Partager

SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN
SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN
Auteur: Shira Aldila

Sebuah Video

Auteur: Shira Aldila
last update Date de publication: 2026-09-30 17:53:24

"Video apa ini?"

Aku histeris ketika melihat rekaman video yang ditampilkan di layar besar di acara akad nikahku. Seharusnya yang ditayangkan di sana adalah video prewed-ku bersama Raffi tunanganku, bukan tayangan mesvm seperti ini.

Di dalam video itu menampilkan adegan tidak senonoh antara Raffi dan Sarah adik tiriku. Mereka bercinta di kamar pengantinku di hotel tempatku akan berbulan madu. Para undangan yang berada di ballroom hotel ini pun menatap jijik rekaman mereka berdua. Apalagi aku, selain jijik, hatiku juga hancur lebur.

"Hentikan video itu, kenapa ditayangkan terus!"

Itu suara Maya, Ibu tiriku. Dia juga histeris. Wajahnya memerah karena malu ulah perangai Sarah anak kandung kesayangannya.

Pria berseragam pelayan hotel yang memutar video itu mematikan layar. Wajahnya terlihat puas dan senang setelah menayangkan video pengkhianatan itu. Siapa dia? Aku tak kenal dengannya. Sepertinya dia sengaja melakukan hal ini. Tapi apa tujuannya? Entahlah. Fokusku sedang kacau. Jiwaku mendadak labil. Hal yang ingin aku lakukan sekarang adalah mencerca Raffi dengan segudang pertanyaan.

"Raffi, jelaskan padaku, sejak kapan kamu main hati dengan Sarah? Lalu kenapa Sarah? Apa ngga ada perempuan lain untuk kamu jadikan selingkuhan? Mengapa kamu mengkhianatiku dengan adikku sendiri?" tanyaku beruntun. Emosiku sudah memuncak di ubun-ubun.

"Ayolah, Salma. Kamu juga ngga pernah cinta sama aku. Kamu ingin nikah 'kan cuma ingin mendapatkan perusahaan Ibumu saja dari ayahmu. Aku udah ngga bisa berpura-pura lagi, Salma. Aku mencintai Sarah sejak awal aku berkenalan dengannya," jawab Raffi berterus terang. Kejujurannya teramat pahit untuk kutelan.

“Iya, Kak. Maafin kami yah. Mau gimana lagi. Aku juga mencintai kak Raffi. Apalagi Kak Raffi sudah terang-terangan bilang kalau dia ngga pernah cinta sama Kak Salma," sahut Sarah tanpa dosa. Kutatap wajah adik tiriku itu. Tidak terlihat raut penyesalan sedikitpun. Malah Sarah terlhat senang. Harusnya dia kabur dari ruangan ini setelah aibnya dipertontonkan pada banyak orang. Tapi ini tidak. Dia hanya cengengesan. Dasar tak tahu malu.

Jawaban Raffi dan Sarah membuat aku terpojok. Aku ingin mendapatkan pembelaan dan dukungan sekarang. Aku berharap ayahku yang akan melakukan hal itu.

"Ayah, lihat kelakuan Sarah. Apa ayah tidak ingin menegurnya? Dia sudah membuat malu keluarga." Aku berusaha memancing ayah agar angkat bicara. Tapi reaksi yang tak kuduga yang kudapatkan darinya.

"Salma, mengalahlah dengan adikmu. Kalau mereka saling cinta. Kita bisa apa?" ucap ayahku tanpa beban.

"Apa? Aku ngga nyangka ayah akan berucap seperti itu. Mengalah kata ayah? Rasanya seumur hidup aku selalu mengalah dengan Sarah. Buka hati ayah, lihat kelakuannya. Dia tidak hanya merebut tunanganku, tapi dia sudah membuat malu keluarga ini dengan berbuat hal yang tidak senonoh," ucapku dengan nada suara tinggi, berharap ayahku sadar dan mau mendengarkan.

"Tutup mulutmu, Salma. Jangan hina adikmu. Dia hanya khilaf. Soal video itu, pasti ada yang ingin menjebaknya dan ingin menjatuhkannya," balas ayah yang membuatku semakin meradang. Ayahku memang pengecut. Semenjak menikah dengan Maya, ayah seperti orang yang diguna-guna. Selalu manut dengan semua ucapan istri mudanya. Cara ayah memperlakukan Sarah pun sering salah. Apapun kelakuan buruk adik tiriku itu selalu dibela. Pantas saja dia tumbuh menjadi gadis yang egois dan manja.

"Ayah sengaja membela Sarah karena ayah memang tidak ingin aku menikah, bukan? Ayah tidak ingin mengembalikan perusahan Ibu ke tanganku, bukan? Jangan-jangan ayah memang berencana ingin menguasainya kemudian menyerahkan perusahaan itu pada Sarah dan Mama."

Kali ini, air mataku jatuh berderai. Aku merasa tak berharga di keluargaku ini. Ternyata ayahku sendiri juga ingin mengkhianatiku.

"Andai perusahaan itu jatuh ke tangan Sarah, apa masalahnya buat kamu, Salma?" Maya ikut bersuara. Dia sangat to the point. Terlhat jelas ambisi dari mama tiriku itu.

"Tidak masalah kata mama? Lahir bathin aku ngga rela. Perusahaan itu milik ibu kandungku. Sarah tidak berhak," balasku sengit. Air mataku mendadak kering. Tangisku hilang. Kesedihanku menguap, berganti menjadi kebencian yang memekat pada keluarga toxic-ku ini.

"Tapi sekarang 'kan ayah yang mengelolanya, Salma. Ayah lakukan untuk kita bersama. Untukmu, juga Sarah. Untuk kedua putri ayah." Ayah mencoba membujuk. Bujukan ayah terdengar seperti rayuan yang penuh tipu daya. Aku tidak percaya jika ayah menganggapku setara dengan Sarah. Itu sangat bohong. Semenjak Ibu meninggal, aku selalu disisihkan. Bahkan dianggap ngga ada. Ayah selalu mengutamakan Sarah di atas segalanya.

Bukannya aku tidak mau berbagi, tapi dalam wasiat ibu, namaku yang menjadi pewaris satu-satunya. Ayah hanya mengelolanya sampai aku dewasa dan menikah. Seharusnya, hari inilah waktunya. Tapi semuanya gagal karena pengkhianatan.

Lagi pula, Maya seharusnya tidak berhak sama sekali untuk menikmati hasil keuntungan perusahaan milik mendiang Ibuku itu. Hanya saja, ayahku terlalu bodoh dan bucin pada si pelakor itu. Kehadiran Mayalah yang membuat ibuku jatuh sakit kemudian meninggal dalam keadaan patah hati di masa lalu. Dan sekarang, mereka terang-terangan ingin menguasai. Sungguh aku tak sudi.

"Baiklah. Sekarang aku sudah paham dengan akal bulus kalian." Aku menatap tajam ke arah Ayah yang sengaja membuang muka dariku. Dia tidak berani menatapku. "Ayah, kata ayah, ayah akan menyerahkan perusahaan Ibu jika aku sudah dewasa dan menikah. Aku akan penuhi syarat itu hari ini juga. Aku akan tetap menikah," ucapku tegas. Ayah terkesiap mendengar ucapanku.

"Apa maksudmu, Salma? Dengan siapa kamu akan menikah?" tanya Ayah heran dengan ucapanku. Aku hanya membalas ayah dengan senyum sungging yang penuh kegetiran.

"Kamu mau menikah dengan siapa hari ini, Salma? Raffi ‘kan sudah tidak menginginkanmu lagi. Dia hanya menginginkan Sarah." Maya menimpali.

"Itu bukan urusanmu, Mama!” jawabku ketus. Rasa hormatku sudah hilang pada perempuan itu.

Aku memutar badan. Menghadap ke arah tamu undangan yang sedari tadi menjadi penonton drama memalukan keluargaku yang tolol ini.

"Hadirin yang berbahagia. Aku Salma Saraswati Atmaja. Hari ini aku mencari suami. Ada imbalan hadiah yang akan aku berikan, termasuk gaji 10 juta setiap bulan bagi yang bersedia menjadi suamiku. Selama menikah denganku, aku tidak akan menuntut banyak hal. Cukup bertugas menjadi suami yang baik untukku. Bagi yang berminat, silakan angkat tangan."

Aku berbicara lantang di hadapan semua orang. Suaraku terdengar keras dan berani. Tapi percayalah, jauh di dalam hati, aku sangat malu dan merasa putus asa. Tapi demi wasiat Ibu, memutus urat malu pun aku mau.

"Salma, jangan gila kamu," cegah Ayah.

"Anggap saja aku memang sudah gila. Aku gila karena ayah," balasku tak peduli lagi pada ayah. Kudengar, Sarah dan mamanya berbisik-bisik dan menertawakanku di belakang.

Aku menatap dengan mata memohon pada para pria-pria lajang yang datang sebagai undangan. Aku berharap ada yang mau maju dan menawarkan diri untuk kujadikan suami. Tapi beberapa menit berlalu, semua pria itu hanya diam mematung seraya melemparkan tatapan iba padaku.

"Kamu memang menyedihkan, Kak Salma. Lihat, ngga ada satu pun pria yang menginginkanmu di ruangan ini, Kak." Sarah mengejek di belakang. Tapi aku abaikan. Fokusku kini adalah mencari calon pengantin priaku.

Lama menunggu, akhirnya ada suara seorang pria yang berteriak lantang. Suaranya berasal dari samping panggung pelaminan.

"Saya. Saya bersedia menjadi suamimu."

Mataku menoleh pada sumber suara. Semua mata orang-orang pun juga tertuju padanya. Serentak, orang-orang melongo, termasuk aku. Tak hanya melongo, tapi hatiku juga mencelos tak berdaya saat tahu siapa pria yang menawarkan diri menjadi suamiku itu.

Pria itu adalah ...

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Hadiah Kecil

    “Saya tentu akan melakukan yang terbaik untuk anda, Tuan. Tapi, saya boleh tahu apa alasan anda menyembunyikan identitas anda dari wanita bernama Salma itu?” Wajah Pak Marko terlihat makin tak sabar untuk mendengarkan alasanku. "Karena aku ingin dicintai apa adanya. Aku ingin dicintai karena diriku sendiri, tanpa embel-embel nama besar Papa, jabatan sebagai CEO Bastian Group, jumlah saham dan kedudukan. Aku ingin dicintai dengan tulus," jawabku penuh keyakinan. Mulut Pak Marko, sontak menganga lebar mendengar alasanku. Dia mendekat ke arahku, menempelkan punggung tangannya ke jidatku. "Tidak panas, apa jangan-jangan anda sedang mabuk?" Pak Marko malah menilaiku sedang dalam keadaan ngawur. Apa sesulit itu mempercayai alasanku? Aku juga manusia yang ingin dicinta oleh pasangannya dengan apa adanya. Bukan hal yang muluk, bukan? "Aku sedang tidak demam. Tapi memang sedang mabuk," jawabku terkekeh. Pak Marko lansung menyambar gelas kristal di tanganku. Dia membauinya dan bergumam. "C

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Debaran

    “Raffi? Mau apa kamu ke sini?” sambutku pada Raffi dengan emosi yang mendadak tersulut. Jantungku tak aman jika harus bertemu lagi dengan pengkhianat ini. Rasanya ingin mengamuk saja padanya. “Salma, jangan emosi dulu. Aku mau bicara empat mata denganmu. Aku ingin menjelaskan semuanya.” Suara Raffi melunak. Ternyata dia datang dengan kedamaian. Tapi tetap saja aku curiga. Dia pasti sedang membuat rencana licik baru untukku. “Bicara di sini saja. Di hadapan suamiku,” jawabku ketus. Raffi menggusar rambutnya kesal. “Sudahi sandiwara ini, Salma. Dia bukan suamimu, pernikahanmu cuma rekayasa.” Aku tercekat mendengar ucapan Raffi. Bibirku terkatup tanpa mampu membalas karena dia benar. Semua orang sangat tahu bagaimana aku dan Reno menikah. “Salma, aku sudah membayar tagihan pernikahan kita, Aku ikhlas membayar semuanya dengan penuh. Anggap saja, ini caraku menebus kesalahanku. Ini memang salahku. Aku khilaf, Salma. Aku benar-benar menyesal. Belum sampai satu hari aku berbuat salah

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Gelato

    “Ren, apakah ini ulahmu?” tanyaku pada Reno meski sebenarnya aku tak yakin. Memangnya siapa Reno, sehingga dia bisa membatalkan rapat orang-orang penting itu. "Melakukan apa?” jawab Reno santai. “Itu … membuat acara rapat itu ditunda dan mengajukan namaku sebagai perwakilan Atmaja group?” tanyaku lagi untuk memuaskan rasa penasaranku. “Mana mungkin, Sal. Apakah aku sehebat itu?” “Terus, tadi kamu mengetik pesan pada siapa?” “Pak Marko, Manajerku. Aku ingin menanyakan soal rapat itu. Pak Marko yang bilang kalau rapatnya ditunda dan namamu yang tertera di list undangan kemitraan.” Reno memainkan ponsel di tangan. Matanya tertuju ke layar. Dia senyum-senyum sendiri melihat layar ponselnya. Sementara, aku terus memerhatikan ekspresi wajah Reno. Pikiranku mulai berkhayal liar. Aku semakin yakin bahwa Reno menyimpan sesuatu dariku. “Dari mana mereka tahu soal aku dan namaku? Aku sendiri belum pernah mengenalkan diri bahkan tak satu pun kenal dengan orang-orang di Bastian group,” ta

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Buku Nikah

    “Cuma sebutan yang tidak berarti. Becandaan khas teman-teman sekerja di hotel padaku,” jawab Reno akhirnya. Kemudian dia mengalihkan pembicaraan. Menghadirkan topik bahasan baru. Kami membahas soal umur. Ternyata, Reno lebih muda dariku 2 tahun. Sebuah fakta yang mengejutkanku. Saat ini, aku berusia 30 tahun. Usia yang kata orang sudah terlambat untuk menikah. Bagaimana tidak, kegagalan-kegagalan dalam urusan asmara selalu terjadi padaku di masa lalu. Tak hanya dulu, sekarang pun masih begitu. Obrolan lain juga menemani perjalanan kami menuju kantor administrasi pernikahan. Reno membuka banyak topik pembahasan yang ringan. Aku nyaman berbagi cerita dengannya. Aku menganggap, obrolan kami adalah cara kami untuk saling mengenal. Urusan di kantor administrasi pernikahan cukup lancar. Akhirnya, aku mendapatkan buku nikah yang sangat aku butuhkan untuk legalitas pernikahan kami. “Akhirnya, aku berhasil mendapatkan ini, Ren,” ucapku bahagia. Buku ini akan menjadi syarat utama untuk mer

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Hari Yang Gila

    POV RENO Hari ini adalah hari yang gila. Bahkan sangat gila. Tanpa rencana dan tanpa agenda, tiba-tiba saja aku menikah dengan seorang perempuan bernama Salma. Hari ini adalah hari ke delapan aku berada di hotel ini. Mama memintaku untuk mengikuti serangkaian acara perjodohan. Satu wanita untuk satu hari, dalam satu acara kencan. Mama menginginkanku untuk segera menikah. Dia ingin punya menantu dari Indonesia. Kata Mama, istri yang pantas untukku adalah istri yang senegara. Awalnya aku meremehkan pandangan mama soal gadis Indonesia. Tapi pandanganku berubah setelah bertemu dengan seorang gadis yang anggun di hotel ini. Berkat bertemu dengannya, aku mulai melihat perempuan Indonesia dalam pandangan yang berbeda. Hari pertama aku melihat gadis itu, aku tergerak untuk mendekati. Tapi urung, setelah tahu siapa namanya dan apa niatnya datang ke hotel ini. Namanya, Salma, demikian info yang kudapat dari resepsionis. Salma datang untuk memesan ballroom. Dia akan menikah di hotel ini. Ras

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Kepakatan

    "Siapa mereka, Ren?" tanyaku lagi. "Para cegil!"Reno masih menggenggam tanganku erat, aku terpaksa mengiringi langkahnya yang cepat."Cegil itu apa?""Cewek gila."Setiba di dalam lift, Reno semakin panik karena pintu lift tak jua kunjung menutup. Sementara satu di antara cewek cantik yang mengejar itu sudah semakin dekat."Alvin! Aku akan adukan kamu ke ibumu!" Perempuan itu berteriak mengancam. Aku mendengar dengan jelas ucapannya. Hanya saja, saat perempuan itu mengucapkan kalimat itu, pintu lift menutup. Kami pun terbebas. Dan Reno terlihat lega walau napasnya ngos-ngosan. Setelah mengatur napas, Reno malah terpingkal."Kamu kenapa? Apanya yang lucu? Siapa cewek-cewek itu? Kenapa mereka ingin mengadukanmu pada ibumu?" tanyaku beruntun. Tentu saja aku penasaran. Bagiku, Reno adalah pria asing. Aku belum kenal dengannya. Siapa tahu, dia seorang playboy yang memiliki masalah dengan banyak wanita."Jawab, Ren!" Suaraku meninggi. Tawa Reno pun terhenti. Dia kembali bersikap tenang."

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status