LOGINSreeet... Suara desas-desus yang semula memenuhi ruangan Toko Sumber Daya Naga Langit mendadak hening. Kata-kata yang keluar dari bibir Fang Zhe, meskipun lirih, itu cukup bisa didengar oleh beberapa pelanggan lain. Seketika itu juga, beberapa pasang mata dari para pelanggan kaya yang sedang memilih barang di sudut-sudut toko langsung tertuju padanya. Alis mereka mengernyit serentak, memancarkan kombinasi antara rasa tidak percaya, kebingungan, dan rasa ingin tahu yang membuncah. "Pengumpul Roh? Apakah telingaku tidak salah dengar?" bisik seorang pria paruh baya berjubah brokat merah yang dikenal sebagai saudagar kaya dari luar penjara. "Ranah Pengumpul Roh di dalam Penjara Naga Hitam ini bisa dihitung dengan jari sebelah tangan! Siapa pria berjubah hitam itu? Apakah dia salah satu penguasa blok? Katanya semuanya terbunuh ketika melawan penguasa blok baru itu?" sahut kultivator lain di sebelahnya, menatap punggung Fang Zhe dengan pandangan menyelidik. "Heh, apa dia Fang Z
"Pasar gelap yang disokong oleh Kekaisaran... menarik," gumam Fang Zhe, matanya menyipit saat otaknya yang cerdas langsung menyusun ulang strategi. Rasa dongkolnya pada sistem matre itu sedikit terobati. Jika 12.000 poin hanya bisa menaikkannya satu bintang karena besarnya kapasitas dantiannya, maka ia harus mencari alternatif manual. Uang jutaan dolar di dalam puluhan kartu ATM yang dibawa Lei Ba kini bukan lagi sekadar angka mati, melainkan tiket emasnya di pasar gelap untuk membeli sumber daya spiritual berkualitas tinggi. "Lei Ba, Faiye, bawa uang itu. Kita pergi ke pasar gelap sekarang juga," perintah Fang Zhe sembari menyambar jubah hitam yang dibawa Faiye dan menyampirkannya ke bahu. Namun, tepat saat kakinya baru melangkah satu senti di ambang pintu ruangan Blok 10, bulu kuduk Fang Zhe mendadak meremang. Naluri bertarungnya yang tajam menangkap sekelebat riak energi tak kasat mata yang mengintai dari celah ventilasi udara di sudut atas lorong. Riak itu sangat halus, namu
"Baik tuan muda..." ungkap mereka berdua segera keluar dari ruangan.. Diiiing! Sebuah kilatan cahaya biru transparan kembali memenuhi pandangan mata Fang Zhe. Seiring dengan kepergian Faiye dan Lei Ba yang bergegas melaksanakan perintah rahasianya, keheningan total kembali menguasai ruangan Blok 10. "Sistem, buka statusku," gumam Fang Zhe dingin. [Pemberitahuan Sistem: Menampilkan panel status Tuan Rumah.] > Sisa Poin Saat Ini: 12.000 Poin > Ranah Kultivasi: Pengumpul Roh bintang satu. * Mengingat niat membunuh Han Ling yang begitu pekat dan fakta bahwa pria itu mengincar kepalanya demi membalas dendam karena menghancurkan keluarganya, Fang Zhe tahu kultivasi pemuda itu tak terdeteksi. Dan ia harus menyiapkan diri agar, ia bisa menuntaskan dua misi sekaligus! "Sistem, dengan sisa 12.000 poin terakhirku ini, lakukan terobosan ranah sekarang! Naikkan kultivasiku ke tingkat berikutnya!" perintah Fang Zhe tanpa ragu sedikit pun. Diiiing! >[Pemberitahuan Sistem: Mempros
Tanya Fang Zhe asli, suaranya terdengar santai namun penuh dengan nada kepuasan yang tertahan. Mendengar pertanyaan itu, baik Lei Ba maupun Faiye masih tidak bisa berkata-kata. Lidah mereka kelu, seolah-olah seluruh pasokan kata di dalam otak mereka telah menguap habis. Namun Lei Ba hanya bisa mengangguk-angguk kaku seperti ayam kayu, sementara Faiye masih memegangi botol ramuan medisnya dengan pandangan kosong yang syok. Bagi mereka, apa yang ada di depan mata bukan lagi sekadar "hebat", melainkan seeperti Dewa. Namun, tepat saat Fang Zhe membuka mulutnya untuk menjelaskan rahasia di balik teknik barunya itu... Tak... Tak... Tak... Gema ketukan langkah kaki yang berat dan teratur mendadak terdengar dari lorong luar, bergerak mendekat ke arah ruangan pribadi Blok 10. Suara sol sepatu bot militer yang keras itu langsung memicu alarm kewaspadaan di kepala Fang Zhe. Mengingat ritme langkahnya yang angkuh dan penuh wibawa, itu jelas bukan langkah kaki narapidana biasa dari Blok
CRACK! Gelas kristal di tangan Han Ling hancur berkeping-keping, menyemburkan sisa cairan merah ke lantai marmer yang mengilap. Kepala sipir penjara langsung menjatuhkan lututnya ke lantai, tubuhnya gemetar hebat di bawah tekanan niat membunuh yang mendadak memenuhi seluruh ruangan mewah tersebut. "Ma-maafkan kelancangan saya, Tuan Muda Han! Saya akan segera melaksanakan perintah Anda!" seru kepala sipir dengan suara bergetar, tidak berani mendongak sedikit pun. Han Ling mendengus dingin, mengibaskan sisa pecahan kristal dari tangannya yang bahkan tidak tergores sedikit pun. Matanya menatap lurus ke jendela besar yang mengarah ke kegelapan kompleks penjara, memikirkan sosok Fang Zhe yang saat ini pasti sedang menggelepar sekarat di Blok 10. "Pergilah. Jika bisa pastikan dia tidak mati terlalu cepat sebelum duel kita besok," desis Han Ling penuh dendam. * Sementara itu, kembali ke dalam ruangan pribadi di Blok 10... Wusshhhhh! Sensasi sedingin es dari Pil Penawar Seribu
Diiiing! Sebuah jendela antarmuka transparan berwarna biru muda mendadak muncul di depan pandangan Fang Zhe yang mulai buram. Suara mekanis sistem yang dingin namun familier menggema langsung di dalam kesadarannya. [Pemberitahuan Sistem: Menjawab pertanyaan Tuan Rumah. Resep pill seribu racun... Daun Qilian, Gingseng berumur 700 tahun, Air Suci Lotus, dan kelopak teratai Qi.] "Jika begitu, apa semua bahan ini ada di toko sistem?" [Ada?! Total konsumsi 3.000 poin untuk semua bahan... Proses pembelian dimulai?!] "Heh tumben kau berubah menjadi baik hati? Pasti kau tak tega kan melihat aku mati karena keserakahan mu seperti biasanya?" "..." Namun sistem tak menjawab. Hingga tiba tiba... Wuuuuush! Empat bahan muncul di hadapan Fang Zhe tanpa prrsetujuan. Namun deretan notifikasi sistem muncul memenuhi pandangan matanya. Diiiing! [Pembelian berhasil?! Poin tersisa 17.000! Semua poin sekarang adalah hasil dari penyelesaian misi penundukan penguasa 4 blok terakhir...] [
Fang Zhe mengabaikan tarikan tangan Erina yang gemetar. Ia justru menumpuk chip emas bernilai jutaan dolar itu dengan suara dentingan yang memuaskan telinga."Fang Zhe! Cukup! Jangan dengarkan hasutan ular ini!" teriak Erina, wajahnya kembali memucat. "Satu juta delapan ratus ribu dolar! Kau bisa
Fang Zhe tidak langsung meletakkan chip-nya. Ia membiarkan suasana hening sejenak, membiarkan tatapan remeh dari para penjudi kelas kakap di sekeliling meja menusuk punggungnya. Mata Dewanya juga masih aktif, menangkap getaran frekuensi magnetik yang dimainkan sang bandar di bawah meja. "Baik aku
Fang Zhe berbalik dengan tenang, jubah abunya berkibar pelan seolah-olah ditiup oleh angin beku yang ia ciptakan sendiri.Di belakangnya, Tuan Muda Zhao masih terduduk lemas dengan napas tersengal yang mengeluarkan uap putih, sementara ayahnya, sang Kepala Keluarga, mematung dengan wajah pucat pasi
Fang Zhe meletakkan cangkir tehnya yang masih mengepulkan uap. Kehangatan cairan itu perlahan mengusir sisa-sisa kristal es yang membeku di dalam pembuluh darahnya. Ia menatap Wali Kota Shange dengan pandangan yang menusuk, seolah sedang menimbang harga dari nyawa yang baru saja ia selamatkan."Sat







