/ Romansa / RAYUAN SUAMI MISTERIUS / 06. Siapa Itu Daniel?

공유

06. Siapa Itu Daniel?

작가: Diosa
last update 게시일: 2024-03-18 18:17:48

"Bagaimana kalau kita ciuman? Mungkin dengan begini ingatanmu bisa langsung kembali?"

Saran dari Alano tersebut sontak membuat muka Elrissa makin memerah. Dia tidak bisa menebak perkataannya serius atau tidak karena pria itu masih menahan tawa.

"Jangan nakal kamu, kamu bilang nggak bakalan ngapa-ngapain dulu, aku beneran belum ingat kamu, loh. Kamu harusnya jangan godain aku terus," katanya kemudian.

"Emangnya kenapa kalau aku godain kamu? Masa aku nggak boleh godain istri sendiri?"

"Kamu nggak takut aku nggak ingat kamu lagi? Perasaan cintaku sama kamu mungkin—"

"Nggak," sela Alano cepat meraba belakang leher Elrissa, lalu menariknya agar berdekatan. Saat wajah mereka hanya berjarak sejengkal, barulah dia berbisik, "mau hilang ingatan atau enggak, aku nggak bakalan takut karena kamu pasti akan cinta sama aku pada akhirnya."

Napas Elrissa tertahan. Dia bisa merasakan hembusan napas Alano menerpa kulit pipinya. Sensasi ini begitu mendebarkan.

Alano mengelus-elus tengkuk Elrissa, tahu itu titik lemahnya. Dia makin mendekatkan wajah mereka. Kedua mata mereka saling terkunci.

"A-Alano?"

"Iya, Sayang?"

"Ka-kamu terlalu dekat."

Rabaan jari tangan Alano naik hingga ke kulit kepala. Pria itu berbisik mesra, "jangan tegang, lemas aja, aku begini buat nunjukin kalau aku cinta banget sama kamu."

Elrissa menyentuh pergelangan tangan Alano, berniat untuk menghentikan aksinya. Tetapi, genggaman tangan pria itu jauh lebih tangguh daripada dirinya.

Alano mendekatkan bibir ke milik Elrissa. Kini, jarak wajah mereka sangat tipis sampai saling bisa merasakan hawa panas tubuh masing-masing.

"Alano ..." Suara Elrissa agak mendesah. Sekujur otot di tubuh seakan lemas, lunglai, tak berdaya akibat sentuhan lembut nan posesif itu.

"Aku suka saat kamu mendesahkan namaku, Sayang." Alano tertawa lirih. Pandangan matanya fokus ke bibir merah Elrissa yang begitu menggodanya. "... seksi."

"Tolong jangan menggodaku terus."

"Nggak tahan 'kan?"

Tak ada jawaban.

Alano beralih mendekatkan bibirnya ke telinga Elrissa. Di situ, dia berbisik, "lihat 'kan— mau kamu hilang ingatan atau enggak, kamu akan selalu tergoda sama aku, jatuh cinta padaku, karena kamu itu milikku, Rissa."

Elrissa tak sanggup lagi menolak godaan, bisikan, serta sentuhan hangat dari jemari Alano. Kedua matanya sempat menutup saat merasakan helaan napas pria itu menyembur di sekitar pipi, leher dan daun telinga.

Tak mendapat perlawanan, Alano lantas memberikan kecupan singkat di cuping telinga Elrissa.

"Udah dong, Daniel ..." Elrissa tanpa sadar menyebut nama pria lain, yang dia sendiri belum ingat.

Terkejut, Alano menghentikan aksinya. Seolah ada pisau tajam yang menghujam jantung. Hasratnya luntur, digantikan dengan rasa cemburu, marah, serta penasaran.

Dia bertanya, "siapa yang barusan kamu panggil itu, Rissa?"

"Aku—" Elrissa panik sendiri. Dia menyentuh bibirnya, tak merasa ingat dengan nama pria yang disebut barusan. "Aku nggak tahu."

"Rissa ..." Sorot mata Alano menajam, menahan gejolak emosi yang perlahan naik. Hatinya perlahan terbakar oleh api cemburu. "Bisa-bisanya kamu manggil nama pria lain saat kita bermesraan?"

"Aku beneran nggak ingat." Elrissa menyentuh kepalanya. "Sumpah, aku nggak ingat."

"Siapa itu Daniel?!"

"Nggak tahu."

Elrissa ingin menemukan orang yang bernama Daniel di ingatannya, tapi tidak ada apapun yang muncul. Tidak ada teman, kenalan, anggota keluarga— siapapun. Tidak ada yang bernama Daniel di hidupnya.

Lantas, siapa itu Daniel? Apa dia baru mengenalnya baru-baru ini?

***

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   72. Bersama di Malam Ini

    Elrissa dan Alano duduk di kursi yang dipisahkan oleh meja bundar. Di atas meja itu terdapat piring-piring berisi daging, sate dan burger yang semuanya masih hangat. Mereka berdua kompak bersandar santai sembari melihat ke langit dimana sudah ada kembang api yang menyala.Pesta tahun baru sudah dimulai.Alano menuangkan alkohol jenis gin ke gelasnya untuk kesekian kalinya.Elrissa memegangi piring kecil berisi irisan daging. Dia sudah memakan sebagian. Pandangannya masih ke arah samping, ke kekasihnya yang sudah habis dua botol alkohol. “Sayang, kamu terlalu banyak minum itu, sudah jangan lagi.”“Aku masih sadar, kok, nggak apa-apa.” Alano menoleh pada wanita itu sembari tersenyum. Memang benar, kelihatan sekali kalau dia masih belum terlalu terpengaruh alkohol.“Aku takut kamu tipe pengamuk kalau mabuk.”Alano tertawa. “Aku tipe tukang tidur kalau mabuk.""Awas saja kalau ketiduran disini, aku nggak akan membawamu masuk ...""Jangan gitu, dong, nanti kamu kedinginan loh kalau nggak d

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   71. Cinta Aneh?

    Rumah sewaan Alano adalah bangunan tua pinggir jalan. Rumahnya tidak terlalu besar, tidak bertingkat, tapi setidaknya punya halaman belakang yang cukup luas dan dilindungi oleh pagar yang aman. Itu yang paling penting sekarang.Saat mereka datang, semua sudah dibersih, tetapi areanya masih basah dan lembab. Untungnya, cuaca bagus hari ini, udara lebih hangat dari sebelumnya.Elrissa beristirahat di kamarnya sendirian. Dia diminta untuk tidur saja oleh Alano. Tetapi, wanita itu tidak mungkin bisa beristirahat setelah kejadian di supermarket tadi. Semuanya begitu mengejutkan.Ketika hari sudah mulai gelap, Elrissa keluar dari kamar untuk memeriksa keadaan. Dia penasaran dengan apa yang sudah dilakukan oleh calon suaminya di halaman belakang.Selama berjam-jam, Alano menikmati waktu sendirinya di halaman belakang. Dari mulai menyiapkan alat panggangan untuk pesta BBQ, menaruh meja di sampingnya yang sudah banyak terhidang potongan paprika, udang, daging dan lain-lain.Pencahayaan di hala

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   70. Rencana Daniel?

    Elrissa tenggelam dalam pemikiran. Tetapi, semua itu buyar akibat wanita misterius tadi tak berhenti berteriak. Dia sempat berteriak, “Nona, jauhi pria itu! Dia monster! Dia bukan manusia! Tolong selamatkan dirimu!” Alano risih mendengarnya. Dia menarik tangan Elrissa, lalu diajak pergi ke rak terjauh agar menghindari kerumunan orang yang penasaran dengan keributan ini. Ketika sudah berada di samping rak minuman beralkohol, Alano berhenti berjalan, lalu mengambil beberapa kaleng alkohol untuk dimasukkan ke dalam troli. Elrissa tersadar. “Sayang, kamu minum alkohol? Kamu bilang nggak minum?” “Nggak apa-apa ‘kan? Ini juga mau tahun baru, sekalian merayakan.” Alano menjawab dengan nada cukup dingin. "Hmm ..." Elrissa tidak suka dengan ini. Alano paham kekhawatiran Elrissa. "Tenang, aku nggak mungkin mabuk. Jangan takut. Lagian di supermarket ini, alkohol yang dijual itu terbatas, nggak ada yang kandungan alkoholnya tinggi, malahan mirip soda biasa." "Oh." Alano kembali m

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   69. Tuduhan Mencurigakan?

    Seminggu telah berlalu …Alano mengajak Elrissa untuk pergi berlibur di kota kecil, sekaligus menghindari keramaian tahun baru di kota besar.Elrissa tampaknya ingin menghabiskan waktu lebih private bersama Alano. Kehamilannya telah diperiksa dan ternyata sudah jalan lima minggu. Ini cukup mengejutkan karena dia tidak terlalu merasakan gejalanya, kecuali lelah dan suka mengantuk.Sebelum ke rumah yang mereka sewa, terlebih dahulu Alano membelokkan mobilnya masuk ke area supermarket. Halaman parkirnya sudah ramai pengunjung. Tak heran sekarang sudah cukup siang.Supermarket itu bernama Tony’s Market, tempat yang jelas familiar kepada semua warga yang pernah berada di kota ini, termasuk Alano dan Elrissa. Saat kecil, mereka beberapa kali mampir kemari untu berbelanja.Saat keluar dari mobil, Elrissa menatapnya bagian depan supermarket itu. “Sudah berapa tahun ya aku nggak ke sini?”Alano ikut keluar mobil, menikmati udara segar di kota ini. “Aku juga sudah lupa kapan terakhir ke kota in

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   68. Masa Kecil Bersama Alano?

    Elrissa memeluk Alano begitu sampai di rumah. Dia menangis di pelukan pria itu, menyesali keputusannya untuk pergi sendirian. Hatinya masih terluka dengan kelakuan tersembunyi dari Daniel.Alano mengelus rambutnya. Tidak perlu dijelaskan, dia sudah mengetahui segalanya. "Nggak usah menangis, Sayang, nanti akan aku balas semua sakit hatimu.""Dia ingin melenyapkan anak kita.""Nggak akan. Nggak akan ada orang yang bisa mencelakaimu ataupun anak kita. Tenang saja, ya."Elrissa melepaskan pelukannya, lalu memandangi wajah Alano. Air mata membasahi pipinya. Dia sangat stres karena semua ini.Alano tidak tega melihatnya. Dia memgusap air mata Elrissa dengan jempolnya. "Sudah jangan nangis. Dia nggak akan mengganggu kita lagi.""Iya.""Kamu mau liburan nggak? Kita bisa menyewa villa di kota lain? Kita bisa main ke pantai atau semacamnya."Elrissa menatap Alano dalam-dalam, senang dengan perubahan sikap pria itu. Sekarang, dia merasa sangat aman dan dicintai. Tidak dikekang seperti sebelumny

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   67. Melarikan Diri

    Daniel baru saja menindih tubuh Sarah di atas ranjang, tapi suara berisik pintu gerbang mengganggunya. Dia langsung bangun, dan menaikkan celananya lagi."Siapa itu, jangan-jangan dia ..." katanya sambil mengancingkan lagi kemeja yang dia pakai.Sarah bangun sembari menutupi dadanya dengan selimut. "Daniel, mau kemana?"Daniel mengacuhkannya, dan berlari keluar kamar, curiga kalau David mengkhianatinya.Dia menggebrak pintu kamar tamu, dan tak melihat ada Elrissa disitu. "Rissa!"Panik, dia keluar rumah, dan berlari ke pintu gerbang. Dari situ, dia bisa melihat wanita itu berlari menyusuri trotoar menuju ke jalan raya yang berjarak dua ratus meter dari rumah ini."ELRIISSSSAAA! MAU KEMANA KAMU!" teriak Daniel mengejarnya.Elrissa kaget, ternyata ucapan David benar, suara berisik dari pintu gerbang menyadarkan Daniel akan kepergiannya.Dia menambah kecepatannya berlari, dan untungnya jarak ke jalan raya tidak terlalu jauh.Sebuah taksi berhasil dia berhentikan, tapi sialnya lari Daniel

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   05. Malam Pertama?

    Tidur Elrissa malam ini tidak terlalu pulas. Dia bermimpi kejadian yang dirasakannya terlalu nyata. Mimpi itu semacam pecahan ingatan yang kembali padanya.Dia berada di dalam sebuah kapal pesiar, menghadiri sebuah acara dengan teman-temannya. Kemudian, ingatannya kabur, digantikan dengan perasaan

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   04. Disekap?

    Usai membersihkan diri, Elrissa keluar dari kamar mandi. Kini, tubuhnya telah terbalut dress kasual selutut berwarna biru dengan motif bunga-bunga. Dia melihat Alano duduk di pinggiran ranjang sambil memainkan ponsel.Menyadari keberadaan Elrissa, Alano mengantongi ponselnya di celananya lagi, kemu

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   03. Bulan Madu?

    Sebagaimana Villa "hideout", villa yang dituju oleh Alano dan Elrissa berkonsep alami. Bangunannya terletak di antara pepohonan rimbun. Hunian tersebut cukup luas, besar, tinggi, kokoh. Dari mulai atap, tembok, jendela, pintu hingga anak tangga-- didominasi oleh kayu.Ada balkon di atas yang pagar

  • RAYUAN SUAMI MISTERIUS   02. Gegar Otak?

    Alano menyentuh kening Elrissa, memastikan apakah wanita itu baik-baik saja. Setiap sentuhan yang dilakukan oleh jemari tangannya begitu lembut. Dia bertanya, "kamu beneran hilang ingatan? Kamu serius nggak ingat aku? Tapi, nggak ada yang sakit 'kan? Mana yang kebentur? Mungkin kepala kamu?"Perha

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status