Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 49. Tak Memiliki Pilihan Lain

Share

Bab 49. Tak Memiliki Pilihan Lain

last update Huling Na-update: 2025-11-14 20:25:32

Ketegangan menyelimuti dari dalam mobil. Nora yang mengemudikan mobil begitu pucat, berkali-kali dia mencoba mengatur laju mobil, tetapi sialnya benar bahwa rem mobil blong. Sementara Adeline tentu sama paniknya dengan Nora. Namun, Adeline berusaha keras untuk tenang di tengah masalah yang melanda.

“Adeline, gawat. Bagaimana ini?” Nora panik, dan sambil mencoba mencari jalan keluar. Sialnya, dalam keadaan panik, jelas membuat otak Nora menjadi buntu. Bingung harus berbuat apa. Apalagi cuaca di luar sedang tidak baik.

Adeline mengatur napasnya. “Nora, apa memungkinkan kalau mobil ini kau tabrakan saja ke pohon?” tanyanya memberikan saran, yang dia sendiri tidak yakin seratus persen.

Mata Nora melebar terkejut mendengar saran dari Adeline. “Apa? Kau memintaku menabrakkan mobil ini ke pohon? Oh, God. Moboil ini kita sewa, Adeline. Dan kalau sampai kita mati bagaimana? Yang kau sarankan menbrak pohon. Kalau sampai kita terluka parah dan terjebak di dalam mobil, kita bisa mati. Adeline, ak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ahmadfirdaus
apakh mereka akan balikan
goodnovel comment avatar
Rusli Rusli
up yang banyak, thor...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 72. Rasa Tak Nyaman

    Malam di kota New York tak sunyi. Banyak orang yang tampak sibuk dan tak jarang orang berlalu lalang di trotoar. Polisi tak luput dari sana. Keamanan di kota itu memang sangat ketat dan luar biasa.Adeline duduk di dalam mobil dengan raut wajah tenang, tapi sorot mata yang terlihat memikirkan sesuatu. Dia kini dalam perjalanan kembali ke apartemen, tapi mood-nya agak kacau akibat gangguan sang mantan suami.“Adeline, kau memikirkan apa?” tanya Nora sambil melajukan mobil, melirik Adeline yang duduk di sampingnya.Adeline diam, tak menyadari pertanyaan Nora.Kening Nora mengerut, menatap bingung Adeline. “Adeline?” panggilnya dengan suara agak keras agar sahabatnya itu mendengar.Adeline tersentak, dan suara Nora membuyarkan semua hal yang ada di pikirannya. Buru-buru dia menoleh, menatap Nora. “Hm? Ya?” jawabnya seakan tak terjadi apa pun.Nora menghela napas dalam. “Adeline, kau ini memikirkan apa? Dari tadi aku bicara, tapi kamu tidak mendengarkanku.”“Ah, tidak. Aku hanya terlalu l

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 71. Jangan Seperti Pria Idiot!

    “Acting-mu sangat bagus, Adeline. Dari tadi Adam terlihat menyukai acting-mu,” kata Nora sambil menyerahkan orange juice pada Adeline, tepat di kala waktu syuting hari itu sudah berakhir.Adeline tersenyum sambil menerima orange juice dari Nora. “Thanks, Nora. Aku hanya berusaha melakukan yang terbaik. Aku tidak mau membuat Adam ataupun beberapa pihak yang terlibat difilm ini kecewa. Aku berharap film ini akan sangat besar.”“Kau sudah melakukan yang terbaik, Adeline,” sambung Raphael tiba-tiba, menginterupsi percakapan Adeline dan Nora.Adeline menoleh, menatap Raphael yang mendekat. Detik itu senyuman di wajahnya terlukis melihat kemunculan Raphael. “Kau belum kembali ke hotel?” tanyanya yang agak terkejut, karena dia pikir Raphael sudah kembali ke hotel.Raphael mendekat, dan menatap hangat Adeline. “Nope, aku belum kembali ke hotel. Tadi, temanku baru saja meneleponku.”“Ah, begitu. Baiklah.” Adeline mengangguk paham.“Hmm, Adeline, aku ke parkiran dulu. Aku ingin memanaskan mobil

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 70. Fakta yang Mulai Diketahui

    “Tuan, Anda harusnya tidak bicara seperti itu pada Adam.” Paul dengan berani mengatakan demikian pada tuannya di kala merasa bahwa apa yang dikatakan tuannya mendatangkan bencana.Mata Asher menyipit, menatap dingin sang asisten. “Memangnya aku bicara apa?” jawabnya merasa tak bersalah sama sekali.Paul mendesah gelisah. “Tuan, Anda menjelek-jelekkan Raphael Duret di depan sutradara. Ini jelas akan menimbulkan masalah.”“Aku tidak menjelekkan. Dia memang sudah jelek,” jawab Asher dingin.Mata Paul melebar panik mendengar jawaban tuannya. “Tuan, saya mohon jangan membuat kekacauan. Nanti kalau sampai orang berpikir macam-macam, masalah akan panjang.”Asher berdecak kesal. “Aku tidak membuat masalah. Aku juga tidak menjelekkan. Aku hanya mengatakan apa adanya.”Paul menggaruk tengkuk lehernya, tak gatal. “Tuan—”“Paul, aku tidak idiot. Aku tadi tetap bisa mengendalikan diriku. Untuk apa yang aku katakan tentang aktor sialan itu berdasarkan penilaianku. Sudah, kau jangan berisik,” potong

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 69. Akting yang Sangat Buruk!

    “ACTION!” Adam, sang sutradara memberikan interuksi agar adegan dilanjutkan. Ya, detik di mana Adam berseru ‘Action’, Raphael langsung masuk ke dalam kamar, dan memberikan ciuman liar di bibir Adeline.Hari itu scene tambahan adalah adegan intim, menjurus hampir seks. Raphael yang memerankan Ben datang ke apartemen Clarissa yang diperankan oleh Adeline. Bercerita tentang Ben yang menyesal, dan merindukan Clarissa. Ciuman serangan diberikan oleh Ben agar Clarissa luluh. Seperti yang terjadi di scene ini di mana Raphael mencium bibir Adeline dengan sangat liar.“L-lepas!” Adeline berusaha mendorong tubuh Raphael, sesuai dengan script yang dia baca memang dia dituntut untuk menolak lebih dulu.“Aku merindukanmu, Clarrisa,” bisik Raphael yang terus mencium Adeline dengan liar. Pria tampan itu mendorong tubuh Adeline hingga tergeletak di ranjang, dan tanpa diduga dia menindih tubuh wanita itu, memberikan ciuman yang benar-benar membuat Adeline nyaris kesulitan mengimbangi.Adeline sempat be

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 68. Rasa Panas yang Entah Dari Mana

    Mendadak mendapatkan adegan tambahan baru cukup membuat Adeline kini harus fokus pada script. Dia bahkan sejak tadi terus berada di ruangan khusus para artis, untuk membaca isi script dengan baik. Dia tidak mau sampai ada kesalahan. Pun untungnya tidak ada gangguan.Tenggelam dalam mempelajari isi script membuat Adeline jelas tak sadar kalau sejak tadi Raphael berdiri di dekatnya menatapnya dengan tatapan hangat, dan senyuman maut—yang bertengger di wajah pria tampan itu.“Kau terlihat ... sangat serius,” ucap Raphael yang seketika itu juga membuat Adeline mengalihkan pandangannya, menatap pria itu.“Raphael?” Adeline tersenyum melihat Raphael. Raphael mendekat. “Adegan baru yang diberikan Adam sepertinya sampai membuatmu tidak sadar kehadiranku.”Adeline mengangguk, dan tetap tersenyum. “Maaf, aku terlalu serius, sampai tidak sadar kehadiranmu.”Raphel menyodorkan kopi susu hangat yang dia sengaja beli untuk Adeline. “Aku tadi meminta kru membelikan kopi susu untukmu. Ini masih han

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 67. Adegan Panas Tambahan

    “Adeline, tiga hari lagi Luxe Vision Entertaiment akan mengadakan jamuan makan malam untuk beberapa artis, aktor, dan para pengusaha ternama,” ucap Nora memberi tahu pada Adeline. Dia kini sedang melajukan mobil, menuju lokasi syuting. Pagi menyapa, dia sudah berangkat lebih dulu. Ini adalah minggu terakhir syuting. Besok adalah weekend, dan itu yang membuatnya makin bersemangat.“Okay, lalu?” jawab Adeline menunjukkan rasa tak tertarik, dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya tu.Nora berdecak pelan. “Cole bilang kalau dia meminta kita wajib datang. CK! Kau ini kenapa malah terlihat tidak tertarik menghadiri pesta?”Nora mengenal Adeline cukup lama. Dia tahu betul kalau Adeline tak suka menghadiri sesuatu, sahabatnya itu akan terlihat tidak berminat setelah dia memberi tahu. Tentu hal ini yang membuatnya sekarang langsung kesal luar biasa. Maksud hati memberi tahu Adeline mendapatkan undangan khusus, tapi malah respons sahabatnya itu tidak bagus.“Aku memang tidak tertarik menghadi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status