Home / Rumah Tangga / SKANDAL PANAS NONA MUDA / BAB 4 SENDIRIAN, TANPA TEMAN, TANPA DUKUNGAN

Share

BAB 4 SENDIRIAN, TANPA TEMAN, TANPA DUKUNGAN

Author: sugi ria
last update Last Updated: 2025-10-06 08:33:58

Sepanjang perjalanan menuju kediaman Moonstone, ponsel Ivana tak henti berdering. Gadis itu tidak menanggapinya sama sekali. Hingga di antara puluhan nada dering, ada satu yang membuat Ivana tergerak untuk meresponnya.

"Iya, Ly. Apa dia menghancurkan kantorku?"

Jemari Ivana berlari ke pelipisnya. Sejak semalam, tempat itu sering berdenyut nyeri.

"Dia memastikan kamu akan menikah dengannya hari ini. Itu yang dia katakan."

Zack yang duduk di sampingnya, hanya diam. Tidak perlu ditutupi Zack pasti mendengar ucapan Kelly.

Ucapan Zack yang mengatakan kalau dia memang bukan supir nonanya adalah benar. Sejak pertama bekerja, Ivana selalu duduk di depan, di sampingnya. Bukan di belakang.

"Jangan cemas, aku akan atasi ini. Handle kantor untukku."

Usai mematikan panggilan, Ivana bersandar ke kursi. Matanya terpejam. Tubuhnya masih terasa lelah akibat ulah Zack semalam, dan pagi ini dia harus menghadapi Evan Brown. Sebentar lagi dia akan dimaki keluarganya.

Hari yang menyenangkan untuk seorang Ivana. Dan salah satu biang keroknya duduk tenang di sampingnya. Jika tidak ingat dia harus menghemat tenaga untuk menghadapi keluarganya.

Ivana pasti sudah melampiaskan amarahnya pada sang bodyguard. Zack, pria itu benar-benar di luar prediksi.

"Kenapa kamu melakukannya?" Kelopak mata Ivana terpejam, tapi bibirnya bertanya.

Sudah pasti pertanyaan tadi tertuju pada Zack. Bukannya dijawab, aroma bubur jagung yang manis dan gurih seketika memenuhi indera penciuman Ivana.

"Aku tidak mau makan. Aku sedang bertanya padamu!" Ujarnya ketus.

"Setidaknya makan dulu. Untuk pertanyaan Nona bukankah sudah saya jawab tadi."

Bibir Ivana ingin mengumpat tapi tampilan makanan di depannya terlalu sayang untuk diabaikan. Harus Ivana akui, Zack tipe lelaki yang peka dan detail. Dia tahu saatnya diam, paham waktunya bergerak.

"Aku masih heran. Kenapa ayahku menempatkanmu di sampingku. Padahal aku tidak punya apapun untuk disembunyikan darinya."

Tidak ada respon, itulah Zack Alejandro. Sikapnya seperti robot yang tidak akan melakukan pekerjaan di luar yang telah diperintahkan padanya.

"Yang semalam, tidak mungkin kan perintah ayahku."

Walau tidak menjawab, Ivana bisa melihat telinga Zack memerah, pun dengan pipi sang bodyguard. Perempuan itu mendengus. Dia habiskan buburnya. Lalu meneguk susu almond yang Zack ulurkan.

Semua kejadian tadi tidak terasa membawa mereka sampai ke kediaman Moonstone. Rumah tiga lantai dengan tangga melengkung di sisi kiri dan kanan.

Ivana keluar setelah Zack membuka pintu mobil untuknya. Langkah perempuan itu begitu tenang, yakin juga tegas. Haruskah Ivana berterima kasih pada Zack atas apa yang telah pria itu siapkan pagi ini.

Pakaian yang begitu nyaman untuk menghadapi keluarganya. Perut kenyang yang memungkinkan dia punya tenaga untuk berdebat dengan mereka nantinya.

Ivana melewati pintu utama dengan Zack tetap berada di belakangnya. Begitu sampai di ruang tamu, seorang pria tanpa ragu mendekat ke arah Ivana, dan satu tamparan mengenai pipi sang wanita.

"Dasar tidak berguna! Lihat, apa yang sudah kamu lakukan! Kau mengacaukan segalanya!"

Kalimat pertama terucap dari seorang pria berambut perak, berwajah tampan walau usia tidak lagi muda. Matthew Moonstone, ayah Ivana.

Ayah? Entahlah. Apa pria itu pantas disebut ayah oleh Ivana. Lelaki yang sejak dulu ringan tangan, kasar juga galak padanya. Pria itu jarang menunjukkan kasih sayangnya pada Ivana. Jarang atau malah tidak pernah.

"Kalau aku tidak berguna, mana mungkin perusahaan Ayah bisa bertahan sampai hari ini. Ingat, uang yang Ayah dapat berasal dari menjual perusahaanku, juga diriku!"

"Ivana!"

"Sudahlah, Matt. Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Bagaimanapun juga, Ivana harus menikah dengan Evan." Sang paman mulai menabur bensin di atas kobaran api.

"Aku menolak menikah dengan Evan Brown," Ivana memotong ucapan sang paman.

Semua orang terbelalak. Tidak percaya ketika Ivana bicara.

"Ivana kamu tahu kalau pernikahan ini penting untuk reputasi keluarga kita." Meredith Moonstone yang bicara. Ibu Ivana, lebih tepatnya ibu tiri Ivana.

"Reputasi keluarga kalian, bukan aku." Kembali, Ivana menunjukkan taringnya.

Karena wanita inilah, ibunya meninggal. Sampai kapanpun, Ivana tidak akan pernah tunduk apalagi hormat pada Meredith.

"Kak, jaga bicaramu, dia ibu kita."

Ivana tersenyum mengejek pada seorang gadis berwajah polos. Polos hanya topengnya saja, aslinya Amelia Moonstone, adik seayah Ivana lebih berbahaya dari ular paling berbisa di dunia.

"Ibu? Dia ibumu bukan ibuku," kalem tapi menusuk. Jawaban Ivana mematik amarah di tempat itu.

"Ivana, minta maaf," Matt memberi perintah.

"Kau jangan keras kepala Ivana. Jangan egois, hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau juga harus memikirkan keluarga kita. Jika bukan kamu siapa lagi." Bibi Ivana ikut bicara.

Ivana tertawa perih. Inilah keluarga Moonstone yang terkenal karena keharmonisan keluarganya di mata publik. Tidak tahukah mereka, kalau dalam keluarga itu ada sosok yang ditumbalkan untuk meraih penilaian itu.

Dia Ivana. Tiap ada kesulitan, dia yang akan turun tangan untuk menyelesaikannya. Andilnya tidak sedikit tapi selalu disalahkan. Ivana tahu kalau dia sendirian, tanpa teman, tanpa dukungan.

Ivana tidak bisa mengandalkan orang lain selain dirinya sendiri. Kali ini pun sama.

"Kenapa harus aku? Ada Amelia, suruh saja dia menikah dengan Evan, atau suruh Kak Armando pulang. Biar dia selesaikan masalah hutang Ayah."

Amelia beringsut ke belakang Meredith, dia sangat ketakutan ketika Ivana menyuruhnya menikah dengan Evan.

"Aku tidak mau menikah dengan Evan Brown," cicit Amelia penuh permohonan.

"Aku juga tidak mau! Kenapa kalian memaksaku. Masalah hutang aku akan cari jalan keluar. Tapi jangan menyuruhku menikah!"

"Dari mana kau akan mendapatkan uang. Hutang itu tidak sedikit." Sang paman berujar setengah mengejek.

"Kalian sudah tahu kalau hutangnya banyak, tapi masih memaksaku menanggungnya. Apa ini pantas dilakukan oleh ayah pada anaknya?"

Semua orang bungkam. Tidak punya jawaban atas pertanyaan Ivana.

"Ayah, Ayah sengaja melakukan ini kan? Agar aku pergi lalu dia yang mendapatkan perusahaanku?" Telunjuknya menuding Amelia yang langsung berurai air mata.

Ivana nyaris ingin meledak melihat akting Amelia. Perempuan itu sudah lama iri padanya. Ivana tahu, Amelia diam-diam merengek pada ayahnya agar perusahaan itu dialihkan padanya.

"Aku, aku tidak pernah minta itu. Kak, aku tidak... Kakak jangan fitnah aku."

Semua orang langsung melayangkan tatapan peringatan pada Ivana. Perempuan itu menghela napas. Amelia menangis, dia yang bakal kena getahnya. Lihat saja.

"Ivana! Kamu jangan sembarangan bicara. Ayah tidak mau tahu, kau harus menikah. Kalau tidak, ayah akan ambil paksa perusahaan itu."

Ini dia titik kelemahan Ivana. Perusahaan ibunya adalah ambang batasnya.

"Tidak boleh!"

"Kalau begitu kau harus menikah." Matthew semakin menekannya.

Ivana ingin menjawab, tapi hal itu urung ia lakukan. Ketika Zack tiba-tiba berdiri di hadapannya.

"Jika demikian, saya yang akan menikahi Nona Ivana."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 193 TERIMA KASIH

    Suasana heboh mewarnai ruangan di instalasi gawat darurat tempat Paula berdinas. Ivana dibawa ke sana dalam keadaaan berlumur darah dan setengah sadar. Begitu sampai di sana pertolongan langsung diberikan. "Hubungi dokter kandungan. Sepertinya dia harus melahirkan." Tak berapa lama Paula datang bersama dengan Zack. Keduanya sama-sama seperti ingin makan orang. Apalagi Zack. Namun begitu melihat keadaan Ivana. Semua kemarahan pudar, berganti kepanikan tidak terkira. Paula dengan cepat memeriksa. Ekspresinyaa berubah cemas. "Ivana! Tetap sadar!" Serunya pada Ivana yang kesadarannya memang timbul tenggelam. "Tidak bisa, Dok. Rasanya berat," balas Ivana lemah. "Na, tetap bersamaku." Genggaman hangat tangan Zack membuat Ivana tersenyum. "Hai, mantanmu yang lakukan ini," adunya tanpa sadar. "Oke, nanti aku balas. Sekarang jangan tidur dulu." Zack menepi ketika Paula mengkodenya. Mereka bicara serius untuk beberapa waktu. Sampai keputusan final diambil. Ivana segera di dorong ke rua

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 192 PENDARAHAN

    Beberapa bulan kemudian."Damian gila! Bagaimana bisa dia menikah dengan Citra, cucunya Agam."Briana mengomel sepanjang perjalanan pulang ke Casa Celeste. Keluarga besar itu baru saja turun dari pesawat setelah menghadiri pernikahan Damian."Kalau sudah jodoh mau bagaimana?" Vin menenangkan sang istri yang sejak tadi ngereog tidak karuan."Jodoh dari mananya. Jelas-jelas dia manfaatin Citra. Awas saja, pengen kubejek-bejek tu anak. Anak orang lain, mungkin aku tidak masalah. Tapi ini cucunya Agam." Briana masih lanjut mengomel.Yang lain hanya diam mendengarkan. Terutama Ivana. Dia cukup lelah setelah perjalanan lumayan jauh antara Jakarta Milan.Ditambah usia kandungannya sudah masuk tujuh bulan. Pinggangnya mulai pegal dan kakinya lebih cepat merasa letih jika beraktivitas."Damian tidak memanfaatkan Citra. Lebih tepatnya mereka saling memanfaatkan," celetuk Dominic. Pria yang memang pandai menilai gelagat seseorang."Apa maksudnya itu?" Sambar Dira. Wajahnya terlihat senang, dia b

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 191 PELARIAN

    "Mau ngomong apa kamu?" Nada sengak dan muak tersirat dalam pertanyaan Zack. Sedang Damian, dia hanya bisa menghela napas. Memang salahnya, terlalu berharap pada Ivana. Padahal dia sendiri yang telah menyakiti hati perempuan itu. "Aku cuma mau bilang maaf sudah mengacau. Tapi mulai sekarang kamu bisa tenang. Aku tidak akan mengganggu Ivana lagi. Besok aku akan pergi" "Aku akan join buat ngurus salah satu bank milik Oma yang di Jakarta. Sekaligus bantuin Tante Dira buat ngawasin simbahmu." Zack mengerutkan dahi. "Mau kabur lagi?" Tudingnya tanpa basa basi. Damian menghela napas lelah. "Aku bisa apa. Dua kali patah hati pada perempuan yang sama. Kalau bisa aku pilih amnesia soal dia." Zack tertawa heboh. "Semoga terjadi. Lupakan istriku, tapi skill dan kemampuan jangan." Damian memutar bola matanya bosan. Dia benci jika Zack sudah bersikap demikian. Sok bijak, sok percaya diri. Padahal dia pun lebih kurang sama dengan dirinya. Pernah menyakiti hati perempuan. "Tidak menunggu pern

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 190

    "MN GRUP bangkrut."Ivana terbelalak sebelum menerima tablet dari Zack. Di mana berita soal kehancuran Moonstone Grup terpampang di sana."Jadi ini benar?" Gumam Ivana dengan mata bergulir cepat membaca berita."Meredith dan Amelia sepertinya sedang melarikan diri dari debt collector yang menagih utang mereka. Evan Brown juga tidak peduli lagi pada mereka. Gosip terbarunya, dia akan segera menikah dengan putri pengusaha dari kota sebelah."Zack menambahkan selepas meminum kopinya. Keduanya memutuskan mampir ke La Barka. Setelah kejadian mereka hampir menabrak orang, yang tak lain adalah Meredith dan Amelia.Tampilan keduanya berantakan, lusuh juga kumal. Tak terlihat lagi gaya sosial kelas atas yang dulunya identik dengan mereka. Baju mewah keluaran butik ternama dengan perhiasan berkilau menghiasi.Meredith dan Amelia dilempar kembali ke tempat asal mereka. Miskin dan kumuh. Saat hampir ditabrak mobil Zack, kedua orang itu langsung lari terbirit-birit, tampak ketakutan."Wah, itu ber

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 189 KEBENARAN

    Ucapan Serena membuat Ivana kembali berlari ke tempat Luis. Dia harus tahu kebenarannya atau dia akan makin gila. "Luis Hugo! Luis Hugo! Di mana kamu!"Tiap ruangan yang dia buka, Ivana tidak menemukan Luis di sana. Mereka menggeleng tiap kali ditanya di mana pria itu berada. "Kalau Dokter Paula?""Oh, dia sudah kembali ke rumah sakit. Katanya ada operasi caesar darurat."Ivana lemas di tempatnya berdiri. "Luis di mana?"Yang ditanya tampak mengerutkan dahi. "Dia sepertinya sedang keluar."Habis sudah harapan Ivana untuk mencari tahu siapa ayah bayinya. Saking lelahnya mencari, Ivana pilih rebahan di sofa depan ruangan Max.Ivana hampir terpejam ketika suara Zack membuatnya kembali terjaga."Kenapa tiduran di sini?""Zack aku mau ngomong sesuatu.""Aku juga. Aku tadi konsul sama dokter Paula. Katanya kamu belum bisa melakukan perjalanan jarak jauh. Aku sudah bilang cuma tiga jam, tapi dia bilang jangan dulu."c"Resikonya besar untuk kandunganmu. Masih kecil dan sangat rawan kegugura

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 188 PRIA WARAS

    "Bagaimana keadaannya?"Zack bertanya pada Paula begitu dia kembali ke ruangan tempat Ivana dirawat. Paula ingin sekali memaki Zack, tapi tidak berani."Dia terus memintaku melakukan aborsi."Bola mata Zack melebar tidak percaya. "Jangan pernah lakukan itu padanya. Dia mengandung anakku, darah dagingku.""Kalau begitu beritahu dia. Kalau kamu ayah bayinya. Jika kamu terus menyembunyikannya, psikisnya akan tertekan. Itu tidak baik untuk kandungannya.""Jika demikian, tanpa aku melakukan aborsipun, istrimu sedang on the way membunuh janinnya sendiri." Paula mengulangi ceramahnya.Makin syok Zack dibuatnya. Dia ingin memberitahu Ivana, tapi dia mau menunggu sampai mereka pulang. Keadaan sudah aman jadi mereka bisa kembali ke The Crystal.Zack terdiam di tempatnya untuk beberapa waktu, sampai pintu di depannya terbuka. Ivana muncul dengan wajah pucat, juga tubuh terlihat lemas."Ivana, kamu mau apa?""Aku mau pulang ...."Kalimat Ivana menggantung di udara. Pulang? Mau pulang ke mana dia.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status