LOGINKeesokan paginya, Aldo bangun lebih awal dari biasanya. Misi baru yang diterimanya tadi malam terus menghantui pikirannya. Kalibrasi Jalur Energi di Distrik Barat. Misi ini terdengar sederhana dibandingkan misi sebelumnya, tetapi Aldo tahu bahwa apa pun yang melibatkan sistem ini tidak pernah benar-benar mudah.
Setelah mandi dan makan pagi, Aldo memanggil jendela status untuk memeriksa kembali detail misinya:
..........................
Misi: Kalibrasi Jalur Energi di Distrik Barat.
Deskripsi: Jalur energi di Distrik Barat tidak stabil, menyebabkan gangguan pada distribusi energi lokal. Temukan dan perbaiki modul kalibrasi untuk mengembalikan stabilitas.Hadiah:
XP: 100
Poin Statistik: 3
Akses ke Data Sistem Baru
Konsekuensi Kegagalan:
Penurunan stabilitas energi di Distrik Barat.
Akses terbatas ke misi berikutnya.
Aldo menarik napas panjang. “Oke, ini langkah berikutnya,” gumamnya. Ia mengaktifkan Pemetaan Lokasi, dan peta holografik muncul di depannya, menyoroti lokasi modul kalibrasi yang berada di sudut Distrik Barat, dekat sebuah pasar tua yang sudah jarang digunakan.
Sebelum berangkat, Aldo memutuskan untuk menghubungi Sita. Ia tahu bahwa memiliki pendamping dalam misi sebelumnya sangat membantunya. “Kalau gue harus hadapi sesuatu lagi seperti pria misterius itu, lebih baik ada orang yang bantu gue,” pikirnya.
Sita menjawab panggilannya dengan suara yang terdengar lelah. “Do, pagi-pagi banget lo udah nelpon. Ada apa?”
“Gue dapet misi baru. Kali ini di Distrik Barat. Kalibrasi jalur energi,” jawab Aldo.
Sita terdiam sejenak. “Lo yakin ini nggak terlalu berat buat lo?”
“Harusnya nggak. Sistem bilang ini misi kecil. Tapi gue pikir, kalau lo bisa ikut, itu bakal lebih baik.”
Sita mendesah pelan. “Oke, gue ikut. Tapi gue cuma bisa sampai siang. Gue ada meeting sore nanti.”
“Deal,” kata Aldo. “Gue jemput lo setengah jam lagi.”
Distrik Barat adalah salah satu bagian kota yang penuh dengan sejarah. Jalan-jalan di sana dipenuhi bangunan tua dengan arsitektur kolonial yang kini sebagian besar berubah menjadi toko-toko kecil dan gudang. Lokasi modul kalibrasi berada di sebuah area pasar tua yang kini hampir sepenuhnya ditinggalkan.
Begitu mereka tiba, Aldo dan Sita mulai berjalan menyusuri jalanan sepi yang dipenuhi dengan kios-kios kosong. Atmosfernya terasa aneh, seolah-olah mereka memasuki tempat yang terputus dari hiruk-pikuk Arkavia yang modern.
Aldo mengaktifkan Pemetaan Lokasi lagi untuk memastikan mereka berada di jalur yang benar. Peta menunjukkan bahwa mereka hanya berjarak sekitar 100 meter dari modul kalibrasi.
“Kita hampir sampai,” kata Aldo sambil menunjuk ke sebuah gedung kecil di ujung jalan.
..........................
Gedung kecil itu ternyata adalah sebuah stasiun energi tua yang sudah tidak digunakan selama bertahun-tahun. Pintu depannya terkunci, tetapi Aldo dengan mudah menggunakan kemampuan Manipulasi Energi Dasar untuk membuka kunci elektroniknya.
Di dalam, mereka menemukan ruangan kecil dengan berbagai mesin berdebu. Di sudut ruangan, sebuah modul energi utama tampak menyala redup, menunjukkan bahwa sistem masih berjalan tetapi tidak stabil.
Aldo mendekati modul itu dan menggunakan Analisis Sistem untuk memeriksanya.
"Objek: Modul Kalibrasi."
"Status: Tidak Stabil. Kalibrasi Diperlukan."“Sesuai dugaan. Gue harus kalibrasi ini,” kata Aldo.
Namun, ketika ia mencoba mengakses modul itu, sebuah pesan muncul di layar holografik:
"Gangguan terdeteksi. Aktivasi manual diperlukan."
“Aktivasi manual?” Sita memandang Aldo dengan bingung. “Apa maksudnya?”
“Sepertinya gue harus memperbaiki ini secara langsung,” kata Aldo. Ia mulai memeriksa kabel dan panel di sekitar modul.
Saat Aldo sedang sibuk memperbaiki modul, Sita merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia mendengar suara langkah kaki di luar gedung, semakin lama semakin dekat.
“Aldo,” bisik Sita, “gue rasa ada yang ngikutin kita.”
Aldo berhenti sejenak, mencoba fokus pada suara di luar. “Lo yakin?”
Sebelum Sita sempat menjawab, pintu gedung tiba-tiba terbuka dengan keras. Tiga pria dengan pakaian gelap masuk, masing-masing memegang perangkat elektronik yang terlihat seperti senjata.
“Kalian nggak seharusnya ada di sini,” kata salah satu dari mereka dengan suara berat.
Sita mundur perlahan, sementara Aldo mencoba tetap tenang. “Apa kalian bagian dari sistem ini?” tanyanya.
Salah satu pria itu tersenyum sinis. “Sistem? Kami di sini untuk menghentikan kalian sebelum kalian membuat lebih banyak kerusakan.”
“Kalian salah paham,” kata Aldo. “Kami di sini buat memperbaiki modul energi.”
Pria itu mengangkat perangkat di tangannya, yang mulai mengeluarkan suara berdesis. “Kami nggak butuh penjelasan. Pergi sekarang, atau kami paksa kalian keluar.”
Aldo tahu mereka tidak punya pilihan selain bertarung. Ia menggunakan Pemetaan Lokasi untuk melihat jalur di sekitar ruangan dan menemukan tempat perlindungan. “Sita, berlindung di belakang mesin itu!” serunya.
Sita segera bergerak, sementara Aldo mengaktifkan Manipulasi Energi Dasar. Ia mengarahkan energi dari modul kalibrasi ke salah satu pria itu, menyebabkan perangkat di tangannya menjadi terlalu panas dan berhenti bekerja.
“Dia bisa memanipulasi energi!” salah satu pria itu berteriak. “Hati-hati!”
Dua pria lainnya maju dengan perangkat mereka, tetapi Aldo menggunakan Analisis Sistem untuk memindai kelemahan perangkat mereka. Ia menemukan bahwa perangkat itu tidak tahan terhadap getaran energi yang tinggi.
Aldo meningkatkan output energi dari modul kalibrasi, menciptakan gelombang energi kecil yang membuat perangkat mereka rusak. Dalam kebingungan, ketiga pria itu memutuskan untuk mundur.
“Kalian belum menang,” kata salah satu dari mereka sebelum melarikan diri.
Setelah memastikan tidak ada ancaman lagi, Aldo kembali ke modul kalibrasi dan menyelesaikan perbaikan. Begitu selesai, layar holografik menampilkan pesan:
"Misi Selesai. Kalibrasi Jalur Energi Distrik Barat Berhasil. Hadiah: 100 XP, 3 Poin Statistik, Akses ke Data Sistem Baru."
Aldo membuka statusnya:
XP: 165/300
Poin Statistik yang Belum Didistribusikan: 3“Gue berhasil,” kata Aldo dengan lega.
Sita keluar dari tempat perlindungan. “Apa ini misi kecil menurut lo? Gue hampir mati, Do.”
Aldo tertawa kecil. “Ini memang lebih rumit dari yang gue kira. Tapi kita berhasil. Dan gue yakin ada sesuatu yang lebih besar di balik ini semua.”
Sita mengangguk, meskipun wajahnya masih terlihat tegang. “Kalau memang ada, kita harus siap. Gue rasa ini baru awal.”
Pengapusan subhapter
Suara helikopter yang menderu di atas langit Distrik Barat perlahan menjauh, namun ketegangan di dalam basemen tua sebuah toko perbaikan jam yang terbengkalai itu sama sekali tidak memudar. Cahaya hanya berasal dari pendar biru layar holografik Aldo dan senter kecil yang dipegang Sita. Di ruangan sempit yang berbau minyak pelumas dan debu itu, Aldo, Bima, dan Sita berusaha mengatur napas, menyadari bahwa hidup mereka sebagai warga negara biasa telah berakhir tepat saat Menara Jam itu runtuh.“Bim, kau masih punya sisa energi?” tanya Aldo pelan. Matanya tidak lepas dari data yang mengalir deras di hadapannya.Bima mendengus, sambil mengusap sisa debu di wajahnya. “Level 11 membuatku merasa seperti monster, Do. Luka-lukaku sembuh total, tapi mental duniaku masih kacau. Aku merasa bukan lagi manusia biasa.” Bima segera membuka layar statusnya, menyadari ia memiliki 5 poin statistik bebas dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa banyak bicara, ia memasukkan seluruh poin itu ke Kekuatan, memb
Suara gemuruh dari bawah tanah Distrik Barat terdengar seperti raungan raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya. Tanah bergetar hebat, meretakkan aspal jalanan tua di sekitar Menara Jam. Aldo, Bima, dan Sita berhasil melompat keluar dari pintu rahasia tepat sebelum tangga spiral di belakang mereka runtuh tertimbun puing beton. Debu tebal menyelimuti udara, bercampur dengan uap panas dari pipa-pipa yang pecah di bawah sana."Lari! Jangan menoleh!" teriak Aldo sambil menarik lengan Sita.Ledakan besar akhirnya pecah. Menara Jam yang telah berdiri selama puluhan tahun itu miring perlahan sebelum akhirnya ambruk ke arah komplek pasar yang kosong. Hantaman bangunannya menciptakan gelombang debu yang menyapu jalanan. Laboratorium rahasia Nexora Tech kini terkubur selamanya, namun rahasia yang mereka temukan di sana baru saja memulai badai yang lebih besar.Setelah berlari beberapa blok jauhnya, ketiganya berhenti di sebuah gang sempit untuk mengatur napas. Aldo menyandarkan punggungnya
Alpha Glitch tidak memberikan waktu bagi Bima dan Sita untuk sekadar memikirkan strategi. Dengan satu hentakan kaki yang kuat, lantai laboratorium yang terbuat dari logam sintetis retak, memancarkan gelombang energi ungu yang menyapu ruangan. Sosok setinggi tiga meter itu bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi ukurannya, mengayunkan pedang kembar energinya tepat ke arah terminal tempat Aldo sedang bekerja."Bima, hadang dia!" teriak Aldo tanpa mengalihkan pandangan dari layar holografik. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, menyuntikkan baris-baris kode virus ke dalam inti server Nexora.Bima meraung, mengaktifkan seluruh poin statistik bebas yang ia miliki dari kenaikan level sebelumnya. Ia mengalokasikan 5 poin tersebut ke Kekuatan, membuat otot-ototnya menegang hingga batas maksimal.[Bima Sakti - Distribusi Poin Statistik Terkonfirmasi:]Kekuatan: 26 -> 31Dengan pipa baja yang berpendar biru terang, Bima menghantamkan senjatanya ke salah satu pedang Alpha Glitch. Be
Tangga spiral yang tersembunyi di bawah fondasi Menara Jam itu terasa seperti lorong menuju perut bumi yang dingin dan lembap. Dindingnya tidak lagi terbuat dari bata kuno yang kasar, melainkan dilapisi oleh polimer sintetis berwarna abu-abu metalik yang mampu meredam getaran suara dan radiasi energi. Saat Aldo, Bima, dan Sita menuruni undakan demi undakan, lampu-lampu sensor di langit-langit menyala satu per satu, memancarkan cahaya putih steril yang menciptakan kontras tajam dengan kegelapan di atas sana."Tempat ini terlalu canggih untuk sekadar gudang rahasia di distrik tua," bisik Bima. Ia mencengkeram pipa bajunya erat-erat, matanya yang tajam terus waspada. Sebagai pengguna Level 9, ia merasakan kekuatan fisiknya jauh lebih solid, namun ketidakpastian di bawah sini membuatnya tetap tegang.Aldo memimpin di depan, matanya yang memiliki [Kecerdasan: 33] terus memindai aliran data yang merayap di sirkuit dinding. Ia bisa merasakan sisa resonansi energi dari inti Chronos-01 yang ma
Putaran bilah energi di punggung Chronos-01 menciptakan badai statis yang menyayat udara. Setiap pedang cahaya itu bergetar pada frekuensi tinggi, sanggup membelah beton semudah memotong kertas. Udara di dalam menara jam terasa semakin tipis, terionisasi oleh radiasi energi ungu yang meluap dari tubuh sang penjaga."Bertahan di posisi!" seru Aldo, suaranya bergema melalui tautan mental Sinkronisasi Grup.Chronos-01 melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar mekanis, melainkan perpaduan antara kecepatan mesin dan manipulasi ruang. Dalam sekejap, ia sudah berada di hadapan Bima, mengayunkan dua bilah energi secara menyilang.Bima bereaksi dengan insting yang tajam. Berkat bonus 15\% dari kemampuan Aldo, Kekuatan fisiknya kini terasa seperti mesin hidrolik. Ia mengangkat pipa baja berpendar biru miliknya, menahan hantaman pedang energi tersebut.CRAAAK!Percikan api digital memenuhi ruangan. Bima terdorong mundur, kaki-kakinya meninggalkan parit di lantai kayu tua menara. "Aldo! Bilahnya ter
Chronos-01 tidak memberikan kesempatan bagi Aldo dan timnya untuk sekadar menarik napas. Begitu protokol pembersihan dinyatakan aktif, mata merah di wajah logamnya berpendar terang. Seluruh menara jam kembali bergetar, namun kali ini bukan karena roda gigi yang berputar, melainkan karena frekuensi energi yang dipancarkan langsung dari tubuh sang penjaga. Gelombang elektromagnetik yang sangat kuat menyapu ruangan, membuat rambut Aldo berdiri dan kulitnya terasa kesemutan."Sita, Bima! Bersiap!" Aldo berteriak sambil membuka antarmuka sistemnya dengan kecepatan yang hanya bisa dicapai oleh seseorang dengan [Kecerdasan: 31].Aldo tahu bahwa melawan musuh Level 15 dengan statistik dasar Level 10 adalah bunuh diri. Ia harus bertindak strategis. Masih ada lima poin statistik bebas yang tersisa dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa ragu, ia mengalokasikan tiga poin ke Kelincahan untuk memastikan ia bisa menghindari serangan mematikan Chronos, dan dua poin sisanya ke Kecerdasan untuk memperku







