MasukAliyev tidak konyol tentu saja. Dia baik sama orang yang jahat padanya bukanlah kekonyolan sebab dia diajarkan untuk berbuat baik pada siapa pun, termasuk kepada orang yang kerap merendahkannya.
Tidak mungkin lupa atas segala keburukan yang dia terima oleh Keluarga Tasumov, hanya saja ini tentang perubahan dan perbaikan, jadi dia berhak untuk meyakinkan pada mereka bahwa dirinya pantas mengubah nasib keluarga ini.Mengejutkan, Zaur mengambil pakaian mewah dan jam tangan pembRaidov sudah mendominasi dua ronde sebelumnya, artinya dia cuma butuh lima menit lagi mempertahankan dominasi lalu bisa keluar sebagai pemenang, dan tidak terlalu banyak memikirkan strategi yang tidak begitu penting.Namun, itu semua hanya berada di dalam kepala Raidov sebab selama dua ronde sebelumnya Aliyev memang sengaja membuat Raidov tampil ganas. Pada awalnya dia bermain rapat dan selalu menjaga posisi, kemudian sengaja berada pada out of position guna mengetahui seberapa kencang serangan yang akan diterima.Dan setelah paham seperti apa permainan lawannya, maka di ronde terakhir ini dia tahu apa yang mesti dilakukan, yakni segera menuntaskan laga melalui cara yang biasanya Raidov kalah. Aliyev sudah mengkalkulasikan kapan dia mesti bertahan dan kapan mesti menyerang.“Rupanya kemampuan mu hanya segitu saja ya?!” cetus Raidov sambil meninju kedua tangannya dan siap bertempur kembali. “Pecundang!” ejeknya sombong.Ketika ronde tiga telah dimulai Raidov pun berjalan cepat dengan k
Aliyev gesit, cepat menutupi wajahnya dengan punggung tangannya. Serangan barusan memang kuat tapi pertahanan Aliyev lebih tangguh.Raidov langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan balasan cepat dari Aliyev. Dia tidak menyangka kalau serangan kilat barusan dapat ditangkis secara sempurna oleh Aliyev. Dan dia pun tidak tahu kapan lagi dapat momentum bagus seperti tadi di tiga menit selanjutnya.Ketika mereka berdua sudah berada di posisi dadan kuda-kuda awal, mereka pun kembali siap dengan taktik dan serangan selanjutnya.Aliyev memberikan serangan kejut yang lumayan keras lewat tinjuan dan sepakan meskipun semuanya dapat diatasi dengan baik oleh Raidov.Setelah menyerang, Aliyev segera langsung bergeser ke kanan dengan tujuan lawannya kehilangan jalur serangan lurus, dengan kata lain Aliyev tidak mau terlalu lama berdiri sejajar dengan lawannya untuk menghalangi serangan balasan mendadak.Raidov mengganas memasuki menit tiga karena dia ingin segera menyelesaikan laga
Minggu malam di Arena MMA Holystan. Ribuan penonton memadati kursi penonton dan siap menyaksikan para jagoan mereka bertarung. Dua laga dilakoni cukup seru dari berbagai kelas lalu tibalah kini masuk pertarungan kelas berat.Bagi sebagian besar orang laga ini tampak kurang menarik karena menyajikan petarung di peringkat dua belas melawan seorang petarung debutan. Meski demikian, Tom menjanjikan pada para penonton bahwa laga ini tak kalah seru jika dibandingkan dengan perebutan sabuk juara. Alasannya adalah Aliyev sang pendatang baru. Tom memberi tahu bahwa HolyMMA telah menemukan petarung baru yang siap merebut sabuk juara nantinya. Publik pun bertanya-tanya tentang siapakah sebenarnya Aliyev dan mengapa Tom begitu menjagokan nya. Semua penonton pun berdiri saat Aliyev keluar dari lorong menuju oktagon, menyaksikannya dengan penuh antusias. Sebelumnya mereka melihat Aliyev di TV dan media sosial, kini mereka melihatnya secara langsung. Para penonton berkomentar : “Badannya lebih b
Aliyev melanjutkan, “Aku akan mengalahkannya di ronde tiga. Tidak ada alasan kenapa aku bisa kalah darinya. Jika aku kalah, maka aku sangat tidak layak berada di kompetisi ini.”Sang peringkat dua belas semakin kepanasan dan karena tidak mau terus-terusan dipermalukan akhirnya Raidov mengambil mic dan berkata, “Sebelum kau mengalahkanku di ronde tiga, aku yang akan menghabisi mu di ronde pertama. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak bisa menang melawan mu di ronde pertama. Ingat itu baik-baik.”Aliyev senyum dan menjawab dengan santai, “Dengarlah. Dia akan mengalahkanku pada ronde pertama. Jika itu benar-benar terjadi, dipastikan aku akan keluar dari kompetisi ini. Tom, catat omongannya.”Maka dengan penuh penghormatan Tom menjawab, “Baik. Kita semua menjadi saksi bahwa Aliyev menang di ronde tiga atau Raidov menang di ronde pertama.”Raidov tidak mau kalah mental, jadi makanya dia berdiri dan meneriaki para wartawan agar segera bertanya padanya.Namun sayangnya tidak ada satu pun ada
Ini adalah hari konferensi pers perdana Aliyev di HolyMMA.Sebagai pendatang baru, Aliyev dianggap kuda hitam medioker bukan hanya oleh media setempat, tapi juga oleh lawannya.Raidov mengambol mic lalu bicara walaupun belum ada wartawan yang melempar pertanyaan. Dia bicara dengan sangat sombong.“Peringkat dua belas Heavyweight melawan pendatang baru? Yang benar saja?! Hei Tom, ayolah! Apakah pertandingan ini bakal ada penontonnya nanti?”Tom yang menugaskan dirinya secara khusus dalam sesi wawancara ini cuma senyum saat menyaksikan betapa congkaknya Raidov. Tom saat ini berada di tengah-tengah antara Raidov dan Aliyev, menjadi penengah antara dua petarung dan wartawan yang ingin bertanya.Raidov mengangkat kakinya di atas meja lalu berkoar lagi. “Masih ada banyak lawan lemah yang pantas untuk pria asing ini, Tom. Bukankah kau punya petarung peringkat tiga puluhan untuk melawannya? Kenapa harus yang peringkat dua belas? Jujur bagiku ini terasa penghinaan bagiku!”Meskipun sampai saat
Omar benar-benar keterlaluan. Setelah kalah judi puluhan ribu dolar, dia pun pergi meninggalkan Holystan karena takut bakal dikejar-kejar oleh Aliyev.Dia melanggar perjanjian yang telah disepakati. Maka tidak ada lagi soal bisnis Gym yang beberapa hari lalu mereka bicarakan. Semua hanya omong kosong yang dibangun Omar.Mengetahui bahwa Omar cuma menipunya, Aliyev sempat melakukan pencarian namun tidak berhasil, Omar meninggalkan Holystan tanpa jejak apa pun. Aliyev tidak terlalu mempermasalahkan uang lima ratus ribu dolar yang dibawa kabur. Bukan itu. Tapi masalahnya adalah saat ini semua keluarga Tasumov benar-benar meninggalkannya.Kecuali mungkin istrinya, Leila. Itu pun masih berupa kemungkinan sebab Leila tampaknya serius untuk mengakhiri hubungan ini jika Zukhov telah menyampaikan ucapan lamaran nantinya.Aliyev duduk di balkon apartemen mewahnya, memperhatikan keindahan kota dari atas, melihat dunia dari cara pandang berbeda seperti layaknya lima tahun lalu.Saat itu dia tida
Aliyev tidak bodoh. Sepuluh juta dolar terlalu banyak untuk membangun sebuah Gym kecil-kecilan. Kecuali kalau membangun Gym berskala besar di tengah kota.“Terlalu besar,” katanya.Omar tertawa pahit. “Bilang saja kalau kau tidak punya uang sebanyak itu, Aliyev. Sudahlah kau jangan memberi harapan
Seperti apa yang diprediksi oleh Aliyev bahwa petarung sombong ini sulit menang bukan karena dia tidak jago tetapi karena kesombongannya. Banyak cerita di dunia ini yang sombong pada akhirnya kalah, binasa, dan hina.Jago saja tidak lah cukup. Karakter. Karakter juga perlu. Menanamkan sifat rendah
Omar menagih janji pada Aliyev sesuai dengan apa yang kemarin-kemarin pernah disampaikan bahwa Aliyev bakal mengeluarkan dana satu juta dolar untuk usaha Gym kecil-kecilan.Tepat di depan hotel tempat Aliyev tinggal Omar menagih janji itu. “Lelaki yang dipegang adalah omongannya. Jika kau bukan lel
Pukulan itu pas dan tidak meleset sedikit pun.Namun Boyxev menjerit kesakitan karena dia yang kena pukul.Tom masih mengepalkan tangan dan siap meninju Boyxev untuk ke dua kali, namun Aliyev langsung mencegahnya.“Tom, tahan diri mu. Tidak usah buat keributan lagi. Kau adalah bagian dari acara ini







