Accueil / Romansa / SEBELUM BERPISAH / 145. Memilih Pergi 2

Share

145. Memilih Pergi 2

last update Date de publication: 2025-01-16 15:17:22

"Aku senang mereka akhirnya bersatu," jawab Elvira dengan senyum tulus.

"Sini, biar Keenan mas pangku." Hendy mengambil Keenan yang tidur di pangkuan mamanya. "Kamu sudah makan siang?"

"Sudah. Terus nyusuin Keenan tadi." Elvira bersandar di tubuh Hendy, seraya mengusap pipi Keenan yang lembut dan halus.

Mereka menikmati momen kebersamaan itu. Meski terbesit tanya dalam hati. Kenapa suaminya tidak cerita bertemu Rizal. Apa Rizal tidak hadir? Tapi tidak mungkin kalau Rizal tidak datang ke sana?
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
PiMary
Bagus Nes,sekali2 membantah....krn ibumu juga manusia,yg cenderung lebih jeli sama kesalahan orang lain,padahal semua yg diomongkan adalah ttg dirinya sendiri....
goodnovel comment avatar
A. A Koe
Agnes yg tidak dianggap, nanti lah dia orang yg bisa mengangkat tangan mamanya.
goodnovel comment avatar
Yanyan
secantik dan sepintar apapun klo tak punya adab dan moral akan hina jadinya ..Agnes hanya 1 anak yg waras menurutku dia sadar diri klo dia jarang bertemu papah nya krna akhlak ibu kandungnya yg bikin malu ..nes kamu hrs jadi anak hebat walaupun TDK secantik dan sepintar Herlina biar KK malu sendiri
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • SEBELUM BERPISAH   194. Pernikahan 3

    Ingat bagaimana dulu mereka berjuang untuk sampai ke tahap sekarang. Tentang bagaimana mereka melawan konflik dalam batin, Hendy yang memperjuangkan pernikahan supaya bisa tetap bertahan, dan bagaimana Elvira berusaha melupakan kisah lama yang baginya sangat sempurna. Rizal yang masih sanggup mempertaruhkan keselamatannya demi Elvira. Sungguh kisah cinta yang rumit. Memang benar, kunci sebuah hubungan ada pada suami. Sekuat apapun Elvira berontak, jika Hendy berpendirian teguh, perceraian tidak akan pernah terjadi. "I love you," bisik Hendy menatap lembut sang istri. "I love you too," balas Elvira sambil tersenyum. Disaat mereka berpandangan mesra, Keenan dan Kirana tiba-tiba berebutan untuk memeluk. Kirana langsung naik ke pangkuan sang papa, sedangkan Keenan memeluk mamanya. ***L*** Angin siang bertiup pelan, menggerakkan tirai jendela rumah Herlina. Suasana di dalam rumah terasa tenang. Musik instrumental mengalun lembut dari ruang dalam. Herlina duduk di meja makan, men

  • SEBELUM BERPISAH   193. Pernikahan 2

    Bu Karlina tampak canggung. Ada rasa malu yang membelenggu perasaannya. Namun diam-diam, ia bisa mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Di depan mata sendiri, ia ditunjukkan betapa orang-orang yang ia sakiti hidup bahagia berkecukupan. Bahkan putrinya sendiri yang selama ini ia sia-siakan, mendapatkan pasangan yang sempurna.Pak Kuswoyo duduk di sofa seberang, memperhatikan mantan istrinya yang tampak canggung. Kemudian memandang ke arah Herlina. "Bagaimana acara pernikahannya Agnes? Semua berjalan lancar?" tanyanya, memecah keheningan."Alhamdulillah, lancar, Pa," jawab Herlina.Setelah beberapa jam berbincang, Herlina dan Bu Karlina berpamitan. "Kamu juga harus memikirkan tentang pernikahan, Her. Papa menunggumu untuk datang mengenalkan calon suami." Sambil melangkah ke depan, Pak Kuswoyo bicara pelan pada putrinya. Herlina mengangguk.Sopir keluarga mengantar mereka ke bandara. Dalam perjalanan, Bu Karlina terlihat lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Se

  • SEBELUM BERPISAH   192. Pernikahan 1

    SEBELUM BERPISAH- Ekstra PartJogjakarta ...."Mbak, jadi pulang ke Surabaya pagi ini?" tanya Agnes setelah masuk ke kamar yang ditempati mama dan kakaknya.Malam itu mereka menginap di rumah Pak Beny, papanya Aryo. Dan rumah itu yang selama ini ditinggali oleh Aryo. Karena Banyuaji sudah punya tempat tinggal sendiri. Nanti setelah usai acara pernikahan, papa dan mamanya Aryo kembali ke Jakarta.Mereka yang memegang kantor di Jakarta, juga sudah menetap di sana."Kami mau mampir dulu ke rumah Papa Kuswoyo, Nes." Sambil berkemas, Herlina memandang sang adik yang tampak lelah. Lelah karena seminggu ini mempersiapkan acara pernikahan yang padat, juga mungkin karena semalam adalah malam pertama bagi Agnes dan suaminya. Hmm ... rambut adiknya terlihat masih belum seberapa kering.Kemarin memang acara resepsi ngunduh mantu yang diselenggarakan secara megah di hotel berbintang. Dilanjutkan dengan acara keluarga di rumah orang tuanya Aryo yang ada di Jogja. Agnes sungguh beruntung. Keluarga

  • SEBELUM BERPISAH   191. Satu Momen di Surabaya 3

    Dua bulan kemudian ....Langit Surabaya begitu cerah pagi itu, seolah turut merayakan momen bahagia yang tengah berlangsung di salah satu hotel berbintang di pusat kota. Dekorasi berwarna emas dan putih mendominasi ruangan, menciptakan suasana elegan nan hangat. Hari ini adalah hari pernikahan Agnes dan Aryo.Setelah melangsungkan acara lamaran satu bulan yang lalu di rumah Pak Danu, hari ini menjadi momen kebahagiaan mereka dalam ikatan yang sah.Jam delapan pagi tadi, acara ijab qobul berjalan sangat khidmat.Sekarang Agnes dan Aryo bak raja sehari, duduk di pelaminan yang megah. Mengenakan busana pengantin Paes Ageng. Aryo tampak gagah dengan busana dada terbuka dan kepala yang dihiasi oleh Kuluk Kanigaran. Sedangkan Agnes menggunakan kemben dan kalung sungsun.Aryo di dampingi papa dan mamanya, sementara Agnes di dampingi Bu Karlina yang berdiri tepat di sebelahnya, lalu Herlina, Bu Danu, dan Pak Danu. Pria itu tetap memberikan kesempatan pada mantan istri untuk mendampingi putri

  • SEBELUM BERPISAH   190. Satu Momen di Surabaya 2

    Mendengar itu, dada Agnes berdebar hebat. Merasa malu sekaligus terharu. Ia tahu Aryo serius, tapi mendengar langsung pernyataan cintanya di hadapan sang papa dan mama tirinya, membuat wajah Agnes serasa menghangat karena malu."Saya serius, Pak. Saya sudah menunggu empat tahun untuk bisa datang ke Surabaya bertemu dengan Bapak." Jawaban Aryo yang membuat Agnes kian terharu sekaligus tersanjung.Pak Danu tersenyum bahagia, tampak puas dengan jawaban Aryo. Lelaki yang mencintai putrinya bukan pria sembarangan. Sosok keturunan ningrat yang jelas masa depannya. Dalam hati sangat bersyukur, anak yang menderita batin sejak kecil, kini mendapatkan calon suami yang benar-benar mencintainya."Baiklah. Saya tunggu keluargamu datang untuk melamar." Pak Danu pun tidak terlalu banyak berbasa-basi. Gestur Aryo sangat terbaca jelas, bagaimana dia sangat serius dengan putrinya.Aryo mengangguk. "Ya, Pak. Saya akan mengabari secepatnya."Selesai mereka bicara dengan Pak Danu dan istrinya, Agnes tida

  • SEBELUM BERPISAH   189. Satu Momen di Surabaya 1

    SEBELUM BERPISAH- Satu Momen di Surabaya "Aku hampir nggak pernah bertemu dengan ketiga kakakku dari papa," gumam Agnes."Terakhir aku bertemu mereka sudah lama sekali. Waktu aku datang ke rumah ini untuk menjenguk papa yang tengah sakit. Lama banget itu. Enam atau tujuh tahun yang lalu. Aku masih kuliah.""Mungkin kali ini juga menjadi kesempatanmu untuk bertemu dengan mereka," ujar Aryo.Agnes menghela nafas panjang. Menata hatinya yang kalang kabut. Tidak pernah datang, tiba-tiba ke sana dengan mengajak seorang laki-laki."Kita turun sekarang?""Ya," jawab Agnes sambil menata blouse yang ia pakai. Menyelipkan rambut di belakang telinga. Lantas membuka pintu mobil bersamaan dengan Aryo.Mereka mendekati pagar, Agnes menelpon sang papa. "Aku sudah di depan, Pa," ucapnya setelah panggilan dijawab. "Masuk saja. Papa tunggu di dalam," jawab Pak Danu.Agnes kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas. "Kita masuk, Mas!"Aryo mengikuti Agnes yang membuka pintu pagar. Mereka melangkah di h

  • SEBELUM BERPISAH   178. Dokter Kecil 2

    Tanpa kata-kata, Bu Karlina meremas tangan Herlina dengan penuh kasih, seolah-olah ingin berkata bahwa ia mendukung apa keputusan anaknya. Apalagi sikap Herlina sudah banyak berubah padanya.Sementara Herlina sendiri, berpikir keras bagaimana mengumpulkan kembali keberanian untuk meminta maaf pada

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • SEBELUM BERPISAH   180. Cemas 1

    SEBELUM BERPISAH - CemasSampai Hendy meninggalkan ruang itu usai mencuci tangan, Herlina masih diam. Ternyata dia belum mempunyai keberanian.Wanita itu melangkah ke ruangannya. Duduk di kursi kerjanya dengan perasaan gelisah. Tatapannya kosong, tapi pikirannya penuh dengan keraguan. Sore itu lan

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • SEBELUM BERPISAH   172. Minder 2

    "Nggak, Mbak. Sudah lama banget beliau nggak di sini. Pulang kalau ada acara keluarga atau pas lebaran.""Bapak, tahu di mana sekarang Pak Kuswoyo tinggal?""Nanti saja Mbak tanyakan pada keluarganya. Mbak, ini siapa dan dari mana?" Tatapan lelaki mulai menyelidik saat Agnes bertanya tentang Pak Ku

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
  • SEBELUM BERPISAH   174. Titik Balik 1

    SEBELUM BERPISAH- Titik Balik "Nes, ayo pergi!" Herlina menarik tangan adiknya. Namun Agnes masih diam. Memandang ke celah pagar."Mbak datang jauh-jauh dari Surabaya ke sini untuk mencari papamu, kan? Kenapa harus pergi setelah kita menemukannya." Agnes memandang lekat sang kakak. Wajah Herlina

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status