai sejauh ini, Niel? Aku ini istrinya!" suara Ayu mulai meninggi, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa rahasia sebesar ini disembunyikan dari aku?""Rangga mau melindungi nama baik keluarga, dan di sisi lain, ia juga mau melindungi aku," Daniel menghela napas panjang, mencoba meraih tangan Ayu namun Ayu menepisnya. "Selama ini Rangga yang banyak membantu hidupku. Ia membiayai

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 126

    Berikut adalah hasil perbaikan tanda baca, huruf kapital, dan keselarasan dengan EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) Edisi V:Ayu melirik dari balik bahunya, menatap Daniel dengan mata sayu yang penuh kabut gairah. Jemarinya yang ramping mencengkeram erat batang kejantanan Daniel, menempelkannya tepat di depan lubang belakangnya yang sudah berdenyut kencang."Yu... kamu serius?" tanya Daniel. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. "Kamu mau di situ? Tapi ini belum pakai pelumas...""Aku sudah sangat basah di bawah sana, Niel. Pakai sisa cairan yang tadi," bisik Ayu dengan suara serak. Ia membasahi jarinya sendiri, lalu mengusapkannya ke lubang belakangnya untuk memberi sedikit jalan. "Masukkan sekarang, Niel. Jangan banyak tanya.""Ahhh, sialan. Kamu benar-benar bikin aku gila hari ini," geram Daniel."Masuk, Niel. Hantam aku dari belakang," tuntut Ayu, suaranya naik satu oktav karena tidak sabar.Daniel memegang pinggul Ayu dengan kedua tangannya yang be

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 82

    Aroma teh herbal yang menenangkan memenuhi udara di ruang santai terbuka itu, namun bagi Ayu, atmosfer di sana mendadak terasa mencekam. Ia menyandarkan punggungnya di kursi rotan, memegangi cangkir hangat dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Di depannya, Daniel tampak begitu tenang, jemarinya

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 86

    Kesadaran Ayu belum sepenuhnya kembali, namun tubuhnya seolah memiliki nyawanya sendiri. Di antara batas tidur dan terjaga, sebuah lenguhan panjang lolos dari bibirnya yang sedikit terbuka. Napasnya memberat, seirama dengan detak jantung yang memacu darah ke seluruh titik sensitif di tubuhnya.Piki

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 80

    "Curang..." desah Ayu, bibirnya basah dan merah, bengkak karena ciuman dan aktivitas barusan. "Aku belum selesai bikin kamu nyerah.""Kamu bahaya, Yu," Daniel menatapnya tajam, napasnya memburu. "Kamu hampir bikin aku meledak dalam dua menit. Tapi aku mau keluar di dalam kamu. Aku mau kamu ngerasai

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 79

    "Lupain dia!" Daniel mempercepat temponya menjadi liar dan tak beraturan. Ia meremas pinggang Ayu, menariknya mundur setiap kali ia mendorong maju, menciptakan gesekan maksimal.Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka berdua, membuat kulit mereka licin dan bersatu. Aroma feromon memenuhi udara.

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status