Share

Chapter 143

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-08-02 19:38:34

“Itu monster, Ma. Takuuuuuut,” ucap Kenzo membuat sang mama makin bingung.

“Cepat, Mama. Takut banget,” Kenzi ikut menggigil dan berhasil membuat kedua orang tuanya panik. Mereka keluar dari kamar Ayahnya Salsa, tapi Nathan hanya sampai di ruang tamu. Salsa dan Ayahnya menuju ke depan.

Rupanya orang itu hanya memakai masker yang ada gambar hantu, bukan monster mengerikan seperti kata Kenzo dan Kenzi. Anak-anak itu khayalannya terlalu jauh akibat kebanyakan nonton kartun yang ada hantunya.

“Bu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rode Toding
ayo pak Nathan tunjukan bahwa km bisa melawan pak darmawan dan temukan bukti kejahatannya dan balikkan keadaan yg pernah km alami ke hidup pak darma.
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
kapan to pak darma ketauan nya hufff makin tambah penasaran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 243

    “Kenapa, Raka?” ulang Nathan lagi. Raut wajahnya langsung tegang, menyiratkan kepanikan yang sulit disembunyikan begitu mendengar suara panik Raka di seberang telepon.“Salah satu anak buah kita ternyata belum kembali, Pak. Entah dia tertangkap sama orang-orang Darmawan sehari sebelum penggerebekan, atau ikut diangkut polisi. Saya cuma khawatir dia nggak punya pilihan lain selain buka suara dan menyebut siapa yang menyuruhnya menyusup ke markas itu,” ujar Raka cemas.Nathan menghela napas berat, Ada aja masalah. “Kenapa dia bisa seceroboh itu?” gumamnya gusar.Melihat raut sang papa yang berubah serius si kembar menatap iba ke arah sang papa, menyadari itu akhirnya Nathan berjalan menjauhi si kembar. Alea yang mengerti situasi langsung sigap naik tangga. Dengan penuh kasih sayang, dia merangkul kedua adik kecilnya itu lalu mengajak mereka turun kembali ke lantai satu agar tidak mengganggu percakapan sang papa.Sementara itu, Nathan melanjutkan bicaranya dengan suara yang kian mengeras

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 242

    “Ya, Tuhan. Markasnya luas dan mewah banget. Padahal dari luar tempat itu kelihatan kayak rumah biasa dan kecil. Gila dia mau bangun rumah bawah tanah,” gumam Nyonya Abimanyu. Meski fokus mereka sudah teralihkan pada deru mobil di depan rumah Salsa, tapi fokus mereka tetap pada layar kaca di depannya.Salsa yang sejak tadi duduk di samping Alea ikut terpaku menatap layar televisi. Dadanya bergemuruh hebat, antara tidak percaya dan lega yang membuncah. Di sebelahnya, Alea bernapas lega sambil memegang dada. Alea sendiri sengaja ditahan di rumah itu—Grandma dan Grandpa-nya sama sekali tidak mengizinkan Alea menginjakkan kaki ke butiknya sebelum ada kabar pasti dari Nathan. Mereka takut kalau gadis ini juga menjadi sasaran empuk orang-orang jahat itu.Sebab di pikiran mereka, Darmawan itu seperti monster yadilumpuhkannyentuh hukum. Menghadapi mafia sekelas dia rasanya mustahil bisa dilumpuhkan. Namun detik ini, di depan mata mereka, kejayaan Darmawan hancur berantakan. Salsa dan Alea tah

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 241

    “Pantau terus semuanya. Aku hanya ingin mendengar kabar baik darimu,” ucap Nathan pada Raka lewat pesan singkat.“Baik, Pak. Sebentar lagi pemberitaan di layar kaca maupun di media akan menggemparkan dunia. Tunggu saja dalam hitungan menit,” jawab Raka lagi. Nathan hanya menarik sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Clara. Dan Nathan tahu kabar apa yang sedang diterima oleh Clara sampai membuatnya syok bukan main.Sementara Clara langsung membungkuk dan menyambar ponselnya di lantai. Tanpa memikirkan penampilannya yang acak-acakan atau melirik Nathan, dia bahkan tidak berpamitan pada Nathan dan memilih untuk berbalik lalu setengah berlari menuju pintu keluar dengan napas tersengal-sengal.Kepanikannya tidak lagi bisa ditutupi. Dia bergegas keluar melewati beberapa staf yang menatapnya heran, lalu langsung masuk ke dalam mobil. Tidak butuh waktu lama sampai mesin menyala dan mobil itu melaju kencang meninggalkan halaman restoran.Sedangkan Nathan tetap berdiri di

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 240

    “Harusnya kamu sudah tahu kalau dari dulu aku tidak pernah mencintaimu. Kamu ini cantik dan masih muda, harusnya kamu bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku. Kamu bisa mendapatkan laki-laki yang tulus mencintai kamu, bukan sepertiku yang sedikit pun tidak punya perasaan apa pun terhadapmu. Mungkin ucapanku memang menyakitkan, tapi inilah kenyataannya, Clara. Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan. Kalaupun dipaksa dilanjutkan, aku yakin kita ujung-ujungnya akan berpisah dengan cara saling menyakiti satu sama lain,” ucap Nathan.Nathan mencoba menahan diri untuk bicara baik-baik dengan wanita di hadapanmu ini. Yang jelas semua masalah di antara mereka harus berakhir sekarang. Namun suara teriakan dari Clara berhasil membuat rahang Nathan mengeras. Wanita ini benar-benar keras kepala.“Aku tidak mauuu!” teriak Clara penuh emosi. Wanita itu sampai berdiri dari duduknya dan menunjuk ke arah Nathan saking tidak terima dengan ucapan pria itu yang memutuskan hubungan mereka s

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 239

    “Kenapa? Kenapa kamu harus berbohong sama aku? Kenapa, Nathan? Aaaarrrhhhhhhh!”Bugh! Bugh! Bugh!Pukulan Clara mendarat bertubi-tubi di dada Nathan. Suara pukulan itu beradu dengan napasnya yang memburu, tapi Nathan sama sekali tidak bergeming. Dia berdiri mematung, membiarkan setiap ayunan tangan Clara menghantam tubuhnya tanpa berniat menangkis sedikit pun.Restoran langganan mereka yang buka 24 jam ini terasa sepi dan berbeda di sudut VIP tempat mereka berada. Biasanya, di meja inilah Clara selalu memanggil Nathan jika ada urusan penting yang mendesak. Tapi pagi ini, tempat yang biasanya menyimpan percakapan bisnis dan obrolan sepihak itu seketika berubah jadi ruang eksekusi untuk harga diri Clara.Emosi Clara sudah di puncak kepala. Ulu hatinya terasa sakit seperti diiris senjata tajam, matanya merah menahan panas yang menjalar sampai ke kepala. Senjata utama yang paling menghancurkannya bukan cuma fakta bahwa si kembar itu ada, tapi kenyataan pahit di belakangnya. Clara ingat be

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 238

    “Ya Tuhan… apa yang bakal terjadi sama Nathan?”Gumam Nyonya Abimanyu menatap nanar ke arah pintu utama. Sendok di tangannya tergeletak di atas piring karena perasaannya sangat tidak enak setelah sang anak pergi. Di meja makan, Salsa yang baru saja bergabung seketika terkejut mendengar ucapan Nyonya Abimanyu. Tadi, dia mengira Nathan sudah berangkat ke kantor lebih awal tanpa menunggu sarapan bersama. Tapi raut cemas di wajah Nyonya Abimanyu membuat perasaannya langsung tidak enak.“Memangnya Papanya anak-anak ke mana, Tante?” tanya Salsa.Nyonya Abimanyu menghela napas berat. Pandangannya beralih menatap Salsa dengan tatapan sendu. “Dia pergi menemui Clara. Katanya perempuan itu sudah tahu soal kamu dan anak-anak, nak. Pasti ada orang yang sengaja bocorin ini ke Clara.”Mata Salsa terbelalak karena terkejut. Ketakutan yang selama ini ia rasakan terjadi juga. Mendengar ada seseorang yang membocorkan tentang keberadaan anak-anaknya membuat Salsa langsung berpikir kalau orang itu adalah

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Suara Desahan

    Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhmu Milikku

    “Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status