Startseite / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 50. Adeline Lebih Utama

Teilen

Bab 50. Adeline Lebih Utama

last update Veröffentlichungsdatum: 15.11.2025 23:59:08
“Adeline!” teriak Asher seraya turun dari mobil, dan berlari menghampiri mobil Adeline yang menabrak pohon besar. Tampak jelas raut wajah pria itu menunjukkan kecemasan dan kepanikan.

Saat tiba di samping mobil, Asher langsung membuka keras pintu mobil—di mana Nora duduk. Namun, sialnya pintu terkunci. Nora dari dalam mobil menggedor kaca, dan menggeleng panik—menandakan pintu mobil tidak bisa terbuka.

Melihat isyarat dari Nora, membuat Asher langsung bertindak. Pria tampan itu langsung melayang
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
helleh modus banget si Asher kenapa Nora gak sekalian di ajak ke RS kali sja dia juga terluka..
goodnovel comment avatar
virna putri
Rasa itu msh ada
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 192. Ingin Melihat Rekaman CCTV

    Jemari kokoh Asher mengetuk-ngetuk permukaan meja kerja kayu di ruangannya secara konstan, menciptakan irama monoton yang mencerminkan isi kepalanya yang sedang berantakan. Aura wajahnya terlihat sangat gelap, memancarkan emosi serta pemikiran yang bercampur aduk menjadi satu. Napasnya memburu, tidak beraturan, seiring dengan kepulan asap kelabu yang diembuskannya ke udara.Berkali-kali pria itu menyedot rokoknya dalam-dalam, mencoba mencari pelarian instan guna meredakan gelora pikiran yang kian menyesakkan dada. Tampak di atas meja kerjanya, sebuah gelas kristal berisi sisa cairan amber beralkohol tampak terabaikan di samping asbak yang sudah dipenuhi puntung rokok. Nikotin dan alkohol—kombinasi klasik yang selalu iaandalkan di kala logika dan ketenangannya diuji habis-habisan. Belakangan ini, hidupnya memang seolah diuji oleh serangkaian kejadian janggal yang sukses merusak ketenangan hidupnya secara total.Ketukan pelan pada pintu ruang kerjanya membuyarkan lamunannya.“Tuan .…” P

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 191. Pastikan Menjaga Nama Baik!

    Pagi hari seharusnya menjadi momen di mana suasana hati seseorang jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Matahari pagi yang hangat terbit perlahan, menyinari bumi dan membangkitkan energi positif bagi siapa saja yang melihatnya. Namun, aturan alam itu sepertinya tidak berlaku bagi Adeline. Begitu kakinya melangkah menjejakkan area lokasi syuting, dia langsung memasang topeng sandiwara terbaiknya—berusaha keras menutupi hatinya yang sejak tadi malam dilanda kecemasan hebat. Entah apa yang salah, dia sendiri bahkan tidak mampu memaparkan secara pasti apa yang sedang berkecamuk di dalam perasaannya. Hal yang dia tahu dan yakini saat ini,d ia harus bertahan dan menunjukkan kepada semua orang bahwa semuanya akan baik-baik saja.Langkah kaki Adeline terhenti sejenak ketika sebuah suara familier memanggil namanya di tengah kesibukan kru yang lalu-lalang membereskan peralatan.“Morning, Adeline,” sapa Adam di kala melihat Adeline.Adeline menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan sisa-sisa

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 190. Pasti Memiliki Tujuan

    “Adeline, kenapa kau malah melamun?” Suara lembut sarat akan keheranan itu memecah keheningan kamar. Nora melangkah menghampiri Adeline, menyerahkan segelas lemon tea hangat pada sahabatnya itu, sembari ikut melabuhkan duduk di tepi ranjang berukuran queen size tersebut.Malam ini, Nora memang memutuskan untuk menginap di apartemen Adeline. Kebetulan tadi mereka baru saja menghabiskan waktu bersama untuk makan malam di sebuah restoran di Manhattan, dan demi menghemat waktu serta menghindari lelahnya perjalanan tengah malam di tengah dinginnya angin New York, menginap adalah pilihan paling masuk akal.Namun, alih-alih menyambut kedatangan sahabatnya dengan obrolan ringan, Adeline justru terpaku. Wanita itu diam seribu bahasa, bahkan sama sekali belum menyadari kehadiran Nora di sisinya. Gelas lemon tea yang baru saja diserahkan dibiarkan begitu saja tanpa disentuh. Pandangannya menerawang lurus ke depan, menembus dinding kamar, seolah ada beban tersembunyi yang tengah menghimpit dadany

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 189. Telah Mengetahui Fakta

    “Jadi, apa sebenarnya yang membuatmu ingin menemuiku secara mendadak begini? Kau tahu sendiri, jadwalku selalu padat,” ucap Vivian Rhodes dengan nada manja tapi elegan. Wanita berambut merah menyala itu duduk menyilangkan kaki, memancarkan pesona khas sosialita kelas atas.Mereka tengah berada di sebuah kafe eksklusif tersembunyi di kawasan Brooklyn. Tempat itu sengaja dipilih karena suasananya yang tenang, pencahayaan temaram yang hangat, serta penjagaan privasi yang ketat. Jauh dari jangkauan lensa kamera paparazzi ataupun wartawan gosip yang selalu haus sensasi.Isolde tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang terukir di balik cangkir wine merah yang baru saja disajikan oleh pelayan berjas rapi. Cuaca di luar sedang berada di titik terdinginnya, membuat embusan napas mengepul tipis di udara. Meskipun tubuhnya sudah dibalut mantel bulu tebal bernilai fantastis, kehangatan dari tegukan wine tetap menjadi penyelamat terbaik bagi tubuhnya.“Aku langsung saja pada intinya, Vivian.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 188. Sejak Kapan Benda Itu Ada di Mobilmu?

    Dentuman musik bass yang berat, bergemuruh dalam ritme konstan, berpadu dengan kelap-kelip lampu laser warna-warni yang menyengat indra begitu Paul Benson mendorong pintu berat VIP lounge sebuah kelab malam eksklusif di jantung kota. Kelab malam menjadi tempat di mana Asher melepaskan penat dari pikirannya yang kacau.Pria tampan itu tampak berantakan, dan terus menenggak alkoholnya berkali-kali. Berbagai wanita muncul mencoba menggodanya, tapi tidak ada satu pun yang dia hiraukan. Dia tampak tak tertarik pada wanita-wanita seksi yang mencoba menggodanya.Asher hanya sendiri di sana, tapi itu hanya sebentar saja. Dia yang duduk menyendiri, kali ini tak sengaja menatap asistennya melangkah cepat menghampirinya dengan sorot mata menunjukkan seperti ada sesuatu. Ya, apa pun alasannya, tetap dia kesal melihat kemunculan Paul.“Kau membuntutiku?” seru Asher kesal pada sang asisten.Paul berhenti di depan tuannya, dan sedikit menunduk sopan. Dia sebenarnya tak bermaksud mengganggu tuannya,

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 187. Tanda-Tanda Yang Mulai Terendus

    Malam makin larut ketika Paul Benson baru saja menutup pintu depan unit apartemennya dan melemparkan kunci keyless serta dompetnya ke atas meja nakas dengan gerakan lesu. Dia menghela napas panjang, lantas melepaskan jas kerjanya yang terasa kaku dan menyesakkan setelah seharian penuh mengurus berbagai urusan bisnis yang sangat melelahkan. Tekanan di kantor hari itu benar-benar menguras fisik dan mentalnya hingga titik nadir. Ditambah lagi dengan mood tuannya, Asher Lennox, yang naik turun secara drastis sepanjang hari akibat masalah yang datang bertubi-tubi, membuat Paul harus selalu siaga dalam posisi tegang tanpa boleh sedikit pun melakukan kesalahan. Kesalahan kecil di lingkaran mereka bisa berakibat fatal.Setelah sejenak membiarkan bahunya yang kaku rileks, Paul melangkah pelan ke arah dapur kecil di sudut ruangan untuk meneguk segelas air dingin guna meredakan tenggorokannya yang kering. Namun, di tengah keheningan apartemen yang mulai merayap, ada satu hal mengganjal yang tiba

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 4. Orang yang Sama, Tapi Semua Berubah

    Adeline tak bergerak sedikit pun. Tubuhnya membeku dengan pancaran mata menunjukkan jelas rasa terkejut, panik, cemas, dan rindu yang tak bisa terucapkan. Dia bahkan sampai menggelengkan kepala pelan, meyakinkan bahwa apa yang dia lihat ini mimpi. Ruangan itu seakan benar-benar tak memiliki pasok

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 3. Semesta Mengizinkan Pertemuan

    Paris, Prancis.Empat tahun berlalu ... Suara ketukan heels menuruni podium sedikit terdengar bercampur dengan suara tepuk tangan dan musik yang berdentum. Tampak seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang memberikan senyuman terbaik, di kala baru saja mendapatkan sebuah perng

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status