Share

Two Alpha

Author: Nooraya
last update publish date: 2026-07-15 21:26:14

Pukul sepuluh tepat.

Ruang rapat utama WM Corporation telah dipenuhi jajaran direksi WM. Di kursi paling ujung meja oval, Satya duduk dengan tenang sambil meneliti beberapa lembar dokumen proyek. Sementara itu, Rara berdiri di dekat layar utama, memastikan seluruh materi presentasi telah siap ditampilkan.

Cash flow, timeline konstruksi, target groundbreaking, hingga analisis risiko telah ia periksa berulang kali. Tidak ada satu pun data yang boleh luput dari perhatiannya.

Hari ini adalah rapat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku   Catur Terakhir dan Jalan Pulang

    Beberapa minggu berlalu. Tim audit internal dan divisi legal WM Corporation bekerja tanpa kenal lelah, merapikan celah-celah administratif yang ditinggalkan oleh konsorsium keluarga Nadine.Sementara itu, proyek Grade A Office Tower yang dipimpin oleh Rara menunjukkan performa gemilang, mencatatkan angka penjualan dan komitmen investasi yang melampaui target awal.Proyek tersebut resmi menjadi jangkar finansial independen, mengamankan posisi likuiditas Mahendra Group tanpa perlu bergantung pada sepeser pun dana dari konsorsium.Hari penentuan itu pun tiba.Satya melangkah masuk ke dalam markas besar konsorsium keluarga Nadine dengan penuh percaya diri, mengenakan setelan jas gelap yang memancarkan aura otoritas mutlak.Di hadapan Nadine yang menyambutnya dengan senyum penuh kemenangan di ruang kerja mewah, Satya tidak membuang waktu sedetik pun. Ia melemparkan sebuah berkas tebal tepat di atas meja kayu di hadapan wanita itu.Nadine mengernyit, menarik berkas tersebut dengan jemari le

  • Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku   Angin Telah Berbalik Arah

    Dunia bisnis ibu kota digemparkan oleh sebuah berita yang dengan cepat menghiasi berbagai portal berita ekonomi dan media sosial pagi itu.Mahendra Group, raksasa properti yang dikabarkan berada di ambang kebangkrutan, secara mengejutkan mengumumkan penyelamatan besar-besaran melalui suntikan dana segar dari konsorsium multinasional.Namun, yang jauh lebih menarik perhatian publik, sekaligus memicu kehebohan luar biasa di dalam gedung WM Corporation adalah pengumuman resmi mengenai peresmian hubungan istimewa berupa pernikahan antara Satya Mahendra dan Nadine, sang pewaris konsorsium.Di ruang divisi Project Management, suasana mendadak senyap sebelum akhirnya berubah menjadi riuh oleh bisik-bisik kaget para karyawan. Dina menatap layar ponselnya dengan mata membelalak lebar, lalu menoleh tajam ke arah meja Rara.“Ra ... kamu ... kamu sudah lihat berita ini?” suara Dina tercekat, menunjukkan rasa tidak percaya.Rara yang sejak pagi duduk termenung dengan pandangan kosong di balik laya

  • Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku   Jalan Pengorbanan

    Malam itu, kota seolah kehilangan seluruh warnanya di mata Rara. Di dalam mobil yang melaju pelan menuju rumahnya, ia duduk di kursi penumpang dengan pandangan kosong menatap tetesan air hujan yang membasahi kaca jendela.Isak tangis Rara sudah reda, tetapi masih menyisakan sesak di dalam dadanya. Air matanya telah kering, namun rasa sakit akibat robeknya hati masih terasa menyiksa.Arjuna yang mengemudikan mobil melirik Rara sekilas dengan perasaan bersalah yang teramat sangat. Pria itu mencengkeram lingkar kemudi erat-erat. “Ra, apa kamu yakin dengan keputusan ini? Rasanya masih tidak masuk akal ... kamu mengorbankan kebahagiaanmu sendiri untuk pria yang bahkan mungkin sedang membencimu sekarang.”Rara menoleh pelan, menatap lurus ke depan dengan senyuman getir. “Aku tidak punya pilihan lain,” jawabnya dengan suara parau. “Kalau bukan dengan cara ini, Satya tidak akan pernah mau melepaskanku. Dia terlalu keras kepala untuk memilih hancur bersama perusahaannya demi aku.”Arjuna menge

  • Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku   Puing Kehancuran

    Suara Arjuna di ujung telepon terdengar dipenuhi nada terkejut sekaligus cemas saat Rara menyebutkan tempat keberadaannya.Tidak butuh waktu lama hingga sosok Arjuna menerobos pintu kaca bar, matanya dengan cepat memindai ruangan temaram sebelum akhirnya menemukan Rara duduk menyendiri di meja bar.Arjuna bergegas menghampiri. “Ra? Kamu kenapa ada di tempat seperti ini?” Ia memegang kedua bahu Rara dengan raut wajah panik. “Ada apa? Satya mana?”Menyebut nama Satya rasanya seperti menyayat luka yang masih basah. Rara mencengkeram lengan baju Arjuna, matanya yang mulai sembap menatap pria itu penuh keputusasaan.“Arjuna ... tolong aku,” bisik Rara dengan suara bergetar hebat. “Aku mohon, bantu aku.”“Bantu apa, Ra? Cerita sama aku, ada apa sebenarny

  • Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku   The Heartbreak

    Tanpa sepengetahuan Satya, Rara menyetujui ajakan Nadine untuk mengobrol empat mata di kafe yang berada di lantai bawah gedung kantor. Suasana kafe yang terbilang sepi siang itu terasa makin mencekam di meja mereka.Nadine meletakkan sebundel dokumen tebal di atas meja, lalu menggesernya ke hadapan Rara. Tanpa basa-basi, wanita itu membeberkan fakta lapangan mengenai kondisi keuangan Mahendra Group, mulai dari angka kerugian, grafik penurunan saham, hingga kalkulasi skala kehancuran yang akan memusnahkan seluruh anak perusahaan dalam hitungan hari.Rara menatap angka-angka itu dengan tangan yang kian gemetar. Realitas pahit di atas kertas itu jauh lebih mengerikan dari apa yang dibayangkannya.“Sebenarnya, aku sangat ingin membantu Satya, tapi sayangnya ia menolakku mentah-mentah.” Nadine menghela napas pendek, menyandarkan punggungnya ke kursi. “Andai dia mau menerima syaratku,” ucapnya sambil menatap lurus ke arah Rara, memaku pandangan wanita di hadapannya.Rara meneguk ludah pahit

  • Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku   Tentang Masa Lalu

    Malam yang dingin merayap perlahan. Usai kepenatan dan sesak yang membakar sepanjang hari, Rara memutuskan untuk mengajak Satya keluar dari ruangan CEO yang mencekam.Ia menuntun pria itu menuju sebuah kedai makan terbuka di sudut kota, menikmati hawa segar agar lelakinya bisa menghela napas lebih rileks. Siapa tahu, kepala yang sedikit lebih dingin bisa membantu menyegarkan pikiran mereka.Sesuai perjanjian yang sebelumnya telah disepakati oleh mereka, malam ini tidak boleh ada obrolan serius mengenai krisis keuangan atau ancaman kebangkrutan. Rara sengaja hanya mengalirkan topik-topik manis tentang perjalanan hubungan mereka, menciptakan ruang aman tempat Satya bisa sejenak melupakan beban di pundaknya.Di tengah kehangatan uap makanan dan temaram lampu kedai, obrolan mereka pun akhirnya berbelok dan sampai ke arah yang lebih intim.“Sebenarnya ....” Satya meletakkan sendo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status