Chapter: Bab 34. Saat Ingin Kembali“Siapa?”“Maaf, bu! Room service!”Ica tak serta merta membuka pintu tapi mengaitkan kunci rantai.Setelah memastikan, ia baru membuka pintu dan mengambil pesanan makan malamnya.“Terima kasih. Ini tipnya.”Ica segera menutup dan mengunci pintu kamar.Malam ini ia ingin menjauh sejenak dari rutinitas barunya sebagai istri Rey dan menikmati malam dengan kesendirianya yang terasa lain dari biasanya.“Haaah!” nafas panjangnya tanpa sadar keluar dari mulutnya.Biasanya ia menanti waktu sendiri seperti itu dengan menonton drama sambil makan camilan dengan bebas, namun hati dan pikirannya seolah tak tenang.“Mama Papa pasti khawatir,”gumamnya lalu merubah posisi rebahan menjadi duduk.“Diiih, tapi aku masih gak terima kalau Rey beneran bohong. Lagian ngapain si Cindy itu bisa ada di sini juga. Cis, bikin senewen, aja!” gerutunya lalu kembali merebahkan tubuhnya di sofa dan mengganti channel dramanya.“Duuh, sebel, sebel, sebel. Nyebelin!” teriaknya lalu mematikan ponselnya kesal.Rey masih
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 33. Hadirnya Orang KetigaDari depan pintu minimarket, Cindy sengaja memanggil-manggil nama Rey dengan suara keras. Beberapa orang tampak memandangi perempuan itu dan juga Rey yang tak jauh dari depan minimarket. "Rey, tunggu! Tolong aku!" Suara lantang Cindy itu terang saja membuat beberapa orang memandangi Rey yang disangka tidak bertanggung jawab.Rey menduga itu hanya akal-akalan Cindy, tapi ia pun terpaksa membawa Cindy ke klinik terdekat. Tanpa ia sadari Cindy mengambil foto candid.Rey buru-buru pergi, takut gadis itu menggunakan trik lain lagi.Sesampainya di kamar ia langsung membuka semua pakaiannya yang tadi sempat bersentuhan dengan Cindy dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. “Rey, kok kamu mandi malam-malam? Badan kamu sampe dingin begini?” tanya Mayang yang terbangun saat seseorang tiba-tiba berbaring di sampingnya. “Tadi kena kotoran di minimarket, jadi aku mandi lagi. Peluk dong sayang, aku kedinginan,” rengek Rey saat Ica memegangi tangan dan wajahnya.Tanpa banyak bicara, perempuan itu l
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 32. Rencana Masa DepanSherly tersenyum meringis melihat reaksi spontan Rey itu. Ia mengira Rey pasti tidak akan setuju dan berpikir itu ide konyol.“Bunda cuma merasa, Ica itu sudah dekat sama kita. Lagipula, Ica baru ditinggal papanya. Kalau Bunda lihat, wajah Ica tuh kayak yang masih sedih gitu.” Ungkap Sherly dengan wajah memelas. Berharap anak lelakinya itu tak marah.“Bunda serius?” tanya Rey, masih tak percaya dengan niatan bundanya itu. “Serius lha, Rey! Bunda tuh udah sayang banget sama Ica,” terang Sherly, mencoba meyakinkan putranya lagi.“Yah, ayah sendiri gimana? Sudah setuju dengan rencana Bunda ini?” Rey berdiri tak tenang, menahan rasa kaget dan emosinya.“Ayah sih setuju jika itu memang positif. Win-win solution juga. Kita bisa membantu keluarga mereka dengan merawat Ica, dan bunda akan ada teman di rumah.”“Ayah pikirannya ke bisnis aja, pakai win-win solution segala.” Celetuk Sherly sambil menepuk bahu suaminya itu pelan.“Ya, memang kenyataannya begitu, kan! Jadi, gimana menurut kamu, Re
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 31. Kejutan Tak Terduga“Ca, sayang! Ayo, bangun! Kita sudah sampai, sudah landing!”“Hah, apa?”“Kita sudah di daratan,”terang Rey lagi, lalu tersenyum geli ketika gadis itu celingukan memperhatikan sekelilingnya dan juga melihat keluar melalui kaca jendela pesawat.“Waah, kita sudah turun. Pesawatnya selamat, alhamdulillah ya Allah!” gumamnya sambil menengadahkan tangan, lalu mengusap wajahnya.“Ica, sudah tenang, kan, gak terjadi apa-apa, kan naik pesawat?” Ayah Yoga ikut mengomentari saat melihat tingkah lugu menantunya.“Hehe, iya, yah! Alhamdulillah.”Ica memperhatikan saat Rey melepas sabuk pengaman dan mengikutinya. Hampir semua penumpang nampak bersiap-siap turun dan mengambil tas dari kabin setelah pramugari memberi informasi bahwa pesawat sudah parkir dan pintu pesawat sudah dibuka.Rey mengelus kepala Ica saat ia hendak berdiri, seolah memberinya tanda bahwa semua baik-baik saja.“Huaahh!” Ica menutup mulutnya karena menguap lagi dan lagi saat mereka berada di mobil yang membawa keluarga itu ke ho
Last Updated: 2026-03-11
Chapter: Bab 30. Perjalanan MendebarkanIca memegangi tangan Rey erat saat ia sudah duduk di kabin pesawat. Dia memang belum pernah naik pesawat. Perjalanan travelliing bersama keluarga Rey kali ini menjadi perjalanan pertamanya naik kapal terbang. "Rey, apa aku minum obat anti mabuk aja, ya! Biar aku tidur!"Rey tertawa ringan,"kalau kamu tidur, kamu jadi gak bisa menikmati perjalanan di udara, dong!", ia menarik kepala Ica ke bahunya, lalu seperti membacakan sesuatu di atas kepala Ica, lalu meniup kepala Ica. Ica hanya diam dan makin mengeratkan pegangannya ke lengan Rey. "Sudah aku bacakan doa, supaya kamu gak takut. Anggap aja kamu naik bis besar, yang melayang!" bisik Rey setengah bercanda lalu mengelus tangan Ica berharap bisa menenangkannya. [ Para penumpang yang terhormat, selamat datang di Penerbangan 123A dengan tujuan Bandung menuju Lombok.Saat ini, kami berada di antrean ketiga untuk lepas landas dan diperkirakan akan mengudara dalam waktu sekitar tujuh menit.Mohon pastikan sabuk pengaman Anda telah terpasa
Last Updated: 2026-03-09
Chapter: Bab 29. Sebuah Rencana"Rey, ngapain kita ke sini?""Ya, coba jalan-jalan, aja! Lagian memang ada di area komplek kita. Kamu juga harus tahu, fasilitas apa yang ada di sini. Aku kepikiran, nanti kita masuk member di Gym sana itu, supaya kita bisa rutin olahraga." Rey menunjuk sebuah gedung kaca dengan pemandangan alat-alat gym yang terlihat dari luar. "Di rumah juga sudah ada alat gym.""Di rumah kan hanya untuk latihan rutin, kalau untuk pembentukan otot, harus ada coach yang mendampingi kita, supaya tidak cedera. Udah, kamu mau pesan apa?""Aku mau cheese burger sama kentang."Rey tampak memesan beberapa makanan cepat saji yang berada di kawasan komplek. Ia sengaja mengajak Ica keluar untuk menunjukkan area supermarket dan pasar bersih yang tak jauh dari lokasi residence. "Hari ini kamu gak kemana-mana?""Aku berasa cape.""Yee, itu kan karena ulah kamu sendiri." Ica menepuk bahu Rey yang disambut tawa yang meledek. "Sayang, tapi bener lho, pagi-pagi sudah olahraga seperti itu baik untuk kebugaran pria
Last Updated: 2026-03-08
Chapter: Bab 65. Malam Tak BerkesudahanMayang terkejut saat bahunya tersingkap dan langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Wajahnya merona saat mata Kenshi mulai berkabut ketika memandangi tubuhnya yang hanya terbalut kain tipis.“Hey, kenapa kamu menutupinya?” Kenshi menepis kedua tangan Mayang yang gugup dan menarik lembaran kimono Mayang hingga terlepas. “Aku, aku tidak terbiasa memakai pakaian seperti ini. Tapi hari ini terlalu gerah, aku mencoba memakai salah satu pakaian tidur yang berjajar di dalam lemari," terang Mayang gelagapan sambil bergerak mundur. Tatapan lekat Kenshi yang tanpa ekspresi malah membuat sebagian bulu kuduknya berdiri."Aku pikir kamu tidak akan suka, jadi aku melapisinya dengan kimono,” sambung Mayang, makin salah tingkah, terlebih Kenshi menelusuri tubuhnya dari atas hingga ke bawah.Lelaki itu mulai tersenyum dan tertawa pelan, memperlihatkan gigi-giginya yang rapi. Ia tak menyangka jika Mayang mau mengenakan deretan lingerie yang memang ia siapkan sejak awal pernikahan mereka
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 64. Gairah Disela-sela KegusaranKenshi tampak gusar di dalam mobilnya. Baru saja ia mendengar kabar buruk dari rekanannya di Indonesia."Daiguchi telah memulai aksinya. Jebakan mereka terhadap Tuan Hadiwijaya saat pernikahan bukan sekadar ancaman belaka. Mereka menggunakan pihak ketiga untuk melaporkan Hadiwijaya atas penggelapan bea cukai penjualan alat berat. Saat ini perusahaan keluarga Hadiwijaya terancam Tax Amnesty dan tindak pidana kontrak ilegal.""Bagaimana dengan pihak bank? Apa mereka juga mengincar aset tetap?""Per hari ini, pihak bank langsung menutup akun Tuan Hadiwijaya dan Nyonya Kori, karena mereka adalah pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan. Kinerja perusahaan sudah goyah. Ancaman mogok kerja para pegawai juga sudah mulai bergulir. Perusahaan terancam gulung tikar beberapa waktu ke depan."Hal yang membuatnya gusar, beberapa aset keluarga Hadiwijaya telah disita oleh pihak bank, dan salah satunya adalah tempat kediaman Mayang. Tempat yang belum pernah ia datangi. Kenshi merasa kesal terha
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: Bab 63. Unagi Dalam Suasana PanasHari ini sudah beberapa hari, suhu udara di Tokyo mencapai 35 derajat Celcius, yang merupakan puncak musim panas tahun ini di jepang.Semalaman Kenshi memperhatikan Mayang yang gelisah dalam tidurnya. Mungkin ia kegerahan dan tak terbiasa dengan musim panas di negeri ini. Bisa juga ia belum sepenuhnya nyaman tidur sekamar dengannya yang notabene telah menjadi suaminya. Kenshi sendiri tak mau memaksakan diri. Perkenalan dan kedekatannya dengan Mayang masih tergolong singkat. Ia membiarkan perasaan di antara dirinya dan gadis itu terjalin secara alami dan mengalir seperti air.Saat ini ia berharap, istrinya itu menemukan kebahagiaan bersamanya, bukan kegelisahan karena keadaan keluarga dan perusahaan ayahnya di Indonesia yang baru-baru ini mungkin belum ia dengar.Berita kemerosotan tajam perusahaan Hadiwijaya baru ia terima pagi ini. Kabar yang tak mengenakkan tentang penyegelan rumah dan aset Hadiwijaya sudah pasti akan mempengaruhi keadaan perusahaan Tanaka."Edo sudah bergerak. Had
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 62. Hukuman Kejahilan“Kamu jahil!” Mayang mencubit gemas dada lelaki di hadapannya yang masih berbalut kemeja kerja dan dasi yang sudah miring tak karuan.Mayang merapikan dasi dan hendak beranjak turun dari pangkuan Kenshi, namun lelaki itu kembali menarik pinggang rampingnya seraya mendekatkan mulutnya ke telinga Mayang. “Mayang-san, apakah kamu tahu? Yang barusan kamu sentuh itu bagian sensitifku?"Mayang lantas menjauhkan diri dan melirik Kenshi tak mengerti."Kalau kamu menginginkanku, kamu bisa menyentuh area itu, sesuka hati kamu. Itu salah satu rahasiaku!” Jelas Kenshi membuat wajah Mayang langsung matang merona. Tak ayal ia pun segera melompat turun diiringi tatapan sayu Kenshi yang tersenyum menyeringai. “Ayo, aku...aku sudah lapar!” Ucapannya terbata sambil berusaha mengaitkan kancing bra-nya. Namun, nyatanya tak berhenti di situ. Kenshi dengan sigap menarik pinggang istrinya lalu sengaja membenamkan wajahnya di perut wanita yang gelagapan. “Kamu masih lapar setelah ini?” Ungkapnya manja.
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: Bab 61. Lukisan DiriBeberapa hari setelahnya, Mayang mencoba mencari kenyamanan dengan berjalan-jalan menelusuri rumah kediaman barunya itu saat semua orang tak ada di rumah.Kenshi sudah berangkat pagi sekali hari itu. Dari yang ia dengar semalam, ada beberapa hal yang harus ia urus dan dokumen yang ditandatangi di hotel.Setelah sarapan pagi, Bibi Mariko akan pergi berbelanja untuk kebutuhan makan malam. Hiro, putra Bibi Mariko sepertinya belum datang memeriksa tanaman di rumah kaca. Selain mereka, tak ada orang lain yang memasuki bagian dalam rumah Kenshi. Bahkan satpam rumah pun hanya akan berkeliaran di pekarangan depan rumah dan garasi mobil tanpa berani memasuki area dalam.“Dia sangat menjaga privasi,” gumamnya sembari tersenyum sambil melihat-lihat tanaman bonsai dan area luar green house yang asri dan terawat. Sesekali ia mengambil makanan ikan yang ia sebar di beberapa tempat.“Ikan-ikan pintar!” Mayang tertawa geli melihat ikan-ikan koi itu mengikuti ke mana saja ia berjalan di atas lantai k
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 60. Nyaman BersamamuMalam itu, Kenshi sudah menungguku di atas ranjang dengan tatapannya yang ramah. Ia menepuk kasur di sisinya seolah mempersilahkan aku untuk kembali ke ranjang.Ragu-ragu aku duduk lalu berbaring. Kenshi tak segan merapikan selimut yang menutupi sebagian tubuhku.“Menurutmu lebih nyaman di sini atau di kamar bawah?” Kenshi membuka obrolan. Aku yang sempat tegang akhirnya beranjak duduk, mencoba lebih tenang melirik ke arah Kenshi yang seperti biasa mengambil salah satu buku bacaannya.“Eem, kalau boleh jujur, aku suka kamar di lantai bawah. Rasanya seperti kamar rumahku di Indonesia.”“Ooh, sungguh. Aku belum pernah mengunjungi rumahmu, jadi tidak tahu bagaimana suasananya. Maafkan aku, mungkin nanti kita harus mengatur jadwal untuk mengunjungi negaramu. Bagaimana menurutmu?”Mataku hanya mengerjap. Aku tak percaya jika Kenshi memiliki pemikiran seperti itu. Meski akhirnya ia tersenyum lalu tertawa tanpa suara.“Apa, kenapa Kenshi? Apa ada yang lucu?”“Kemarilah!” Kenshi mengulurkan t
Last Updated: 2026-05-14