Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 50. Adeline Lebih Utama

Share

Bab 50. Adeline Lebih Utama

last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-15 23:59:08
“Adeline!” teriak Asher seraya turun dari mobil, dan berlari menghampiri mobil Adeline yang menabrak pohon besar. Tampak jelas raut wajah pria itu menunjukkan kecemasan dan kepanikan.

Saat tiba di samping mobil, Asher langsung membuka keras pintu mobil—di mana Nora duduk. Namun, sialnya pintu terkunci. Nora dari dalam mobil menggedor kaca, dan menggeleng panik—menandakan pintu mobil tidak bisa terbuka.

Melihat isyarat dari Nora, membuat Asher langsung bertindak. Pria tampan itu langsung melayang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
helleh modus banget si Asher kenapa Nora gak sekalian di ajak ke RS kali sja dia juga terluka..
goodnovel comment avatar
virna putri
Rasa itu msh ada
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 194. Periksa Labotarium Test DNA!

    Suasana di ruangan itu mendadak berubah mencekam. Keheningan yang tercipta bukan lagi sekadar ketiadaan suara, melainkan sebuah kehampaan berat yang menghimpit rongga dada, membuat setiap tarikan napas terasa menyakitkan. Ruangan kantor manajemen yang berpendingin ruangan itu mendadak terasa pengap, seolah seluruh oksigen di dalamnya tersedot habis oleh ketegangan yang teramat pekat.Di layar monitor, wajah sang penyusup kini terekspos tanpa celah. Garis rahang tegas, sorot mata yang dingin, dan cara berdiri yang begitu familiar terpampang nyata di bawah pantulan lampu darurat basement. Sosok di dalam video itu bukanlah orang asing yang tak dikenal, melainkan seseorang yang selama ini berada di lingkaran terdekat mereka.Nora. Manajer sekaligus sahabat terdekat Adeline.Paul merasa sekujur tubuhnya dilanda mati rasa. Otaknya berteriak menolak, berharap apa yang dilihatnya barusan hanyalah efek halusinasi atau trik kamera yang rusak akibat gangguan teknis. Namun, rekaman itu berputar t

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 193. Rekaman CCTV Terbongkar

    Menunggu adalah sebuah bentuk penyiksaan yang paling tidak bisa ditoleransi oleh Asher. Detik demi detik yang merayap di jarum jam terasa mengejek kesabarannya. Bagi pria itu, duduk berpangku tangan dan menyerahkan segalanya pada laporan Paul yang berjalan lambat adalah opsi terburuk. Dia tidak bisa hanya duduk diam menunggu seperti orang bodoh sementara ada ancaman yang bermain-main di wilayah kekuasaannya. Instingnya mendesak untuk melihat sendiri rekaman CCTV di area basement apartemen asistennya itu, membuktikan segala kecurigaannya dengan mata kepalanya sendiri.Tak lama kemudian, deru mesin dua mobil memecah keheningan pelataran parkir. Mobil Asher meluncur masuk dan terparkir sempurna, disusul beberapa detik kemudian oleh mobil Paul yang mengekor di belakangnya. Begitu ban berhenti berputar, Asher langsung mendorong pintu mobilnya terbuka dan melangkah keluar dengan sigap. Di sisi lain, Paul bergegas menyusul, mengambil posisi di depan untuk menunjukkan arah menuju gedung manaj

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 192. Ingin Melihat Rekaman CCTV

    Jemari kokoh Asher mengetuk-ngetuk permukaan meja kerja kayu di ruangannya secara konstan, menciptakan irama monoton yang mencerminkan isi kepalanya yang sedang berantakan. Aura wajahnya terlihat sangat gelap, memancarkan emosi serta pemikiran yang bercampur aduk menjadi satu. Napasnya memburu, tidak beraturan, seiring dengan kepulan asap kelabu yang diembuskannya ke udara.Berkali-kali pria itu menyedot rokoknya dalam-dalam, mencoba mencari pelarian instan guna meredakan gelora pikiran yang kian menyesakkan dada. Tampak di atas meja kerjanya, sebuah gelas kristal berisi sisa cairan amber beralkohol tampak terabaikan di samping asbak yang sudah dipenuhi puntung rokok. Nikotin dan alkohol—kombinasi klasik yang selalu iaandalkan di kala logika dan ketenangannya diuji habis-habisan. Belakangan ini, hidupnya memang seolah diuji oleh serangkaian kejadian janggal yang sukses merusak ketenangan hidupnya secara total.Ketukan pelan pada pintu ruang kerjanya membuyarkan lamunannya.“Tuan .…” P

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 191. Pastikan Menjaga Nama Baik!

    Pagi hari seharusnya menjadi momen di mana suasana hati seseorang jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Matahari pagi yang hangat terbit perlahan, menyinari bumi dan membangkitkan energi positif bagi siapa saja yang melihatnya. Namun, aturan alam itu sepertinya tidak berlaku bagi Adeline. Begitu kakinya melangkah menjejakkan area lokasi syuting, dia langsung memasang topeng sandiwara terbaiknya—berusaha keras menutupi hatinya yang sejak tadi malam dilanda kecemasan hebat. Entah apa yang salah, dia sendiri bahkan tidak mampu memaparkan secara pasti apa yang sedang berkecamuk di dalam perasaannya. Hal yang dia tahu dan yakini saat ini,d ia harus bertahan dan menunjukkan kepada semua orang bahwa semuanya akan baik-baik saja.Langkah kaki Adeline terhenti sejenak ketika sebuah suara familier memanggil namanya di tengah kesibukan kru yang lalu-lalang membereskan peralatan.“Morning, Adeline,” sapa Adam di kala melihat Adeline.Adeline menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan sisa-sisa

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 190. Pasti Memiliki Tujuan

    “Adeline, kenapa kau malah melamun?” Suara lembut sarat akan keheranan itu memecah keheningan kamar. Nora melangkah menghampiri Adeline, menyerahkan segelas lemon tea hangat pada sahabatnya itu, sembari ikut melabuhkan duduk di tepi ranjang berukuran queen size tersebut.Malam ini, Nora memang memutuskan untuk menginap di apartemen Adeline. Kebetulan tadi mereka baru saja menghabiskan waktu bersama untuk makan malam di sebuah restoran di Manhattan, dan demi menghemat waktu serta menghindari lelahnya perjalanan tengah malam di tengah dinginnya angin New York, menginap adalah pilihan paling masuk akal.Namun, alih-alih menyambut kedatangan sahabatnya dengan obrolan ringan, Adeline justru terpaku. Wanita itu diam seribu bahasa, bahkan sama sekali belum menyadari kehadiran Nora di sisinya. Gelas lemon tea yang baru saja diserahkan dibiarkan begitu saja tanpa disentuh. Pandangannya menerawang lurus ke depan, menembus dinding kamar, seolah ada beban tersembunyi yang tengah menghimpit dadany

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 189. Telah Mengetahui Fakta

    “Jadi, apa sebenarnya yang membuatmu ingin menemuiku secara mendadak begini? Kau tahu sendiri, jadwalku selalu padat,” ucap Vivian Rhodes dengan nada manja tapi elegan. Wanita berambut merah menyala itu duduk menyilangkan kaki, memancarkan pesona khas sosialita kelas atas.Mereka tengah berada di sebuah kafe eksklusif tersembunyi di kawasan Brooklyn. Tempat itu sengaja dipilih karena suasananya yang tenang, pencahayaan temaram yang hangat, serta penjagaan privasi yang ketat. Jauh dari jangkauan lensa kamera paparazzi ataupun wartawan gosip yang selalu haus sensasi.Isolde tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang terukir di balik cangkir wine merah yang baru saja disajikan oleh pelayan berjas rapi. Cuaca di luar sedang berada di titik terdinginnya, membuat embusan napas mengepul tipis di udara. Meskipun tubuhnya sudah dibalut mantel bulu tebal bernilai fantastis, kehangatan dari tegukan wine tetap menjadi penyelamat terbaik bagi tubuhnya.“Aku langsung saja pada intinya, Vivian.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 5. Berjuang Demi Kembar

    Keheningan membentang dari dalam mobil. Adeline duduk tenang di kursi penumpang, sedangkan Nora duduk di kursi kemudi. Musim semi, memberikan udara menyejukan, tetapi angin cukup kencang membuat beberapa pohon bergoyang-goyang.“Adeline, kenapa kau malah pulang duluan?” tanya Nora sambil melirik Ad

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 4. Orang yang Sama, Tapi Semua Berubah

    Adeline tak bergerak sedikit pun. Tubuhnya membeku dengan pancaran mata menunjukkan jelas rasa terkejut, panik, cemas, dan rindu yang tak bisa terucapkan. Dia bahkan sampai menggelengkan kepala pelan, meyakinkan bahwa apa yang dia lihat ini mimpi. Ruangan itu seakan benar-benar tak memiliki pasok

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 3. Semesta Mengizinkan Pertemuan

    Paris, Prancis.Empat tahun berlalu ... Suara ketukan heels menuruni podium sedikit terdengar bercampur dengan suara tepuk tangan dan musik yang berdentum. Tampak seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang memberikan senyuman terbaik, di kala baru saja mendapatkan sebuah perng

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status