首頁 / Romansa / Resep Cinta Miri / Bab 12. Kekasih Arman Datang

分享

Bab 12. Kekasih Arman Datang

作者: Mozze Satrio
last update publish date: 2026-06-19 20:05:44

“Kamu kenapa, Man?” tanya wanita cantik itu, mendekati Arman.

“Nggak papa,” balas Arman dalam tawa kering sambil mengelus tulang kering yang ditendang Miri.

Ia membantu Arman bersandar pada pagar, tampak khawatir.

‘Ini adalah kesempatanku untuk kabur’, pikir Miri dalam hati.

<

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Resep Cinta Miri   Bab 24. Jihan Menjemput Miri Pulang

    “Mir, aku udah sampai–langsung ke atas aja? Oke. Mal, aku ke atas dulu, ya,” ucap Jihan, memutuskan kontak dengan Miri di telepon.“Oke. Aku tunggu di basement aja, ya,” balas Kemal.Jihan turut menyeret Kemal yang menjadi supir untuk menjemput Miri malam ini. Awalnya pria itu menolak, tapi Jihan bilang Miri menangis di telepon. Mereka tak bisa tinggal diam.Tiga puluh menit telah berlalu sejak telepon terakhir Miri. Jujur, mendengar suara sendu Miri di tengah malam cukup mengkhawatirkan. Ia mengira Baskara melakukan hal buruk pada Miri.“Kamu nggak papa, kan, Mir?” tanya Jihan.“Tolong temani aku pulang,” balas Miri.Bagaimana

  • Resep Cinta Miri   Bab 23. Malam yang Panas

    “Peluk aku, Bas,” pinta Miri.Belum juga mereka melangkah jauh ke dalam apartemen Baskara, Miri telah menuntut perhatian lebih. Bukan karena ia haus kehangatan, tapi Miri ingin mendistraksi pikirannya dari ide-ide liar yang tak mau pergi. Keduanya berpelukan di ruang tamu, dalam gelap yang menyembunyikan mereka dari dunia.Dalam pelukan Baskara, ingatannya tentang anting pink muda yang ia temukan di lantai mobil memudar. Lengan Miri memeluk pinggang Baskara lebih erat. Kecupan singkat perlahan meningkat jadi gairah.“Jangan di sini, Miri,” bisik Baskara dengan telinga memerah.“Aku nggak mau pulang hari ini,” sahut Miri.Suara-suara dunia pun teredam. Di antara desahan napas dari bibir yang

  • Resep Cinta Miri   Bab 22. Pertaruhan Miri

    Selepas menonton film, Miri dapat merasakan mood Baskara mulai membaik. Selama menonton, ia banyak tertawa dan menikmati adegan-adegan komedi. Keduanya juga berbagi popcorn besar yang Arman berikan.Sekedar kompensasi karena tak sengaja menabrak Miri dan menjatuhkan popcorn yang dibeli. Saat makan malam pun, Baskara tak berhenti membicarakan film itu.“Setelah ini mau ke mana lagi, Sayang? Kamu bilang mau coba mampir ke toko kue yang lagi viral itu, kan?” ajak Baskara.“Beneran nih? Asyik!” seru Miri riang, mengeratkan genggaman tangannya yang menggandeng Baskara.Setelah kenyang, Miri dan Baskara beriringan menuju area parkir. Saat hendak membuka pintu, ponsel Baskara berdering. Ia membuang napas panjang saat melihat layar.

  • Resep Cinta Miri   Bab 21. Kencan di Bioskop

    “Buat nonton nanti, aku yang beliin popcorn dan minumnya, ya, Sayang. Kan kamu udah beliin tiketnya,” kata Miri, memecah keheningan.Baskara tak menjawab. Ia sibuk menatap lurus ke depan. Kedua tangannya menggenggam kemudi erat. Miri melirik, menangkap rahang Baskara yang mengencang.Semenjak meninggalkan rumah Nenek Aisha, keduanya diam seribu bahasa. Tanpa perlu saling melempar kata, keduanya memikirkan hal yang sama.“Pokoknya kalian menikah sebelum Miri berusia 30 tahun. Masalah uang, tidak usah kalian pikirkan,” pesan Nenek Aisha saat mengantar Miri dan Baskara ke mobil.“Nek … nanti aku kirim kabar setelah kami sepakat, ya,” dalih Miri.Dalam hatinya, ia tahu tengah berbohong.

  • Resep Cinta Miri   Bab 20. Ultimatum Nenek Aisha

    “Cucuku sayang!” seru Nenek Aisha.“Nenek! Seperti janjiku, aku bawain torta!” Miri melagu, merentangkan tangannya sambil berjalan ke arah sang nenek.Baskara hanya tersenyum simpul, gemas melihat kedekatan dua perempuan lintas generasi itu.Miri memeluk neneknya erat, merasakan tubuhnya yang kian ramping nan ringkih. Ia mengangkat kotak kuenya lebih tinggi, memamerkan hasil karyanya memanggang pagi-pagi.“Kali ini aku bawa yang coklat. Bulan kemarin kita udah makan yang lemon, kan?” sambung Miri.“Nenek nggak sabar buat nyobain. Tapi, sepertinya kamu nggak cuma bawa kue hari ini, Mir?” goda Nenek Aisha, melirik ke balik punggung cucunya.

  • Resep Cinta Miri   Bab 19. Weekend dengan Nenek Aisha

    “Apa kamu memakai setelan jas yang aku sarankan?” suara misterius itu menggelitik telinga Baskara.“Yang warna khaki, kan? Apa menurutmu ini nggak terlalu santai?” balas Baskara.Pria itu mendongak, mengamati pantulan dirinya pada kaca spion di atas dashboard. Ia menyapukan tangan pada rambutnya yang berlapis pomade. Baskara tampak rapi untuk acara di akhir pekan.Ia sedang bersiap di dalam mobil, tiba lebih awal dari waktu janjian dengan Miri. Hari ini, mereka akan mampir ke rumah Nenek Aisha. Sambil menunggu, Baskara bicara dengan Namira di telepon.“Kalau yang warna biru, kamu seperti mau meeting. Kalau warna hitam, seperti berkabung. Warna terang juga bikin kamu terlihat lebih tinggi,” Namira beralasan.

  • Resep Cinta Miri   Bab 8. Chef Kemal Beraksi

    “Kalau dia bilang kamu nomor satu, berarti ada nomor dua,” ucap Kemal ketika Miri menunjukkan pesan terakhir yang ditinggalkan Baskara semalam.“Kok kamu ngomong gitu, sih?!” Miri geram.Ia memperlihatkan barisan pesan berantai yang Baskara tinggalkan kemarin. Selepas kata-kata yang menyakitkan, ada

  • Resep Cinta Miri   Bab 6. Berita Baru Bu Sara

    “Makasih makan siangnya, ya, Kemal. Lain kali masak lagi buat Tante, oke?” ucap Bu Sara ketika mengantar Jihan dan Kemal ke pintu.Selepas menikmati hidangan buatan Kemal, Bu Sara sempat bergabung dengan Miri dan teman-temannya. Mereka saling melempar canda di meja makan, berbagi berita terbaru ten

  • Resep Cinta Miri   Bab 5. Ibu Sara Baru Pulang

    “Selamat siang. Wah, kalian udah makan duluan, ya?” sapa sang wanita anggun yang muncul dari pintu depan.“Selamat siang, Tante,” balas Jihan dan Kemal bersamaan.Sara, seorang wanita paruh baya berparas cantik dengan potongan rambut sebahu. Tutur katanya lembut, berbagi pesona yang serupa dengan M

  • Resep Cinta Miri   Bab 4. Makan Siang Keluarga

    “Kamu tahu nggak kalau arrabbiata artinya ‘marah’?” Kemal membeberkan fakta, sambil mengaduk saus kental di dalam panci.Aroma pedas yang membubung bersama uap tipis menggelitik hidung Miri. Matanya terasa panas. Kemal tak mengizinkan Miri meninggalkannya barang sedetik agar ia merekam setiap langk

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status