MasukSetelah pengasuh baru mengasuh anakku selama satu malam .... Anakku mulai mengalami perubahan temperamen yang drastis. Entah kenapa, dia menolak pendekatan yang aku lakukan. Menyadari ada yang tidak beres, aku mengusir pengasuh itu. Aku mengira semuanya akan kembali seperti semula. Suatu hari, aku tidak sengaja menginjak sesuatu di bagian bawah tempat tidur saat ingin mengambil sesuatu. Aku melihat mata merah pengasuh itu, serta wajah pucatnya yang menyedihkan, yang tengah menatap lurus ke arahku.
Lihat lebih banyak"Nggak, anakku belum mati! Jangan berani-berani bilang dia sudah mati! Dia belum mati, dia ada di sini ...." Dia memeluk Dikka dengan erat dan mulai bergumam sendiri."dasar dua orang gila!" Andreas bergumam pelan. Dia menghampiri dan meraih tanganku, hendak membubuhkan cap tanganku di atas perjanjian.Tiba-tiba, terdengar teriakan tajam dari belakang. Dia menoleh, melihat sepasang mata tanpa pupil dan langsung tertegun tak sadarkan diri.Mbak Rini tidak terlihat ingin menyelamatkannya. Andreas tidak lebih dari sekadar alat yang bisa digunakan.Dia menatap penuh kasih pada bayi hantu dalam gendongannya dan membujuk dengan sabar, "Sayang, Ibu akan segera menemuimu."Dia berjalan menuju foyer dan hendak pergi.Aku menengok ke arah jam di ruang tamu, yang menunjukkan pukul 11:12.Sudah terlambat!Sebuah jimat kuning melayang ke arah Mbak Rini.Dia langsung tidak bisa bergerak.Ternyata Linda yang melakukannya! Dia sudah datang bersama Mbah Rama."Hampir saja terlambat!" Dia bergegas memba
Menikah dengan Andreas selama delapan tahun, aku berpikir dengan hati-hati dan merasa bahwa aku tidak melakukan kesalahan apa pun kepadanya dan keluarganya. Aku tidak menyangka bahwa setelah mengupayakan semua yang terbaik selama bertahun-tahun, dia membalasku dengan pengkhianatan.Andreas menatapku dengan tidak sabar. "Ini masalah utang. Kamu nggak mau bantu aku bayar utang, jadi aku memikirkan caraku sendiri untuk melunasinya.""Apa katamu? Kamu utang lagi! Bukannya kamu bilang kamu sudah berhenti berjudi!"Kata-katanya seperti sebuah petir yang menyambarku.Sebelum menikah, dia punya utang hampir seratus dua puluh juta hanya untuk judi. Orang tuanya patungan untuk bisa melunasi utangnya. Dia berjanji kepadaku kalau dia tidak akan pernah berjudi lagi. Baru setelah itu, aku setuju untuk menikah dengannya.Fakta telah membuktikan bahwa kata-kata para penjudi tidak bisa dipercaya."Nggak disangka aku selalu sial! Aku cuma ingin semua orang menganggap keberadaanku!"Setelah mengatakan it
Pada titik ini, aku kembali tenang dan menarik napas panjang.Aku tidak menyangka bahwa adegan dalam film itu akan muncul dalam kehidupan nyata. Wajah mengerikan bayi hantu itu terus membayangiku.Membayangkan makhluk hantu ini mengambil alih tubuh Dikka dan kembali hidup, aku langsung bergidik ngeri.Tidak bisa! Aku tidak bisa diam saja seperti ini!Aku bergegas menuju kamar Mbak Rini, mencari-cari dengan panik untuk mencari keberadaan abu bayi hantu itu.Sayangnya, bahkan setelah mengobrak-abrik kamar, aku tidak menemukan apa-apa.Aku terduduk lesu di lantai.Andreas sudah selesai menyiapkan makanan dan memanggilku untuk makan.Sejak hari itu, dia selalu menunjukkan niat baik kepadaku, ingin memperbaiki hubungan antara kami berdua.Sayangnya, aku tidak punya waktu untuk memedulikannya dan hanya fokus mengurus Dikka."Makanlah, kamu kurusan." Andreas merasa tidak tega saat melihat keadaanku dan menawarkanku makanan.Aku tidak menanggapi dan terus makan dengan tidak fokus. Sebaliknya,
Andreas langsung bergegas ke rumah sakit setelah bekerja lembur. Begitu masuk ke bangsal, dia melihatku terus menatap kotak makan."Kenapa? Apa teknologi sekarang sudah semaju itu, kamu bisa kenyang hanya dengan menatap kotak makan?"Dia menyadari ada yang tidak beres dengan suasana hatiku, jadi sengaja menggodaku.Aku tertawa dibuatnya dan hatiku menjadi lebih ringan."Jangan berpikir macam-macam. Dokter bilang Dikka kurang gizi, jadi kamu jangan khawatir." Andreas melingkarkan lengannya ke tubuhku, aku pun bersandar di bahunya.Seketika itu juga, entah kenapa ada rasa memiliki, yang membuatku merasa tidak sendirian lagi.Ini adalah anak kami, jadi meskipun hal ini terdengar konyol, dia akan mempercayainya, bukan?Setelah memikirkan kata-kata dalam benakku, akhirnya aku berbicara, "Sebenarnya, penyakit Dikka ...."Sebelum aku empat menyelesaikan perkataanku, tiba-tiba terdengar dering ponsel.Andreas mengeluarkan ponselnya dan tanpa sengaja menjatuhkan selembar kertas dari sakunya. Ke
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.