مشاركة

BAB 11

مؤلف: Rosela2505
last update تاريخ النشر: 2026-07-07 21:41:37

#Harga Seorang Pengendali Waktu

Sesaat setelah melewati gerbang utama, aku langsung memahami alasan mengapa Sibolis begitu terkenal di seluruh Bonua Toru.

Jalan-jalan utama kota dipenuhi manusia dari berbagai wilayah yang datang dan pergi tanpa henti. Para pedagang meneriakkan dagangan mereka dari depan toko maupun gerobak yang berjejer di sepanjang jalan.

Bau rempah-rempah, daging panggang, logam panas, dan asap pembakaran bercampur menjadi satu hingga menciptakan aroma khas yang hanya bis
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 34

    LIRASebelum menutup buku tua yang ditemukan di salah satu sudut Perpustakaan yang Hilang, Arjon kembali membaca halaman yang sejak tadi mengusik pikirannya. Semakin lama ia menatap tulisan yang mulai memudar dimakan usia itu, semakin sulit baginya mengabaikan satu nama yang tertulis jelas di sana.Lira.Bukan sekadar nama yang kebetulan sama. Catatan itu bahkan menggambarkan sosok perempuan dengan ciri-ciri yang hampir tidak berbeda dengan gadis yang selama ini bepergian bersama mereka.Sejak menemukan halaman tersebut, pikirannya terus dipenuhi pertanyaan. Karena itulah, ketika suasana mulai tenang dan mereka beristirahat di salah satu ruangan perpustakaan yang masih utuh, Arjon akhirnya menghampiri Lira.Damar dan Sera yang melihat keseriusan wajahnya segera menghentikan aktivitas mereka. Tanpa banyak bicara, Arjon membuka buku tua itu lalu meletakkannya di hadapan Lira."Aku ingin mendengar penjelasanmu."Lira menunduk melihat halaman yang ditunjukkan Arjon. Sesaat kemudian, warna

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 33

    Perpustakaan yang Hilang (Bagian 2)Keheningan seketika menyelimuti ruangan ketika kami menyadari nama yang tertera di atas lembaran tua tersebut. Tak ada seorang pun yang bersuara. Bahkan Damar, yang biasanya paling cepat berucap, hanya bisa berdiri mematung sambil menatap tulisan itu dan wajah Lira secara bergantian dengan tatapan tidak percaya.Aku sendiri sempat mengira mataku bermasalah. Namun ketika kembali meneliti lembaran yang sama, nama itu tetap berada di sana.Lira.Nama itu tertulis menggunakan aksara kuno yang identik dengan seluruh gulungan catatan di perpustakaan ini.Masalah utamanya bukan sekadar keberadaan nama tersebut di dalam buku tua, melainkan usia dokumen itu sendiri. Menurut catatan pada bagian awal, naskah ini ditulis lebih dari tiga abad yang lalu—jauh sebelum kelahiranku, jauh sebelum sebagian besar orang yang hidup saat ini lahir, dan yang paling membingungkan, seharusnya jauh sebelum Lira ada di dunia ini.Tatapanku perlahan beralih kepada gadis itu."Li

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 32

    Perpustakaan yang Hilang Cahaya kebiruan yang memenuhi ruangan perlahan meredup setelah bayangan Jacob menghilang dari permukaan pilar raksasa itu. Getaran yang sejak tadi mengguncang lantai batu juga mulai mereda, menyisakan keheningan yang terasa jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya. Tidak seorang pun langsung berbicara. Kami masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi, sekaligus menerima kenyataan bahwa tempat yang selama ini kami cari ternyata memiliki hubungan yang jauh lebih dalam dengan Batu Waktu daripada dugaan awal kami.Aku melangkah mendekati pilar tersebut sambil merasakan denyutan Batu Waktu yang perlahan kembali normal. Lambang yang terukir di bagian tengah pilar masih bersinar samar, tetapi tidak lagi bereaksi seperti sebelumnya."Aku tidak suka tempat ini," gumam Damar sambil memperhatikan langit-langit ruangan yang menjulang tinggi."Karena terlalu sepi?" tanya Sera."Karena terlalu banyak rahasia."Aku tidak bisa membantah pendapatnya.Sejak memasuki Lem

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 31

    Warisan yang MenungguBangunan kuno itu berdiri di tengah lembah seperti sisa peninggalan dari zaman yang telah lama dilupakan. Dari kejauhan bentuknya menyerupai kuil batu biasa, tetapi semakin dekat kami melangkah, semakin jelas bahwa arsitekturnya berbeda dari apa pun yang pernah kutemui sejak tiba di Bonua Toru.Tidak ada ukiran naga seperti yang memenuhi Kawah Merah, dan tidak ada pula lambang Ras Langit yang pernah kami temukan di kota terapung yang runtuh. Hampir seluruh permukaannya dipenuhi simbol-simbol aneh berbentuk lingkaran bertumpuk yang menyerupai roda waktu, sementara di bagian gerbang utama terukir sebuah lambang yang membuat langkahku tanpa sadar terhenti.Simbol itu identik dengan lambang Batu Waktu.Bahkan sebelum aku menyentuh dinding bangunan tersebut, Batu Waktu di dadaku sudah bereaksi lebih kuat daripada sebelumnya. Denyutannya terasa jelas di balik pakaian, menyebarkan sensasi hangat ke seluruh tubuh seolah sedang merespons sesuatu yang telah lama dikenalnya

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 30

    Lembah Langit Retak Perjalanan menuju Lembah Langit Retak memakan waktu hampir tiga hari sejak kami meninggalkan Kawah Merah. Selama itu pula kata-kata terakhir Naga Api terus terngiang di dalam kepalaku, terutama tentang sesuatu yang ditinggalkan Jacob di tempat yang bahkan namanya saja terdengar tidak biasa.Jika sebelumnya perjalanan kami didominasi hamparan tanah merah dan bebatuan vulkanik di sekitar Kawah Merah, maka wilayah yang kami masuki kali ini terasa berbeda sejak langkah pertama. Udara di sekitarnya membawa sensasi yang sulit dijelaskan, seolah ada sesuatu yang tidak selaras dengan dunia normal.Aku mulai menyadarinya ketika matahari terlihat bergerak aneh.Pada awalnya aku mengira itu hanya ilusi akibat kelelahan. Namun setelah memperhatikannya lebih lama, aku melihat bayangan sebuah batu besar berpindah beberapa meter dalam waktu yang terlalu singkat, sementara bayangan batu lain di dekatnya hampir tidak bergerak sama sekali."Kalian melihat itu juga?" tanyaku.Sera y

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 29

    Pesan yang TertinggalSuara Jacob masih terngiang di dalam kepalaku bahkan setelah penglihatan itu berakhir.Aku berdiri terpaku di tengah gurun dengan napas yang terasa lebih berat dari biasanya, sementara Fragmen Api Purba di tanganku perlahan meredup hingga kembali menjadi kristal merah keemasan yang tampak biasa. Namun aku tahu apa yang baru saja kulihat bukanlah ilusi.Jacob benar-benar meninggalkan jejak dirinya di dalam fragmen itu."Arjon."Suara Sera membuyarkan lamunanku.Aku menoleh dan mendapati ketiga rekanku sedang menatap dengan ekspresi yang hampir sama.Khawatir, penasaran, dan sedikit terkejut."Apa yang kau lihat?" tanyanya.Aku menarik napas panjang sebelum menceritakan semuanya.Mulai dari dataran hitam yang asing, para Penguasa Waktu yang menyerangnya secara bersamaan, hingga pertarungan yang bahkan sekarang masih sulit kupercaya pernah terjadi.Semakin jauh aku bercerita, semakin berubah pula ekspresi mereka.Damar yang biasanya selalu santai kini terlihat seri

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status