Share

Bab 5. Pembicaraan Serius

Penulis: DNOV
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-20 17:18:15

Pemandangan sore di atas kota Tokyo terlihat begitu mempesona: terbentang lewat kaca jendela lantai 21 salah satu gedung. Sesosok pria muda dengan setelan jas elegan, tengah termangu menatap jauh ke penjuru kota. Pandangannya jelas-jelas menyiratkan ada sesuatu yang ia pikirkan. Beberapa lembar foto ukuran 4R tergeletak di atas meja kerjanya. Untuk ke sekian kali ia menarik nafasnya mengingat pembicaraannya setahun yang lalu dengan sang ayah.

Flashback

“Kenshi, perusahaan kita berkembang pesat sejak kamu ikut mengelola perusahaan. Sebagai anak laki-laki di keluarga Takeda, ayah berpikir, sudah saatnya kamu memikirkan tentang kehidupanmu sendiri. Umurmu sudah cukup untuk membina keluarga.”

Pernyataan itu keluar tiba-tiba dari seorang pria baya di hadapannya.

“Aku mengerti keinginan ayah, tapi…,”ucapan Kenshi terhenti melihat pandangan sang ayah yang penuh pengharapan.

“Kamu tidak usah khawatir. Ayah sudah menemukan orang yang tepat.” Keduanya saling berpandangan.  

“Ayah, jika ini berarti sebuah pernikahan, aku harap ayah bisa sedikit lebih bijaksana jika menyangkut kehidupan pribadiku.” Kenji mencari alasan yang tepat tanpa bermaksud menolak langsung keinginan sang ayah. Namun laki-laki di hadapannya kini meletakkan sebuah map hitam di hadapannya.

“Setelah melihat ini, mungkin kamu bisa mempertimbangkannya!” Laki-laki itu bangkit lalu berjalan menuju jendela kaca besar yang membentang sepanjang ruangan.

Kenshi ragu saat membuka map di hadapannya dan sempat terhenyak.

“Aryo Hadiwijaya, bukankah dia rekan bisnis kita?” Kenshi melihat lebih seksama isi berkas di tangannya.

“Aryo Hadiwijaya. Dia salah satu sahabatku. Dialah yang telah mengenalkan kita pada masjid. Kamu juga tahu." Ia menunduk sejenak.

“Aku tahu, hanya saja ini semua begitu tiba-tiba. Ayah tidak bermaksud mengambil keuntungan dari semua ini, bukan!”

Ucapan Kenshi yang terdengar menyelidik itu membuat sang ayah hanya tertawa lebar.

“Ah, tentu saja tidak. Aku hanya mempunyai niat baik sebagai seorang ayah. Aku ingin putraku ini mendapatkan pendamping hidup yang baik.” Sergah sang ayah berusaha meyakinkan.

Meski dari sinar matanya, Kenshi masih belum menerima semua rencana itu, ia kembali terdiam sambil terus memperhatikan berkas-berkas di hadapannya. Ia terpaku pada sebuah foto keluarga dan foto seorang gadis asing.

“Aku menganggap ini sebagai sebuah perjodohan bisnis. Apakah ayah ingin menahan Hadiwijaya untuk tetap berada di perusahaan kita?"

"Apa kamu menganggapnya begitu?" Takeda melirik ke arah Kenshi. 

"Aku dengar, kepulangannya ke Indonesia kali ini karena dia ingin mengembangkan salah satu perusahaan di Indonesia.”

“Aku tahu. Jika memang Hadiwijaya bertahan dengan perusahaan kita atau memilih pulang ke Indonesia itu adalah pilihannya! Ayah hanya berpikir tentang pernikahanmu dengan seseorang dari keluarga yang sudah kita kenal baik. Kita harus sadar, keberadaan kita saat ini masih minoritas.” Ungkap sang ayah dengan tetap menyiratkan sebuah ketegasan.

Ya, keluarga mereka merupakan keluarga muallaf  beberapa tahun belakangan. Ia cukup paham maksud sang ayah. Bagi mereka keyakinan itu sesuatu yang bersifat privasi; tidak bisa menjadi konsumsi khalayak, bahkan dalam hubungan bisnis. Meski begitu ia paham, ia tak bisa menikahi sembarang wanita dengan keyakinan yang berbeda.

Memang ada wanita Jepang yang juga muallaf , namun mengingat Kenshi bukanlah tipe pria yang mudah mendekati wanita, dan sangat pemilih, membuatnya tetap lajang hingga kini.

“Aku mengerti maksud ayah. Hanya saja hal ini terlalu mendadak.” Ungkapnya dengan sebersit tanda tanya dalam hatinya.

Takeda adalah perusahaan milik keluarga Kenshi yang bergerak di bidang property, penyediaan alat berat dan juga perhotelan. Sedangkan, Wijayatama adalah perusahaan milik keluarga Mayang yang bergerak dalam penyediaan alat berat dan baru merintis bisnis properti di Indonesia. Aryo Hadiwijaya, ayah Mayang; menjadi salah satu konsultan perusahaan di Takeda, seiring awal mula berdirinya perusahaan Wijayatama, milik Hadiwijaya.

“Aku dan Hadiwijaya sudah bertemu. Bahkan nyonya Cory, istri Hadiwijaya sangat antusias dengan rencana ini. Putri mereka usianya 8 tahun lebih muda darimu dan pantas untuk menikah.  Mereka tidak keberatan karena mereka telah bertemu denganmu sebelumnya.”

“Ya ayah. Aku tahu, Tapi apakah keputusan ini tidak terkesan memaksa untuk gadis itu? Kami bahkan belum pernah bertemu.”

Sebagai pria yang berpikiran sehat dengan standar rasionalitas yang tinggi, Kenshi berusaha memahami situasi itu bukan hanya rumit bagi dirinya, tapi juga bagi gadis asing itu.

“Nyonya Cory mengatakan akan membantu meyakinkan putriya.” Sikap tenang namun teguh  yang diperlihatkan sang ayah, membuat Kenshi tak mampu bergeming.

“Baiklah.  Aku akan mempertimbangkannya, tapi bukan dalam waktu dekat. Karena ini menyangkut masalah perasaan dan kehidupan pribadiku. Aku harap, ayah tidak terlalu terburu-buru dan mencampuri hal ini.” Ungkap Kenshi tegas namun tetap menjaga kata-katanya demi menghormati sang ayah.

“Aku mengerti!” Sang ayah mengangguk seolah memahami anaknya.

“Lagipula, jika ini semua terjadi, tetap akan menjadi pilihanmu. Ayah percaya padamu, kamu bisa menjaga kehormatan keluarga. Kamu harus bisa membagi waktu antara  pekerjaan dan kehidupan pribadimu.” Kata-kata itu menjadi akhir pembicaraan antara ayah dan anak itu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 31. Seorang Adik Manis

    “Hai, siapa namamu?” Mayang menyambut seorang gadis remaja yang menghampirinya antusias. Minimal menghindarinya salah tingkah tiap kali bersitatap dengan Kenshi dari ujung ruangan yang seolah mengawasinya. “Namaku Mayuri, adik bungsu Kenshi.” Ungkapnya dalam bahasa Inggris dengan suara imut dan ceria. Wajahnya yang sedikit chubby tak menghilangkan kemiripan Mayuri dengan wajah kakak-kakaknya."Hey, you're so cute!" Puji Mayang sambil menyentuh dagu gadis berhijab itu. Kerudung pasmina cerah yang dibelitkan ke leher jenjangnya cukup serasi dengan dress overall putih berenda. Mayang merasa salut, di usianya yang masih belia Mayuri sudah memantapkan diri mengenakan hijab di tengah-tengah keluarga yang heterogen."Kamu juga cantik, oneechan!" Keduanya saling tersenyum, merasakan kenyamanan yang langsung kentara. "Bisakah kamu mengajariku bahasa Inggris, Oneechan!"“Ya, tentu saja. Kapan pun kamu mau, aku akan mengajari dan sering-sering mengobrol denganmu.”“Thank you. Oh ya sis, apa

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 30. Semacam Interview Keluarga

    “Ya, saya mulai menyukainya, kak!“ Mayumi tersenyum cerah mendengar jawaban Mayang.“Apa Kenshi memperlakukanmu dengan baik?”, tanyanya lagi setengah berbisik.“Ya, tentu saja. Kami masih baru saling mengenal, jadi ya...seperti itu?”, jawab Mayang tersenyum malu-malu.“Eeem, it’s OK! Nanti kamu akan terbiasa. Hanya saja kamu harus bersabar, dia juga sebenarnya masih sangat lugu.” Ujar Mayumi lagi diiringi tawanya yang renyah sambil melihat ke arah Kenshi yang tengah bermain dengan anak-anaknya.Mayang hanya tersenyum kaku, tak mengerti apa maksudnya.“Ayo, ambil camilan di sana. Ada juga minuman segar dan koktail. Jangan malu ya. Anggap rumah sendiri!” Wanita itu mengusap jemari lentiknya ke dagu Mayang sebelum berlalu, membuat Mayang hanya mengangguk-angguk malu.Tak berapa lama, seorang wanita baya dengan kimono lengkap cerah mendatangi Mayang. Ia duduk di tempat Mayumi sebelumnya duduk. Entah kenapa, sepertinya ia berada di tempat dimana orang-orang menghampiri dan ingin menanyain

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 29. Bertemu Calon Besan

    “Selamat datang, Mayang-san!” Suara bernada bas berasal dari seorang laki-laki baya yang berdiri di sebrang meja terlihat memberikan senyum ramah sambil menundukkan badannya. Dari gerak-geriknya yang bersahaja Mayang bisa menebak itu adalah tuan Takeda, ayah Kenshi. Mayang pun membalas dengan menundukkan badannya tanda hormat.Dari cerita papanya semalam, ayah Kenshi termasuk salah satu orang Jepang yang cukup ramah di antara anggota keluarga Kenshi yang lain. Hal itu tentu saja membuat Mayang cukup tenang, karena di rumah itu, ia tak mengenal satu pun dari mereka yang hadir kecuali Kenshi.Tuan Takeda adalah orang pertama yang memutuskan masuk Islam dan mengajak keluarganya untuk juga mengikutinya. Kenshi sendiri adalah orang kedua yang menganut Islam, karena dialah yang paling sering mengantar sang ayah bertandang ke masjid-mesjid di sekitaran Tokyo untuk sekedar bertanya tentang bagaimana kehidupan orang Islam. Ketertarikan itu juga yang membawa Kenshi beberapa tahun belakang menga

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 28. Pertemuan Dua Keluarga

    “Kita sampai. Ayo!” Ujar Kenshi saat mobil yang mereka tumpangi berhenti.Hari itu Kenshi mengajak Mayang untuk pergi mengunjungi keluarganya di rumah orang tua Kenshi, sebelum acara pernikahan tiba.Mayang menyapu pandangannya keluar mobil.Mobil mereka berada di sebuah halaman luas yang dipagari tanaman dan pepohonan perdu yang telah dimodifikasi menjadi bonsai-bonsai yang unik. Beberapa tanaman mengakar ke dalam tanah dan sebagian lainnya masih berada dalam pot dengan ukiran yang khas.Warna hijau tanaman berdampingan kontras dengan jalanan berwarna hitam legam yang tampak bersih tanpa sehelai daun jatuh. Bisa ditebak sang empunya pasti mempekerjakan ahli taman dan tukang bersih-bersih dengan gaji yang lumayan mahal.Mayang sebenarnya masih canggung untuk bertemu dengan keluarga Kenshi yang memang belum pernah ia temui sejak datang ke negeri Sakura ini. Namun pertemuan ini juga sebagai salah satu media pertemuan dua keluarga yang beberapa hari akan dipersatukan menjadi sebuah kelua

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 27. Menatapmu Lagi

    “Kenshi, apa yang kamu lakukan disini? Sebaiknya kamu kembali!” Nyonya Kori tiba-tiba menghadang di depan Kenshi.“Nyonya, saya mohon, jangan terburu-buru!” Sergah Kenshi cepat.“Kami harus segera kembali ke Indonesia, jika tidak, mungkin semua terlambat.” Kory terlihat panik. “Nyonya, tenangkan diri anda dulu. Sekretaris Harita akan menjelaskan semuanya.”Kulihat Nyonya Cory masih ragu."Apa lagi yang harus dijelaskan?" Ungkap wanita itu menarik nafasnya berat.“Anda tenang dulu Nyonya, semua akan baik-baik saja.” Kenshi mencoba meyakinkan sambil menepuk bahu wanita itu. "Saya yakin, Tuan Hadiwijaya mempunyai pandangan yang sama dengan saya. Beliau sudah menemui ayah saya beberapa hari yang lalu."Kory menatap Kenshi tak percaya, namun mau tak mau ia hanya bisa mengikuti saat sekretaris Hirata mengajaknya berbicara di tempat terpisah. Mayang tengah duduk di salah satu bangku lounge saat Kenshi menghampiri. Wajahnya masih terlihat pucat, bibirnya kering, lingkar hitam di sekitar ma

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 26. Sebelum Pergi

    Satu per satu terlihat pesawat lepas landas di bandara Narita. Tatapan Mayang tampak sayu dan kosong saat berada di deretan kursi tunggu. Siang ini, ia akan kembali ke tanah air setelah hampir seminggu ia terbaring di rumah sakit. Sang mama yang berada di sampingnya, masih sibuk dengan ponselnya dan beberapa kali terlihat berbicara di telpon.Wajah Mayang masih tampak pucat karena belum sepenuhnya pulih selepas menginap di rumah sakit beberapa hari lalu. Namun mereka tetap harus berangkat karena tiket pesawat yang sudah terlanjur dipesan.“Apa masih terasa sakit, sayang?” Sang mama mengusap punggungnya.“Udah gak terlalu, ma!” Sahut Mayang menggeleng dengan suara lemah dan pikirannya yang tak menentu.“Apa mau makan atau minum sesuatu? Biar mama belikan!”Mayang kembali menggeleng. Nafsu makannya belum kembali seperti semula. Hanya pikirannya yang menanggapi pertanyaan mamanya. Akhirnya wanita itu hanya menghela nafasnya berat. Percakapan kemarin dengan Kenshi masih terus terngiang d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status