Rengkuhan Hangat Adik Ipar

Rengkuhan Hangat Adik Ipar

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-06-22
Oleh:  AphroditeOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
5Bab
3Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Pernikahan Alina sudah lama menjelma menjadi neraka sejak Tristan berpaling ke wanita lain hanya karena rahimnya yang mandul. Di tengah kehancuran dan rasa putus asa yang nyaris merenggut warasnya, Adrian datang membawa secercah harapan yang begitu ia dambakan. Namun, harapan itu datang dengan harga yang mahal. Adrian bukan sekadar pria lain, dia adalah adik tirinya. Terjebak dalam pernikahan yang toxic dengan Tristan, Alina kini dihadapkan pada pilihan yang sama-sama menghancurkan, bertahan dalam pernikahan yang membunuhnya perlahan, atau menyambut uluran tangan Adrian dan melangkah masuk ke dalam cinta yang terlarang.

Lihat lebih banyak

Bab 1

𑣲⋆ Sisa Gairah Di Ranjang Pengkhianat

"Lepaskan suaramu, Sayang. Malam ini kamu sangat panas..."

"Aku sangat mencintaimu, Alina. Amat sangat..."

"Aku beruntung memilikimu..."

Alina memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Deru nafas Tristan pada lehernya dan juga bisikan sayang penuh sensual Tristan pada daun telinganya, membuat Alina tak bisa menyembunyikan hasratnya.

Pernikahan mereka sudah bertahun-tahun lamanya, tetapi permainan ranjang Tristan tidak pernah membuat Alina merasa bosan.

Alina Maheswari, 25 tahun, perempuan cantik yang menjabat sebagai istri seorang CEO terkenal, Tristan Donovan yang berumur 2 tahun lebih tua darinya. Alina terkenal sempurna di kalangan para pebisnis maupun orang-orang yang ada di lingkungannya, tetapi bagi Alina dia bukanlah wanita sempurna. Alasannya satu, dia mandul dan tak bisa memberi keturunan untuk keluarga Donovan.

Seorang CEO terkemuka dari kalangan keluarga terpandang dan berada pasti butuh seorang pewaris, kan? Tapi, Alina tak dapat memberikan apa yang mereka butuhkan—pewaris.

Tapi, itu bukan halangan untuk rumah tangga Alina dan Tristan. Sama seperti saat ini, mereka tetap menghabiskan malam-malam yang panas dan penuh gairah.

Mungkin karena Alina begitu mencintai Tristan. Tapi, seks dengan orang yang kamu cintai memang selalu penuh gairah bukan?

Tristan mendekat perlahan. Bibirnya menyentuh kening Alina sebelum turun mengecup pelipis dan pipinya. Sentuhan-sentuhan kecil itu membuat Alina sesekali mendesah pelan.

Kehangatan tubuh Tristan terasa begitu dekat hingga menghapus jarak di antara mereka.

"Aku benar-benar tidak bisa memandang wanita lain selain dirimu, Sayang..." bisik Tristan lagi di dekat telinga Alina. Napas hangat pria itu membuat pipi Alina semakin memerah.

Alina tertawa kecil dengan mata yang masih tertutup, tetapi tangannya bergerak sensual mengelus dada bidang Tristan.

"Kamu sedang pandai merayu malam ini," ujar Alina sambil memukul pelan lengan suaminya.

Alina perlahan membuka matanya, lalu menatap suaminya dengan tatapan yang masih dipenuhi kabut nafsu.

"Aku hanya mengatakan kenyataan," balas Tristan dengan senyum tipis, bibirnya bergerak sensual mencium daun telinga kanan istrinya.

Kamar tidur itu dipenuhi suasana tenang dan hangat. Cahaya lampu tidur memantulkan bayangan lembut di dinding dan Alina menikmati semua permainan panas Tristan.

"Kemarilah," ujar Tristan sambil menarik Alina lebih dekat ke dalam pelukannya, tapi tangannya tak berhenti terus bermain di dada Alina yang terekspos bebas.

Alina tidak menolak. Ia membiarkan dirinya larut dalam kebersamaan yang terasa begitu sempurna. Sesaat kemudian, mereka tenggelam dalam momen pribadi yang hanya mereka miliki berdua.

Waktu berlalu tanpa terasa. Ketika semuanya berakhir, Alina berbaring dengan senyum lelah di bibirnya. Ia memandangi langit-langit kamar sambil mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih cepat.

Sementara itu, Tristan bangkit dari ranjang.

"Aku mandi sebentar," katanya sambil mengambil handuk.

Alina mengangguk pelan. "Jangan lama-lama," jawabnya dengan senyum kecil.

Tristan tersenyum kecil dan memberikan kecupan singkat pada dada Alina, lalu berjalan menuju kamar mandi.

Beberapa detik setelah pintu kamar mandi tertutup, ponsel Tristan bergetar di atas meja samping ranjang. Alina menoleh sambil menggeleng kecil.

"Sudah larut malam begini, tetap saja ada kerjaan," gumam Alina.

Dengan segera Alina mengambil ponsel Tristan, tak perduli selimut bulunya terjatuh dan mengekspos bagian atas tubuhnya, hanya menutupi bagian perut hingga ujung kakinya.

Mata Alina yang tadinya setengah dipenuhi nafsu dan juga setengahnya lagi dipenuhi rasa sayang yang tulus, seketika membulat dengan begitu lebar.

Sebuah pesan masuk pada ponsel suaminya berhasil membuat jantungnya berdetak dengan begitu cepat. Bukan karena rasa cinta, melainkan rasa kecewa dan juga syok secara bersamaan.

Alina meletakkan ponsel Tristan di atas selimut bulunya, lalu dia mengusap-ngusap kedua matanya dengan kasar—berharap bahwa apa yang baru saja dia baca pada ponsel Tristan hanyalah mimpi.

Alina kembali mengambil ponsel Tristan, lalu untuk yang kesekian kalinya dia membaca pesan masuk itu.

"Makasih buat servis panasnya tadi sore sebelum kamu pulang ke istrimu yang mandul itu, Sayang. Cairanmu sudah mengalir di rahimku"

Alina menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya, pesan masuk dari kontak bernama Rissa itu berhasil menghancurkan kebahagiaannya dalam satu malam dalam sekejap mata.

Tanpa Alina minta, air matanya langsung mengalir begitu saja dari kedua bola mata kecoklatannya.

Dia meremas selimut bulunya dengan begitu kuat hingga buku-buku jarinya sedikit terlihat di balik kulit mulusnya.

"T ... Tristan ... Apa ini?"

Alina menggelengkan kepalanya dengan pelan.

Dadanya terasa sesak dan bibirnya bergetar hebat menahan suara tangisan yang ingin keluar dari tenggorokannya.

"Kamu ... kamu bilang kalau kamu mencintaiku, Tristan. Ta ... tapi..."

Alina memandang ponsel Tristan dengan pandangan kosong, tetapi air mata itu masih terus mengalir dari kedua bola matanya.

"Kamu ... kamu menghianatiku, Tristan..." lirih Alina.

Baru saja Alina merasakan kebahagiaan setelah melakukan hubungan panasnya dengan Tristan, semuanya langsung hancur setelah dia melihat pesan dari wanita yang bernama Rissa itu.

Di tengah-tengah rasa syok dan juga amarah Alina, Tristan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut bagian bawahnya.

"Alina?" panggil Tristan.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
5 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status