Beranda / Rumah Tangga / SKANDAL PANAS NONA MUDA / BAB 5 KITA ADALAH KETIDAKMUNGKINAN

Share

BAB 5 KITA ADALAH KETIDAKMUNGKINAN

Penulis: sugi ria
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-06 08:38:27

Semua mata terbelalak, tak terkecuali Ivana.

Tawa meluncur dari sang paman. "Kau? Kau ingin menikahi Ivana, kau itu cuma bodyguard!"

Yang lain ikut mencibir. Amelia bahkan dengan jelas tersenyum, seolah dia telah menang. Jika Ivana sungguh menikah dengan Zack, bisa dipastikan posisi wanita itu akan terancam.

Ivana dan Zack bukan dari level yang sama. Akan sangat sulit bagi keduanya diterima di kalangan mereka.

"Bodyguard atau bukan, setidaknya saya tidak menjadikan Nona Ivana barang dagangan."

Suasana mendadak hening. Ivana menoleh ke arah Zack. Untuk pertama kalinya dia mendengar Zack bicara di luar konteks pekerjaan.

"Berengsek! Kau pikir kami menjual Ivana?" Matt meradang mendengar perkataan lelaki yang dulu dia pilih sendiri jadi pengawal pribadi Ivana.

"Yang kalian sebut pernikahan itu bukan pengorbanan… tapi memperjualbelikan Nona Ivana." Zack tanpa ragu menjawab.

Sorot matanya tajam, dingin, menyisakan kesan misterius dalam diri pria itu. Matt sejenak terdiam, dia pikir Zack cuma lulusan sekolah pengawal pribadi biasa. Latar belakangnya juga tidak istimewa.

Namun kini pria itu berdiri tegak di hadapan mereka. Siap jadi pelindung bagi Ivana. Matt bisa merasakan aura Zack tidak seperti biasa. Dominasi yang kuat dengan kharisma seorang pemimpin. Siapa Zack sebenarnya.

"Dia bagian dari keluarga Moonstone. Dia wajib melakukan apapun untuk menyelamatkan keluarga ini," Matt kembali menyerang.

Ivana tersenyum kecil. Bagian dari keluarga Moonstone? Wajib melakukan apapun untuk keluarga ini. Ayahnya memang pandai bersilat lidah.

Jika Ivana bagian dari keluarga Moonstone, dia tidak akan dibuang ke perusahaan ibunya yang kala itu nyaris bangkrut. Kalau dia dianggap anggota keluarga ini, dia tidak akan dipaksa untuk mengalah pada kakak atau adiknya.

Jika dia memang diakui oleh keluarga ini, dia tidak akan diperlakukan ... berbeda. Cukup! Ini sudah cukup! Ivana tidak tahan lagi.

"Tapi aku menolak menikah dengan Evan Brown."

Ucapan Ivana membuat ketegangan kembali merayap naik.

"Ivana! Jadi kau tidak mau menikah dengan Evan Brown. Tapi memilih bodyguard dari kelas rendahan untuk kau nikahi?"

"Aku juga tidak akan menikah dengan Zack!"

Zack menoleh guna mendapati betapa seriusnya Ivana kali ini. Pria itu menghela napas. Segalanya akan sulit mulai sekarang.

"Kenapa tidak mau menikah?" Zack bertanya terus terang.

"Kita tidak bisa melakukannya!" Ivana menegaskan jawabannya.

"Karena aku cuma seorang bodyguard?"

Ivana memandang Zack agak lama. Dia tidak peduli Matt dan yang lainnya ribut sendiri. Zack, secara fisik tidak ada yang kurang dengan pria itu. Hanya saja, Ivana seperti tidak mengenal Zack.

Pria itu terlalu dalam untuk diselami pikirannya. Terlalu rumit untuk ditebak isi hatinya. Selain itu mereka telah bersama selama hampir dua tahun. Hubungan mereka sejak awal telah ditetapkan seperti itu. Sangat sulit mengubah status bodyguard dengan tuannya.

"Kamu tahu aku tidak pernah menilai orang melalui pekerjaannya. Tapi kita adalah ketidakmungkinan."

Ivana memutus kontak mata dengan Zack. Dia kembali menghadap sang ayah yang sedang memakinya. Ivana tidak pernah tahu jika Zack menarik sudut bibirnya mendengar ucapan sang nona.

Saat perdebatan masih berlangsung, sosok lain muncul menambah ketegangan makin tinggi. Evan Brown, lelaki itu mendadak telah berdiri di hadapan Ivana.

Zack reflek maju tapi Ivana mengangkat tangannya. Mencegah Zack bertindak lebih jauh.

"Aku dengar, bodyguardmu ingin menikahimu?"

Ivana mundur dua langkah. Perempuan itu tersenyum. "Kabar cepat sekali beredar." Sorot matanya spontan tertuju pada Amelia yang buru-buru menyembunyikan ponselnya.

Ivana seketika memicingkan mata, tingkah Amelia sangat mencurigakan.

"Tidak ada pernikahan jika Tuan Brown ingin tahu."

Ivana meringis ketika Evan kembali mencekal tangannya. Evan melirik Zack yang tampak diam. Seringai terbit di bibir Evan. "Kau benar-benar patuh. Tapi kenapa kau barusan menentang tuanmu."

"Tuan Evan Brown!" Ivana memperingatkan.

"Pernikahan kita akan tetap terjadi suka atau tidak. Mau atau tidak mau."

"Saya tidak berniat menikah dengan siapapun. Hutang itu akan saya lunasi."

"Bagaimana kau akan melunasinya?" Matt bertanya, disusul sang paman dan yang lainnya ikut mendesak.

"Sudahlah, Ivana. Lebih baik kamu menikah saja dengan tuan Brown. Masalah selesai. Jangan mempersulit diri sendiri." Sang bibi justru memprovokasi semua orang.

"Betul, Kak. Apa yang kurang dengan Tuan Brown. Dia kaya, tampan, dan yang pasti bisa memberimu hidup yang sempurna."

Amelia mengedipkan sebelah mata setelah selesai bicara. Ivana seketika merasa ada yang tidak beres dengan adiknya.

"Kamu tidak punya pilihan Ivana. Menikah dengan Tuan Brown adalah jalan keluar untuk masalah kita." Matt memutuskan sepihak.

"Bagaimana? Kamu ingin pernikahan seperti apa? Aku bisa mewujudkannya untukmu." Evan bertanya sambil tersenyum.

Ivana nyaris ingin menangis. Di antara sekian banyak orang, tidak adakah yang berpihak padanya. Tak adakah yang ingin membelanya atau setidaknya bertanya mengenai pendapatnya, keinginannya.

Tidak ada! Mereka tidak peduli sama sekali pada Ivana. Mereka hanya peduli pada harta, nama baik juga keuntungan. Ivana sama sekali tidak berarti. Dia hanyalah alat untuk mendapatkan itu semua.

Evan tertawa puas melihat Ivana tidak melawan. "Kamu tidak punya pilihan. Kita akan segera menikah. Dan kau, akan jadi orang pertama yang kusingkirkan."

Evan menatap tajam pada Zack. Pria itu balas memandang Evan tanpa takut. Zack kemudian maju, melepaskan cekalan Evan yang sudah pasti meninggalkan bekas merah pada tangan sang nona.

Semua orang terkejut ketika Zack tidak melepaskan pegangan tangannya pada Ivana. Di hadapan keluarga Moonstone, pria itu berdiri tegak. Tanpa kegugupan, tanpa kepanikan. Seolah keluarga Moonstone bukanlah orang yang harus dia segani atau hormati sebagai tuannya

"Saya pikir keluarga ini sangat menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik keluarga."

Ivana melotot pada Zack yang tetap tenang. Tangannya berada dalam genggaman pria itu. Hal ini membuat Evan naik pitam.

"Lepaskan tanganmu darinya!" Teriak pria itu.

Namun Zack sigap menyembunyikan Ivana di belakang tubuhnya.

"Dengarkan saya bicara lebih dulu." Zack menatap satu persatu orang yang ada di sana. Terakhir Zack menjatuhkan pandangan pada Evan.

"Asal kalian tahu, saya dan Nona Ivana pernah tidur bersama."

Ruangan sontak membeku. Tak ada satu pun yang berani bernapas. Seakan udara ikut terhisap habis bersama pengakuan Zack.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 193 TERIMA KASIH

    Suasana heboh mewarnai ruangan di instalasi gawat darurat tempat Paula berdinas. Ivana dibawa ke sana dalam keadaaan berlumur darah dan setengah sadar. Begitu sampai di sana pertolongan langsung diberikan. "Hubungi dokter kandungan. Sepertinya dia harus melahirkan." Tak berapa lama Paula datang bersama dengan Zack. Keduanya sama-sama seperti ingin makan orang. Apalagi Zack. Namun begitu melihat keadaan Ivana. Semua kemarahan pudar, berganti kepanikan tidak terkira. Paula dengan cepat memeriksa. Ekspresinyaa berubah cemas. "Ivana! Tetap sadar!" Serunya pada Ivana yang kesadarannya memang timbul tenggelam. "Tidak bisa, Dok. Rasanya berat," balas Ivana lemah. "Na, tetap bersamaku." Genggaman hangat tangan Zack membuat Ivana tersenyum. "Hai, mantanmu yang lakukan ini," adunya tanpa sadar. "Oke, nanti aku balas. Sekarang jangan tidur dulu." Zack menepi ketika Paula mengkodenya. Mereka bicara serius untuk beberapa waktu. Sampai keputusan final diambil. Ivana segera di dorong ke rua

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 192 PENDARAHAN

    Beberapa bulan kemudian."Damian gila! Bagaimana bisa dia menikah dengan Citra, cucunya Agam."Briana mengomel sepanjang perjalanan pulang ke Casa Celeste. Keluarga besar itu baru saja turun dari pesawat setelah menghadiri pernikahan Damian."Kalau sudah jodoh mau bagaimana?" Vin menenangkan sang istri yang sejak tadi ngereog tidak karuan."Jodoh dari mananya. Jelas-jelas dia manfaatin Citra. Awas saja, pengen kubejek-bejek tu anak. Anak orang lain, mungkin aku tidak masalah. Tapi ini cucunya Agam." Briana masih lanjut mengomel.Yang lain hanya diam mendengarkan. Terutama Ivana. Dia cukup lelah setelah perjalanan lumayan jauh antara Jakarta Milan.Ditambah usia kandungannya sudah masuk tujuh bulan. Pinggangnya mulai pegal dan kakinya lebih cepat merasa letih jika beraktivitas."Damian tidak memanfaatkan Citra. Lebih tepatnya mereka saling memanfaatkan," celetuk Dominic. Pria yang memang pandai menilai gelagat seseorang."Apa maksudnya itu?" Sambar Dira. Wajahnya terlihat senang, dia b

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 191 PELARIAN

    "Mau ngomong apa kamu?" Nada sengak dan muak tersirat dalam pertanyaan Zack. Sedang Damian, dia hanya bisa menghela napas. Memang salahnya, terlalu berharap pada Ivana. Padahal dia sendiri yang telah menyakiti hati perempuan itu. "Aku cuma mau bilang maaf sudah mengacau. Tapi mulai sekarang kamu bisa tenang. Aku tidak akan mengganggu Ivana lagi. Besok aku akan pergi" "Aku akan join buat ngurus salah satu bank milik Oma yang di Jakarta. Sekaligus bantuin Tante Dira buat ngawasin simbahmu." Zack mengerutkan dahi. "Mau kabur lagi?" Tudingnya tanpa basa basi. Damian menghela napas lelah. "Aku bisa apa. Dua kali patah hati pada perempuan yang sama. Kalau bisa aku pilih amnesia soal dia." Zack tertawa heboh. "Semoga terjadi. Lupakan istriku, tapi skill dan kemampuan jangan." Damian memutar bola matanya bosan. Dia benci jika Zack sudah bersikap demikian. Sok bijak, sok percaya diri. Padahal dia pun lebih kurang sama dengan dirinya. Pernah menyakiti hati perempuan. "Tidak menunggu pern

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 190

    "MN GRUP bangkrut."Ivana terbelalak sebelum menerima tablet dari Zack. Di mana berita soal kehancuran Moonstone Grup terpampang di sana."Jadi ini benar?" Gumam Ivana dengan mata bergulir cepat membaca berita."Meredith dan Amelia sepertinya sedang melarikan diri dari debt collector yang menagih utang mereka. Evan Brown juga tidak peduli lagi pada mereka. Gosip terbarunya, dia akan segera menikah dengan putri pengusaha dari kota sebelah."Zack menambahkan selepas meminum kopinya. Keduanya memutuskan mampir ke La Barka. Setelah kejadian mereka hampir menabrak orang, yang tak lain adalah Meredith dan Amelia.Tampilan keduanya berantakan, lusuh juga kumal. Tak terlihat lagi gaya sosial kelas atas yang dulunya identik dengan mereka. Baju mewah keluaran butik ternama dengan perhiasan berkilau menghiasi.Meredith dan Amelia dilempar kembali ke tempat asal mereka. Miskin dan kumuh. Saat hampir ditabrak mobil Zack, kedua orang itu langsung lari terbirit-birit, tampak ketakutan."Wah, itu ber

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 189 KEBENARAN

    Ucapan Serena membuat Ivana kembali berlari ke tempat Luis. Dia harus tahu kebenarannya atau dia akan makin gila. "Luis Hugo! Luis Hugo! Di mana kamu!"Tiap ruangan yang dia buka, Ivana tidak menemukan Luis di sana. Mereka menggeleng tiap kali ditanya di mana pria itu berada. "Kalau Dokter Paula?""Oh, dia sudah kembali ke rumah sakit. Katanya ada operasi caesar darurat."Ivana lemas di tempatnya berdiri. "Luis di mana?"Yang ditanya tampak mengerutkan dahi. "Dia sepertinya sedang keluar."Habis sudah harapan Ivana untuk mencari tahu siapa ayah bayinya. Saking lelahnya mencari, Ivana pilih rebahan di sofa depan ruangan Max.Ivana hampir terpejam ketika suara Zack membuatnya kembali terjaga."Kenapa tiduran di sini?""Zack aku mau ngomong sesuatu.""Aku juga. Aku tadi konsul sama dokter Paula. Katanya kamu belum bisa melakukan perjalanan jarak jauh. Aku sudah bilang cuma tiga jam, tapi dia bilang jangan dulu."c"Resikonya besar untuk kandunganmu. Masih kecil dan sangat rawan kegugura

  • SKANDAL PANAS NONA MUDA   BAB 188 PRIA WARAS

    "Bagaimana keadaannya?"Zack bertanya pada Paula begitu dia kembali ke ruangan tempat Ivana dirawat. Paula ingin sekali memaki Zack, tapi tidak berani."Dia terus memintaku melakukan aborsi."Bola mata Zack melebar tidak percaya. "Jangan pernah lakukan itu padanya. Dia mengandung anakku, darah dagingku.""Kalau begitu beritahu dia. Kalau kamu ayah bayinya. Jika kamu terus menyembunyikannya, psikisnya akan tertekan. Itu tidak baik untuk kandungannya.""Jika demikian, tanpa aku melakukan aborsipun, istrimu sedang on the way membunuh janinnya sendiri." Paula mengulangi ceramahnya.Makin syok Zack dibuatnya. Dia ingin memberitahu Ivana, tapi dia mau menunggu sampai mereka pulang. Keadaan sudah aman jadi mereka bisa kembali ke The Crystal.Zack terdiam di tempatnya untuk beberapa waktu, sampai pintu di depannya terbuka. Ivana muncul dengan wajah pucat, juga tubuh terlihat lemas."Ivana, kamu mau apa?""Aku mau pulang ...."Kalimat Ivana menggantung di udara. Pulang? Mau pulang ke mana dia.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status