author-banner
Faiz bellzz
Faiz bellzz
Author

Novel-novel oleh Faiz bellzz

Istri Cantik Pilihan Anakku

Istri Cantik Pilihan Anakku

Erlan kewalahan ketika putrinya terus memintanya menikahi Alyn, seorang pramugari yang tanpa sengaja terlibat dengannya saat di pesawat. Ditambah lagi, takdir seolah menertawainya saat sang Ibu menjodohkan Erlan dengan Alyn. Lantas, bagaimana kisah keduanya? Terlebih, sang presdir dingin belum bisa melupakan mendiang istrinya yang sudah meninggal dan selalu bersikap dingin pada Alyn....
Baca
Chapter: Bab 62. Cemburu
"Sayang, maaf karena telah membuatmu menunggu terlalu lama." Erlan menatap Alyn dengan rasa bersalah yang luar biasa. Hal itu dikarenakan banyaknya pekerjaan, hingga membuatnya sibuk dan tidak bisa pulang cepat.Alyn lantas tersenyum, lalu menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Mas. Aku mengerti," ujarnya lalu menunduk dan mengusap rambut Gempi yang tengah tidur di pangkuannya."Mungkin lain kali memang kami tidak seharusnya ke mari. Mas Erlan jadi tidak terlalu fokus karena memikirkan kami juga." Wanita itu menambahkan. Tapi Erlan tidak setuju. "Kenapa bicara seperti itu? Aku tidak keberatan sama sekali. Lagipula ... kehadiran kalian malah membuatku lebih bersemangat!" sanggah Erlan dengan menggebu.Pria itu tidak sedang mengada-ada. Sebab memang seperti itu adanya.Sayang, pekerjaannya memang tadi begitu banyak. Hingga membuat Alyn merasa jika ia tidak seharusnya ada di sana. Tak ingin memperdebatkan hal itu, Alyn lantas mengangguk pelan. Setelahnya ia bertanya, "Apa sekarang pekerja
Terakhir Diperbarui: 2025-12-11
Chapter: Bab 61. Kehangatan
"Aku tidak menyangka jika kau memasang foto kita." Alyn cukup terkejut dengan hal itu, dan ia hanya bisa tersenyum tipis setelahnya. Erlan ikut tersenyum, lalu menoleh sebentar ke arah foto yang terpajang, lalu bertanya, "Apa tidak apa-apa?" "Hemm, aku tidak masalah," sahut Alyn diiringi dengan anggukan kecil. "Syukurlah, aku pikir kau keberatan," balas Erlan, lalu bernapas lega. Tapi kemudian tubuhnya tiba-tiba tegang saat mendengar celetukan Gempi. "Papa, jika fotonya diganti oleh foto mama, lalu kau simpan di mana foto mommy?"Refleks Alyn menoleh ke arah Erlan, sedangkan Erlan melihat ke arah Gempi. Pria itu lantas melirik ke arah Alyn, ingin memastikan bagaimana reaksi wanita itu. "Papa," tegur Gempi membuat Erlan kembali menoleh ke arahnya. "Iya, Nak?" sahut Erlan pelan. "Papa simpan di mana foto mommy? Biasanya foto mommya terpajang di mana-mana." Gempi mengulangi sambil menunjuk beberapa titik tembok yang biasa digunakan Erlan untuk memasang foto mendiang ibuny
Terakhir Diperbarui: 2025-12-07
Chapter: Bab 60. Tempat wisata
"Papa ...!" Gempi yang juga melihat Erlan lantas berseru--memanggil pria itu. Hingga membuat Alyn melebarkan mata, tapi tak dapat berbuat apa-apa. Terlebih saat Erlan mendengar seruan tersebut.Refleks Erlan menoleh, lalu membelalak--cukup terkejut dengan kehadiran Gempi dan Alyn di sana. Segera Erlan menghampiri dengan diikuti oleh Mona yang berjalan, berlenggak-lenggok layaknya model. Melihat itu lantas membuat Gempi berlari ke arah Erlan. Sedangkan Alyn memilih tetap berdiri tempatnya. "Papa, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini!" ujar Gempi saat Erlan sudah menggendongnya."Sama sepertimu. Papa juga tidak menyangka!" balas Erlan lalu melihat ke arah Alyn.Pria itu kemudian menghampiri, lalu berdiri tepat di depan sang istri. "Sayang, sedang apa kau di sini?" tanya Erlan membuat Alyn tak dapat menghindar. Sambil memaksakan senyum, Alyn menjawab, "Tadi aku berniat mengajak Gempi jalan-jalan setelah menjemputnya, dan kemudian ingin berkunjung ke kantormu. Tapi sepe
Terakhir Diperbarui: 2025-12-05
Chapter: Bab 59. Menyakitkan
"Siapa, Mas?" Alyn menatap Erlan dengan satu alis yang terangkat saat melihat perubahan raut wajah sang suami yang begitu ketara. Erlan mendesah pelan, lalu berkata, "Sekretarisku mengatakan ada sedikit masalah dengan perusahaan." "Kalau begitu, bukankah seharusnya kau pergi, Mas?" tanya Alyn dibalas anggukan pelan oleh Erlan.Mendadak mood Erlan ambyar. Pria itu masih ingin bersama dengan Alyn, tapi juga tidak mungkin membiarkan kekacauan di perusahaan. "Aku ingin tetap bersamamu!" Wanita itu langsung memutar bola matanya dengan malas saat mendengar rengekan sang suami. "Yang benar saja! Seharian kita sudah bersama kemarin." "Tapi itu kurang," keluh Erlan seperti anak kecil.Alyn gelen-geleng. Merasa tak habis pikir, tapi juga gemas."Sudahlah, jangan berlebihan seperti itu! Kita masih memiliki banyak waktu nanti," ujar Alyn kali ini membuat Erlan mendengus. "Jadi kau tidak akan menahanku?" tanya Erlan seolah mengulur waktu.Lekas Alyn menggeleng. "Aku tidak akan melakuk
Terakhir Diperbarui: 2025-12-03
Chapter: Bah 58. Melepas rindu
Pagi ini Erlan merasakan sesuatu yang berbeda. Pemandangan di pagi hari--di mana ia melihat Alyn dan Gempi yang tampak akrab membuat hati Erlan menghangat. Kini, pria itu baru menyadari betapa beruntungnya ia menikahi Alyn."Papa, apa hari ini kau akan mengantarkanku sekolah?" tanya Gempi ketika mereka tengah sarapan."Tentu saja. Memang siapa lagi yang akan mengantarkanmu?" "Tapi aku juga ingin diantar oleh Mama!" Gadis manis itu kemudian menatap Alyn dengan penuh harap. "Yeah, mama juga akan ikut mengantarkanmu!" balas Alyn membuat Gempi membelalak."Jadi kalian berdua akan mengantarku?" tanya Gempi penuh semangat.Alyn lantas mengangguk, membuat Gempi berseru. Sedangkan Erlan tersenyum tipis. Hingga lagi-lagi hatinya mensyukuri kehadiran Alyn di tengah-tengah gersangnya rumah setelah kepergian mendiang istrinya."Yeaay, mama dan papa sudah baikan!" seru Gempi membuat Alyn refleks menoleh ke arah Erlan, lalu melebarkan mata. "Gempi," ucap Erlan baru menyadari jika Gempi bisa mem
Terakhir Diperbarui: 2025-12-01
Chapter: Bab 57
"Tadi Gempi merengek ingin ikut dan bertemu denganmu, jadi aku sengaja membawanya ke mari," terang Erlan setelah mereka menghabiskan waktu bersama dengan Gempi.Kini gadis manis itu sudah tidur di antara Erlan dan Alyn, dengan posisi memeluk lengan Alyn. Sehingga membuat Alyn sulit bergerak."Aku minta maaf, karena waktu tenangmu jadi terganggu." Erlan menambahkan sambil melirik ke arah Gempi.Dengan pelan Alyn menggeleng. Kemudian wanita itu berkata, "Tidak apa-apa, Mas. Mas Erlan tidak perlu meminta maaf.""Tapi tetap saja. Bukankah kau membutuhkan waktu untuk beristirahat?""Aku memang membutuhkannya, tapi aku rasa sudah cukup. Em ... besok aku juga akan pulang," terang Alyn membuat Erlan mengerjap beberapa kali, lalu menatap wanita itu dengan tatapan tak percaya."Maksudnya, kau akan kembali ke rumah kita?" Erlan memastikan jika dirinya tidak salah mendengar."Bukankah sekarang itu adalah rumahku juga, Mas? Kau suamiku, tempat aku pulang ketika masih berada di dunia adalah kau ...
Terakhir Diperbarui: 2025-04-28
Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan

Putri Terbuang Dimanja Pangeran Tampan

"Bisa-bisanya tubuh sekecil itu membuatku kecanduan!" *** Terlahir dari keluarga yang berada tidak membuat Aletha merasa beruntung, justru ia sering ditindas oleh kedua saudaranya. Banyak yang Aletha alami, hingga puncaknya ketika keluarga mereka menghadiri sebuah pesta, kedua saudara Aletha melemparnya ke salah satu kamar hotel yang dihuni oleh seorang pria asing! Lantas, bagaimana nasib Aletha selanjutnya saat tahu jika pria yang ia goda dalam pengaruh obat adalah Jaden? Pria berbahaya yang tidak akan pernah melepaskan mangsanya!
Baca
Chapter: Bab 119. Tamat
"Selamat datang, Baby!"Jaden merentangkan kedua tangannya, lalu menatap Letha yang baru saja pulang ke rumah setelah beberapa hari menginap di rumah sakit. "Aku berharap ini menjadi awal yang baik untuk kita merajut kisah indah," tambah Jaden lalu mengajak Letha ke kamar. "Beberapa bulan terakhir ini, aku jarang sekali tidur di sini. Hari-hariku aku habiskan dengan bekerja dan mencari keberadaanmu. Tapi sepertinya mulai hari ini, aku akan lebih sering menghabiskan waktu di sini. Bersamamu dan anak kita," terang Jaden tak dapat menyembunyikan bagaimana bahagianya ia setelah Letha kembali.Letha yang semula diam mendengarkan pun tersenyum. Sepertinya ia semakin yakin jika perasaan Jaden kepadanya tulus, dan kejadian di beberapa bulan yang lalu adalah kesalahpahaman."Hubby, maafkan aku," ucap Letha dengan perasaan bersalah yang menelusup masuk. "Seharusnya aku mendengarkan ucapanmu sejak awal," tambahnya menatap Jaden dengan sendu.Jaden menggeleng, lalu menarik Letha ke dalam peluk
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: Bab 118. Rakus
"Letha, syukurlah kau telah sadarkan diri."Berita mengenai Letha yang sudah sadarkan diri telah sampai pada Hazard dan keluarganya. Lalu tanpa pikir panjang mereka langsung ke rumah sakit untuk memastikan secara langsung.Letha hanya membalas ucapan Jasper dengan senyuman canggung. Perempuan itu masih teringat betul bagaimana perlakuan baik Jasper padanya. Bahkan sampai membuat Jasper ikut membantunya dalam proses melarikan diri.Sayang, Letha malah memilih pergi kembali tanpa memberitahu Jasper. Sehingga membuat Letha merasa tak enak hati."Oh, ini sungguh menakjubkan!" cetus Esme menatap bayi yang sedang berada dalam gendongannya. "Bukankah sudah saatnya memberikan nama untuk bayi mungil ini?" tambahnya membuat atensi semua orang teralih.Mereka menatap ke arah Esme, lalu kepada bayi mungkil yang hobi tidur."Kau benar!" sahut Hazard, lantas menatap Jaden dan Letha secara bergantian. "Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk cucuku?" tanyanya antusias. Refleks Letha menoleh ke arah
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: Bab 117. Kesempatan
"Ayo!" Max yang melihat interaksi Jaden dan Letha pun lekas menarik tangan Risha untuk pergi dari ruang perawatan, dan membiarkan mereka berbicara berdua. Tak punya pilihan, Risha ikut. Sehingga kini, di ruangan hanya ada Letha yang menatap Jaden dengan penuh tuntutan penjelasan. "Baby," ucap Jaden menjeda ucapannya sejenak untuk menahan napas, lalu membuangnya dengan kasar. Setelahnya pria itu menatap Letha dengan serius. "Baby, dengarkan aku," pinta Jaden sambil merengkuh kedua pundak rapuh Letha. Tubuhnya yang tinggi harus dicondongkan untuk menyejajarkan wajah dengan Letha yang kini duduk bersandar.Letha diam, tak menyahut apalagi menyela. Ia hanya akan mendengarkan penjelasan dari Jaden. "Aku tidak tahu apa yang membuatmu berpikir untuk kabur saat itu. Tapi yang harus kau tahu, tidak ada yang perlu kau khawatirkan, sekalipun itu soal Serly." "Tapi saat itu ... aku mendengar jika kau telah berjanji kepada mantan kekasihmu untuk menikahinya dan mengambil anakku," ujar Letha
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: Bab 116. Sadarkan diri
"Baby, bangunlah ...." Jaden menatap wajah pucat Letha dengan sendu. Sudah tiga hari dari Letha melahirkan, tapi perempuan itu belum juga bangun. Tiga hari juga Jaden tak beranjak dari rumah sakit. Pria itu dengan setia menjaga Letha, hingga membuat Risha kadang merasa cemburu--sebab Letha menjadi perempuan beruntung yang dicintai sedemikian rupa oleh Jaden. "Letha, sebenarnya apa yang membuatmu kabur dari Tuan Jaden? Aku bahkan melihat dia begitu mencintaimu," gumam Risha pelan, tapi cukup bisa didengar oleh Max yang baru saja tiba dan berdiri di sampingnya. "Tuan Jaden memang sangat mencintai Nyonya Letha. Dia bahkan hampir gila setelah Nyonya menghilang," ujar Max membuat Risha terperanjat. Refleks perempuan itu menoleh, lalu menatap Max dengan mata yang membesar. "Maaf, sepertinya aku membuatmu terkejut," ucap Max hanya dibalas dengkusan pelan oleh Risha. Setelahnya perempuan itu memilih menjauh dari pintu ruang perawatan yang sedikit terbuka, dan duduk di kursi tunggu.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: Bab 115. Pusat kota
"Oh, ini yang ayah tunggu-tunggu ...."Hazard menatap bayi mungil yang sedang berada dalam gendongannya dengan mata yang berbinar.Pria paruh baya itu langsung meluncur menuju rumah sakit begitu mendapatkan laporan jika Letha tengah ditemukan dan sudah melahirkan--sekalipun harus menghabiskan banyak waktu. Berikut juga dengan Esme dan Jasper."Jaden, selamat karena kau telah menjadi seorang daddy," ucap Esme hanya dibalas dengan tatapan sekilas. Perbuatan Esme yang menutupi kebenaran semakin membuat Jaden menjaga jarak dengan Esme. Bahkan kepada Jasper.Pria itu benar-benar tidak ingin lagi berurusan dengan mereka yang malah mendukung perpisahannya dengan Letha. Padahal tahu betul bagaimana gilanya Jaden tanpa Letha."Kakak, dia mirip sepertimu." Kali ini Jasper yang bersuara. Tapi lagi-lagi hanya mendapatkan tatapan sekilas dari Jaden. Sehingga membuat Jasper mendesah pelan.Sudah sering ia berusaha mencairkan hubungannya dengan Jaden yang semakin membeku. Bahkan untuk meminta maa
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: Bab 114. Berjanji
"Bukankah ini perhiasan yang Anda cari?"Jaden meneliti perhiasan yang baru saja pemiliki toko itu berikan. Memastikan jika perhiasan itu benar-benar milik mendiang ibu Letha."Ini asli," ucap Jaden setelah meyakini jika perhiasan tersebut bukanlah imitasi. Setelahnya Jaden langsung menatap pemilik toko dengan serius. "Jika boleh tahu. Siapa yang menjual perhiasan ini?" tanyanya. "Untuk hal itu saya tidak menanyakan identitasnya---" "Seharusnya kau lebih teliti!" cerca Jaden hampir frustasi. Pemilik toko bahkan sampai gemetar ketakutan saat mendapatkan cercaan dari Jaden. Sehingga Max yang melihat hal itu lekas mengambil alih agar kondisi lebih kondusif."Bukankah di sini terpasang CCTV?" tanya Max seraya mengedarkan pandangannya."Benar, Tuan.""Kalau begitu boleh kami melihatnya? Sejujurnya kami memiliki urusan penting dengan orang yang menjual perhiasan ini," terang Max lebih tenang."Tentu, Tuan." Pemilik toko kemudian mengajak Jaden dan Max untuk memeriksa CCTV di ruangan k
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Istri Penyelamat CEO Amnesia

Istri Penyelamat CEO Amnesia

Indah tidak pernah menyangka bahwa lemburnya akan membuat dia terlibat dengan Bara--CEO muda di tempatnya bekerja! Karena lembur, Indah memilih untuk pulang lewat jalan kecil agar sampai ke rumahnya dengan cepat seperti biasa. Namun, Indah justru menemukan mobil sang bos menabrak pembatas jalan. Dengan tulus, dia menyelamatkan Bara dan memintanya bertahan. Sayang, kecelakaan itu mengakibatkan Bara amnesia dan hanya mengingat suara Indah saat menolongnya! Bara kini tak mau lepas dari Indah yang katanya penyelamat hidupmua. Bahkan, Indah dipindahkan dari divisi administrasi menjadi sekretaris. Tak berhenti di sana, Bara juga ingin menikahi Indah! Meski tak mengerti mengapa Bara bersikukuh, Indah pun terpaksa menikahi CEO muda itu pada akhirnya. Lantas, bagaimana pernikahan keduanya? Apakah mereka akan berakhir bahagia atau justru berpisah? Terlebih, jika ingatan Bara ternyata sudah kembali? Haruskah Indah terluka?
Baca
Chapter: Bab 111. Maafkan aku
“Mohon maaf, Pak, tapi keinginan Anda tidak bisa saya lakukan,” ujar Dokter Kristi yang membuat Bara murka.“Kenapa tidak bisa? Bukankah teknologi semakin maju!” “Itu karena akan membahayakan janin dan ibunya, Pak. Terlebih dengan kondisi Nona Indah yang kurang baik.” Dokter Kristi mencoba memberi pengertian agar Bara tidak memaksakan kehendak.“Aku tidak peduli! Lakukan atau karirmu hancur,” cetus Bara membuat Dokter Kristi ketakutan.Bagaimanapun bagi Bara akan mudah menghancurkan karirnya. “Pak, tolong pertimbangkan kembali,” ujarnya mulai goyah. “Tidak, keputusanku sudah bulat!”Mendengar perdebatan suaminya dengan Dokter Kristi membuat Indah kecewa. Perempuan yang sejak tadi hanya diam itu bangkit membuat Bara dan Dokter Kristi langsung menoleh ke arahnya. “Mau ke mana kamu?” tanya Bara.“Sudah cukup, Mas. Kalau memang kamu tidak mempercayai aku hamil anakmu tidak apa-apa. Anggap saja aku memang melakukan seperti apa yang kamu pikirkan, Mas.” Terang saja ucapan Indah memancing
Terakhir Diperbarui: 2023-09-06
Chapter: Bab 110. Buktikan!
Berita tentang Mawar dan Zulfi yang dibawa oleh polisi sudah menyebar di kalangan karyawan dan kolega bisnis Bara, termasuk kedua orang tuanya. Karena itulah kini Bara dimintai Roki untuk datang ke rumahnya.“Apa yang sebenarnya terjadi? Coba jelaskan,” pinta Riko dan Diana.Tidak langsung menjawab, Bara lantas mengembuskan napas dengan kasar terlebih dahulu. “Sebenarnya ingatanku sudah kembali,” ujar Bara membuat kedua orang tuanya kaget bukan main.“Jadi kamu sudah mengingat semuanya, Bara?”“Iya, Mam.” “Lalu kenapa tidak menceritakannya kepada kami?” Roki menuntut penjelasan lebih.“Karena aku ingin mengungkap lebih dulu pelaku dibalik kecelakaan yang kualami.”“Artinya kamu kembali bersama Mawar itu juga bagian dari rencana?” “Iya, Pap.” Bara mengangguk membenarkan membuat Roki mengusap wajahnya kasar. “Kamu keterlaluan, Bara!”Bentakan dari Roki membuat Bara terkejut. Ia pikir pria paruh baya itu akan senang karena ingatannya sudah kembali.“Keterlaluan bagaimana?” “Kamu sud
Terakhir Diperbarui: 2023-09-05
Chapter: Bab 109. Tangkap dia
Bara pulang dalam keadaan mabuk parah, membuat Indah yang sedang terlelap tersentak ketika tiba-tiba Bara menjatuhkan diri di sampingnya. “Mas, Bara,” ucap Indah lantas bangkit.Bau menyengat yang menguar dari tubuh Bara membuat Indah mual. Meski begitu, Indah tetap membantu Bara melepaskan sepatu juga jas yang masih melekat di tubuh tegap suaminya. “Kenapa senang sekali minum minuman terlarang?” gumam Indah.*** Mata setajam elang itu mengerjap beberapa kali hingga akhirnya dibuka dengan sempurna. Bara mengedarkan pandangannya dan mendapati jika dirinya sudah berada di kamar. Ia bangkit sambil memegang kepalanya yang terasa pening. “Mas, Bara,” ucap Indah yang baru saja masuk kamar.Bara lantas menoleh sebentar lalu membuang muka ketika ingatannya kembali pada saat kemarin ia mendapati Indah di mushola bersama Dirga. “Kau, dari mana kemarin?” tanyanya.Pria itu sudah tidak tahan lagi dengan praduganya selama ini. Pria itu menatap Indah nyalang. Membuat Indah menelan ludahnya kasar
Terakhir Diperbarui: 2023-09-04
Chapter: Bab 108. Di balik wajah lugu
Bara mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, menyalip kendaraan lain yang sekiranya menghalangi jalan bagi dirinya. Pria itu bahkan mengabaikan protes yang dilakukan oleh pengguna jalan lain. Tidak peduli klaksonan atau pun umpatan yang terdengar. Dalam pikirannya ia hanya ingin melampiaskan kekesalannya karena Indah dengan tega melakukan hal tercela di kantor dengan pria lain. Sungguh, pria itu tidak menyangka jika Indah sampai hati melakukan hal tersebut. Padahal ia pernah berpikir jika perempuan yang menjadi penyelamat hidupnya merupakan perempuan baik-baik. “Haha … hahaha ….” Pria itu tertawa seperti kesetanan. Ia merasa bodoh karena berhasil dibodohi oleh wajah polos Indah. Ternyata di balik wajah lugu Indah tersimpan sebuah kenyataan yang membuat Bara tidak habis pikir. Bagaimana bisa? Hanya itu yang ada dalam benak Bara sekarang. Pertanyaan mengenai Indah yang bisa-bisanya malah melakukan hal seperti itu terus berputar di pikiran Bara. Sampai pria itu tidak sadar ji
Terakhir Diperbarui: 2023-07-03
Chapter: Bab 107. Kejam
Bara yang berjalan tergesa tentu menjadi pusat perhatian semua orang. Meski begitu tidak ada yang berani bertanya atau sekedar menyapa. Semuanya memilih menyingkir–memberikan jalan untuk pria tersebut. Sampai akhirnya Bara tiba di ruangannya. Dengan keras ia membuka pintu kemudian menutupnya kembali. Sehingga Mawar yang berniat masuk untuk menyusul pun mengurungkan niat kala ia akan masuk, tetapi pintu dengan keras tertutup. Wanita itu hanya mampu berdiri mematung sambil memegang dadanya dengan kedua tangan. Sementara matanya melebar dengan napas yang terengah akibat berlari menyusul Bara. Dengan kasar ia mendengus kemudian berbalik–berniat ke meja kerjanya. Namun, Mawar malah dikagetkan dengan kehadiran Zulfi yang sudah ada di belakangnya entah sejak kapan. “Sepertinya ada hal penting yang sedang dilakukan Pak Bara,” ujar Zulfi yang dibalas delikan oleh Mawar. “Hemm, aku tau! Tapi entah apa itu. Bisakah kamu menyeledikinya?” Permintaan itu ditanggapi Zulfi dengan mengangkat satu
Terakhir Diperbarui: 2023-07-03
Chapter: Bab 106. Sean
Tiba di rumah Indah lantas turun dari mobil setelah membayar ongkosnya. Perempuan itu berjalan dengan langkah gontai menuju gerbang yang menjulang tinggi. Tidak perlu banyak bicara, penjaga rumah pun sudah mengetahui jika Indah adalah nyonya di rumah tersebut. Sehingga dengan sedikit keheranan karena tidak biasanya Indah pulang sangat cepat pun membukakan gerbang. “Siang, Nyonya,” sapa Pak satpam yang berjaga. Dengan seulas senyum yang sangat tipis Indah membalas sapaan satpam tersebut. Bukan karena ia tidak ramah, tetapi ia yang lelah membuat Indah ingin segera tiba di kamar. Setelahnya Indah masuk rumah kemudian menaiki anak tangga untuk tiba di kamar.Begitu tiba, Indah membuka kerudung yang sejak tadi menutupi kepalanya. Lantas setelahnya ia merebahkan diri di atas ranjang. Meringkuk sambil menutup tubuhnya dengan selimut. Sementara di tempat lain, Bara sedang melakukan pertemuan dengan lawan bisnisnya di salah satu restoran. Mereka melakukannya di sana sekalian untuk makan sia
Terakhir Diperbarui: 2023-07-01
Office Girl Kesayangan CEO Tampan

Office Girl Kesayangan CEO Tampan

Poppy diceraikan sang suami ketika sedang hamil. Malangnya lagi, ia harus kehilangan calon buah hatinya karena menolong seorang nenek yang akan dibegal. Untungnya, nenek tersebut menawarkan Poppy sebuah pekerjaan di perusahaan milik cucunya. Namun ... siapa sangka jika bos di tempat kerjanya adalah Ezra--mantan kekasih yang pernah Poppy tinggalkan! Bagaimana reaksi keduanya ketika dipertemukan kembali dalam satu gedung yang sama? Akankah rasa cinta itu kembali muncul?
Baca
Chapter: S2.Tamat
Tidak bisa memutuskan begitu saja, Sesil diam. Sehingga Keenan kembali menocba meyakinkan. "Sesil, aku benar-benar lajang." "Meski begitu, kita bahkan tidak saling mengenal.""Kita bisa belajar mengenal satu sama lain lebih dulu jika begitu." "Lantas jika aku tidak merasa cocok denganmu, bagaimana?" tanya Sesil menatap Keenan dengan tajam."Kita tetap harus menikah."Tentu saja keputusan Keenan membuat Sesil mendengus sebal. "Jika keputusannya sama, untuk apa melakukan pendekatan?"Keenan terkekeh kecil dengan tangan yang mengusap ujung kepada Alice. "Karena aku yakin kau akan merasa cocok denganku." Begitu percaya dirinya Keenan mengatakan itu, sehingga membuat Sesil lagi-lagi mendengus. "Kau terlalu percaya diri!" cetus Sesil."Kau akan merasakannya jika sudah menjalani." "Sayangnya aku tidak mau," ujar Sesil masih teguh dengan pendirian. Mendensah pelan, Keenan menatap Sesil dengan serius. "Sesil, pertimbangkan baik-baik. Ini demi Alice. Lagipula ... apa yang mampu membiay
Terakhir Diperbarui: 2024-04-15
Chapter: S2
Kali ini Sesil yang mengerutkan kening. Apa maksudnya Keenan mengatakannya bodoh? "Dari pada bingung, lebih baik kau ikut denganku!" ujar Keenan lantas mengajak Sesil untuk kembali ke restoran tempat ia berkumpul dengan teman-temannya.Tentu dengan tidak semerta-merta Sesil mau ikut. Wanita itu menggeleng lalu berkata, "Untuk apa aku ikut denganmu? Aku bahkan tidak memiliki kepentingan hingga harus mendengarkan penjelasanmu!" Mengusap wajahnya dengan kasar. Tentu Keenan sadar jika ini tidak akan mudah. Terlebih ia dan Sesil yang bahkan hanya berhungan ketika malam itu saja. "Tentu saja kita memiliki kepentingan! Apa kau tidak lihat Alice merindukanku? Merindukan papa kandungannya!" Menggeleng dengan cepat, Sesil menyangkal itu semua. "Tidak, Alice tidak merindukanmu." "Benarkah?" Keenan lantas menoleh ke arah Alice yang sekarang berada dalam gendongannya. "Alice, apa kau tidak merindukan papa?" Tentu Alice yang masih polos tidak mengerti jik mamanya tengah menghindari pria ya
Terakhir Diperbarui: 2024-04-14
Chapter: S2
Sesil dan Alice langsung menoleh ketika mendengar nama mereka dipanggil. Keduanya tampak terkejut ketika mengetahui yang memanggil mereka adalah Keenan. Hanya saja mereka memiliki reaksi yang berbeda. Jika Sesil langsung pucat. Sangat bertolak berlakang dengan Alice yang sangat bahagia. Gadis kecil itu bahkan langsung memanggil Keenan sambil melambaikan tangan. "Papa!" Keenan membalas lambaian tangan Alice kemudian berjalan mendekat. Membuat Sesil yang menyadari itu lekas pergi dari sana.Sesil berbalik sambil menarik Alice sedikit kasar karena takut akan kehadiran Keenan yang semakin mendekat. "Alice, ayo kita pergi!""Tidak! Aku ingin bertemu Papa." Alice menahan sekuat tenaga, tetapi tenaganya sangat jauh dari sang mama. Alhasil Alice terseret yang membuat Keenan yang melihat itu tidak terima. Keenan berlari, mempercepat langkahnya untuk mengejar Sesil. Sehingga kakinya yang panjang berhasil menyusul. "Tunggu!" seru Keenan seraya menghadang jalan Sesil sambil merentangkan kedu
Terakhir Diperbarui: 2024-03-12
Chapter: S2
Tiba di rumah, Sesil langsung memasukkan semua pakaiannya ke koper. Wanita itu tidak bisa diam saja karena takut jika Keenan akan merebut Alice darinya.Tidak, Sesil tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi! Ia yang mengandung dan melahirkannya. Sesil juga yang merawatnya sampai sekarang. Jadi yang berhak atas Alice adalah dirinya. "Mama, kita mau ke mana?" tanya Alice ketika Sesil selesai mengemasi pakaiannya, dan mengajak Alice untuk pergi. "Kita ke rumah nenek, Alice. Kau tau, Nenek sudah merindukan kita!" Dengan cepat Alice menggeleng. "Tidak! Aku akan tetap tinggal di sini," cetusnya."Alice---" "Papa sudah berjanji akan pulang, jadi aku akan menunggunya!" Sesil mendesah frustasi. Lagi-lagi anaknya itu bersikap keras kepala dalam keadaan genting seperti ini. Sehingga membuat Sesil semakin terpojok. "Kita bisa beritahu papa, biarkan papa menyusul nanti. Hemm?" Sekuat tenaga Sesil menahan dirinya untuk tidak marah kepada Alice. Karena bagaimanapun Alice tidaklah salah.
Terakhir Diperbarui: 2024-02-18
Chapter: S2. Bab 3. Tes DNA
"Mohon maaf sebelumnya, tapi bisakah Anda tidak mengaku-ngaku sebagai papa dari anak saya?" Sesil menatap Keenan dengan tajam.Sementara Keenan tampak lebih tenang dari sebelum-sebelumnya. Banyak pelajaran yang pria itu ambil dari kejadian beberapa tahun terakhir. Sehingga ia bersikap lebih tenang. "Maafkan saya jika memang perbuatan saya tadi membuatmu tidak nyaman. Saya hanya ingin menyenangkan Alice," ucap Keenan begitu tenang.Sesil mendesah pelan lalu berkata, "Tetapi perbuatan Anda akan membuat Alice menjadi ketergantungan. Alice anak yang kadang keras kepala, jadi saya khawatir jika nanti Alice akan benar-benar menganggap Anda sebagai papanya." "Jika memang demikian ... saya tidak keberatan," ujar Keenan lagi-lagi membuat Sesil merasa pening. Seharusnya Keenan melakukan penolakan. Terlebih bagaimana jika istri dari pria itu salah paham andai melihat Alice yang memanggilnya dengan sebutan papa? Oh, ayolah! Sesil tidak tahu saja jika Keenan sudah menduda selama lima tahun ini
Terakhir Diperbarui: 2024-02-17
Chapter: S2. Bab 2. Papa!
"Pak Keenan," tegur Gigi ketika melihat Keenan yang malah melamun. Sontak hal itu membuat Keenan terperanjat. Sehingga cangkir yang dipegangnya terjatuh. Prang! Pecahan kaca itu berserakan, membuat Keenan refleks menghindar. Pria itu mendesah sambil menunduk, menatap pecahan kaca tersebut dengan datar. “Dokter, tidak apa-apa?” tanya Gigi panik.“Hemm. Tolong panggilkan petugas kebersihan,” ujar Keenan sambil berlalu. Setelahnya Keenan mengembuskan napasnya dengan kasar. Entah kenapa senyum Alice terus menari-nari dalam pikirannya. Hingga dadanya berdebar-debar, seolah merasakan kerinduan yang mendalam. Padahal ia baru sekali bertemu dengan anak gadis itu! Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di rumah Sesil. Wanita itu menghempaskan tubuhnya di sofa, lalu memejamkan mata. Pertemuannya dengan Keenan jelas membuat Sesil terganggu. Wanita itu bahkan menjadi teringat dengan malam panas bersama Keenan.“Mama,” panggilan dari Alice lantas menyadarkan Sesil. Buru-buru ia menggele
Terakhir Diperbarui: 2024-02-11
Anda juga akan menyukai
Magic You
Magic You
Romansa · GracyaValSa
3.4K Dibaca
Anak Sang Mafia yang Dirahasiakan
Anak Sang Mafia yang Dirahasiakan
Romansa · Lysa_Yovita22
3.4K Dibaca
Gairah Panas Presdir Tampan
Gairah Panas Presdir Tampan
Romansa · Evi Anggia
3.4K Dibaca
The Lawyer Battle
The Lawyer Battle
Romansa · Anwarade
3.4K Dibaca
ZORA Pupus Sebelum Mekar
ZORA Pupus Sebelum Mekar
Romansa · Binar Kekasih
3.4K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status