Beranda / Romansa / SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU / Bab 4. Sunset Yang Terasa Lebih Indah

Share

Bab 4. Sunset Yang Terasa Lebih Indah

Penulis: DNOV
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-20 16:58:22

"Silahkan, nona!" Kenshi membukakan pintu mobil. 

"Tidak, saya di belakang saja." Mayang sengaja menuju sisi pintu belakang, seperti sore tadi. Ia merasa tak nyaman jika harus duduk di depan, tepatnya di sisi pria asing itu. 

Walaupun awalnya sempat merasa aneh dengan keramahan pria itu, kata-katanya tadi cukup meyakinkan Mayang sehingga mengusir keraguannya. Mungkin saja pria ini orang suruhan papanya. Bagaimanapun juga ia tak mau melepaskan kesempatan ini untuk sekedar mengisi malamnya, daripada harus sendirian di kamar hotel di hari pertamanya di Tokyo.

Dari balik jendela kaca mobil, Mayang asyik memperhatikan jalan yg dilaluinya dan memilih duduk di belakang. Ia lebih banyak diam dan sesekali mengabadikan apa yang baru dilihatnya lewat kamera handphonenya.

Lewat spion kabin kedua mata mereka sempat beradu pandang. Mayang mencoba tak menghiraukannya. Terlebih lagi sedari tadi ia fasih berbicara bahasa Indonesia padanya. Walaupun ini kali pertama ia jalan dengan seorang pria yang baru dikenalnya, entah kenapa, Mayang merasa nyaman dan bersedia saja menerima ajakan Kenshi saat di restoran tadi.

“Tuan Kenshi!” Panggilnya memberanikan diri.

“Ya!” Pria itu langsung menyahut.

“Boleh aku tahu, kita mau kemana?” Tanya Mayang sambil memperhatikan jalanan.

“Kita berkeliling kota saja. Sepertinya kita masih bisa melihat sunset di sisi pantai.“ Terang Kenshi dari belakang kemudi.

“Hah, pantai? Di dekat sini? Benarkah!” Pekik Mayang girang.

Seketika itu juga wajah Mayang sumringah. Bagaimana tidak, sudah lama sekali ia tidak melihat pantai dan sunset. Di Jakarta pun jarang sekali dia pergi ke pantai terdekat seperti Ancol atau Anyer. Alasannya selain kesibukannya kuliah, apalagi kalau bukan macet. Sohib-sohibnya juga kini sedang menikmati pantai di Pulau Seribu. Dan kini seseorang tiba-tiba mengajaknya pergi melihat sunset di pantai. 

"Bagaimana kalau kita langsung ke sana saja, maksudku ke pantai saja, Tuan Kenshi?" Serunya bersemangat.  Meski sempat canggung, namun Mayang merasa senang sekali.

Kenshi tertawa kecil melihat wajah cerah gadis itu dari spion.

Angin sore itu cukup sepoi-sepoi dan sinar mentari di sepanjang pantai sudah mulai meredup. Rupanya Kenshi membawa Mayang ke wilayah pantai Odaiba yang tak jauh dari hotel. Kenshi memarkirkan mobil tak jauh dari sisi laut yang dibatasi pagar besi dengan jajaran kursi-kursi santai di sepanjang jalan.

"Waah, indah banget!" Ungkap Mayang sambil menyisir pemandangan di hadapannya. Meski bukan benar-benar di sisi pantai berpasir, namun Mayang cukup puas memandangi laut biru di hadapannya yang tampak begitu luas dan menentramkan hatinya.

Dari kejauhan matahari sudah hampir tenggelam ke dalam lautan menyisakan  semburat warna kuning keemasan ke sekelilingnya, menandakan siang akan berganti malam.

Pantulan sinar matahari keemasan itu menyentuh wajah Mayang yang merona dalam senyumnya, yang seolah tak mempedulikan sekitarnya, bahkan seorang pria di sampingnya yang enggan berpaling memandangi keberadaannya.

"Aku senang akhirnya melihat senyum nyata dari calon pengantinku." Ungkap Kenshi dalam bahasa jepang yang kental seolah bergumam untuk dirinya sendiri. Meski samar namun membuat Mayang menoleh ke arahnya.

“Ehmm...Anda bilang apa barusan?” Mayang penasaran.

“Oh, tidak, bukan apa-apa!” Sangkal Kenshi membuat kening Mayang berkernyit sambil menyandarkan tubuhnya ke sisi pagar hingga mereka pun saling berhadapan.

“Sepertinya, disini cuma aku yang tidak mengerti bahasa kalian.” Ungkapnya jujur. Kenshi mengulas senyumnya sambil menikmati pemandangan di hadapannya, sunset dan juga gadis di sampingnya.

“Apa itu jadi masalah?” Tanyanya memberi perhatian.

“Bukan begitu. Hanya saja, sepertinya disini aku yang egois. Kamu tadi tidak sedang mengolok-olokku, kan!” Dilihatnya Kenshi hanya tertawa kecil.

“Tentu saja tidak, Nona!”

“Ehm, apa benar begitu?” Mayang sengaja memberengutkan wajahnya tidak puas dengan jawaban itu.

“Tadi aku cuma mengatakan, akhirnya Nona tersenyum!” Sambung Kenshi sengaja berbohong, membuat Mayang sedikit mendelik.

“Maksudmu, eem... memangnya kenapa kalau aku tersenyum?"

Kenshi menjawab dengan tawa kecil.

"Aku cuma senang saja, sudah lama sekali aku tidak melihat matahari terbenam di pinggir pantai seperti ini. Makanya aku excited banget!” Ungkapnya riang sambil sesekali melirik Kenshi yang masih tak lepas memandanginya. 

“Terima kasih, ya!” Sahutnya disela senyuman tipisnya, “Arigatto!”, sambungnya ragu-ragu diiringi tatapan Kenshi yang terkejut.

“Cuma itu saja yang bisa kuucapkan!” Cengirnya malu-malu. Kenshi tersenyum.

“Disini, aku yang jadi orang asing. Bukan hanya bahasanya yang tidak kumengerti, bahkan perjodohan ini!” Suara Mayang meredup namun masih bisa terdengar oleh Kenshi.

“Apa ada…”Kenshi menghentikan kata-katanya begitu melihat Mayang tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah lain sambil mengembangkan senyumnya.

“Hey, lihat-lihat! Mataharinya sudah hampir tenggelam. Ups, hampir lupa, aku rekam saja!” Mood gadis itu berubah seketika, dan ia kembali asyik dengan gawainya.

Kenshi hanya mampu tersenyum memandanginya. Sepertinya dia masih harus menunggu momen yang tepat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 31. Seorang Adik Manis

    “Hai, siapa namamu?” Mayang menyambut seorang gadis remaja yang menghampirinya antusias. Minimal menghindarinya salah tingkah tiap kali bersitatap dengan Kenshi dari ujung ruangan yang seolah mengawasinya. “Namaku Mayuri, adik bungsu Kenshi.” Ungkapnya dalam bahasa Inggris dengan suara imut dan ceria. Wajahnya yang sedikit chubby tak menghilangkan kemiripan Mayuri dengan wajah kakak-kakaknya."Hey, you're so cute!" Puji Mayang sambil menyentuh dagu gadis berhijab itu. Kerudung pasmina cerah yang dibelitkan ke leher jenjangnya cukup serasi dengan dress overall putih berenda. Mayang merasa salut, di usianya yang masih belia Mayuri sudah memantapkan diri mengenakan hijab di tengah-tengah keluarga yang heterogen."Kamu juga cantik, oneechan!" Keduanya saling tersenyum, merasakan kenyamanan yang langsung kentara. "Bisakah kamu mengajariku bahasa Inggris, Oneechan!"“Ya, tentu saja. Kapan pun kamu mau, aku akan mengajari dan sering-sering mengobrol denganmu.”“Thank you. Oh ya sis, apa

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 30. Semacam Interview Keluarga

    “Ya, saya mulai menyukainya, kak!“ Mayumi tersenyum cerah mendengar jawaban Mayang.“Apa Kenshi memperlakukanmu dengan baik?”, tanyanya lagi setengah berbisik.“Ya, tentu saja. Kami masih baru saling mengenal, jadi ya...seperti itu?”, jawab Mayang tersenyum malu-malu.“Eeem, it’s OK! Nanti kamu akan terbiasa. Hanya saja kamu harus bersabar, dia juga sebenarnya masih sangat lugu.” Ujar Mayumi lagi diiringi tawanya yang renyah sambil melihat ke arah Kenshi yang tengah bermain dengan anak-anaknya.Mayang hanya tersenyum kaku, tak mengerti apa maksudnya.“Ayo, ambil camilan di sana. Ada juga minuman segar dan koktail. Jangan malu ya. Anggap rumah sendiri!” Wanita itu mengusap jemari lentiknya ke dagu Mayang sebelum berlalu, membuat Mayang hanya mengangguk-angguk malu.Tak berapa lama, seorang wanita baya dengan kimono lengkap cerah mendatangi Mayang. Ia duduk di tempat Mayumi sebelumnya duduk. Entah kenapa, sepertinya ia berada di tempat dimana orang-orang menghampiri dan ingin menanyain

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 29. Bertemu Calon Besan

    “Selamat datang, Mayang-san!” Suara bernada bas berasal dari seorang laki-laki baya yang berdiri di sebrang meja terlihat memberikan senyum ramah sambil menundukkan badannya. Dari gerak-geriknya yang bersahaja Mayang bisa menebak itu adalah tuan Takeda, ayah Kenshi. Mayang pun membalas dengan menundukkan badannya tanda hormat.Dari cerita papanya semalam, ayah Kenshi termasuk salah satu orang Jepang yang cukup ramah di antara anggota keluarga Kenshi yang lain. Hal itu tentu saja membuat Mayang cukup tenang, karena di rumah itu, ia tak mengenal satu pun dari mereka yang hadir kecuali Kenshi.Tuan Takeda adalah orang pertama yang memutuskan masuk Islam dan mengajak keluarganya untuk juga mengikutinya. Kenshi sendiri adalah orang kedua yang menganut Islam, karena dialah yang paling sering mengantar sang ayah bertandang ke masjid-mesjid di sekitaran Tokyo untuk sekedar bertanya tentang bagaimana kehidupan orang Islam. Ketertarikan itu juga yang membawa Kenshi beberapa tahun belakang menga

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 28. Pertemuan Dua Keluarga

    “Kita sampai. Ayo!” Ujar Kenshi saat mobil yang mereka tumpangi berhenti.Hari itu Kenshi mengajak Mayang untuk pergi mengunjungi keluarganya di rumah orang tua Kenshi, sebelum acara pernikahan tiba.Mayang menyapu pandangannya keluar mobil.Mobil mereka berada di sebuah halaman luas yang dipagari tanaman dan pepohonan perdu yang telah dimodifikasi menjadi bonsai-bonsai yang unik. Beberapa tanaman mengakar ke dalam tanah dan sebagian lainnya masih berada dalam pot dengan ukiran yang khas.Warna hijau tanaman berdampingan kontras dengan jalanan berwarna hitam legam yang tampak bersih tanpa sehelai daun jatuh. Bisa ditebak sang empunya pasti mempekerjakan ahli taman dan tukang bersih-bersih dengan gaji yang lumayan mahal.Mayang sebenarnya masih canggung untuk bertemu dengan keluarga Kenshi yang memang belum pernah ia temui sejak datang ke negeri Sakura ini. Namun pertemuan ini juga sebagai salah satu media pertemuan dua keluarga yang beberapa hari akan dipersatukan menjadi sebuah kelua

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 27. Menatapmu Lagi

    “Kenshi, apa yang kamu lakukan disini? Sebaiknya kamu kembali!” Nyonya Kori tiba-tiba menghadang di depan Kenshi.“Nyonya, saya mohon, jangan terburu-buru!” Sergah Kenshi cepat.“Kami harus segera kembali ke Indonesia, jika tidak, mungkin semua terlambat.” Kory terlihat panik. “Nyonya, tenangkan diri anda dulu. Sekretaris Harita akan menjelaskan semuanya.”Kulihat Nyonya Cory masih ragu."Apa lagi yang harus dijelaskan?" Ungkap wanita itu menarik nafasnya berat.“Anda tenang dulu Nyonya, semua akan baik-baik saja.” Kenshi mencoba meyakinkan sambil menepuk bahu wanita itu. "Saya yakin, Tuan Hadiwijaya mempunyai pandangan yang sama dengan saya. Beliau sudah menemui ayah saya beberapa hari yang lalu."Kory menatap Kenshi tak percaya, namun mau tak mau ia hanya bisa mengikuti saat sekretaris Hirata mengajaknya berbicara di tempat terpisah. Mayang tengah duduk di salah satu bangku lounge saat Kenshi menghampiri. Wajahnya masih terlihat pucat, bibirnya kering, lingkar hitam di sekitar ma

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 26. Sebelum Pergi

    Satu per satu terlihat pesawat lepas landas di bandara Narita. Tatapan Mayang tampak sayu dan kosong saat berada di deretan kursi tunggu. Siang ini, ia akan kembali ke tanah air setelah hampir seminggu ia terbaring di rumah sakit. Sang mama yang berada di sampingnya, masih sibuk dengan ponselnya dan beberapa kali terlihat berbicara di telpon.Wajah Mayang masih tampak pucat karena belum sepenuhnya pulih selepas menginap di rumah sakit beberapa hari lalu. Namun mereka tetap harus berangkat karena tiket pesawat yang sudah terlanjur dipesan.“Apa masih terasa sakit, sayang?” Sang mama mengusap punggungnya.“Udah gak terlalu, ma!” Sahut Mayang menggeleng dengan suara lemah dan pikirannya yang tak menentu.“Apa mau makan atau minum sesuatu? Biar mama belikan!”Mayang kembali menggeleng. Nafsu makannya belum kembali seperti semula. Hanya pikirannya yang menanggapi pertanyaan mamanya. Akhirnya wanita itu hanya menghela nafasnya berat. Percakapan kemarin dengan Kenshi masih terus terngiang d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status