LOGINSetelah berhasil menyelesaikan misi di Distrik Timur, Aldo dan Sita berpisah untuk malam itu. Meskipun mereka baru saja menghadapi sesuatu yang luar biasa, kehidupan sehari-hari tetap berjalan. Sita kembali ke apartemennya untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya yang tertunda, sementara Aldo kembali ke apartemen kecilnya di kompleks Arkavia Heights.
Di perjalanan pulang, pikiran Aldo dipenuhi oleh berbagai pertanyaan yang belum terjawab. Sosok misterius yang mereka temui di stasiun energi terus menghantui benaknya. Siapa dia? Mengapa dia berusaha menghentikan sinkronisasi energi? Dan yang paling penting, apa yang dia maksud dengan "Arkavia akan hancur"?
Begitu sampai di apartemen, Aldo langsung melepas sepatu dan duduk di sofa. Rasanya lelah luar biasa setelah semua yang ia alami hari itu, tetapi rasa penasarannya tidak memberinya waktu untuk beristirahat. Ia memanggil jendela status sistem tanpa perlu menggunakan perangkat apa pun—sesuatu yang kini mulai ia anggap biasa.
Layar holografik muncul di depan matanya, menampilkan detail statusnya:
Nama: Aldo Pratama
Profesi: Pengguna SistemLevel: 3XP: 65/300Statistik:Kesehatan: 102
Kekuatan: 11
Agility (Kelincahan): 14
Intelligence (Kecerdasan): 15
Stamina: 8
Poin Statistik yang Belum Didistribusikan: 0
Kemampuan Aktif:
Analisis Sistem (Level 1 - 32/100 penggunaan untuk naik level)
Pemetaan Lokasi (Level 1 - 20/100 penggunaan untuk naik level)
Manipulasi Energi Dasar (Level 1 - 5/100 penggunaan untuk naik level)
Aldo membaca statistiknya dengan saksama. Ia merasa puas dengan perkembangan kecil yang sudah ia capai, tetapi di sisi lain, ia merasa tanggung jawab yang ia emban semakin besar. Pria misterius yang mereka temui di Distrik Timur membangkitkan banyak pertanyaan, terutama tentang tujuan sebenarnya dari sistem ini.
Aldo berdiri dari sofa dan berjalan ke jendela, memandangi pemandangan kota Arkavia yang gemerlap di bawah cahaya lampu jalan dan gedung-gedung tinggi. Ia merasa terjebak di antara dua dunia—dunia nyata tempat ia menjalani rutinitas sehari-hari, dan dunia sistem yang penuh misteri.
Pikirannya terus kembali ke pria misterius itu. Kata-katanya terus terngiang di kepala Aldo: “Kalian nggak ngerti apa yang kalian hadapi. Kalau sinkronisasi terus berjalan, Arkavia akan hancur.”
"Kalau benar ada ancaman besar, kenapa sistem ini nggak ngasih tahu apa-apa?" pikir Aldo. Ia membuka menu Pemetaan Lokasi dan mencoba mencari petunjuk. Peta Arkavia muncul di hadapannya, tetapi tidak ada titik baru yang muncul. Semua jalur energi yang telah disinkronisasi terlihat stabil.
Namun, ia memperhatikan sesuatu yang berbeda: beberapa jalur energi utama tampaknya mengarah ke satu lokasi besar di pusat kota. Lokasi itu tidak diberi label, tetapi simbol berbentuk lingkaran bercahaya muncul di atasnya.
"Ini apa?" Aldo memfokuskan Analisis Sistem pada lokasi itu, tetapi hanya pesan ini yang muncul: "Akses ditolak. Level tidak mencukupi."
Aldo mendesah frustrasi. "Sepertinya gue harus naik level lebih banyak buat ngerti semuanya."
................
Di apartemennya, Sita sedang sibuk dengan laptopnya. Meskipun pikirannya masih dipenuhi oleh apa yang terjadi di Distrik Timur, ia tahu bahwa pekerjaan kantornya tidak bisa dikesampingkan. Ia harus menyelesaikan laporan mingguan untuk Nexora Tech sebelum tengah malam.
Namun, pikirannya terus kembali ke apa yang mereka alami. Sosok pria misterius itu, portal di Zona Awal, dan fakta bahwa Aldo tampaknya terhubung langsung dengan sistem itu semuanya membuat Sita merasa bahwa mereka sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang bisa mereka pahami.
"Kenapa gue ikut-ikutan begini?" gumam Sita sambil menutup laptopnya. "Harusnya gue biarin Aldo ngurus ini sendiri."
Namun, di lubuk hatinya, Sita tahu bahwa ia tidak bisa meninggalkan Aldo sendirian. Mereka sudah terlibat terlalu jauh, dan meskipun ia merasa takut, ada rasa tanggung jawab yang membuatnya tetap terlibat.
Sementara itu, Aldo duduk di sofa, mencoba mempelajari lebih banyak tentang kemampuannya. Ia bereksperimen dengan Manipulasi Energi Dasar, mencoba mengalirkan energi ke berbagai benda di apartemennya. Setiap kali ia menggunakan kemampuan itu, angka di sampingnya meningkat:
"Manipulasi Energi Dasar (Level 1 - 8/100 penggunaan untuk naik level)."
Namun, sebelum ia bisa melanjutkan, suara dari sistem terdengar di kepalanya.
"Ding! Misi Baru Tersedia: Kalibrasi Jalur Energi di Distrik Barat."
Detail misi muncul di layar holografik:
Misi: Kalibrasi Jalur Energi di Distrik Barat.
Deskripsi: Jalur energi di Distrik Barat tidak stabil, menyebabkan gangguan pada distribusi energi lokal. Temukan dan perbaiki modul kalibrasi untuk mengembalikan stabilitas.Hadiah:
XP: 100
Poin Statistik: 3
Akses ke Data Sistem Baru
Konsekuensi Kegagalan:
Penurunan stabilitas energi di Distrik Barat.
Akses terbatas ke misi berikutnya.
Aldo membaca deskripsi misi itu dengan cermat. Kali ini, misi terasa lebih sederhana dibandingkan dengan sinkronisasi penuh yang ia lakukan sebelumnya, tetapi tetap penting untuk pertumbuhan dan pemahamannya terhadap sistem.
“Sepertinya sistem ini benar-benar bertahap,” gumamnya. “Gue bisa pakai ini buat pelan-pelan naik level.”
Dengan rasa penasaran dan semangat baru, Aldo memutuskan untuk mempersiapkan diri menghadapi misi ini keesokan harinya.
penghapusan subchapter
Suara helikopter yang menderu di atas langit Distrik Barat perlahan menjauh, namun ketegangan di dalam basemen tua sebuah toko perbaikan jam yang terbengkalai itu sama sekali tidak memudar. Cahaya hanya berasal dari pendar biru layar holografik Aldo dan senter kecil yang dipegang Sita. Di ruangan sempit yang berbau minyak pelumas dan debu itu, Aldo, Bima, dan Sita berusaha mengatur napas, menyadari bahwa hidup mereka sebagai warga negara biasa telah berakhir tepat saat Menara Jam itu runtuh.“Bim, kau masih punya sisa energi?” tanya Aldo pelan. Matanya tidak lepas dari data yang mengalir deras di hadapannya.Bima mendengus, sambil mengusap sisa debu di wajahnya. “Level 11 membuatku merasa seperti monster, Do. Luka-lukaku sembuh total, tapi mental duniaku masih kacau. Aku merasa bukan lagi manusia biasa.” Bima segera membuka layar statusnya, menyadari ia memiliki 5 poin statistik bebas dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa banyak bicara, ia memasukkan seluruh poin itu ke Kekuatan, memb
Suara gemuruh dari bawah tanah Distrik Barat terdengar seperti raungan raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya. Tanah bergetar hebat, meretakkan aspal jalanan tua di sekitar Menara Jam. Aldo, Bima, dan Sita berhasil melompat keluar dari pintu rahasia tepat sebelum tangga spiral di belakang mereka runtuh tertimbun puing beton. Debu tebal menyelimuti udara, bercampur dengan uap panas dari pipa-pipa yang pecah di bawah sana."Lari! Jangan menoleh!" teriak Aldo sambil menarik lengan Sita.Ledakan besar akhirnya pecah. Menara Jam yang telah berdiri selama puluhan tahun itu miring perlahan sebelum akhirnya ambruk ke arah komplek pasar yang kosong. Hantaman bangunannya menciptakan gelombang debu yang menyapu jalanan. Laboratorium rahasia Nexora Tech kini terkubur selamanya, namun rahasia yang mereka temukan di sana baru saja memulai badai yang lebih besar.Setelah berlari beberapa blok jauhnya, ketiganya berhenti di sebuah gang sempit untuk mengatur napas. Aldo menyandarkan punggungnya
Alpha Glitch tidak memberikan waktu bagi Bima dan Sita untuk sekadar memikirkan strategi. Dengan satu hentakan kaki yang kuat, lantai laboratorium yang terbuat dari logam sintetis retak, memancarkan gelombang energi ungu yang menyapu ruangan. Sosok setinggi tiga meter itu bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi ukurannya, mengayunkan pedang kembar energinya tepat ke arah terminal tempat Aldo sedang bekerja."Bima, hadang dia!" teriak Aldo tanpa mengalihkan pandangan dari layar holografik. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, menyuntikkan baris-baris kode virus ke dalam inti server Nexora.Bima meraung, mengaktifkan seluruh poin statistik bebas yang ia miliki dari kenaikan level sebelumnya. Ia mengalokasikan 5 poin tersebut ke Kekuatan, membuat otot-ototnya menegang hingga batas maksimal.[Bima Sakti - Distribusi Poin Statistik Terkonfirmasi:]Kekuatan: 26 -> 31Dengan pipa baja yang berpendar biru terang, Bima menghantamkan senjatanya ke salah satu pedang Alpha Glitch. Be
Tangga spiral yang tersembunyi di bawah fondasi Menara Jam itu terasa seperti lorong menuju perut bumi yang dingin dan lembap. Dindingnya tidak lagi terbuat dari bata kuno yang kasar, melainkan dilapisi oleh polimer sintetis berwarna abu-abu metalik yang mampu meredam getaran suara dan radiasi energi. Saat Aldo, Bima, dan Sita menuruni undakan demi undakan, lampu-lampu sensor di langit-langit menyala satu per satu, memancarkan cahaya putih steril yang menciptakan kontras tajam dengan kegelapan di atas sana."Tempat ini terlalu canggih untuk sekadar gudang rahasia di distrik tua," bisik Bima. Ia mencengkeram pipa bajunya erat-erat, matanya yang tajam terus waspada. Sebagai pengguna Level 9, ia merasakan kekuatan fisiknya jauh lebih solid, namun ketidakpastian di bawah sini membuatnya tetap tegang.Aldo memimpin di depan, matanya yang memiliki [Kecerdasan: 33] terus memindai aliran data yang merayap di sirkuit dinding. Ia bisa merasakan sisa resonansi energi dari inti Chronos-01 yang ma
Putaran bilah energi di punggung Chronos-01 menciptakan badai statis yang menyayat udara. Setiap pedang cahaya itu bergetar pada frekuensi tinggi, sanggup membelah beton semudah memotong kertas. Udara di dalam menara jam terasa semakin tipis, terionisasi oleh radiasi energi ungu yang meluap dari tubuh sang penjaga."Bertahan di posisi!" seru Aldo, suaranya bergema melalui tautan mental Sinkronisasi Grup.Chronos-01 melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar mekanis, melainkan perpaduan antara kecepatan mesin dan manipulasi ruang. Dalam sekejap, ia sudah berada di hadapan Bima, mengayunkan dua bilah energi secara menyilang.Bima bereaksi dengan insting yang tajam. Berkat bonus 15\% dari kemampuan Aldo, Kekuatan fisiknya kini terasa seperti mesin hidrolik. Ia mengangkat pipa baja berpendar biru miliknya, menahan hantaman pedang energi tersebut.CRAAAK!Percikan api digital memenuhi ruangan. Bima terdorong mundur, kaki-kakinya meninggalkan parit di lantai kayu tua menara. "Aldo! Bilahnya ter
Chronos-01 tidak memberikan kesempatan bagi Aldo dan timnya untuk sekadar menarik napas. Begitu protokol pembersihan dinyatakan aktif, mata merah di wajah logamnya berpendar terang. Seluruh menara jam kembali bergetar, namun kali ini bukan karena roda gigi yang berputar, melainkan karena frekuensi energi yang dipancarkan langsung dari tubuh sang penjaga. Gelombang elektromagnetik yang sangat kuat menyapu ruangan, membuat rambut Aldo berdiri dan kulitnya terasa kesemutan."Sita, Bima! Bersiap!" Aldo berteriak sambil membuka antarmuka sistemnya dengan kecepatan yang hanya bisa dicapai oleh seseorang dengan [Kecerdasan: 31].Aldo tahu bahwa melawan musuh Level 15 dengan statistik dasar Level 10 adalah bunuh diri. Ia harus bertindak strategis. Masih ada lima poin statistik bebas yang tersisa dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa ragu, ia mengalokasikan tiga poin ke Kelincahan untuk memastikan ia bisa menghindari serangan mematikan Chronos, dan dua poin sisanya ke Kecerdasan untuk memperku







