Chapter: DaruratSemua berubah menjadi kacau dalam hitungan detik.“Panggil ambulans. Cepat!” perintah Tuan Adrian pada salah satu pengawal.Aku berlutut di samping Tuan Bakrie. Wajahnya pucat, napasnya terdengar berat dan tidak teratur. Tanganku gemetar saat mencoba menyentuh lengannya, memastikan apakah masih ada denyut nadi atau tidak.Ternyata, denyut itu masih ada, akan tetapi sangat lemah.“Tuan, bertahanlah,” bisikku panik, meski tidak tahu apakah ia bisa mendengarku.Tuan Adrian berlutut di sisi lain ayahnya. Wajahnya yang tadi tampak tenang, perlahan mulai runtuh. Tangannya menggenggam tangan Tuan Bakrie, seolah takut pria itu akan menghilang begitu saja.“Tunggu dulu, Pa. Ini semua belum selesai.” Meski diucapkan lirih, suaranya tetap terdengar jelas di telingaku.Aku menatap Tuan Adrian, kebingungan. Entahlah, aku tidak mengerti maksud ucapannya.Sementara itu, Nyonya Vanya berdiri tidak jauh dari kami. Wajahnya pucat dan jemarinya gelisah hingga tanpa sadar ia menggigit kukunya sendiri. Ke
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-14
Chapter: KejutanSetelah kemarin berhasil mengantarkan makanan sampai ke tangan Tuan Adrian secara langsung, pagi ini aku bangun dengan semangat yang berbeda. Ada rasa antusias yang membuat langkahku terasa lebih ringan saat bersiap memasak makan siang untuknya.Usai sarapan, seperti biasa, aku menuju dapur. Baru saja aku menata bahan-bahan di meja, ponselku yang tergeletak di sana tiba-tiba berdering. Nama Kak Danu muncul di layar.Aku langsung tahu, ini pasti penting.Aku mengangkatnya. “Iya, Kak?” jawabku ramah.“Nona Melati,” suara Kak Danu terdengar datar dan formal. “Saya hanya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Adrian. Untuk hari ini dan beberapa hari ke depan, Nona tidak perlu menyiapkan makan siang untuk beliau.”Tanganku terhenti.“Kenapa?” tanyaku pelan.“Tuan Adrian sedang melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari. Jadi, beliau tidak akan berada di kantor.”Entah kenapa, ada sedikit rasa lega saat mendengarnya.“Oh ... begitu. Aku pikir ... karena Tuan Adrian tidak mau bertemu denga
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-13
Chapter: Tanpa PerantaraPagi di Rumah Jelita berjalan seperti biasa. Cahaya matahari masuk melalui celah manapun di rumah ini.Aku berdiri di dapur, mengenakan celemek, dan menyiapkan bahan-bahan dengan gerakan terukur. Tanganku bergerak seperti biasa, mencuci, memotong, dan juga menata.Namun, ada sedikit yang berbeda hari ini. Pikiranku tidak lagi setenang hari-hari sebelumnya.Aku memasak, bukan karena kebiasaan, bukan pula karena harapan. Hari ini, aku memasak dengan kesadaran penuh.Setiap bahan yang kugunakan kuperiksa dua kali. Setiap langkah kucatat di kepalaku, seolah aku sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar makanan.Sesekali, aku melirik jam di dinding. Masih cukup pagi, jadi tidak perlu terburu-buru.Aku kembali menekuni masakanku.Mulai hari ini, aku tidak akan lagi menitipkan apa pun pada siapa pun. Masakan ini akan kuantar sendiri kepada Tuan Adrian, atau setidaknya sampai ke tangan Kak Danu selaku orang kepercayaannya.“Melati.”Suara itu datang tiba-tiba dari bel
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-11
Chapter: Hati yang Tidak Pernah SampaiBab 115Sendok Tuan Adrian masih tertahan di udara. “Memangnya, sebelum ini kamu memasak sesuatu untukku?”Pertanyaan itu melayang ringan, nyaris terdengar biasa. Namun bagiku, kalimat itu jatuh seperti benda berat yang menghantam dada.Aku menatapnya tanpa berkedip, berusaha mencerna maksud di balik kata-katanya. Senyum tipis yang tadi sempat muncul di wajahku perlahan memudar.“Saya ...,” suaraku tercekat, “... memasak setiap hari untuk Tuan.”Ruangan itu kembali sunyi. Tidak ada yang bersuara, dentingan alat makan pun tidak ada.Tuan Adrian menatapku tajam, tetapi tidak keras. Lebih seperti ... heran“Setiap hari?” ulangnya pelan.Aku mengangguk. “Iya. Sudah seminggu ini.”Ia kembali menyendok makanan. “Kamu yakin?” tanyanya singkat, lalu menyuapkan makanan itu ke mulutnya.Aku terdiam.Tuan Adrian kembali mengungkapkan, “Aku hanya sekali menerima makanan darimu, dan itu sudah seminggu yang lalu melalui sopir pribadimu. Setelah itu, aku meminta Danu menyampaikan padamu agar tidak p
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-10
Chapter: Di antara Perempuan yang Mencintai“Amara, Melati. Kalian di sini rupanya.”Nyonya Vanya tetap membiarkan tangannya bertengger di lengan Tuan Adrian, seolah sengaja mempertahankannya agar aku dan Nona Amara dapat melihatnya dengan jelas.Tidak ada yang segera bergerak. Kak Danu pun menahan tombol lift agar pintunya tetap terbuka.Nona Amara menyahut, “Kalian mau pergi?” Nada bicaranya santai, nyaris terdengar tanpa emosi.“Kami akan pergi makan siang,” jawab Nyonya Vanya singkat.“Oh ... pas sekali,” ujar Nona Amara.Aku menoleh sekilas ke arah Nona Amara untuk mencoba membaca ekspresinya. Namun, ia hanya menampilkan senyum tipis yang sulit kuterjemahkan.“Bagaimana kalau kita makan bersama saja?” lanjutnya. “Hari ini kami membawa makan siang cukup banyak.”Nyonya Vanya menyahut, “Maaf, tapi kami sudah memesan restoran.” Ia kemudian menarik lengan Tuan Adrian, berniat melangkah keluar dari lift.Awalnya, aku mengira Tuan Adrian akan mengikutinya. Namun, ia justru tetap berdiri di tempat.Kening Nyonya Vanya mengerut. “
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-09
Chapter: Saat Hati Tersayat PelanSaat semua makanan selesai dikemas, aku menatap kotak makan yang kali ini lebih besar dari biasanya. Aku mengambil satu kertas note dan kembali menuliskan pesan seperti hari-hari sebelumnya.Melalui pesan yang kutulis, aku memberi tahu Tuan Adrian bahwa makanan hari ini bukan hanya buatanku, melainkan ada tangan-tangan lain yang ikut bekerja.Ada ketulusan para nona yang mungkin tidak pernah Tuan Adrian lihat sebelumnya. Jadi, aku ingin ia bisa melihat dan merasakannya sekarang.“Jika Tuan masih belum mau memaafkan saya, tidak apa. Saya mengerti. Namun, tolong makanlah makanan ini. Bukan untuk saya, tetapi untuk para nona, untuk menghargai ketulusan mereka.”Aku berhenti menulis sejenak, lalu menambahkan satu paragraf terakhir. Kalimat yang sejak awal ingin kusampaikan.“Tuan, saya tidak meminta banyak. Saya juga tidak akan meminta Tuan mencintai saya sekarang juga. Cukup beri saya kesempatan saja, untuk membuktikan bahwa perasaan saya sungguh-sungguh kepada Tuan, dan di hati saya han
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08
Chapter: EPILOGSetelah membicarakan semuanya, Lucas bersama Ana, Duan, dan Muchen akhirnya sepakat bahwa mereka tidak akan melibatkan polisi dalam hal ini. Posisi Song Zi yang hanya hidup sendiri membuat semuanya lebih mudah untuk mereka melakukan pemakaman. Sementara anak-anak buah Song Zi, mereka diserahkan kepada Muchen. Lucas membiarkan Muchen melakukan apapun pada mereka. “Karena kalian ada di sini, mampirlah dulu ke rumah, mama dan tante pasti sangat senang bisa melihat kalian, apalagi Ashana, cucu cantik mereka,” ucap Ana seusai pemakaman tuan Song. Lucas dan Natasha saling menatap. Mereka tidak keberatan mengenai hal itu. Natasha sendiri sejak kembali ke Indonesia belum pernah bertemu lagi dengan keluarga Lucas. “Bagaimana, Sayang, kamu mau bertemu dengan tante dan yang lain?" tanya Lucas kepada istrinya. Natasha mengangguk--“Mau!” jawab Natasha dengan senang hati. Keluarga Li itupun lantas berkumpul kembali. Namun, pertemuan mereka kali ini bukanlah di kediaman Li, melainkan r
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-12
Chapter: Season 2: Gudang Penyimpanan Keluarga Li Lucas mengambil kembali ponselnya dan melacak lokasi keberadaan ponsel Natasha serta mobil yang mereka gunakan sebelumnya. Mobil yang mereka sewa masih ada di depan kediaman Li. Namun, lokasi ponsel Natasha saat ini....“Tidak, ini bukan mengarah ke bandara,” ucap Lucas.“Cepat kejar mereka, Lucas!” perintah Daniel.Lucas melihat kondisi Daniel yang sudah tidak baik-baik saja. Daniel sudah kehilangan banyak darah.“Jangan hiraukan aku! tolong selamatkan saja Natasha, Ashana, dan Alexa!” ucap Daniel sekali lagi.Lucas tidak punya pilihan. Dia mengambil tiga pistol milik anak buah Song Zi dan mengisi penuh pelurunya. Dua pistol dia bawa, sementara satu sisanya dia berikan pada Daniel untuk berjaga-jaga.“Bertahanlah, sebentar lagi adik-adikku akan sampai di sini untuk mengurus semua yang ada di sini!” pesan Lucas pada Daniel.Setelah mendapat anggukan dari Daniel, Lucas bergegas meninggalkan kediaman Li. Dia meng
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-12
Chapter: Season 2: Perkumpulan Para Korban Keluarnya Daniel dari mobil untuk memasuki kediaman Li dilihat oleh Tuan Song melalui jendela. “Anda membawa teman, Tuan?” tanyanya pada Lucas.Lucas yang mendengarnya pun langsung mendongakkan kepala. Matanya ikut melihat ke arah luar dan mendapati Daniel menuju pintu utama.Lucas sontak bangkit berdiri. Namun, tiba-tiba ....KLIK!Dia merasakan sesuatu menyentuh kepala belakangnya. Lucas ditodong senjata api oleh anak buah Song Zi.“Sedikit saja kau bergerak, kupastikan kau tidak akan pernah melihat putrimu, Tuan,” ucap Song Zi.Lucas tahu orang tua di depannya saat ini tidak main-main dengan ucapannya. Sehingga, hal tersebut membuat Lucas tidak bisa berkutik.Sementara itu di ruang depan, Daniel tengah berhadapan dengan beberapa orang bermasker yang tiba-tiba menyerangnya. Jumlah yang tidak seimbang cukup membuat Daniel kesusahan. Namun, pada akhirnya dia berhasil mengalahkan mereka.“Lucas!” panggil Daniel begitu dia sampai di ruang keluarga. Namun, tidak lama setelahnya ....DOR!
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-11
Chapter: Season 2: Di Balik TragediSetelah sekian lama akhirnya Lucas kembali menginjakkan kaki di rumah besar yang selama lebih dari tiga puluh tahun ia tinggali. Kabar terakhir yang ia dapat, rumah itu dilelang oleh pihak pemerintah China. Namun, siapa sangka jika yang memiliki rumah itu sekarang adalah Tuan Song.TUK! ... TUK! ... TUK!Suara langkah kaki Lucas sampai ke telinga Tuan Song yang saat ini sedang duduk di kursi rodanya di ruang keluarga. “Oh, Tuan Lucas, Anda sudah datang?” Tuan Song berbalik menghadap Lucas dan membungkuk memberi hormat padanya. “Selamat datang kembali di kediaman Li, Tuan!”“Hentikan omong kosong ini, Tuan Song! cepat katakan di mana Ashana!”“Bersantailah dulu, Tuan, Nona Muda baik-baik saja. Dia sedang tidur di kamar Anda.”Lucas tentu masing sangat ingat di mana letak kamarnya itu. Di lantai dua paling ujung sebelah kanan. “Hah ...!”—Tuan Song menghela napas seolah merasa sangat lega.“Duduklah, Tuan Lucas! memangnya Anda tidak tertarik untuk mengenang masa lalu bersama saya?” Lu
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-08
Chapter: Season 2: Beijing yang Asing Setelah mendapat perintah dari Lucas, Kai dan Dania segera menuju Swiss. Setelah seharian menunggu di sekitar bandara kedatangan luar negeri pada akhirnya mereka menemukan apa yang mereka tunggu.Nurmala, perempuan berusia tiga puluhan awal itu menginjakkan kakinya di Swiss bersama dengan seorang laki-laki. Berdasarkan informasi yang didapat oleh Kai, laki-laki itu adalah suami Nurmala yang baru saja keluar dari rumah sakit setelah operasi jantung.Kai menyamar sebagai orang yang menjemput Nurmala. Dia menghentikan mobilnya tepat di depan perempuan itu dan suaminya.Baik Nurmala maupun suaminya sama sekali tidak ada yang curiga. Sampai pada akhirnya, Nurmala merasa ada yang aneh.“Kenapa jauh sekali? bukankah Tuan Song bilang aku akan bekerja di perkotaan? tapi ini ....”Kai mengernyitkan dahinya—“Tuan Song?” tanyanya dalam batin. “Tuan Song ingin kalian menikmati liburan terlebih dahulu,” jawab Kai kemudian.“Oh, jadi begitu, baiklah.”“Sayang, bosmu baik sekali!” ucap suami Nurmala,
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-05
Chapter: Season 2: Orang LamaSetelah selesai semua proses hukum terkait tuduhan wanprestasi yang dilakukan Scienic Tech. terhadap Grepes, Daniel dan Alexa pikir mereka dapat beristirahat dengan tenang setelah sampai di Indonesia. Namun, siapa sangka ketika baru turun dari pesawat mereka justru mendapat kabar tidak bagus tentang Ashana.“Apa yang tejadi, Lucas?” Daniel dan Alexa yang baru saja tiba di rumah Lucas itupun langsung menuntut penjelasan. “Apa maksudmu Ashana diculik? siapa yang menculiknya?” imbuh Alexa.“Masih belum jelas siapa yang menculiknya, penculik itu dengan suara samaran mengatakan kalau mereka tidak mengiginkan apapun. Mereka hanya ingin membuatku menderita dengan kehilangan anak.”“Shit!”—Daniel begitu frustasi mendengarnya.“Jika demikian, bukankah itu berarti bisa jadi mereka adalah musuh-musuhmu yang menyimpan dendam?” tanya Alexa.“Hem, kurasa begitu.”“Lalu, di mana Natasha sekarang?” tanya Daniel kemudian.“Dia ada di kamar, dia masih sangat terpukul.” Daniel ingin sekali menghampiri
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-06-04
Chapter: Kiriman Terus Datang Setelah mendapat pesan dari Mas Arya, kini pikiranku tidak bisa lagi fokus pada rapat. Ketika melihat foto perabotan-perabotan renovasi kamar Rico yang dikirim oleh Mas Arya, aku sadar akan sesuatu.Aku tidak bisa menjelaskan banyak hal ke Mas Arya. Hanya bisa menghindarinya untuk sementara waktu dan menjadikan rapat sebagai alasan. Setelah rapat selesai, aku menyanding Rama, mengikuti langkahnya dan berjalan disampingnya. Aku tunjukkan foto dari Mas Arya kepada Rama. “Pak, Bapak yang kirim ini ke rumah saya?”Rama melihat foto itu. “Oh, sudah datang?”Aku sontak menatap Rama. Aku tidak mengerti. “Pak ... untuk apa?”“Bukannya kamu bilang Rico menyukai itu?”“I-iya, tapi ... tapi kenapa Bapak membelikannya?” “Tentu saja sebagai hadiah dari saya untuk Rico.” Rama lantas menghentikan langkahnya dan berbalik menghhadapku. “Saya harap kamu ataupun Mas Arya gak menolaknya. Saya tulus mau kasih hadiah ke Rico. Saya mau Rico senang.”Kami saling menatap mata satu sama lain cukup lama dan
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-11-15
Chapter: New EnergyAku berbisik di dekat telinga Mas Arya. “Bersiaplah Mas ....” Lalu, kulumat mesra cupingnya.Ah, aku bisa mendengar helaan napas Mas Arya yang begitu sexy. Aku rindu, rasanya seperti sudah cukup lama tidak mendengarnya.Aku lepas lumatanku dan menjauhkan kepalaku darinya dengan posisi masih menduduki tubuh Mas Arya yang terbaring. Kupandangi wajahnya yang ada di bawahku. “Ternyata aku kangen banget sama kamu, Mas.”“Mas juga kangen sama kamu, Ran.”Kami sama-sama tersenyum. Aku tahu kami saling menginginkan satu sama lain. Sehingga, tanpa menunda lagi akhirnya kukecup bibir Mas Arya.Tidak cukup sekali, aku mengecupnya berkali-kali hingga lambat laun kecupan itu menjadi jauh lebih panas dan berubah jadi lumatan yang penuh gairah. Tanganku pun dengan reflek menarik tangan Mas Arya, menggenggam dan menjatuhkannya di samping kanan-kiri kepalanya. Malam ini ... aku yang memegang kendali.Puas dengan saling melumat di bibir, kini aku mulai menginginkan lebih. Aku mulai bergerak di atas Mas
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-11-07
Chapter: Ketahuan 🔞Anakku, Rico, berlari menghampiriku dan memelukku. Dia lantas bertanya, “Ibun, Ibun kenapa makan di sini?”Aku bingung bagaimana harus menjelaskannya. Kulihat Mas Arya hanya diam sambil menatapku.“Ibun ....” Baru aku mau mencoba memberi alasan, Mas Arya sudah lebih dulu menyela.“Rico, katanya mau es krim, ayo kita beli! Biar ibun di sini dulu selesaikan makannya.”“Iya, Yah,” ucap Rico pada Mas Arya. Setelah itu, dia kembali menatapku dan bicara. “Ibun, Rico beli es krim sama ayah dulu, ya. Ayo, Yah!” Mas Arya mengangguk sambil tersenyum. “Ayo.” Sementara Rico sudah berlari memasuki toko, Mas Arya berkata padaku, “Kamu habiskan dulu saja makananmu, gak usah buru-buru, aku tunggu. Nanti kita pulang bareng.”“Iya, Mas,” sahutku.Mas Arya berlalu meninggalkanku, menyusul Rico masuk ke dalam toko. “Sial!” umpatku dalam batin, “kenapa harus ketahuan?”Sepanjang perjalanan pulang sampai kami tiba di rumah, Mas Arya terlihat tidak banyak bicara. Dia bahkan hanya diam ketika kami hanya be
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-10-15
Chapter: Dukungan Sambil menikmati makan siang, Rama bercerita cukup banyak mengenai keluarganya. Hal itu membuatku tahu seperti apa posisi Rama di keluarga Saddam Rusli yang sebenarnya serta seperti apa hubungannya dengan Ashle. Mengenai status Rama di keluarga Rusli, semuanya persis seperti yang sebelumnya pernah diceritakan Amel padaku. Dan mengenai Ashle, dia adalah adik kandung Rama. Setelah meninggalkan keluarga Rusli, beberapa tahun kemudian mama Rama menikah dengan orang asing dan meninggalkan Indonesia. Dari pernikahan itulah Rama lantas memiliki Ashle sebagai adik perempuannya.Saat bercerai, kedua orang tua Rama sepakat bahwa Rama akan ikut mamanya. Meskipun papa Rama tidak setuju, tapi pada akhirnya dia membiarkan mantan istri keduanya membawa putra mereka. Barulah setelah mama Rama meninggal, Rama yang saat itu berusia belasan kembali diambil sang Papa dan dibawa pulang ke Indonesia. Keluarga besar Rusli tentu saja tidak sepenuhnya menerima kedatangan Rama. Walaupun pernikahan kedua ora
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-10-11
Chapter: Ashle dan JoeMobil Rama sudah kembali terparkir di depan salah satu toko penjualan milik Glow-H. Ini adalah toko kedua yang kami datangi hari ini. “Ayo!” ajak Rama untuk turun dari mobil.“Rama, ini kita masih harus pura-pura jadi suami istri seperti tadi?” tanyaku. Rama pun mengangguk. “Tidak bisa kah kita pura-pura jadi saudara saja? atau, kalau tidak, kita sebagai diri sendiri saja, sebagai teman.”“Saudara dan teman macam apa yang ke store peralatan rumah tangga seperti ini?” balas Rama bertanya, “orang justru bisa curiga kalau kita sedang menyamar, atau mungkin mereka akan berpikir kita ini dua orang yang sedang berselingkuh dan tengah merencanakan tinggal bersama.”Perkataan Rama membuatku bergidik. Kalimat itu terdengar sangat menyeramkan. Namun, apa yang dikatakan Rama memang masuk akal. Jika aku jadi pelayan tokonya, mungkin aku juga akan berpikir bahwa kami adalah pasangan. Jika bukan pasangan sah, maka artinya pasangan selingkuh.“Sudah, ayo turun!” ajak Rama lagi.Kali ini aku tidak b
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-10-03
Chapter: Perasaan Aneh “Ibu pulang!”“Ibu!”Aku tiba di rumah dan langsung disambut oleh pelukan putra tersayangku. Sepertinya, situasi saat ini yang mengharuskanku meninggalkan rumah hampir setengah hari, sama-sama terasa asing untuk kami berdua yang biasa bersama hampir sehari penuh.Aku yang biasanya menemani Rico bermain, yang biasanya menemani dia tidur siang, dan yang biasa mengejarnya agar segera mandi sore tiba-tiba saja tidak melakukannya. Rasanya aneh, seperti aku telah kehilangan sesuatu. Mungkinkah Rico juga merasakan perasaan aneh yang sama seperti yang kurasakan?“Anak ibu sudah makan malam belum?”—aku mengangkat kantung plastik yang kubawa—“ini, ibu bawa makanan Jepang buat Rico sama ayah, buat nenek juga.”“Yeay! Makanan Jepang!” Rico berseru senang, tapi tidak lama kemudian dia tampak berpikir. “Kayak gimana itu, Bu, rasanya makanan Jepang?” tanyanya kemudian.Aku dan Mas Arya tertawa karena gemas. Hanya saja, di balik tawa itu aku merasa sedikit sedih. Rico belum pernah mencoba berbagai m
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-10-02
Chapter: Mini Story-15 Semoga Hidup BaikBegitu masuk ke dalam air, Wen Lai tidak melihat Li Jun bersamanya. Dia tidak menemukan Li Jun ikut masuk ke dalam air.Mengetahui hal itu, Wen Lai pun langsung naik ke permukaan untuk mencarinya. Namun, begitu sampai di permukaan, dia justru terkejut karena yang ada di sekelilingnya kini sudah bukan lagi taman atau bangunan-bangunan di Sungai Jingsan. Sisi kanan dan kiri sungai sekarang ialah hutan-hutan lebat. “Ini ... di mana?”—Wen Lai bingung.“Pangeran!” Panggilan itu mengejutkan Wen Lai hingga membuatnya seketika menoleh ke sumber suara. Ternyata, orang-orang yang memanggilnya tadi adalah orang selatan yang merupakan pengikut keluarganya.“Pangeran! itu pangeran Wen Lai! cepat bantu pangeran naik!”“Aku tidak sedang bermimpi, aku sadar sepenuhnya, aku ... aku ada di Diyu?”Setelah kurang lebih dua minggu berada di dunia lain, pada akhirnya Wen Lai dapat kembali ke Diyu. Dia akhirnya dapat bernapas lega mengetahui ayah, anggota keluarganya, dan para pengikut setia mereka selama
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-16
Chapter: Kembali dengan Takdir Masing-masing Setelah kematian kakeknya, Li Jun beraktivitas sebagaimana biasanya. Pergi bekerja dan sekolah seperti sebelum-sebelumnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Wen Lai. Dia kembali bekerja di kedai nenek An yang baru saja selesai direnovasi. Hanya saja, meskipun demikian Wen Lai tetap dapat melihat kesedihan yang begitu dalam di sorot mata Li Jun. Wen Lai tahu bahwa pemuda itu sebenarnya hanya sedang berusaha tegar di depannya. “Terima kasih untuk hari ini, Wen Lai!” ucap nenek An.“Aku juga berterima kasih, Nenek! ... kalau begitu, aku pulang dulu.”“Iya, hati-hati!”Hari pertama kedai mie nenek An buka, pelanggan sudah langsung banyak yang datang. Sehingga, sebelum matahari terbenam, mie mereka sudah habis dan Wen Lai bisa pulang lebih awal. Wen Lai senang melihat perubahan yang terjadi pada kedai nenek An. Kedai itu kini sudah jauh lebih bagus dan ramai dari pertama kali ia ke sana. Wen Lai bersyukur untuk itu.Karena pulang lebih awal, Wen Lai lantas memutuskan untuk pulang jalan
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-15
Chapter: Mini Story-13 Melewatkan Kesempatan (Lagi)Setelah puas mencoba berbagai macam wahana permainan, akhirnya sebagai penutup liburan mereka, Li Jun membawa Wen Lai ke pantai. “Ini!”—Li Jun memberikan minuman kaleng kepada Wen Lai. Dia kemudian ikut duduk di atas pasir di samping Wen Lai. Mereka menikmati pemandangan matahari terbenam dalam diam.“Terima kasih, Li Jun!” ucap Wen Lai mengusir hening di antara keduanya. “Hem?”“Terima kasih sudah mengajakku berlibur! aku ... untuk sejenak merasa bebanku hilang,” jelas Wen Lai, “dunia tanpa perang dan perebutan tahta ternyata sangat menenangkan dan menyenangkan.”Li Jun tertawa kecil. “Sebenarnya, kesenangan yang baru kau rasakan hari ini hanyalah sebagian kecil dari kehidupan utuh di dunia. Tidak selamanya perang itu berwujud saling serang di medan perang dengan menggunakan pedang. Asal kau tahu, Wen Lai, sebenarnya peperangan di sini jauh lebih kejam dan kotor.”Wen Lai menatap Li Jun bingung. Dia mas
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-15
Chapter: Mini Story-12 Mulai Nyaman Di sore ketika Li Jun masih mengantar makanan ke tempat pelanggan. Wen Lai tidak sengaja menjatuhkan gelas minuman bekas pelanggan.Hal itu mengejutkan semua orang yang ada di dalam kedai, tidak terkecuali nenek An. Sang nenek yang awalnya sibuk di tempat memasak, karena panik akhirnya menghampiri Wen Lai. “Wen Lai, ada apa? kau baik-baik saja?” tanya nenek An.Wen Lai yang awalnya mematung menatap arah sungai akhirnya memutus pandangannya ketika mengetahui nenek An membantunya membersihkan pecahan kaca gelas. “Nenek, jangan! biar aku saja, jangan sampai tangan nenek terluka!”“Kau baik-baik saja, Wen Lai?” tanya nenek An lagi.“Iya, Nek, aku baik-baik saja, tadi tanganku sedikit licin.”Wen Lai membuat alasan sebisanya. Dia lantas memungut pecahan gelas sambil kembali melihat ke arah sungai.Cahaya itu masih keluar dari dalam sungai. Cahaya yang tadi membuatnya terkejut sampai tidak sengaja me
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-13
Chapter: Mini Story-11 Inovasi “Jadi, uang yang kau gunakan untuk potong rambut adalah hasil dari kau bekerja di kedai mie?” tanya Li Jun yang kemudian diangguki oleh Wen Lai.“Kenapa?”“Apa?”“Potong rambut. Kenapa?”Pangeran Diyu itu menaikkan kedua bahunya—“Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin melakukannya,” jelasnya, “ternyata, ucapanmu tentang trend rambut pendek lebih bagus dan disukai itu benar, kata bibi di tempat potong rambut, aku semakin tampan dengan rambut pendek,” lanjut Wen Lai dengan senyuman senang penuh percaya diri.“Cih!” cibir Li Jun.Li Jun masih tidak percaya, hari ini Wen Lai cukup mengejutkannya. Di satu sisi dia senang Wen Lai tidak kesulitan berada di dunianya. Namun, di sisi lain, entah kenapa dia justru merasa khawatir.“Hah! kenapa aku jadi merasa menyesal sudah mengajarinya?” ucap Li Jun dalam hati.Li Jun mencoba abai pada perasaannya. Dia memakan mie yang dibawa oleh Wen Lai dari kedai Nenek An.Mata Li Jun melotot saat bumbu mie itu pertama kali menyapa lidahnya. “Woah!” seruny
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-12
Chapter: Mini Story-10 Penampilan Baru Melihat toko penyedia jasa potong rambut, Wen Lai jadi berpikir untuk memotong rambutnya. Namun, setelah mengingat ucapan Li Jun bahwa segala sesuatu di dunia ini membutuhkan uang dan saat ini dia tidak memilikinya, Wen Lai akhirnya tidak jadi masuk ke ‘barber shop’.Tidak apa jadi pusat perhatian banyak orang. Pikirnya, dia juga tidak akan selamanya berada di dunia ini. “Apa yang kalian lakukan? ... tolong!”Teriakan dari seorang perempuan tua menyapa pendengaran Wen Lai. Seorang nenek sedang dirampok di salah satu gang sepi.Wen Lai tentu saja tidak bisa membiarkan hal itu terjadi begitu saja di depan matanya. Merampok perempun tua adalah tindakan seorang pengecut. Jika ada orang yang hanya melihat dan membiarkan itu terjadi, maka dia lebih pengecut dari seorang pengecut. Wen Lai mengambil beberapa kerikil dari tepi jalan lalu melemparnya pada dua penjambret tersebut. Kerikil-kerikil itu mengenai kepala mereka dan membuat me
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-08-12