Home / Sci-Fi / Reality Reloaded / Chapter 9: Sinkronisasi Tanpa Batas

Share

Chapter 9: Sinkronisasi Tanpa Batas

Author: odead
last update Last Updated: 2024-12-01 10:29:53

Setelah meninggalkan Zona Awal, Aldo dan Sita berjalan melintasi jalanan kota Arkavia menuju Distrik Timur. Misi baru mereka tampak lebih menantang, tetapi Aldo merasa sedikit lebih percaya diri setelah memahami sistem statistik dan kemampuannya. Ia juga menyadari sesuatu yang berbeda sejak terakhir kali: ia tidak perlu lagi menggunakan laptop untuk mengakses sistem.

Setiap kali ia berpikir tentang statusnya atau ingin menggunakan kemampuan tertentu, layar holografik muncul di depan matanya, seolah-olah terintegrasi langsung dengan pikirannya.

"Jadi lo nggak butuh laptop lagi?" tanya Sita sambil berjalan di sampingnya. Wajahnya penuh rasa ingin tahu.

Aldo mengangguk. "Iya. Entah gimana, sistem ini kayak langsung terhubung ke gue. Gue tinggal mikirin apa yang gue mau, dan itu langsung muncul."

Sita menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. "Ini makin gila aja, Do. Tapi di sisi lain, ini juga bikin lo lebih fleksibel."

Aldo tertawa kecil. "Iya, setidaknya gue nggak perlu bawa-bawa laptop ke mana-mana lagi."


Distrik Timur adalah salah satu bagian kota yang lebih modern, dengan gedung-gedung tinggi dan jalanan yang sibuk. Namun, semakin dekat mereka ke lokasi misi, suasana mulai berubah. Lampu jalan mulai redup, dan beberapa gedung tampak kosong, seolah-olah sudah lama ditinggalkan.

Aldo mengaktifkan kemampuan Pemetaan Lokasi. Peta holografik muncul di depan matanya, menampilkan jalur-jalur di sekitar mereka. Ia bisa melihat titik merah kecil yang menandai lokasi masalah: sebuah stasiun energi di tengah kawasan industri yang tampak terbengkalai.

“Kita hampir sampai,” kata Aldo. “Stasiun energinya ada di ujung jalan ini.”

Namun, Sita menghentikannya. “Tunggu. Gue nggak suka suasana ini, Do. Terlalu sepi, dan gue ngerasa kita diawasi.”

Aldo memindai area sekitarnya dengan kemampuan Analisis Sistem. Ia melihat garis energi yang mengalir di bawah tanah, tetapi ada sesuatu yang aneh—jalur energi itu terputus di beberapa titik. Lebih aneh lagi, ia mendeteksi tanda-tanda pergerakan di dekat stasiun energi.

“Ada sesuatu di sana,” kata Aldo. “Gue nggak tahu apa, tapi kita harus hati-hati.”


Ketika mereka tiba di stasiun energi, pintu utama sudah terbuka sedikit, seolah-olah seseorang baru saja masuk. Aldo dan Sita melangkah perlahan, berusaha tidak membuat suara. Di dalam, mereka melihat ruang kontrol yang penuh dengan mesin besar, mirip dengan yang mereka temui di Distrik Selatan. Namun, kali ini, suasananya jauh lebih gelap dan dingin.

Sebelum Aldo sempat menggunakan kemampuan Analisis Sistem, suara langkah kaki terdengar dari balik mesin. Sita menarik Aldo ke belakang salah satu panel, mencoba bersembunyi. Dari celah kecil, mereka melihat seseorang—seorang pria dengan jaket hitam dan perangkat elektronik di lengannya.

Pria itu tampaknya sedang bekerja pada salah satu konsol energi, tetapi gerakannya terlihat mencurigakan. Bukannya memperbaiki sistem, ia justru tampak merusaknya.

“Apa dia… sabotase?” bisik Sita.

Aldo mengangguk pelan. “Kelihatannya begitu. Tapi kenapa?”

Ia mencoba menggunakan Analisis Sistem pada pria itu. Layar holografik muncul, menampilkan data yang mengejutkan:

"Identitas: Tidak Diketahui."

"Status: Pengguna Sistem Tidak Sah."

"Tujuan: Menghentikan Sinkronisasi Energi."

“Ada pengguna lain,” gumam Aldo. “Tapi dia kayaknya bukan bagian dari sistem ini. Dia malah berusaha menghentikan sinkronisasi.”

Pria itu tiba-tiba berhenti bekerja dan berbalik, seolah-olah mendengar mereka. “Siapa di sana?” serunya dengan suara tegas.

Aldo dan Sita keluar dari tempat persembunyian dengan hati-hati. Aldo mencoba menjaga jarak, tetapi pria itu langsung menyadari kehadiran mereka. Wajahnya tampak marah, tetapi juga sedikit bingung.

“Kalian siapa? Kenapa kalian di sini?” tanyanya dengan nada curiga.

Aldo mencoba menjawab dengan tenang. “Kami hanya mencoba memperbaiki stasiun energi ini. Kenapa lo merusaknya?”

Pria itu tersenyum tipis. “Kalian nggak ngerti apa yang kalian hadapi. Sistem ini bukan sesuatu yang bisa kalian kendalikan. Kalau sinkronisasi terus berjalan, Arkavia akan hancur.”

Sita mengerutkan kening. “Apa maksud lo? Sistem ini justru memperbaiki jalur energi di kota.”

Pria itu tertawa kecil. “Itu yang kalian pikirkan. Tapi percaya sama gue, ada sesuatu di balik semua ini yang jauh lebih gelap dari yang kalian bayangkan.”


Pria itu tiba-tiba mengangkat lengannya, menunjukkan perangkat yang melekat di sana. Sebelum Aldo sempat bereaksi, perangkat itu memancarkan cahaya terang, dan layar holografik Aldo terganggu sejenak.

“Dia nge-hack sistem gue!” seru Aldo, mencoba memulihkan kendali.

Aldo tahu ia tidak bisa mengandalkan kekuatan fisiknya untuk melawan, tetapi ia memiliki satu keunggulan: sistemnya. Ia menggunakan Analisis Sistem pada perangkat pria itu, menemukan bahwa perangkatnya rentan terhadap overload energi.

Aldo memfokuskan kemampuan Interaksi Sistem Lanjutan untuk meningkatkan output energi mesin terdekat. Perangkat pria itu langsung kehilangan kendali, menyebabkan pria itu mundur dengan panik.

“Kalian belum menang!” katanya sebelum melarikan diri keluar stasiun.


Setelah pria itu pergi, Aldo dan Sita memperbaiki modul energi utama di stasiun itu. Dengan pengalaman sebelumnya, Aldo menyelesaikan perbaikan dengan cepat. Jalur energi kembali normal, dan layar holografik menampilkan pesan:

"Misi Selesai. Sinkronisasi Energi Distrik Timur 100%. Hadiah: 150 XP, 5 Poin Statistik, Kemampuan Baru: Manipulasi Energi Dasar."

Aldo membuka jendela statusnya untuk melihat akumulasi XP:

XP: 265/200 → Level Up! (Level 3). XP: 65/300.

Ia tersenyum saat melihat tambahan 5 poin statistik yang belum didistribusikan. "Sekarang gue Level 3," katanya sambil memeriksa statistik barunya.

Sita menatap layar holografik dengan penuh rasa ingin tahu. “Gue rasa makin lama misi ini makin susah, Do. Tapi setidaknya sistem ini memberi lo hadiah yang berguna.”

Aldo mengangguk. “Ini baru permulaan. Gue harus siap untuk misi berikutnya.”

odead

Penghapusan subjudul pada chapetr

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Reality Reloaded   Chapter 40: Data dalam Gelap

    Suara helikopter yang menderu di atas langit Distrik Barat perlahan menjauh, namun ketegangan di dalam basemen tua sebuah toko perbaikan jam yang terbengkalai itu sama sekali tidak memudar. Cahaya hanya berasal dari pendar biru layar holografik Aldo dan senter kecil yang dipegang Sita. Di ruangan sempit yang berbau minyak pelumas dan debu itu, Aldo, Bima, dan Sita berusaha mengatur napas, menyadari bahwa hidup mereka sebagai warga negara biasa telah berakhir tepat saat Menara Jam itu runtuh.“Bim, kau masih punya sisa energi?” tanya Aldo pelan. Matanya tidak lepas dari data yang mengalir deras di hadapannya.Bima mendengus, sambil mengusap sisa debu di wajahnya. “Level 11 membuatku merasa seperti monster, Do. Luka-lukaku sembuh total, tapi mental duniaku masih kacau. Aku merasa bukan lagi manusia biasa.” Bima segera membuka layar statusnya, menyadari ia memiliki 5 poin statistik bebas dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa banyak bicara, ia memasukkan seluruh poin itu ke Kekuatan, memb

  • Reality Reloaded   Chapter 39: Realitas yang Terungkap

    Suara gemuruh dari bawah tanah Distrik Barat terdengar seperti raungan raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya. Tanah bergetar hebat, meretakkan aspal jalanan tua di sekitar Menara Jam. Aldo, Bima, dan Sita berhasil melompat keluar dari pintu rahasia tepat sebelum tangga spiral di belakang mereka runtuh tertimbun puing beton. Debu tebal menyelimuti udara, bercampur dengan uap panas dari pipa-pipa yang pecah di bawah sana."Lari! Jangan menoleh!" teriak Aldo sambil menarik lengan Sita.Ledakan besar akhirnya pecah. Menara Jam yang telah berdiri selama puluhan tahun itu miring perlahan sebelum akhirnya ambruk ke arah komplek pasar yang kosong. Hantaman bangunannya menciptakan gelombang debu yang menyapu jalanan. Laboratorium rahasia Nexora Tech kini terkubur selamanya, namun rahasia yang mereka temukan di sana baru saja memulai badai yang lebih besar.Setelah berlari beberapa blok jauhnya, ketiganya berhenti di sebuah gang sempit untuk mengatur napas. Aldo menyandarkan punggungnya

  • Reality Reloaded   Chapter 38: Protokol Pemusnahan

    Alpha Glitch tidak memberikan waktu bagi Bima dan Sita untuk sekadar memikirkan strategi. Dengan satu hentakan kaki yang kuat, lantai laboratorium yang terbuat dari logam sintetis retak, memancarkan gelombang energi ungu yang menyapu ruangan. Sosok setinggi tiga meter itu bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi ukurannya, mengayunkan pedang kembar energinya tepat ke arah terminal tempat Aldo sedang bekerja."Bima, hadang dia!" teriak Aldo tanpa mengalihkan pandangan dari layar holografik. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, menyuntikkan baris-baris kode virus ke dalam inti server Nexora.Bima meraung, mengaktifkan seluruh poin statistik bebas yang ia miliki dari kenaikan level sebelumnya. Ia mengalokasikan 5 poin tersebut ke Kekuatan, membuat otot-ototnya menegang hingga batas maksimal.[Bima Sakti - Distribusi Poin Statistik Terkonfirmasi:]Kekuatan: 26 -> 31Dengan pipa baja yang berpendar biru terang, Bima menghantamkan senjatanya ke salah satu pedang Alpha Glitch. Be

  • Reality Reloaded   Chapter 37: Bayang-Bayang di Balik Inti

    Tangga spiral yang tersembunyi di bawah fondasi Menara Jam itu terasa seperti lorong menuju perut bumi yang dingin dan lembap. Dindingnya tidak lagi terbuat dari bata kuno yang kasar, melainkan dilapisi oleh polimer sintetis berwarna abu-abu metalik yang mampu meredam getaran suara dan radiasi energi. Saat Aldo, Bima, dan Sita menuruni undakan demi undakan, lampu-lampu sensor di langit-langit menyala satu per satu, memancarkan cahaya putih steril yang menciptakan kontras tajam dengan kegelapan di atas sana."Tempat ini terlalu canggih untuk sekadar gudang rahasia di distrik tua," bisik Bima. Ia mencengkeram pipa bajunya erat-erat, matanya yang tajam terus waspada. Sebagai pengguna Level 9, ia merasakan kekuatan fisiknya jauh lebih solid, namun ketidakpastian di bawah sini membuatnya tetap tegang.Aldo memimpin di depan, matanya yang memiliki [Kecerdasan: 33] terus memindai aliran data yang merayap di sirkuit dinding. Ia bisa merasakan sisa resonansi energi dari inti Chronos-01 yang ma

  • Reality Reloaded   Chapter 36: Inti dari Waktu

    Putaran bilah energi di punggung Chronos-01 menciptakan badai statis yang menyayat udara. Setiap pedang cahaya itu bergetar pada frekuensi tinggi, sanggup membelah beton semudah memotong kertas. Udara di dalam menara jam terasa semakin tipis, terionisasi oleh radiasi energi ungu yang meluap dari tubuh sang penjaga."Bertahan di posisi!" seru Aldo, suaranya bergema melalui tautan mental Sinkronisasi Grup.Chronos-01 melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar mekanis, melainkan perpaduan antara kecepatan mesin dan manipulasi ruang. Dalam sekejap, ia sudah berada di hadapan Bima, mengayunkan dua bilah energi secara menyilang.Bima bereaksi dengan insting yang tajam. Berkat bonus 15\% dari kemampuan Aldo, Kekuatan fisiknya kini terasa seperti mesin hidrolik. Ia mengangkat pipa baja berpendar biru miliknya, menahan hantaman pedang energi tersebut.CRAAAK!Percikan api digital memenuhi ruangan. Bima terdorong mundur, kaki-kakinya meninggalkan parit di lantai kayu tua menara. "Aldo! Bilahnya ter

  • Reality Reloaded   Chapter 35: Harmoni di Ambang Batas

    Chronos-01 tidak memberikan kesempatan bagi Aldo dan timnya untuk sekadar menarik napas. Begitu protokol pembersihan dinyatakan aktif, mata merah di wajah logamnya berpendar terang. Seluruh menara jam kembali bergetar, namun kali ini bukan karena roda gigi yang berputar, melainkan karena frekuensi energi yang dipancarkan langsung dari tubuh sang penjaga. Gelombang elektromagnetik yang sangat kuat menyapu ruangan, membuat rambut Aldo berdiri dan kulitnya terasa kesemutan."Sita, Bima! Bersiap!" Aldo berteriak sambil membuka antarmuka sistemnya dengan kecepatan yang hanya bisa dicapai oleh seseorang dengan [Kecerdasan: 31].Aldo tahu bahwa melawan musuh Level 15 dengan statistik dasar Level 10 adalah bunuh diri. Ia harus bertindak strategis. Masih ada lima poin statistik bebas yang tersisa dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa ragu, ia mengalokasikan tiga poin ke Kelincahan untuk memastikan ia bisa menghindari serangan mematikan Chronos, dan dua poin sisanya ke Kecerdasan untuk memperku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status