Share

Bab 20. Cari tahu

Penulis: Faiz bellzz
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-28 14:23:55

"Siapa yang mengetuk pintu? Berisik sekali!"

Jaden merasa terganggu saat mendengar ketukan pintu di luar sana. Pria itu masih mengantuk, sebab tadi malam tak bisa tidur.

Bukan karena tidak nyaman tidur bersama Letha, tapi karena ia harus mati-matian menahan hasratnya yang menggebu ketika melihat bagaimana polosnya wajah Letha saat tertidur.

"Mungkin Bibi Liana," sahut Letha dengan suara serak khas bangun tidur.

Oh, suara yang begitu seksi, dan langsung membangkitkan gairah Jaden!

"Aku akan melihatnya dulu," sambut Letha berniat bangkit, tapi Jaden langsung menahan.

"Tidak, jangan pergi!" Jaden menarik Letha ke dalam pelukannya.

"Tapi, Dad---"

"Sebentar, biarkan aku memelukmu."

Letha diam, membiarkan Jaden memeluknya. Tapi beberapa saat menunggu, Jaden tak juga melepaskan.

"Dad, lepaskan. Ini sudah lebih dari sepuluh menit!"

"Kalau begitu beri saya waktu lima menit lagi."

"Tidak, aku akan terlambat jika terus seperti ini!"

Jaden mendengus, lalu dengan terpaksa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan   Bab 20. Cari tahu

    "Siapa yang mengetuk pintu? Berisik sekali!" Jaden merasa terganggu saat mendengar ketukan pintu di luar sana. Pria itu masih mengantuk, sebab tadi malam tak bisa tidur. Bukan karena tidak nyaman tidur bersama Letha, tapi karena ia harus mati-matian menahan hasratnya yang menggebu ketika melihat bagaimana polosnya wajah Letha saat tertidur. "Mungkin Bibi Liana," sahut Letha dengan suara serak khas bangun tidur. Oh, suara yang begitu seksi, dan langsung membangkitkan gairah Jaden! "Aku akan melihatnya dulu," sambut Letha berniat bangkit, tapi Jaden langsung menahan. "Tidak, jangan pergi!" Jaden menarik Letha ke dalam pelukannya. "Tapi, Dad---" "Sebentar, biarkan aku memelukmu." Letha diam, membiarkan Jaden memeluknya. Tapi beberapa saat menunggu, Jaden tak juga melepaskan. "Dad, lepaskan. Ini sudah lebih dari sepuluh menit!" "Kalau begitu beri saya waktu lima menit lagi." "Tidak, aku akan terlambat jika terus seperti ini!" Jaden mendengus, lalu dengan terpaksa

  • Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan   Bab 19. Dad, hentikan

    "Tadi, bukankah kau mengatakan tidak bisa menjemput? Tapi kenapa sekarang tiba-tiba saja sudah ada di sini?"Letha menatap Jaden yang tengah melepaskan mantelnya dengan penuh tanya. Sementara pria yang ditatap tampak santai menggantungkan mantel pada paku yang tertancap di belakang pintu."Memang saya memiliki urusan, jadi tidak mungkin sempat untuk menjemputmu." Jaden menjelaskan sambil berjalan menghampiri Letha yang duduk bersila di atas karpet. Kemudian pria itu ikut duduk di belakang Letha sambil melanjutkan, "Kebetulan saat pulang saya lewat ke mari, jadi memilih menginap di sini.""Menginap?" Letha membelalak, lalu menoleh sambil menatap Jaden dengan tak percaya. "Kau akan menginap di sini, Dad?"Melihat reaksi Letha lantas membuat Jaden terkekeh. Pria itu sengaja meniup mata Letha yang terbuka dengan sempurna, sehingga si empunya mengerjap. "Dad!" seru Letha secara refleks melayangkan pukulan pada dada pria itu."Hhaha ...." Jaden kembali tertawa, lalu berdeham setelahnya. "

  • Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan   Bab 18. Hujan

    "Berapa uang yang kakakku berikan untukmu?" Letha meremas tas selempang yang ada di pangkuannya saat ia mendapatkan pertanyaan menyakitkan dari Jasper. Perempuan itu kemudian menunduk, tak mengatakan apapun. "Letha, jawab pertanyaanku." Jasper yang duduk di samping Letha lantas mendesak. Sebab tadi perempuan itu tak memiliki pilihan. "Jasper---" "Aku akan memberikan lebih dari yang kakakku bayar, asal kau berhenti dengan pekerjaanmu," potong Jasper saat Letha akan menjelaskan. Perempuan itu diam, hatinya semakin sakit setelah mendengar ucapan Jasper. Bahkan air mata yang mendesak turun tak bisa Letha tahan. "Apa aku terlihat seperti wanita yang suka menjual diri, Jasper?" Pertanyaan itu meluncur dari Letha bersamaan dengan tatapan penuh luka ia berikan kepada Jasper. Kali ini Jasper yang diam. Pria itu tertegun, sebab sebelumnya Letha tak pernah menampilkan tatapan seperti itu. "Letha, maaf. Aku tidak bermaksud." "Tidak, kau tidak perlu meminta maaf." Letha me

  • Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan   Bab 17. Ketahuan

    "Jadi karena itu?" Jaden mendesah pelan setelah mendengar alasan Letha yang tak lagi ingin bercinta dengannya. "Maaf," ucap Letha sambil menunduk dalam. Tapi karena posisi Letha yang masih di atas pangkuan Jaden, membuat pria itu dengan mudah mengarahkan Letha agar tetap menegakkan kepalanya.Jaden lantas menatap Letha dalam, kemudian tanpa diduga pria itu menggeleng pelan. "Tidak. Tidak seharusnya kau meminta maaf." "Tapi---" "Kata maaf itu harusnya terucap dari mulutku," potong Jaden dengan cepat. Sehingga membuat Letha yang tak berani menatap Jaden lama pun langsung menaikkan satu alisnya."Maksudmu?" "Tidak, tidak ada maksud apa-apa." Letha masih penasaran, sebab merasa tak puas dengan jawaban Jaden. Tapi perempuan itu terlalu takut untuk mendesak. Mendesah pelan, Letha kemudian berniat turun dari pangkuan Jaden. Sebab bertepatan dengan itu, suara ketukan pintu terdengar dari luar. "Tetap seperti ini," pinta Jaden membuat Letha bingung. "Tapi di luar-- Tuan!" Tiba-t

  • Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan   Bab 16. Kelemahan

    “Saya merindukanmu,” ucap Jaden memeluk Letha dengan posesif. Tanpa peduli jika di depan sana Max tak bisa berkonsentrasi menyetir.Setelah tadi Jaden mengisi kelas, pria itu langsung mengirim pesan kepada Letha jika dirinya akan menunggu di tempat biasa. Sehingga begitu Letha masuk mobil, Jaden tanpa segan memeluknya.“Apa kau tidak merindukan daddy-mu ini, hemm?” Pria itu kemudian berdesis ketika Letha tak membalas ungkapan-nya. “Hemm, aku … aku juga merindukanmu,” balas Letha pada akhirnya, tapi tidak seantusias saat di telepon. “Kalau begitu kita bisa menghabiskan waktu bersama seharian ini!” ujar Jaden makin senang. Pria itu kemudian melepaskan pelukan ketika mereka sudah tiba di rumah. “Kau ingin camilan apa?” Jaden benar-benar memperlakukan Letha dengan baik, dan hal itu membuat Letha yang tak pernah mendapatkan perhatian dari keluarganya, gampang luluh. “Terserah kau saja,” balas Letha membuat Jaden manggut-manggut. “Baiklah, kalau begitu kau tunggulah sebentar.” Pri

  • Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan   Bab 15. Bolos

    “Letha, kau terlihat murung. Apa ada yang sedang kau pikirkan?”Letha tengah duduk di taman kampus saat Jasper tiba-tiba menghampirinya.Pria itu tanpa permisi duduk di samping Letha, membuat Letha langsung bergeser untuk memberikan jarak.“A-aku, aku tidak sedang memikirkan sesuatu,” sahut Letha sedikit tergagap sambil mengontrol raut wajahnya, sebab memang ia sedang memikirkan sesuatu. “Tapi aku melihat ada yang berbeda denganmu.”“Mungkin itu hanya perasaanmu saja.” Letha membalas sambil memaksakan senyum. Perempuan itu berniat pergi, tapi Jasper menahannya. “Mau sampai kapan kau akan menghindar dariku?” tanya Pria itu membuat Letha langsung menatapnya sejenak. Perempuan itu menunduk, menarik tangannya yang dicekal Jasper, lalu kembali duduk.“Aku tidak menghindarimu,” kilah Letha, tapi Jasper tahu jika itu hanya alasan. “Aku harus buru-buru ke kelas.”“Kita masih memiliki waktu untuk bicara,” ujar Jasper tak membiarkan Letha pergi begitu saja. “Aku merasa tak ada yang perlu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status