Share

Bab 77 Masalah

Author: Namorae
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-05 14:29:28

Setelah kejadian di kamar mandi, Althea memilih untuk menjaga jarak dengan bosnya itu beberapa hari. Ia sudah benar benar muak jika terus di ganggu oleh tunangan bosnya itu.

Hingga saat ini, wanita bernama Almira itu masih saja menyusahkannya. Padahal ia sudah menjaga jarak dengan bosnya itu.

"Sudah aku katakan! Seharusnya desain pakaian ini dirubah!" omelnya kepada Althea.

Althea yang sedang berdiri di hadapan Almira hanya bisa menarik napas panjang. Sejak pagi, wanita itu terus mempermasalah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 84 Kota Bintang

    "Kakek cukup terkesan dengan ide yang kamu ajukan."Naren mengangkat wajahnya."Pengembangan marketplace yang kamu rancang bukan hanya memberikan peluang untuk memperluas jangkauan bisnis perusahaan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru. Dari laporan awal, jumlah mitra yang tertarik bergabung terus meningkat. Bahkan, beberapa unit bisnis kita sudah mulai merasakan dampak positifnya."Sang kakek membuka lembar laporan lainnya."Tim evaluasi juga sudah melakukan perhitungan terhadap potensi keuntungan proyek tersebut. Hasilnya cukup menjanjikan, terutama jika pengembangannya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar."Naren tetap diam, mendengarkan penjelasan itu tanpa menunjukkan ekspresi berlebihan.Daniel mulai terlihat gelisah. "Kek, bukankah proyek marketplace itu juga masih membutuhkan banyak biaya? Bagaimana jika nantinya justru mengalami kerugian?""Setiap bisnis memiliki risiko, Daniel. Namun, yang membedakan adalah bagaimana seseorang memperhitungk

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 83 Penentuan

    Naren memperlambat langkahnya saat ia melewati ruangan di mana Althea berada. Dari kaca jendela, ia bisa melihat wanitq itu tengah bekerja dan sesekali berbincang dengan teman kerjanya.Hubungan mereka memang sudah mulai berjarak beberapa hari ini. Naren menghela napas sejenak sambil menatap wanita itu.Di sisi lain, Althea akhirnya bisa kembali tenang. Wanita bernama Almira itu tidak menganggunya lagi bahkan rumor yang menjelekannya mulai menghilang."Althea, bagaimana apakah kamu sudah setuju mengerjakan proyek mengenai analisis pasar di salah satu cabang perusahaan?" tanya Ciko.Althea segera mendongakkan kepalanya, ia menatap pria berkacamata dengan hidung yang begitu mancung yang sering mmebuatnya salah fokus."Ah, pak Ciko. Saya setuju untuk mengerjakan proyek itu bersama bapak," ujar Althea sambil tersenyum.Ciko tersenyum melihat antusiasme Althea. Ia kemudian meletakkan beberapa lembar dokumen di atas meja wanita itu."Dua hari lagi, saya akan mengajakmu mengunjungi salah sat

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 82 Menempati Hati

    Naren menatap Althea dengan rahang mengeras."Kamu tidak perlu banyak bertanya. Kalau saya bilang ada pekerjaan, berarti memang ada pekerjaan!"Althea menghela napas panjang. Ia mengusap pergelangan tangannya yang sedikit memerah akibat genggaman Naren."Kalau memang ada pekerjaan, Bapak bisa mengatakannya baik-baik. Saya bukan anak kecil yang harus ditarik seperti itu."Naren terdiam sesaat. Pandangannya turun ke pergelangan tangan Althea sebelum kembali menatap wajah wanita itu."Saya hanya tidak suka melihat kamu terlalu santai saat jam kerja. Kamu ini saya bayar untuk bekerja!"Althea mengernyitkan dahi. "Terlalu santai? Bukankah sekarang masih jam istirahat? Lagi pula, saya sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang Bapak berikan. Kenapa sepertinya saya telah membuat kesalahan besar?""Bukan itu maksud saya.""Lalu apa?" Althea balik bertanya.Naren terdiam. Ia sendiri tidak tahu bagaimana harus menjelaskan perasaan kesalnya ketika melihat Althea tertawa bersama Ciko. Apalagi ketik

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 81 Ciko

    Althea tertawa kecil. "Sedikit, Pak. Tapi sekarang semua dokumen peluncuran sudah selesai. Jadi, sepertinya saya bisa bernapas lega."Ciko mengangguk sambil tersenyum. "Saya sudah melihat hasil analisismu. Cukup bagus, bahkan beberapa data yang kamu kumpulkan sangat membantu divisi kami. Padahal kaamu baru saja pindah di perusahaan ini."Althea tampak sedikit terkejut. "Benarkah, Pak? Saya kira masih banyak kekurangan.""Tentu saja masih ada yang perlu diperbaiki. Tapi untuk seseorang yang harus mengumpulkan laporan dari berbagai divisi, hasil kerjamu sudah sangat baik.""Terima kasih, Pak. Saya akan berusaha lebih baik lagi."Ciko tertawa pelan. "Kamu tidak perlu terlalu tegang. Anggap saja saya teman kamu, lagi pula selama beberapa bulan kamu disini kamu masih belum mendapatkan teman. Bagaimana jika saya menjadi teman pertamamu di divisi ini?"Althea sempat terdiam mendengar ucapan Ciko. Ia kemudian tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya."Tentu saja, Pak. Saya justru senang

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 80 Perhatian

    Althea segera kembali dengan dokumen yang baru saja ia selesaikan, setidaknya selama beberapa hari ini ia kerja lembur bagai kuda dokumen dokumennya sudah selesai.Althea segera melangkah masuk ke dalam ruangan itu, ia melongokkan kepalanya sedikit untuk menatap apakah ada ornag lain di sana, untung saja wanita yang sering membuatnya kesal tidak ada disana."Pak, saya sudah menyelesaikan semua dokumen ini. Bapak bisa membuat peluncuran market place dan beberapa model pakaian kekinian dari perusahaan kita."Naren yang sedang memeriksa beberapa berkas langsung mengangkat wajahnya. Ia kemudian menerima dokumen yang disodorkan Althea dan mulai membolak-balik setiap halamannya."Sudah selesai semuanya?"Althea mengangguk. "Iya, Pak. Saya juga sudah memeriksa kembali beberapa desain dan daftar produk yang akan diluncurkan. Kalau tidak ada perubahan lagi, bagian pemasaran bisa segera mempersiapkan peluncurannya."Naren memperhatikan dokumen tersebut dengan saksama. Ia cukup puas melihat peke

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 79 Cari

    Pria tua itu langsung mengerutkan dahinya. Ia tampak tidak menyangka Naren akan kembali membantah keputusannya di hadapan orang lain."Setuju? Kapan Kakek menyetujui hal seperti itu? Kakek hanya memberimu waktu untuk berpikir, bukan membatalkan perjodohan ini! Lagi pula Almira sudah setuju dengan pernikahan ini."Naren mengembuskan napas kasar. Ia sudah terlalu sering membicarakan masalah yang sama dengan kakeknya, tetapi pria tua itu selalu saja mengulang keputusan yang sudah dibuatnya."Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa saya tidak akan menikahi Almira. Bukankah kakek sudah menyetujui permintaan ini, bahkan kakek sudah membagi perusahaan ini.Jika kakek tetap memaksaku bukankah sama saja kakek mengingkari janji?""Jaga bicaramu, Naren!" bentak pria tua itu.Althea yang masih berdiri di dekat pintu hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia sama sekali tidak ingin terlibat dalam pertengkaran keluarga tersebut. Namun, ia juga merasa tidak nyaman karena namanya terus dibawa-bawa.Pria tua

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status