Compartilhar

BAB 39

Autor: Petra Vie
last update Data de publicação: 2025-12-28 22:18:38

Otakku masih mencoba memberikan perintah untuk tubuhku lebih tenang dan menerima suasana ini. Wajah mereka seperti menungguku memberikan respon setelah Wardi memberikan ikan bakar yang sudah matang kepadaku. Dengan ragu-ragu aku mencoba memakannya.

Raden Airlangga mengamatiku dengan seksama, “Enak,” ucapku dan terdengar helaan napas lega dari mereka.

“Syukurlah kalo kamu suka,” ucap Wardi yang langsung mengambil bagiannya. “Kamu tahu kami tadi berebut ikan untukmu,” kata Barga setelah minum air
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Romansa Rapshodi   BAB 60

    Mataku mengerjap beberapa kali kurasakan hawa sekitarku menjadi lebih dingin dari sebelumnya, tanganku berusaha menghangatkan lenganku, bulan purnama terlihat jelas di mataku seperti memberikan peringatan bahwa hari masih gelap. Aku juga baru menyadari diriku pingsan sebentar, tangan kiriku terangkat ke atas sampai satu kunang-kungan hinggap di telunjukku. Pendengaranku menangkap sesuatu yang tidak jauh dari tempat diriku berbaring."Kita harus mendapatkannya," ucap seseorang.Sial mereka belum juga pergi, batinku. Dengan susah payah aku merangkak mencoba menjauh berharap mereka tidak akan menemukan keberadaanku. Aku mencoba berdiri dan berjalan sambil memegang lenganku yang terkena panah, rasanya sangat sulit berjalan di keadaan seperti ini apalagi cahaya bulan sedikit tertutup awan. Telingaku sayup-sayup masih mendengar prajurit keraton kebingungan mencariku."Harusnya dia mati, mungkin saja terjatuh ke sungai," keluh orang mengendarai kuda putih. "Kita tetap harus me

  • Romansa Rapshodi   BAB 59

    Kakiku melangkah mundur mencoba dan berlari secepatnya meninggalkan orang-orang keraton yang bisa mengejarku atau lebih tepatnya menangkapku untuk diseret ke keraton. Suara teriakan di gelapnya malam memacu adrenalinku untuk segera menghindari mereka. Sesekali aku menengok ke arah belakang di mana dua di antara mereka menunggang kuda, membuatku memaksakan diri agar cepat berlari. Sialnya, jubah yang ku kenakan basah membuat pergerakanku tidak terlalu lincah."Berhenti! ku perintahkan berhenti sekarang!" ucap salah satu di antara mereka yang tidak menunggang kuda."Beraninya menguping pembicaraan kami!" teriak salah satunya, "Kita harus menangkapnya apapun yang terjadi," timpal temannya yang setia mengejarku."Sialan, kenapa jadi seperti ini?" keluhku sendiri dan aku menyesal keluar sekarang. "Semuanya jangan sampai kehilangan orang itu!" Derap langkah suara kuda seperti ada tepat persis di belakangku, di gelapnya malam dengan cahaya bulan remang-remang dan suara hewan yan

  • Romansa Rapshodi   BAB 58

    Sudah beberapa hari ini aku menunggu kabar dari Atma yang entah kemana bocah itu pergi dan tidak kunjung kembali, sedangkan Raden Kaningrat juga dua hari ini tidak terlihat. Perasaanku benar-benar tidak bisa tenang, sejak malam kemarin aku gelisah memikirkan mereka. Bayang-bayang buruk menghinggapi pikiranku, tapi ku enyahkan dan berdoa agar tidak terjadi hal-hal buruk menimpa mereka."Mbak, kenapa?" tanya Damar yang melihatku bolak balik di area dapur saat malam. "Aku hanya haus saja," jawabku bohong, dia terlihat masih mengantuk dan mengucek matanya berulang kali."Ah, begitu. Cepatlah istirahat, Mbak hari masih malam," ujarnya yang kembali ke kamarnya meninggalkan diriku sendiri.Aku menggenggam tanganku sendiri erat-erat, "Tidak bisa, sepertinya terjadi sesuatu di sana," gumamku sendiri dan menatap sekelilingku yang sepi ditemani suara jangkrik di luar. Ku lihat Denastri yang tertidur dengan pulas saat diriku mengambil tas dan jubah. Ku yakinkan diriku semuanya akan

  • Romansa Rapshodi   BAB 57

    Aku menikmati waktuku selama bersama Raden Kaningrat, tanganku tergerak untuk mengelus wajahnya yang mana kepalanya ditidurkan di pangkuanku. Semilir angin menerpa wajah kami, tapi tiba-tiba aku teringat Atma. Laki-laki itu belum kembali sampai sekarang, Raden Kaningrat seperti bisa membaca isi pikiranku.“Aku sudah bertemu dengan Atma beberapa waktu lalu dia baik-baik saja, Danastri.” Mata Atma mengecek sekelilingnya yang sepertinya desa itu baik-baik saja tidak ada penjaga keraton seperti terakhir kali dia lihat. Langkahnya dengan mantap bergerak maju untuk pergi ke rumah, pikirannya hanya ingin sampai di rumah memakan masakan ibunya dan tentu saja jika sempat dia akan pergi menemui gadisnya.“Aa-“ Tubuh Atma diseret dan diperintahkan untuk tidak mengeluarkan suara sekecil apapun. Di balik rumah milik seseorang, Atma diminta untuk mengikuti seseorang.“Masuk... cepat masuk,” pinta orang itu dan Atma menurut memasuki rumah seseorang yang terlihat sangat megah dan dia tahu

  • Romansa Rapshodi   BAB 56

    Pagi-pagi buta aku mengantarkan Atma ditemani oleh Damar setelah dia dipaksa untuk bangun oleh Atma, cukup berat langkahku untuk melepaskan Atma kembali ke rumah bukan karena aku tidak nyaman di sini, hanya saja aku takut jika terjadi hal-hal buruk di sana karena kami sama sekali tidak tahu kondisi di sana seperti apa. Aku ingin sekali pergi bersamanya, untuk pertama kalinya Atma tidak ada di sisiku. Aku sempat membujuk Atma berulang kali agar aku bisa ikut, tapi laki-laki itu jelas melarangku untuk pergi.“Nah, sudah sampai. Aku harus pergi sekarang,” ucap Atma yang berdiri di pinggir sungai yang kering. Dari raut wajahnya bisa ku lihat dia sangat senang untuk kembali ke rumah.“Tolong jaga adikku, Damar. Pastikan dia aman dan baik-baik saja,” lanjutnya sambil menepuk pelan laki-laki yang ada di sebelahku. “Hahaha, tentu saja dia itu keluargaku tidak mungkin aku membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya. Tenang saja, Mbak Danastri.”Aku mengangguk tapi dengan wajah lesu menatap

  • Romansa Rapshodi   BAB 55

    Selama aku di sini mereka menceritakan tentang kehidupan bapak yang membuatku kagum padanya, bapak terlahir dari kaum priyayi yang menjunjung tinggi rasa tolong menolong pada orang lain. Bahkan bapak dari umur belasan tahun sudah belajar meracik obat-obatan dan mencoba untuk merantau. Saat bapak tidak ada keluarga ini baru mengetahui kabarnya satu bulan kemudian, dan mereka membujuk ibu untuk ikut tinggal bersama, tetapi ibuku memilih untuk tetap tinggal di desanya. Terkadang aku bahagia bisa di sini menikmati waktu bersama keluargaku sepanjang waktu, tetapi tetap saja ada pikiran yang mengganjal di otakku tentang kehidupan orang-orang di desaku. Jujur saja aku juga merindukan Raden Kaningrat bagaimana keadaan mereka sekarang di sana apakah baik-baik saja.“Mbak, apa yang menganggu pikiranmu itu?” tanya Damar setelah aku ikut membantunya berkeliling mengobati orang-orang.“Ah, tidak ada. Hanya sedikit lelah saja,” jawabku singkat. Jika dilihat disandingkan wajahku, Damar,

  • Romansa Rapshodi   BAB 42

    Aku menatap Atma yang gelisah dan gerogi saat ini. Tadi saat dia menggandengku ternyata dia emosi dan tanpa sadar mengajakku kemari. Kami saat ini duduk di kursi rumah Manik. Aku masih ingat jelas tadi saat Manik membuka pintu terkejut melihat diriku dan Atma. Ku pikir Atma datang kemari ada perlu

  • Romansa Rapshodi   BAB 41

    Atma menggandengku pulang ke rumahnya. Dia mengamatiku beberapa kali seperti mencoba menyakinkan dirinya bahkan aku baik-baik saja. Sesampainya di rumah bapak dan ibu menyambut kami dan menanyakan dari mana kami baru saja pulang karena hampir malam.“Danastri, kamu baik-baik saja?” tanya Atma sele

  • Romansa Rapshodi   BAB 40

    Kini kami bermain di sungai seperti anak kecil menemukan kebahagiaan yang sudah lama sekali hilang, kami saling menciprati air ke teman-teman. Suara tawa kami terdengar nyaring, sejenak aku melupakan beberapa waktu lalu kami bermasalah, bertengkar, saling mengabaikan satu sama lain. Namun, hari ini

  • Romansa Rapshodi   BAB 38

    “Pakdhe...apa pakdhe pernah mengeluh tentang ini semua? Raden Sembada secara tidak langsung memaksa untuk menjagaku,” ucapku menyender ke tiang rumahnya.“Sepertinya tidak, mau bagaimanapun keluargamu baik, Danastri. Dan aku sangat bersyukur Dharma mau menjagamu secara langsung mengizinkanmu untuk

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status