Accueil / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 72. Rasa Tak Nyaman

Share

Bab 72. Rasa Tak Nyaman

last update Date de publication: 2025-12-22 09:51:13

Malam di kota New York tak sunyi. Banyak orang yang tampak sibuk dan tak jarang orang berlalu lalang di trotoar. Polisi tak luput dari sana. Keamanan di kota itu memang sangat ketat dan luar biasa.

Adeline duduk di dalam mobil dengan raut wajah tenang, tapi sorot mata yang terlihat memikirkan sesuatu. Dia kini dalam perjalanan kembali ke apartemen, tapi mood-nya agak kacau akibat gangguan sang mantan suami.

“Adeline, kau memikirkan apa?” tanya Nora sambil melajukan mobil, melirik Adeline yang d
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (10)
goodnovel comment avatar
Ahmadfirdaus
ditunggu dari tahun kmaren,tahu. ini baru up .. tingkiyu othor
goodnovel comment avatar
Schaff Som
knp blm up kak Abi?
goodnovel comment avatar
leyeleye
kak thor sayang, saya doakan sehat selalu, lanjutkan kaaaak...selalumenantimu
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 98. Ledakkan yang Tak Bisa Ditahan

    “Adeline, kau cantik sekali.” Cole menyambut hangat Adeline datang ke jamuan makan malam, bersama dengan Raphael. Detik itu dia memberikan pelukan, dan Adeline membalas sebagai bentuk menghargai sambutan hangat Cole.“Thanks, Cole,” jawab Adeline dengan senyuman di wajahnya, sambil mengurai pelukan itu.Cole kini bergantian memberikan pelukan singkat pada Raphael sambil menepuk bahu pria itu. “Kau beruntung malam ini datang ke pesta bersama dengan artis cantik yang memiliki banyak fans.” Raphael tertawa singkat. “Kau benar. Aku memang beruntung.”Adeline menggelengkan kepalanya. “Kalian berlebihan sekali.”“Well, aku tidak berlebihan sama sekali. Malam ini kau tampil luar biasa cantik. Gaun yang kau pakai sangat cocok,” jawab Cole memuji.Adeline tersenyum, menanggapi ucapan Cole itu. Sementara Raphael memberikan senyuman isyarat ke arah Adeline, menandakan bahwa memang pujiannya ketika melihat Adeline adalah nyata, bukan bualan.Tak selang lama, perhatian mulai teralihkan pada pasan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 97. Api Cemburu yang Membara

    Deretan mobil mewah memanjang di sepanjang Broadway, mesin mereka berdengung pelan di bawah cahaya lampu yang gemerlap. Beberapa tamu undangan datang dengan menggunakan sopir. Namun, ada yang memang tak memakai sopir seperti salah satunya adalah Raphael.Satu per satu sopir berseragam rapi turun dari kursi kemudi, membuka pintu. Pun mobil sport Raphael sudah tiba di sana. Pria tampan itu membukakan pintu untuk Adeline bersamaan dengan tangannya terulur membantu Adeline turun dari mobil. Tentu Adeline menyambut uluran tangan Raphael.Tak perlu ditanya lagi, kilat kamera memenuhi tempat itu. Adeline dan Raphael menjadi pusat. Sebagai pemeran utama di film yang digadang-gadangkan akan melejit, membuat para wartawan memburu gambar mereka. Apalagi mereka hadir bersamaan dimomen jamuan makan malam ini. Jadi, wajar sekarang wartawan mengincar mereka.Acara jamuan makan malam diadajan di Cipriani 25 Broadway, salah satu tempat paling prestisius di New York untuk mengadakan jamuan makan malam

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 96. Perkataan Seperti Cambuk Keras

    Suara ketukan heels terdengar di lobi apartemen, membuat Raphael yang sedang berdiri di lobi sambil bersandar di mobil sport-nya langsung mengalihkan pandangan pada Adeline yang mulai muncul.Dalam hitungan detik, Raphael terpaku tak belum bersuara apa pun melihat Adeline yang tampil begitu sempurna. Gaun yang dia beli benar-benar dipakai wanita itu. Meski tak memakai perhiasan berlebihan, tapi Adeline malah menunjukkan bahwa wanita itu benar-benar seakan seperti wanita mahal.Aroma parfum lembut Adeline makin mendekat, dan Raphael masih belum bersuara apa pun. Pria tampan itu seakan tak bisa berkutik sedikit pun. Dia masih diam, dengan tatapan penuh kekaguman pada Adeline.“Hey, Raphael. Apa kau sudah menunggu lama?” ucap Adeline hangat begitu tiba di depan Raphael.“Cantik,” pujian Raphael spontan, di kala Adeline meminta maaf. Pria tampan itu bahkan seakan tak mendengarkan ucapan permintaan maaf Adeline. Hal yang dia fokuskan adalah penampilan Adeline yang begitu cantik.Adeline ter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 95. Tak Mau Kalah

    Gaun berwarna gold dengan model kemben, dan belahan paha tinggi membalut tubuh Talia. Rambut digerai sempurna, dengan make up bold menyempurnakan menampilan wanita itu. Tak perlu ditanya lagi, berapa dana yang dikeluarkan Talia untuk penampilannya malam ini.Jelas, dia bahkan meminta designer ternama langganannya untuk membuatkan gaun pesta untuknya di malam yang menurutnya cukup penting. Dia ingin tampil sempurna karena dia ingin semua orang tahu bahwa dia layak bersanding dengan Asher Lennox.“Perfect,” ucap Talia memuji penampilannya. Dia masih mengatap cermin, tersenyum puas gaun yang dia sudah pesan sangat cantik di tubuh indahnya. Tak mau berlama-lama, dia segera menghampiri Asher yang berada di luar. Pria tampan itu masih belum berangkat ke jamuan makan malam, karena menjawab telepon dari rekan bisnis. Namun, tentu Asher tak tahu bahwa Talia nekat ingin ikut ke pesta.“Sayang ....” Talia mendekat, menghampiri sang suami yang baru saja menutup panggilan telepon.Asher yang hen

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 94. Tampil Sangat Cantik dan Anggun

    Gaun merah panjang membungkus tubuh indah Adeline. Punggung mulus wanita itu terekspos jelas. Rambut diikat ke atas dengan model messy bun, membuatnya makin anggun dan cantik. Riasan bold, menyesuaikan warna gaun membuat Adeline malam itu tampil seksi.Lipstik merah yang memoles bibir Adeline membuatnya makin terlihat menantang. Ya, gaun yang dipakai Adeline adalah pemberian Raphael—di mana pria itu ternyata memiliki selera yang bagus. Terbukti, Adeline tampil luar biasa.“Adeline, kau sudah siap?” Nora muncul, dan seketika dia terpaku melihat penampilan Adeline yang luar biasa cantik. Adeline mengalihkan pandangannya, menatap Nora. “Sudah. Aku sudah siap,” jawabnya sambil mendekat ke arah Nora yang berdiri di ambang pintu.“Oh, My God! Kau cantik sekali!” seru Nora sampai memutar tubuh Adeline, berdecak kagum.Adeline tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Kau terlalu berlebihan, Nora.”Nora berdecak lagi sambil menyentil pelan kening Adeline. “Apa yang aku katakan itu fakta. K

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 93. Sainganmu Cukup Berat

    Cuaca di New York sedang kurang bagus. Awan gelap menutupi, dan tampak kilat cahaya petir yang seolah membelah langit megah. Adeline yang sudah selesai syuting segera berpamitan pada semua orang di lokasi untuk segera pulang. Dia tak mau berlama-lama. Pun tentu Nora sudah bersiap. Cuaca yang kurang baik membuat Adeline tampak terburu-buru.Beberapa pemeran film When I Let You Go sudah bergegas kembali ke hotel, sedangkan Raphael dengan santai masih ada di lokasi syuting sambil menikmati beer yang baru saja diantar oleh manajernya. Pria tampan itu rupanya masih belum mau kembali ke hotel. Mungkin dia memang tak takut meski harus hujan besar.“Kau mau tambah?” tawar Elijah Stone, manajer Raphael, di kala melihat beer Raphael sudah habis.Raphael mengangguk sama sekali tak menolak di kal Elijah memberikan satu kaleng beer padanya. “Thanks,” jawabnya singkat.Elijah menenggak beer. “By the way, apa Adeline setuju memakai gaun yang kau belikan untuknya di pesta nanti?” tanyanya penasaran.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 80. Weekend yang Tak Sesuai Rencana

    Weekend yang seharusnya bahagia malah dipenuhi dengan rasa cemas bercampur kesal. Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Adeline bersama dengan kembar serta Nora dan Marie telah tiba di apartemen. Setelah pindah restoran, Adeline meminta Nora menuju restoran yang ada di Brooklyn.Seharian Adeline m

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 79. Perasaan Bingung, Tapi Tak Bisa Menduga Apa Pun

    Adeline mendorong agak paksa kembar untuk segera masuk ke dalam mobil. Tepat di kala kembar sudah masuk ke dalam mobil, Marie juga ikut masuk. Tinggal Nora yang masih berdiri pintu, menatap wajah Adeline yang agak panik dan terkesan terburu-buru seolah menghindari sesuatu.“Adeline? Are you okay?”

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 78. Lagi dan Lagi Menghindar Demi Kebaikan

    “Bibi Nora, aku mau steak,” kata Aurelia riang sambil tersenyum mengutarakan keinginannya. Gadis kecil itu duduk manis tepat di samping Nora, sedangkan Leo duduk di samping Marie.“Aku juga mau steak,” sambung Leo yang menginginkan makanan yang sama dengan Aurelia. Bocah laki-laki tampan itu duduk

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 77. Jangan Ikut Campur Urusanku!

    “Kalian duduk duluan. Mommy ingin ke toilet,” ucap Adeline pada anak kembarnya di kala dia tiba di salah satu restoran yang ada di dalam Central Park.“Mommy ingin aku temani?” tanya Aurelia lembut.Adeline menggelengkan kepalanya sambil membelai pipi Aurelia. “Tidak usah, Sayang. Kau duduk saja be

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status