Share

KELEWAT BATAS

Author: NawankWulan
last update Huling Na-update: 2026-01-15 23:56:48

[Aku jemput ya? Mama ajak kamu ke butik temannya untuk pesan kebaya]

Pesan dari Mas Rama baru saja kubaca. Terkirim sejak sepuluh menit lalu. Gegas kuiyakan lalu berganti pakaian. Emak dan Bapak masih sibuk menyapu teras kontrakan, sementara bapak mencuci motor.

Jarum jam menunjuk angka sembilan saat kudengar panggilan bapak dari luar. Sepertinya Mas Rama sudah datang. Tak ingin membuang waktu, aku pun buru-buru merapikan jilbab dan gamis yang kupakai. Obrolan antara bapak dan Mas Rama terdengar. Saat melangkah ke arah pintu, Emak mencolek lenganku.

Emak memberiku sebuah amplop berwarna putih dari kantong dasternya. Sedikit mengernyit aku membaca pengirim surat itu. Mas Hasbi. Mau apalagi dia? Apa nggak kapok sudah kutolak berkali-kali bahkan mendapatkan ancaman dari Mas Rama jika terus menerorku.

"Emak nggak tahu isinya apa, Na. Tadi Emak temukan di bawah pintu saat mau keluar, makanya Emak ambil saja. Baca saja, tapi jangan terlalu diambil pusing jika tak sesuai dengan hatimu, N
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
kenapa juga enak memaksakan diri datang ke rumah bude julid tsb. itu yg disesalkan
goodnovel comment avatar
meyga
sesil sma emaknya selalu bikin perkara ...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   LIKU KEHIDUPAN (2)

    "Aku menyesal, Las. Dulu terlalu jahat padamu dan keluargamu. Sekarang Allah justru membuat hidup kami terpuruk, sementara hidupmu diangkat tinggi olehnya. Maafkan aku ya, Las." Suara Budhe Umayyah terdengar. Aku menoleh. Wanita paruh baya itu saling tatap dan peluk. Emak tampak mengusap pelan punggung Budhe Umayyah yang sedikit lebih lebar."Aku sudah memaafkanmu, Mbak. Semoga setelah ini rezeki Mas Rudy makin lancar dan kembali kecukupan seperti dulu. Sesil juga sudah kerja kan?" Keduanya mengurai pelukan. Budhe Umayyah menyeka kedua pipinya yang basah."Iya, Sesil sudah kerja. Rama yang nawarin kerjaan buat dia." Aku sedikit terkejut, begitu pula dengan Emak. Selama ini Mas Rama tak cerita apapun soal itu. Entah sejak kapan Sesil bekerja di kantor Mas Rama. Dia memang misterius. Tak suka mengumbar kebaikan pada banyak orang. Diam-diam menghanyutkan."Ri, maafin aku ya kalau selama ini banyak salah sama kamu. Ternyata Allah memang nggak suka dengan orang-orang sombong sepertiku dan

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   LIKU KEHIDUPAN (1)

    Rumah minimalis berwarna putih dengan tiga kamar tidur. Perabotan lengkap dan siap huni. Mas Rama memang sedetail itu jika memberikan kejutan. Dia tak pernah perhitungan pada keluarga kecilku. Selalu bilang jika keluargaku adalah keluarganya juga.Laki-laki itu pun tak malu memperkenalkan ibu dan bapak pada beberapa temannya tiap kali bertemu. Dari segi penampilan saja jelas terlihat jika keluargaku berasal dari golongan menengah ke bawah, tapi lagi-lagi Mas Rama tak pernah mempersoalkannya. Dia benar-benar menerima kami apa adanya.Dia berusaha berubah lebih baik dari waktu ke waktu. Tak mungkin aku terus menyudutkannya hanya karena dia mantan pemabuk dan pernah terjerat pergaulan bebas bukan? Semua orang memiliki masa lalu dan semua orang berhak mendapatkan kesempatan lain untuk berubah lebih baik."Kenapa melamun di situ?" Pertanyaan seseorang membuatku terjaga dari lamunan. Aku menoleh, tepat saat kurasakan pelukan seseorang yang begitu hangat."Kenapa melamun terus, Sayang? Bukan

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   DOUBLE KEJUTAN

    "Aku mencintaimu." Kembali kudengar kata-kata spesial itu sebelum terlelap. Mas Rama mendekap tubuhku dan membawanya ke pelukan. Sepuluh hari menikah dengan Mas Rama, dia belum mendapatkan nafkah batin dariku. Aku masih saja takut dan khawatir dengan cintanya. Mungkin setelah ini aku bisa.ikhlas memberikan madu itu untuknya. Iya, untuknya saja. Dia yang sudah halal untukku dan apapun yang kulakukan dengannya banyak yang berpahala. Alarm berbunyi beberapa kali, membuatku mengucek kedua mata perlahan lalu membukanya. Mas Rama masih seperti semula yang memelukku hangat. Wajah tampannya terlihat begitu tenang dan damai. Kuusap pipinya pelan, jambang tipis di wajahnya membuatnya semakin terlihat menawan. Beruntungnya aku mendapatkan cinta tulus darinya. Tak hanya cinta, aku pun mendapatkan keluarga baru yang begitu menyayangi dan menghargai hadirku. Saat mengusap pipinya, Mas Rama menarik tanganku lalu merengkuhku dalam dekapannya. Kini kurasakan hembusan napasnya yang membuat jantungk

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   BUKTI

    Aku masih membeku saat Mas Rama menanyakan keadaanku. Dia terlihat cukup panik melihatku sedikit berbeda setelah papa menyinggung soal pernikahan kami tadi. Namun, Mas Rama sepertinya tak menyadari apa yang membuatku berubah seperti ini. Dia mengira aku sakit, makanya mendadak diam.."Pa, sepertinya Riana kurang enak badan. Aku bawa ke kamar dulu ya?" pinta laki-laki itu kemudian. Mama pun ikut panik lalu memegang keningku pelan. Latifa dan yang lainnya pun cemas melihatku yang mendadak diam. Tanpa pikir panjang, papa mengizinkan Mas Rama dan mama untuk membawaku ke kamar Mas Rama di lantai atas. "Biar mama yang jaga, Riana. Kamu kembali ke ruangan papa, Ram. Pembagian warisannya belum selesai jadi kamu harus ikut mendengarkan penjelasan Pak Anwar." Mama mengusap lengan Mas Rama saat membaringkanku ke ranjang. "Tapi, Ma. Aku harus jaga Riana. Soal warisan terserah papa dan bagaimana pembagiannya aku ngikut saja." Mas Rama menolak dan mulai memijit kakiku pelan. Berulang kali menan

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   WARISAN

    [Rama, papa mau bicara nanti malam di rumah. Kakak dan adikmu juga harus berkumpul karena papa ingin membagi warisan untuk kalian. Pak Anwar selaku pengacara kita akan menjelaskan dengan detail jatah-jatah warisan untuk anak-anak papa sesuai hukum Islam. Nggak ada pilih kasih dalam hal ini. Semua dibagi sesuai aturan agama. Datang ya, biar sama-sama jelas dan nggak ada sesal di kemudian hari] Pesan dari papa di handphone Mas Rama tak sengaja kubaca. Ternyata papa ingin membagi warisannya malam nanti. Sebaiknya aku tunjukkan pesannya sekarang, barang kali Mas Rama ingin segera membalasnya. "Mas, ada pesan dari papa," ujarku padanya yang masih fokus olah raga di halaman belakang. "Pesan apa, Sayang? Bacakan saja," perintahnya sembari mengusap keringat yang menetes di dahi. Aku pun membacakan pesan dari papa lalu menyerahkan handphonenya. Mas Rama manggut-manggut. Setelah itu duduk kursi taman belakang sembari membalas pesan papa. Entah apa balasannya, aku tak bertanya pun tak ikut m

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   PEREMPUAN ITU LAGI

    "Mas, baru tiga hari menikah, kenapa sekarang kita harus pergi, memangnya mau ke mana?" Aku masih memasukkan barang-barang Mas Rama ke dalam koper saat Mas Rama menelpon seseorang entah siapa. Detik ini aku hanya mengikuti perintahnya untuk memasukkan barang-barangnya ke koper tanpa tahu akan diajak Mas Rama ke mana. "Kita mau pindah rumah, Sayang. Nggak mungkin tinggal di sini terus kan?" Mas Rama menoleh lalu tersenyum tipis setelah menutup handphone dan memasukkannya ke saku celana. "Pindah kemana, Mas?" Aku masih tak paham. "Pindah ke rumah idaman dong, Sayang. Kalau sudah menikah memang sebaiknya pisah dengan orang tua, supaya mandiri dan belajar menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri." Aku terdiam sejenak lalu mengiyakan ucapan Mas Rama. Baguslah kalau Mas Rama mengajakku pindah rumah, lagipula kakak dan adik lelakinya juga tinggal di sini dan kadang membuatku tak nyaman sebagai ipar. Dengan pindah rumah, suasana tentu akan lebih tenang dan nyaman karena tak terlalu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status