Share

Pernikahan Windy II

Author: Anjaly
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-23 22:40:10

Saat semua orang berspekulasi tentang apa yang dilakukan orang ini di sini, pria itu menyeringai melihat reaksi yang di dapatnya. Inilah yang dia inginkan. Hari ini adalah harinya!

Ia berbalik untuk membantu orang lain yang duduk di dalam mobil untuk keluar. Semua orang menahan napas ketika melihat seorang wanita cantik keluar dari mobil. Ia mengenakan gaun bunga berwarna merah muda dengan rambut yang disanggul indah. Ia tampak begitu cantik sehingga orang- orang tak bisa mengalihkan pandangan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Lepaskan Semua Belenggumu

    Apakah kau benar-benar mengenal ayahmu?Kata-kata itu terus bergema di benak Rahul. Situasi yang ada begitu menekannya hingga ia tidak bisa berpikir jernih. Ia bahkan tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Ia menatap wajah ayahnya yang sedang tertawa, lalu terjebak dalam dilema. Ia tidak tahu apa yang harus dipercayai atau kepada siapa ia harus menaruh kepercayaan. Perkataan Agus, ucapan ayahnya, serta segala hal yang ia ketahui tentang ayahnya sendiri saling berbenturan di dalam kepalanya. Beban itu terasa begitu berat hingga kepalanya pun berdenyut nyeri.Namun, di tengah semua itu, ia tetap tidak bisa memercayai—dan tidak sudi berpikir—bahwa ayahnya akan memaksanya atau menyuruhnya untuk membunuh seseorang. Ayahnya tidak mungkin melakukan itu; Rahul yakin sekali akan hal tersebut.Ia mendongak kembali dan berkata dengan tegas, "Kau bukan ayahku."Tepat setelah ia melontarkan pernyataan tegas itu, gelak tawa yang nyaring menggema di seluruh ruangan. Tawa it

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Bunuh Dia

    Saat Rahul sedang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi—mengapa ia melihat orang-orang menghilang dan muncul kembali di depan matanya—ia merasakan seseorang menepuk bahunya. Terkejut, Rahul menoleh dan mendapati Agus, yang sebelumnya menghilang di hadapannya, kini entah bagaimana berdiri tepat di belakangnya."Ada apa? Kau terkejut?" tanya Agus dengan senyum licik. "Kau tidak akan bisa mengalahkanku di sini, Rahul! Hahahaha...."Rahul tidak menjawab. Ia mengamati Agus dengan saksama, mencoba memahami sesuatu. Ia berusaha menangkap Agus lagi, tetapi tangannya justru menembus tubuh pria itu, seolah-olah ia adalah sesosok hantu.HANTU!Mata Rahul melebar karena ketakutan; ia pun segera melangkah mundur. Meski enggan mengakuinya, ia merasa cukup takut. Dengan hati-hati, ia melirik Agus, berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi. Begitu banyak pertanyaan berkecamuk di kepalanya, namun ia bahkan tidak berani mencari jawabannya."Aww... apa kau takut?" tanya Agus dengan senyum yang

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Agus Harus Mati

    Kegelapan.Hanya itu yang dilihat Rahul saat ia mengamati seluruh area di sekitarnya. Ia tidak tahu di mana ia berada, pun tidak tahu bagaimana ia bisa sampai di sana. Namun, saat terus memperhatikan sekeliling, ia menyadari bahwa tempat itu terasa sangat familier.Lampu gantung, aula, kursi-kursi, perabotan, lukisan, dinding... dan sebagainya; semuanya seolah memanggilnya. Ia mengenali tempat ini, tetapi tidak bisa memastikan di mana tepatnya ia berada. Rahul mulai berkeliling, menjelajahi tempat itu. Ia berusaha mengamati keadaan sekitar, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.Saat ia berpindah dari satu titik ke titik lain, lampu-lampu di area tersebut menyala satu per satu. Rahul terkejut. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari tahu apakah ada orang lain bersamanya di sana. Namun, karena tidak melihat siapa pun, ia pun mengernyitkan dahi.Saat terus mengamati sekeliling, pandangannya tertuju pada sebuah lukisan besar kedua orang tuanya. Rahul terdiam saat melihat lukisan

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kata - kata Menghantui

    Ayahmulah yang menculik Joya.Saat itu, Joya baru berusia beberapa jam ketika ayahmu memisahkannya dari keluarganya.Kau tidak tahu wajah asli ayahmu.Karena ayahmulah, Joya harus menanggung begitu banyak penderitaan.Ayahmu adalah pria yang jahat!Sepertinya ayahmu tidak terlalu jujur ​​padamu...Joya akan membencimu!Joya akan mencemoohmu!Hahaha... Rahul, aku kasihan padamu... aku kasihan padamu... Hahaha..."TIDAK!" teriak Rahul.Ia menutup kedua telinganya dengan tangan, berusaha menghalau semua kebohongan, tawa ejekan, dan nada kasihan dalam suara Agus. Ia ingin menepis setiap kata yang terus bergema di telinganya, tetapi ia tidak bisa. Kata-kata itu melekat kuat seperti magnet di telinganya. Kata-kata itu terus bergema di dalam benaknya, menyiksa dirinya."Itu bohong..." gumamnya seraya jatuh berlutut. "Itu bohong, bohong, bohong... pasti begitu..." bisiknya.Air mata mulai mengalir dari mata Rahul. Seluruh tubuhnya gemetar karena keputusasaan, kesedihan, keterkejutan, dan keti

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Diprovokasi

    Agus tertawa, "Ck... ck... ck... Rahul, lihat dirimu. Baru sedikit kebenaran tentang ayahmu terungkap, kau sudah jadi seperti ini. Hehe, aku penasaran, apa yang akan kau lakukan saat mengetahui wajah asli ayahmu yang sebenarnya?""DIAM! KAU PEMBOHONG SIALAN! DIAM, SEBELUM AKU MEMBUNUHMU..." raung Rahul.Tidak ada rasa takut sedikit pun di wajah Agus; ia sama sekali tidak gentar dengan ancaman tersebut. Ia justru menikmati setiap detik penderitaan, rasa sakit, dan kesengsaraan Rahul. Ia senang melihat kepercayaan yang selama ini diberikan Rahul kepada ayahnya hancur berkeping-keping.Itulah sebabnya, meski Kepala Pelayan Qin telah membujuknya untuk pergi, ia tetap bertahan. Bagaimana mungkin ia melewatkan pemandangan Rahul yang seperti ini? Seseorang yang hancur, lemah, remuk, dan kehilangan jati dirinya!"Aww... kasihan sekali. Sepertinya ayahmu tidak terlalu jujur ​​padamu, ya," ejek Agus dengan tawa sinis.Meskipun sekujur tubuhnya terasa sakit luar biasa, Agus tidak menunjukkannya

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Jelaskan!

    "Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" tanya Rahul dengan tenang.Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh perkataan Agus, karena ia menganggap ini hanyalah cara lain bagi Agus untuk tetap bertahan hidup. Ia tahu bahwa Agus sedang mencoba mengarang cerita atau kebohongan baru, namun ia tidak keberatan. Ia punya waktu dan suasana hati yang tepat untuk mendengarkan cerita Agus."Aku tahu kau mungkin tidak percaya dengan apa yang kukatakan, tapi aku tidak peduli," ujar Agus seraya mengangkat bahu. "Karena percaya atau tidak, kebenaran tidak akan pernah berubah. Kau dan ayahmu adalah penjahat terbesar dalam hidup Joya. Dan suatu hari nanti, saat dia mengetahui hal ini, dia pasti akan membencimu, Rahul.""Dia akan sangat membencimu," Agus tertawa terbahak-bahak."Jelaskan!""Apa kau tidak pernah bertanya-tanya apakah Joya memiliki orang tua atau tidak?" tanya Agus."Hmph!" Rahul mencibir, "Dia itu yatim piatu," tegasnya dengan penuh keyakinan."Benarkah?" tanya Agus sambil mengangkat alisny

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Saya Mohon Padamu

    Ketakutan melonjak di seluruh tubuhnya tetapi dia tidak menyerah. Tiba-tiba dia memikirkan sesuatu dan dia mendongak, "Ray ... Ray membutuhkanku. Aku bisa membantunya dalam bisnis. Roulan tolong biarkan aku hidup. Saya berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun apa pun. Saya ingin hidup Windy ... "

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Ini adalah Kebenarannya

    Joya tidak marah sambil terus tersenyum, "Aku tidak berbohong padamu. Pemeran utama wanita 'Enchanted' adalah aku. Windy adalah adik perempuanku dan aku berperan sebagai penggantinya di film itu..." Mata Yang Mi membelalak tak percaya. Apa? Apa yang wanita ini bicarakan? Kakak perempuan Windy? Jo

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Bertemu Yang Mi

    Di kantor Leonard... Leonard linglung sambil memegang teleponnya. "Kakak Leo dia menyangkal, kan?" Windy bertanya "Hah ..." Leonard memandangnya, "Windy, apakah menurutmu dia mencurigai kita?" Windy mencibir, "Dia tidak secerdas itu. Dia memercayai kami seperti orang bodoh. Kenapa kamu bertany

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kalian akan membayar semuanya

    Joya mengedipkan matanya ketika dia menyadari bahwa dia berada di apartemennya sendiri. Melempar selimut dia bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju cermin. Dengan teliti memeriksa seluruh tubuhnya, dia mencari bekas luka atau luka bakar. Melihat cermin, dia bingung. Tidak ada bekas luka ba

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status