Home / Sci-Fi / Reality Reloaded / Chapter 6: Kebingungan di Tengah Kekacauan

Share

Chapter 6: Kebingungan di Tengah Kekacauan

Author: odead
last update Last Updated: 2024-12-01 02:42:13

Cahaya terang yang memancar dari portal perlahan-lahan memudar. Aldo membuka matanya dengan perlahan, merasa pusing dan kehilangan keseimbangan. Ia berada di tempat yang sama sekali berbeda—sebuah ruangan besar dengan dinding kaca yang memantulkan cahaya lembut biru. Lantai ruangan itu tampak seperti logam mengkilap, sementara simbol-simbol yang sama dengan portal sebelumnya terukir di sepanjang dinding.

Sita, yang berdiri tidak jauh dari Aldo, tampak bingung tetapi berusaha tetap tenang. "Do, ini di mana? Apa kita masih di Kompleks Solaris?"

Aldo memandang sekeliling dengan hati-hati. "Gue nggak tahu, Sit. Tapi sepertinya kita... nggak lagi di tempat yang sama."

Sebelum mereka sempat berkata lebih banyak, sebuah suara lembut namun elektronik terdengar di ruangan itu.

"Selamat datang di Zona Awal. Sistem telah diaktifkan. Anda adalah Pengguna Utama. Sinkronisasi lengkap. Harap siapkan diri untuk pelatihan."

Aldo dan Sita saling pandang. Suara itu terasa sangat familiar bagi Aldo—suara yang selama ini terdengar di kepalanya. Namun, kali ini suara itu lebih nyata, lebih nyata dari sebelumnya.

"Pelatihan?" gumam Aldo. "Apa ini semacam... game tutorial?"

Sita menggelengkan kepala. "Ini makin aneh, Do. Gue nggak tahu apa yang kita aktifkan, tapi gue rasa kita nggak bisa keluar dengan mudah."

Tiba-tiba, dinding kaca di depan mereka memudar, dan sebuah layar holografik besar muncul, menampilkan peta besar kota Arkavia. Kali ini peta itu lebih detail, dengan garis-garis energi bercahaya yang menjalar seperti arteri di seluruh kota. Di sudut layar, sebuah indikator menunjukkan statistik yang tampak seperti data game:

Level: 2

XP: 115/200

Kemampuan Aktif: Analisis Sistem, Pemetaan Lokasi.

Aldo memperhatikan layar itu dengan cermat. "Sepertinya ini semacam dashboard," katanya sambil menunjuk indikator-indikator itu. "Gue bisa lihat statistik gue... kayak di game."

Sita mendekat, mencoba memahami apa yang ditampilkan. "Lo punya kemampuan analisis dan pemetaan. Mungkin itu yang bisa bantu kita keluar dari sini."

Hampir seperti merespons pernyataan Sita, layar holografik berubah, menampilkan daftar tugas baru:

"Misi Pelatihan: Pelajari Cara Menggunakan Sistem."

Tujuan: Gunakan kemampuan untuk menemukan informasi tersembunyi di Zona Awal.

Di sudut ruangan, beberapa objek mulai muncul. Ada kotak logam dengan simbol bercahaya, sebuah konsol kecil, dan panel dinding yang tampaknya menyembunyikan sesuatu di baliknya. Aldo merasa ini adalah bagian dari pelajaran pertama.

"Kayaknya kita harus mulai dari sini," kata Aldo sambil melangkah ke arah kotak logam itu.

Ia mendekat dan meletakkan tangannya di atas permukaan kotak. Saat itu, kemampuan Analisis Sistem secara otomatis aktif. Sebuah layar kecil muncul di depan matanya, menampilkan informasi tentang kotak tersebut.

"Objek: Kotak Data."

Fungsi: Menyimpan informasi tentang Sinkronisasi Energi."

"Ini kotak data," kata Aldo, menjelaskan kepada Sita. "Kayaknya ada informasi di dalamnya."

Sita mengangguk. "Kalau gitu buka aja. Siapa tahu ini bisa bantu kita."

Aldo mencari mekanisme pembuka di sisi kotak itu. Dengan sedikit usaha, ia berhasil membukanya, dan sebuah cahaya kecil keluar dari dalamnya. Di dalam kotak, ada semacam chip data lain, mirip dengan Chip Aetherium yang ia temukan sebelumnya.

Begitu ia menyentuh chip itu, informasi mulai mengalir ke dalam pikirannya.

"Data Sinkronisasi: Sistem ini terhubung ke jaringan energi di seluruh Arkavia. Tujuan: Mengoptimalkan aliran energi dan membuka potensi tersembunyi di seluruh kota."

Aldo mundur dengan terkejut. "Sistem ini... terhubung ke seluruh kota. Ini lebih besar dari yang gue kira."

Sita menatapnya dengan khawatir. "Jadi, apa yang kita aktifkan di Kompleks Solaris bukan cuma portal biasa? Ini kayak... sistem pengendali energi?"

Aldo mengangguk pelan. "Kayaknya gitu. Tapi kenapa kita yang dipilih untuk ini?"

Setelah menemukan chip data, mereka mendekati konsol kecil yang ada di sudut ruangan. Layar konsol itu menyala ketika Aldo mendekat, menampilkan simbol yang ia kenali dari hologram sebelumnya. Sebuah instruksi muncul:

"Gunakan kemampuan Pemetaan Lokasi untuk menemukan jalur tersembunyi."

Aldo mencoba mengaktifkan kemampuan Pemetaan Lokasi. Sekali lagi, layar virtual muncul di depannya, kali ini menampilkan diagram dari ruangan itu. Ia melihat ada jalur tersembunyi di balik panel dinding di sisi kanan mereka.

"Ada sesuatu di balik panel itu," katanya, menunjuk ke arah dinding.

Sita berjalan ke arah yang ditunjuk Aldo dan mulai mencari cara membuka panel itu. Setelah beberapa menit, ia menemukan mekanisme tersembunyi di bawah simbol yang bercahaya. Dengan sedikit dorongan, panel itu terbuka, memperlihatkan tangga yang mengarah ke bawah.

"Tangga ini pasti menuju ke sesuatu yang lebih penting," kata Sita.

Mereka turun melalui tangga dengan hati-hati, dan akhirnya tiba di sebuah ruangan baru. Ruangan itu lebih besar, dengan mesin-mesin raksasa yang berderak pelan. Di tengah ruangan, sebuah konsol utama berdiri dengan layar holografik yang lebih besar dari sebelumnya.

Begitu mereka mendekati konsol itu, suara elektronik kembali terdengar.

"Selamat, Anda telah menyelesaikan misi pelatihan pertama. Sistem sepenuhnya disinkronkan. Kemampuan baru tersedia: Interaksi Sistem Lanjutan."

Aldo memandang layar dengan ekspresi bingung. "Interaksi Sistem Lanjutan? Apa itu?"

Sita menatap layar holografik, mencoba memahami data yang terpampang di sana. "Mungkin ini kemampuan buat lo berinteraksi lebih dalam dengan sistem yang ada di kota."

Aldo mencoba mengaktifkan kemampuan baru itu. Ketika ia melakukannya, layar holografik menampilkan data baru—informasi mendetail tentang bagaimana energi mengalir di seluruh Arkavia. Ia juga bisa melihat bagaimana sistem ini dapat mengatur ulang jalur energi untuk memperbaiki masalah di berbagai area.

"Gue rasa ini bukan cuma tentang kita," kata Aldo sambil menatap layar. "Sistem ini bisa dipakai buat bantu orang-orang di kota. Tapi kenapa gue yang harus melakukannya?"

Sita menyentuh bahunya. "Mungkin karena lo yang memulai semua ini. Tapi, Do, ini terlalu besar untuk kita. Kita harus cari tahu lebih banyak sebelum mengambil keputusan apa pun."

Aldo mengangguk, menyadari kebenaran dari kata-kata Sita. Ia tahu ini baru awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri. Namun, di balik rasa takut dan kebingungan, ada dorongan kuat untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka meninggalkan ruangan itu dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Aldo merasa bahwa ia harus belajar lebih banyak tentang sistem ini sebelum melangkah lebih jauh. Apa tujuan akhir dari sinkronisasi energi ini? Dan siapa yang sebenarnya menciptakan sistem ini?

Di tengah semua kebingungan, Aldo tahu satu hal: ia tidak bisa mundur sekarang. Perjalanan ini baru saja dimulai.

odead

Penghapusan subchapter pada chapter

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Reality Reloaded   Chapter 40: Data dalam Gelap

    Suara helikopter yang menderu di atas langit Distrik Barat perlahan menjauh, namun ketegangan di dalam basemen tua sebuah toko perbaikan jam yang terbengkalai itu sama sekali tidak memudar. Cahaya hanya berasal dari pendar biru layar holografik Aldo dan senter kecil yang dipegang Sita. Di ruangan sempit yang berbau minyak pelumas dan debu itu, Aldo, Bima, dan Sita berusaha mengatur napas, menyadari bahwa hidup mereka sebagai warga negara biasa telah berakhir tepat saat Menara Jam itu runtuh.“Bim, kau masih punya sisa energi?” tanya Aldo pelan. Matanya tidak lepas dari data yang mengalir deras di hadapannya.Bima mendengus, sambil mengusap sisa debu di wajahnya. “Level 11 membuatku merasa seperti monster, Do. Luka-lukaku sembuh total, tapi mental duniaku masih kacau. Aku merasa bukan lagi manusia biasa.” Bima segera membuka layar statusnya, menyadari ia memiliki 5 poin statistik bebas dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa banyak bicara, ia memasukkan seluruh poin itu ke Kekuatan, memb

  • Reality Reloaded   Chapter 39: Realitas yang Terungkap

    Suara gemuruh dari bawah tanah Distrik Barat terdengar seperti raungan raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya. Tanah bergetar hebat, meretakkan aspal jalanan tua di sekitar Menara Jam. Aldo, Bima, dan Sita berhasil melompat keluar dari pintu rahasia tepat sebelum tangga spiral di belakang mereka runtuh tertimbun puing beton. Debu tebal menyelimuti udara, bercampur dengan uap panas dari pipa-pipa yang pecah di bawah sana."Lari! Jangan menoleh!" teriak Aldo sambil menarik lengan Sita.Ledakan besar akhirnya pecah. Menara Jam yang telah berdiri selama puluhan tahun itu miring perlahan sebelum akhirnya ambruk ke arah komplek pasar yang kosong. Hantaman bangunannya menciptakan gelombang debu yang menyapu jalanan. Laboratorium rahasia Nexora Tech kini terkubur selamanya, namun rahasia yang mereka temukan di sana baru saja memulai badai yang lebih besar.Setelah berlari beberapa blok jauhnya, ketiganya berhenti di sebuah gang sempit untuk mengatur napas. Aldo menyandarkan punggungnya

  • Reality Reloaded   Chapter 38: Protokol Pemusnahan

    Alpha Glitch tidak memberikan waktu bagi Bima dan Sita untuk sekadar memikirkan strategi. Dengan satu hentakan kaki yang kuat, lantai laboratorium yang terbuat dari logam sintetis retak, memancarkan gelombang energi ungu yang menyapu ruangan. Sosok setinggi tiga meter itu bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi ukurannya, mengayunkan pedang kembar energinya tepat ke arah terminal tempat Aldo sedang bekerja."Bima, hadang dia!" teriak Aldo tanpa mengalihkan pandangan dari layar holografik. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, menyuntikkan baris-baris kode virus ke dalam inti server Nexora.Bima meraung, mengaktifkan seluruh poin statistik bebas yang ia miliki dari kenaikan level sebelumnya. Ia mengalokasikan 5 poin tersebut ke Kekuatan, membuat otot-ototnya menegang hingga batas maksimal.[Bima Sakti - Distribusi Poin Statistik Terkonfirmasi:]Kekuatan: 26 -> 31Dengan pipa baja yang berpendar biru terang, Bima menghantamkan senjatanya ke salah satu pedang Alpha Glitch. Be

  • Reality Reloaded   Chapter 37: Bayang-Bayang di Balik Inti

    Tangga spiral yang tersembunyi di bawah fondasi Menara Jam itu terasa seperti lorong menuju perut bumi yang dingin dan lembap. Dindingnya tidak lagi terbuat dari bata kuno yang kasar, melainkan dilapisi oleh polimer sintetis berwarna abu-abu metalik yang mampu meredam getaran suara dan radiasi energi. Saat Aldo, Bima, dan Sita menuruni undakan demi undakan, lampu-lampu sensor di langit-langit menyala satu per satu, memancarkan cahaya putih steril yang menciptakan kontras tajam dengan kegelapan di atas sana."Tempat ini terlalu canggih untuk sekadar gudang rahasia di distrik tua," bisik Bima. Ia mencengkeram pipa bajunya erat-erat, matanya yang tajam terus waspada. Sebagai pengguna Level 9, ia merasakan kekuatan fisiknya jauh lebih solid, namun ketidakpastian di bawah sini membuatnya tetap tegang.Aldo memimpin di depan, matanya yang memiliki [Kecerdasan: 33] terus memindai aliran data yang merayap di sirkuit dinding. Ia bisa merasakan sisa resonansi energi dari inti Chronos-01 yang ma

  • Reality Reloaded   Chapter 36: Inti dari Waktu

    Putaran bilah energi di punggung Chronos-01 menciptakan badai statis yang menyayat udara. Setiap pedang cahaya itu bergetar pada frekuensi tinggi, sanggup membelah beton semudah memotong kertas. Udara di dalam menara jam terasa semakin tipis, terionisasi oleh radiasi energi ungu yang meluap dari tubuh sang penjaga."Bertahan di posisi!" seru Aldo, suaranya bergema melalui tautan mental Sinkronisasi Grup.Chronos-01 melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar mekanis, melainkan perpaduan antara kecepatan mesin dan manipulasi ruang. Dalam sekejap, ia sudah berada di hadapan Bima, mengayunkan dua bilah energi secara menyilang.Bima bereaksi dengan insting yang tajam. Berkat bonus 15\% dari kemampuan Aldo, Kekuatan fisiknya kini terasa seperti mesin hidrolik. Ia mengangkat pipa baja berpendar biru miliknya, menahan hantaman pedang energi tersebut.CRAAAK!Percikan api digital memenuhi ruangan. Bima terdorong mundur, kaki-kakinya meninggalkan parit di lantai kayu tua menara. "Aldo! Bilahnya ter

  • Reality Reloaded   Chapter 35: Harmoni di Ambang Batas

    Chronos-01 tidak memberikan kesempatan bagi Aldo dan timnya untuk sekadar menarik napas. Begitu protokol pembersihan dinyatakan aktif, mata merah di wajah logamnya berpendar terang. Seluruh menara jam kembali bergetar, namun kali ini bukan karena roda gigi yang berputar, melainkan karena frekuensi energi yang dipancarkan langsung dari tubuh sang penjaga. Gelombang elektromagnetik yang sangat kuat menyapu ruangan, membuat rambut Aldo berdiri dan kulitnya terasa kesemutan."Sita, Bima! Bersiap!" Aldo berteriak sambil membuka antarmuka sistemnya dengan kecepatan yang hanya bisa dicapai oleh seseorang dengan [Kecerdasan: 31].Aldo tahu bahwa melawan musuh Level 15 dengan statistik dasar Level 10 adalah bunuh diri. Ia harus bertindak strategis. Masih ada lima poin statistik bebas yang tersisa dari kenaikan levelnya barusan. Tanpa ragu, ia mengalokasikan tiga poin ke Kelincahan untuk memastikan ia bisa menghindari serangan mematikan Chronos, dan dua poin sisanya ke Kecerdasan untuk memperku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status