เข้าสู่ระบบDevina spontan mengangkat kepalanya. Dia menatap Stanley dengan tatapan memelas.Namun, Stanley hanya berdiri terdiam di tempat. Dia bagai tamu yang tidak bersangkutan dengan masalah saja, hanya menyaksikan dengan tatapan dingin, tidak bermaksud untuk menyelesaikan masalah sama sekali.Pada saat ini, Devina merasa sekujur tubuhnya terasa sangat dingin. Dulu, Stanley begitu melindunginya, tidak akan membuatnya bersedih sama sekali. Namun sekarang, Stanley memperlakukan Devina bagai seorang orang asing saja. Tidak terlihat sedikit pun kehangatan di dalam tatapannya. Perubahan drastis ini bahkan terasa lebih menyakitkan daripada tamparan di wajahnya.Damian memberi isyarat mata kepada bawahannya. Dia menyuruh bawahannya untuk segera memapah Alvin yang hampir terjatuh.“Devi, aku masih ada urusan lagi. Aku pamit dulu.” Selesai berbicara, Damian membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi. Nada bicaranya malah terdengar sangat sopan.Devina dapat merasakan jarak yang sengaja dia jaga dengan
“Kalau mau pergi, kamu pergi saja.”Selesai berbicara, Stanley langsung berjalan ke ruangan VIP. Langkahnya tidak berhenti sama sekali.Damian mengangkat-angkat pundaknya, lalu segera menyusul langkah Stanley. “Kamu saja nggak peduli dengan mantanmu, untuk apa aku yang nggak punya hubungan apa-apa sama dia, malah peduli sama dia.” Pintu ruang VIP di belakang tertutup, memisahkan kericuhan di luar sana.Damian melonggarkan dasinya, lalu menuang alkohol ke gelasnya. Dia bertanya dengan penasaran, “Jujurlah, sebenarnya apa motif Shanaya? Dia suruh Lily kirim begitu banyak foto mesranya dengan Alvin, bahkan membuat laporan kehamilan palsu. Sekarang, dia tiba-tiba beri tahu Lily bahwa misinya sudah selesai. Sudah beberapa hari berlalu, tapi nggak ada gerak-gerik apa pun. Sebenarnya rencana besar apa yang lagi dia persiapkan?”Stanley menggoyangkan gelas alkohol di tangannya. Tatapannya berubah dalam. Dia juga sedang mempertimbangkan masalah ini.Seandainya Shanaya hanya ingin balas dendam
Devina sudah belajar dan berusaha selama bertahun-tahun, tetapi semuanya telah tidak berguna lagi!Suara bisikan di sekeliling bagaikan ribuan jarum halus yang terus menusuk tubuh Devina.“Astaga, pantas saja pasien itu tiba-tiba mengalami syok waktu itu. Ternyata dia yang sengaja melakukannya! Setelah dipikir-pikir sekarang, benar-benar mengerikan ya!”“Aku nggak nyangka ternyata dia orang seperti itu. Selama ini, dia selalu berpura-pura anggun dan bermoral, ternyata diam-diam hatinya sekejam itu ….”“Apa orang seperti dia juga pantas jadi dokter? Malah menganggap nyawa pasien sebagai permainan!”…Rekan-rekan kerja yang dulu selalu menyambutnya dengan ramah, kini memandangnya dengan tatapan penuh hinaan.Keluarga para pasien bahkan menjauh darinya seolah-olah dia adalah sejenis virus menular. Mereka mundur hingga tanpa disadari membentuk sebuah lingkaran tak kasatmata yang mengisolasinya.Citra yang selama ini dibangun Devina dengan susah payah, serta karier yang dia banggakan, semua
Siapa sangka wanita itu akan bersikap begitu sadis dan lancang! Dia malah duluan mengganggu ketenangan orang tua Shanaya, lalu berani turun tangan terhadap Shanaya di hadapan Stanley.Seandainya … seandainya hari itu Shanaya tidak meninggalkan rumah sakit … entah bagaimana nasib Shanaya sekarang.“Di mana dia sekarang?” Suara Stanley terdengar sangat mengerikan, bahkan terdengar rasa gusar di dalamnya.Begitu kepikiran Shanaya hampir berada dalam bahaya akibat botol obat yang telah ditukar, dan teringat bagaimana hancurnya Shanaya saat melihat batu nisan kedua orang tuanya dirusak, amarah di hati Stanley kembali meluap.“Bu Devina ... seharusnya masih sedang bekerja di rumah sakit,” jawab asisten dengan penuh hati-hati. Dia takut akan menyentuh batas kesabaran Stanley.“Pihak manajemen rumah sakit nggak berani membesarkan masalah ini. Semuanya … lagi menunggu arahanmu.”Stanley memejamkan matanya. Dia sedang memaksa dirinya untuk tidak mencekik Devina. “Kalau berdasarkan peraturan, huk
Matahari bersinar melalui celah antara dahan dan dedaunan. Cahaya itu menciptakan bayangan berbintik pada kemeja putih Darren.Shanaya pun tertegun. Dia tidak menyangka seorang pengacara yang selalu mengenakan jas rapi dan bersikap kalem ternyata juga memiliki sisi yang begitu tidak terduga."Hati-hati!"Berdiri di bawah pohon, Shanaya tidak bisa menahan diri untuk mengingatkan Darren. Tangannya tanpa sadar memegang erat jas Darren."Tangkap baik-baik, ya."Suara Darren terdengar dari atas pohon. Dengan gerakan mantap, dia memetik beberapa buah kesemek yang paling montok dan merah, lalu melemparnya ke bawah dengan pelan.Shanaya buru-buru menadahkan ujung bajunya untuk menampung kesemek-kesemek itu. Kesemeknya berat dan masih terasa hangat akibat disinari matahari. Kehangatan itu seakan-akan juga merasuk ke dalam hatinya.Dalam perjalanan menuruni gunung, Shanaya memeluk erat kesemek-kesemek itu sambil mengamati Darren yang terlihat cuek meskipun ujung kemejanya ternoda debu. Tanpa dis
Saat bencana kelaparan melanda, untuk mencegah adik-adiknya mati kelaparan, Kana menjual dirinya kepada seorang pria tua pada usia 16 tahun. Pria tua itu memang tidak mampu melakukan hubungan intim lagi, tetapi memiliki kecenderungan seksual yang sangat menyimpang dan hampir menyiksanya sampai mati.Setelahnya, Kana beruntung dan berhasil melarikan diri. Dia bertemu dengan suami keduanya, seorang petani yang jujur. Meskipun miskin, dia sangat rajin dan memperlakukan Kana dengan baik.Kana berpikir bahwa semua kesulitannya akan berakhir dan dia dapat menjalani kehidupan yang damai. Sayangnya, masa-masa indah itu tidak berlangsung lama. Suaminya terbunuh saat membangun waduk, bahkan jenazahnya juga tidak ditemukan.Kana membesarkan putranya sendirian, tetapi putranya meninggal muda karena sakit. Yang tersisa hanyalah seorang cucu yang masih sangat kecil. Setelah bersusah payah membesarkan cucunya, tak disangka, cucunya tidak sengaja menyinggung putra dari pemimpin kota kecil ini dan dipu
Pandangan Stanley beralih ke bawah dan berhenti pada kain kasa putih yang melilit pergelangan tangan ramping Shanaya. Matanya tiba-tiba menjadi gelap dan dipenuhi emosi yang kompleks.Selama empat tahun pernikahan, Stanley sepertinya tidak pernah benar-benar memperhatikan Shanaya. Dia telah mengabai
Beberapa hari kemudian, Shanaya keluar dari rumah sakit. Dia telah menemukan sebuah rumah di internet dengan harga sewa 100 juta per tahun yang dibayar tahunan. Saat pergi ke ATM untuk menarik uang, dia baru menyadari bahwa hanya tersisa beberapa ratus ribu di rekeningnya.Selina mau tak mau mengump
Shanaya menelepon ambulans dengan tangan gemetar. Ketika mendengar sirene ambulans, dia tidak mampu bertahan lagi dan akhirnya kehilangan kesadarannya.Shanaya baru tersadar lagi keesokan harinya. Di sekujur tubuhnya, tertancap begitu banyak selang.Dokter menegurnya dengan ekspresi kecewa, "Bukanny
Di rumah sakit Kota Himar."Kamu hamil di luar kandungan. Begitu saluran indung telur pecah, itu bisa berakibat fatal! Kenapa kamu datang sendiri untuk lakukan operasi sebesar ini? Di mana suamimu? Cepat suruh dia datang!"Shanaya Wiriandi menahan rasa sakit luar biasa di bagian perutnya dan menelep







