Share

2

Mata mereka masih saling menatap, dan Claire bersumpah, pria itu menyeringai dan mulai menjalankan mobilnya. “Kau melihatnya?” Sven dan Dave saling menatap.

“Melihat apa?”

Claire menatap keduanya. “Seseorang bisa melihat kereta kita.”

“Jika bangsa immortal tentu saja bisa, kecuali manusia. lalu apanya yang aneh?”

Calire memutar matanya kesal. Sven menatap Clire. “Yang berarti bukan keduanya. Kau tidak salah kan?”

“Aku tidak mencium bau apapun darinya.”

“Hidung mu beringus, itu pasti” Dave merapikan rambutnya, tak memperdulikan tatapan menusuk.

“Dave.” Sven memberikan peringatan. Pria itu menghela nafas. Dave menatap keduanya.

“Ada dua kemungkinan. Pertama, kau masih belum peka Claire, kau baru mengetahui dirimu sebulan yang lalu dan bergabung dengan kami 3 hari kemudian, yang berarti kau masih harus berlatih anak baru. Yang kedua. Mahluk itu perlu diselidiki, kita tidak tahu jika ia adalah ancaman atau tidak. Baru kali ini aku tahu mahluk yang tidak mempunyai bau, walaupun mungkin saja mahluk ini pandai menyembunyikan auranya.”

Claire menatap takjub Dave, dan Sven yang mengangguk. “Aku takjub dengan kepintaranmu Dave, kukira selama ini kau bodoh.”

“Bodoh? Aku memang pintar dari dulu” Dave tersenyum licik.

“Dia hanya sok pintar”

“Cukup benar.”

“Hei.. Kalian sangat suka membuliku” Dengan sentakan kesal, Dave tidak memandang mereka lagi.

“Kau pantas”

Dave memutar mata malas. Kereta mereka berhenti disebuah hutan gelap, pepohonan yang rimbun dan suasana yang mencekam, membuat siapa saja harus berfikir dua kali untuk masuk, bukan saja manusia, tetapi bangsa immortal. Kecuali kaum Seraphim, kereta gelap itu langsung melaju menuju hutan dan berlari mnembus penghalang. Kasti mewah menyambut pandangan mereka. Ketiganya bergerak maju dan menembus sebuah penghalang. Tidak menunggu lama mereka memasuki kastil memlaui penjagaan ketat. Dave merengut kesal, pemeriksaan ini membutuhkan setengah jam, dan itu sangat lama!. Sven dan Claire tidak ingin memperhatikan mahluk ini.

Sven berjalan maju kedepan “Aku akan melapor keoada ketua, kalian bisa beristirahat dulu” tidak menggu tanggapan mereka. Punggung Sven mulai menjauh, menatap Clire yang berjalan jauh, Dave hanya bisa menghela nafas.

“Claire ingin minum?” Ajak Dave. Claire menggeleng tanpa berbalik, menolak ajakan Dave. Melewati lorong-lorong gelap, dia berhenti di pintu ruangan 404, dengan lugas Claire membuka pintu dan masuk menyatu dengan gelapnya ruangan.

****

Ruangan gelap yang dipenuhi dengan aura elegan, pria tampan duduk tidak memperdulikan pandang hina di sekitarnya.

“Kukatakan padamu, kau tidak dibutuhkan disini!” gebrakan meja menghidupkan suasana sunyi. Niatnya untuk membuat takut pria tampan iitu, tetapi padangan arogan yang balas menatapnya. Tidak terima, pria yang menggebrak meja maju dengan kepalan tangan, sebelum mengenai pria tampan dihadapnya, sebuah kekuatan menekannya jatuh. Meihat pria tampan mengayunkan tangannya di udara tipis dan menjathkan orang itu hingga babak belur, orang-orang tadi tidak berani mentap pria tampan itu.

“Singkirkan mereka semua, jangan sampai aku melihat mereka lagi.” Iris mata merahnya menyala, sebuah emosi kejam haus akan darah menakuti orang-orang disekitarnya, dan teriakan-teriakan momohon ampunan mengoyak telinga siapapun yang mendengarnya. Tetapi pria tampan itu hanya tersenyum kotor menikmati itu semua. Tangannya menyelinap menyentuh cicin yang ada di jari manisnya. Perlahan senyuman kejam tergantikan dengan kelembutan, mata merah itu memudar dan menampilkan mata indah seperti lautan.

****

Claire menghela nafas kasar untuk kesekian kalinya, wajah cantik yang cuek mulai tergantikan dengan wajah bingung dan panic. “Ini gila! Sangat gila! Tidak mungkin! Tuhan kau dendam apa padaku.” Dengan suara tertekan Claire mamandang sekeliling ruangan yang asing. Ini bukan kamarnya apalagi duniaya nya! Claire ingin menangis melihat nasib anehnya ini.

“Ini tidak mungkin, kenapa aku bisa masuk kedalam novel ini! T.T!!” Claire menghembuskan nafas kasar, merasa menangis itu tidak akan berguna dan tidak akan membuatnya kembali!.

Menarik rambutnya frustasi, Claire bernafas pasrah. Berawal dari dirinya mengkritik novel yang tidak masuk akal, walaupun dirinya belum membaca tuntas. Dia hanya mengkritik cerita ini dikamarnya! Bukan di media sosial! Ayolah siapa yang tahu apa yang diakatakan jika hanya ada dirinya sendiri dan setan yang dia sendiri tidak tahu apakah mereka ada!.

Claire merasa ini sangat aneh, sepengetahuannya dari cerita seperti ini. dia bisa disebut transmigrasi antara dunianya dan dunia ini. Tapi- “ Aku benar-benar hanya mengkritik di ruanganku, lagipula dari novel transmigrasi lain yang kubaca, mereka masuk kedunia lain karna mereka mati, ataupun koma, itupun jika mereka megkritik dengan jalur media sosial, bukankah aku tidak termasuk?! Oh Tuhan” Claire menangis lirih, mendapati nasib jeleknya.

“Lebih sialnya lagi, aku bahkan tidak membaca bagian akhirnya.” Claire mengingat alur cerita novel ini. cerita ini berpusat pada sang raja kegelapan yang licik, arogan dan kejam. Mencari takdirnya yan tentu saja pemeran utama gadis yang dicarinya ada di dunia manusia. mereka saling mencintai dan berjanji sehidup semati, mengingat umur manusia yang pendek, raja itu mencari obat abadi untuk memperpanjang nyawa kekasihnya.

Obat itu tidak mudah didapatkan, didasari oleh ekstrak darah seraphim silver yang menjadi mahluk langka diantara para abadi dan tentu saja mereka dilindungi oleh serikat hukum. Tetapi karna cinta yang membutakan, raja kegelapan melawan kaum seraphim untuk kekasihnya, melanggar segala aturan dan membunuh para saudara seraphim yang melawannya. Pada akhirnya perang berdarah terjadi. Berdiri untuk mendapatkan darah seraphim silver terakhir, dengan kejamnya raja kegelapan menusuk jantung seraphim silver dan meremas darahnya. Dan tentu saja perkiraanku untuk cerita romantic seperti ini akan menjadi akhir yang indah, Raja kegelapan hidup bahagia dengan manusia abadi dipelukan. Dengan kata lain seraphim itu hanyalah umpan meriam yang tidak lain adalah dirinya sendiri -_-.

“Umpan meriam ini agak kejam, hatiku benar-benar sakit. Aku tidak ingin mati.” Claire menggigit kukunya cemas, matanya mulai berkedip cemas, di harus mempertahankan hidupnya, yang berarti dia harus mengubah cerita.

“Tapi cerita ini terlalu sempurna, bagaimana aku bisa mengubahnya?” Claire ingat awal kedatangannya saat ia menembak iblis, yang berarti cerita ini sudah berjalan hampir setengahnya. Raja kegelapan sudah tiba, dan dia akan mencari kekasih manusianya. Sebagai seraphim silver satu-satunya, dia harus menyelamatkan takdirnya. Memang tuhan yang menciptakan takdir, tetapi takdir masih bisa diubah oleh kemauan yang kuat. “Jika saja aku bisa berjalan dengan bebas didunia manusia, aku bisa membunuh gadis itu, tapi tidak ada aturan yang memperbolehkan adanya pembunuhan, lagi pula aku tidak tau rupa gadis Vally itu.”

Untuk kesekian kalinya Claire mendengus cemas. Merasa kepalanya mulai sakit, Claire behenti berfikir, mengistirahkan tubuh dan pikirannya. “Aku harus tenang, dan selanjutnya itu bisa menunggu untuk kupikirkan.”

***

Author mempunyai teater kecil :

Raja iblis : bukankah aku seharusnya raja iblis, kenapa kau menulisnya raja kegelapan?

Author : bukankah raja kegelapan sama dengan raja iblis? tenang saja, tunggu plot selanjutnya

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status