Chapter: EPILOGSetelah membicarakan semuanya, Lucas bersama Ana, Duan, dan Muchen akhirnya sepakat bahwa mereka tidak akan melibatkan polisi dalam hal ini. Posisi Song Zi yang hanya hidup sendiri membuat semuanya lebih mudah untuk mereka melakukan pemakaman. Sementara anak-anak buah Song Zi, mereka diserahkan kepada Muchen. Lucas membiarkan Muchen melakukan apapun pada mereka. “Karena kalian ada di sini, mampirlah dulu ke rumah, mama dan tante pasti sangat senang bisa melihat kalian, apalagi Ashana, cucu cantik mereka,” ucap Ana seusai pemakaman tuan Song. Lucas dan Natasha saling menatap. Mereka tidak keberatan mengenai hal itu. Natasha sendiri sejak kembali ke Indonesia belum pernah bertemu lagi dengan keluarga Lucas. “Bagaimana, Sayang, kamu mau bertemu dengan tante dan yang lain?" tanya Lucas kepada istrinya. Natasha mengangguk--“Mau!” jawab Natasha dengan senang hati. Keluarga Li itupun lantas berkumpul kembali. Namun, pertemuan mereka kali ini bukanlah di kediaman Li, melainkan r
最終更新日: 2024-06-12
Chapter: Season 2: Gudang Penyimpanan Keluarga Li Lucas mengambil kembali ponselnya dan melacak lokasi keberadaan ponsel Natasha serta mobil yang mereka gunakan sebelumnya. Mobil yang mereka sewa masih ada di depan kediaman Li. Namun, lokasi ponsel Natasha saat ini....“Tidak, ini bukan mengarah ke bandara,” ucap Lucas.“Cepat kejar mereka, Lucas!” perintah Daniel.Lucas melihat kondisi Daniel yang sudah tidak baik-baik saja. Daniel sudah kehilangan banyak darah.“Jangan hiraukan aku! tolong selamatkan saja Natasha, Ashana, dan Alexa!” ucap Daniel sekali lagi.Lucas tidak punya pilihan. Dia mengambil tiga pistol milik anak buah Song Zi dan mengisi penuh pelurunya. Dua pistol dia bawa, sementara satu sisanya dia berikan pada Daniel untuk berjaga-jaga.“Bertahanlah, sebentar lagi adik-adikku akan sampai di sini untuk mengurus semua yang ada di sini!” pesan Lucas pada Daniel.Setelah mendapat anggukan dari Daniel, Lucas bergegas meninggalkan kediaman Li. Dia meng
最終更新日: 2024-06-12
Chapter: Season 2: Perkumpulan Para Korban Keluarnya Daniel dari mobil untuk memasuki kediaman Li dilihat oleh Tuan Song melalui jendela. “Anda membawa teman, Tuan?” tanyanya pada Lucas.Lucas yang mendengarnya pun langsung mendongakkan kepala. Matanya ikut melihat ke arah luar dan mendapati Daniel menuju pintu utama.Lucas sontak bangkit berdiri. Namun, tiba-tiba ....KLIK!Dia merasakan sesuatu menyentuh kepala belakangnya. Lucas ditodong senjata api oleh anak buah Song Zi.“Sedikit saja kau bergerak, kupastikan kau tidak akan pernah melihat putrimu, Tuan,” ucap Song Zi.Lucas tahu orang tua di depannya saat ini tidak main-main dengan ucapannya. Sehingga, hal tersebut membuat Lucas tidak bisa berkutik.Sementara itu di ruang depan, Daniel tengah berhadapan dengan beberapa orang bermasker yang tiba-tiba menyerangnya. Jumlah yang tidak seimbang cukup membuat Daniel kesusahan. Namun, pada akhirnya dia berhasil mengalahkan mereka.“Lucas!” panggil Daniel begitu dia sampai di ruang keluarga. Namun, tidak lama setelahnya ....DOR!
最終更新日: 2024-06-11
Chapter: Season 2: Di Balik TragediSetelah sekian lama akhirnya Lucas kembali menginjakkan kaki di rumah besar yang selama lebih dari tiga puluh tahun ia tinggali. Kabar terakhir yang ia dapat, rumah itu dilelang oleh pihak pemerintah China. Namun, siapa sangka jika yang memiliki rumah itu sekarang adalah Tuan Song.TUK! ... TUK! ... TUK!Suara langkah kaki Lucas sampai ke telinga Tuan Song yang saat ini sedang duduk di kursi rodanya di ruang keluarga. “Oh, Tuan Lucas, Anda sudah datang?” Tuan Song berbalik menghadap Lucas dan membungkuk memberi hormat padanya. “Selamat datang kembali di kediaman Li, Tuan!”“Hentikan omong kosong ini, Tuan Song! cepat katakan di mana Ashana!”“Bersantailah dulu, Tuan, Nona Muda baik-baik saja. Dia sedang tidur di kamar Anda.”Lucas tentu masing sangat ingat di mana letak kamarnya itu. Di lantai dua paling ujung sebelah kanan. “Hah ...!”—Tuan Song menghela napas seolah merasa sangat lega.“Duduklah, Tuan Lucas! memangnya Anda tidak tertarik untuk mengenang masa lalu bersama saya?” Lu
最終更新日: 2024-06-08
Chapter: Season 2: Beijing yang Asing Setelah mendapat perintah dari Lucas, Kai dan Dania segera menuju Swiss. Setelah seharian menunggu di sekitar bandara kedatangan luar negeri pada akhirnya mereka menemukan apa yang mereka tunggu.Nurmala, perempuan berusia tiga puluhan awal itu menginjakkan kakinya di Swiss bersama dengan seorang laki-laki. Berdasarkan informasi yang didapat oleh Kai, laki-laki itu adalah suami Nurmala yang baru saja keluar dari rumah sakit setelah operasi jantung.Kai menyamar sebagai orang yang menjemput Nurmala. Dia menghentikan mobilnya tepat di depan perempuan itu dan suaminya.Baik Nurmala maupun suaminya sama sekali tidak ada yang curiga. Sampai pada akhirnya, Nurmala merasa ada yang aneh.“Kenapa jauh sekali? bukankah Tuan Song bilang aku akan bekerja di perkotaan? tapi ini ....”Kai mengernyitkan dahinya—“Tuan Song?” tanyanya dalam batin. “Tuan Song ingin kalian menikmati liburan terlebih dahulu,” jawab Kai kemudian.“Oh, jadi begitu, baiklah.”“Sayang, bosmu baik sekali!” ucap suami Nurmala,
最終更新日: 2024-06-05
Chapter: Season 2: Orang LamaSetelah selesai semua proses hukum terkait tuduhan wanprestasi yang dilakukan Scienic Tech. terhadap Grepes, Daniel dan Alexa pikir mereka dapat beristirahat dengan tenang setelah sampai di Indonesia. Namun, siapa sangka ketika baru turun dari pesawat mereka justru mendapat kabar tidak bagus tentang Ashana.“Apa yang tejadi, Lucas?” Daniel dan Alexa yang baru saja tiba di rumah Lucas itupun langsung menuntut penjelasan. “Apa maksudmu Ashana diculik? siapa yang menculiknya?” imbuh Alexa.“Masih belum jelas siapa yang menculiknya, penculik itu dengan suara samaran mengatakan kalau mereka tidak mengiginkan apapun. Mereka hanya ingin membuatku menderita dengan kehilangan anak.”“Shit!”—Daniel begitu frustasi mendengarnya.“Jika demikian, bukankah itu berarti bisa jadi mereka adalah musuh-musuhmu yang menyimpan dendam?” tanya Alexa.“Hem, kurasa begitu.”“Lalu, di mana Natasha sekarang?” tanya Daniel kemudian.“Dia ada di kamar, dia masih sangat terpukul.” Daniel ingin sekali menghampiri
最終更新日: 2024-06-04
Chapter: Saat Kebenaran Mulai Mengancam(POV Rani)Setelah Rama pergi, rumah kembali sunyi. Sunyi yang tidak menenangkan, justru membuat pikiranku berisik.Aku duduk di ujung sofa, menatap lantai tanpa benar-benar melihat apa pun. Di kepalaku, potongan-potongan percakapan dengan Rama terus berulang. Tentang data, tentang kebohongan, tentang orang-orang yang tega menjatuhkan demi ambisi.Mas Arya datang dan duduk di sampingku. Tidak langsung bicara. Ia selalu tahu kapan aku butuh waktu.“Ada apa, Ran?” suaranya lembut, hati-hati.Aku menelan ludah.Kali ini aku tidak ingin menyaring apa pun. Aku menceritakan semuanya. Dari awal sampai akhir. Tentang Rama, tentang kecurangan di divisi penjualan tempatku bekerja, dan tentang bagaimana keluarganya sendiri memanipulasi agar divisi Rama terlihat gagal.“Semua itu disengaja,” kataku dengan suara pelan. “Mereka ingin Rama jatuh.”Mas Arya terdiam. Tatapannya lurus ke depan, seolah sedang mencerna semuanya. Aku takut ia salah paham. Takut ia melihatku sebagai istri yang terlalu jauh
最終更新日: 2026-02-23
Chapter: Menang yang Singkat (POV Arya)Akhir pekan selalu punya cara sendiri untuk membuat hidup terasa lebih pelan.Sejak Rani kembali bekerja, ritme rumah kami berubah. Pagi yang dulu diisi tawa kecil dan obrolan santai kini sering tergantikan dengan kesibukan.Oleh karena itu, hari ini ketika akhir pekan dan Rani akhirnya libur bekerja, aku merasa seperti sedang merayakan sesuatu.Tidak ada hal besar, hanya memutuskan untuk jalan-jalan ke taman dekat perkampungan dan bermain bersama Rico.Hanya taman kecil dengan ayunan, perosotan, dan beberapa bangku kayu yang catnya mulai mengelupas. Aku mendorong kursi rodaku pelan, sementara Rani menggandeng tangan Rico yang tampak tidak sabar ingin segera bermain.“Yah, Rico mau ayunan!” Rico berlari meninggalkan kami.“Pelan-pelan!” teriak Rani sambil tertawa. “Ayah belum sampai.”Aku tersenyum. Tidak ada iri, tidak ada perasaan kurang. Setidaknya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri seperti itu.Sampainya kami di sana, Aku duduk di kursi roda dan menghadap ke area
最終更新日: 2026-02-18
Chapter: Pulang dengan TenangAku sudah bersiap dengan segala kemungkinan saat Mas Arya melihatku berdiri bersama Rama sore itu.Namun, yang terjadi justru di luar dugaanku.Mas Arya tidak menunjukkan raut marah. Tidak ada nada tinggi. Tidak ada tatapan menyelidik yang membuatku ingin menghindar. Ia hanya tersenyum tipis, lalu bertanya dengan nada yang sangat biasa—terlalu biasa, bahkan.“Proyek yang kamu bantu itu ... sudah sampai mana?” tanyanya.Aku terdiam beberapa detik.Pertanyaan itu bukan tuduhan. Bukan juga sindiran. Itu murni pertanyaan profesional tentang pekerjaan Rama, bukan tentang kedekatan kami.Aku menarik napas pelan. “Sudah lumayan berjalan. Tapi ... Mas, aku mau tanya sesuatu.”Mas Arya menatapku, penuh perhatian. “Tanya apa?”Aku menggenggam ujung bajuku. Perasaan bersalah yang sejak tadi kupendam akhirnya keluar juga.“Apa Mas benar-benar nggak keberatan aku sibuk dengan proyek Rama? Aku tahu akhir-akhir ini aku sering pulang agak malam, kadang nggak sempat cerita detail. Kalau Mas sebenarnya
最終更新日: 2026-02-18
Chapter: Benih GosipWajah kami semakin dekat.Untuk sepersekian detik, aku bisa merasakan napas Rama yang hangat menyentuh kulitku. Ruangan itu seolah menyempit, hanya menyisakan jarak tipis di antara kami. Jantungku berdetak keras, bukan karena takut, melainkan karena sesuatu yang lebih berbahaya dari itu.Nyaman.Namun, tepat ketika jarak itu hampir lenyap, sebuah bayangan lain menyusup ke benakku.Mas Arya.Wajahnya yang selalu lembut ketika menyambutku pulang. Tangannya yang tanpa diminta memijat kakiku saat aku lelah. Suaranya yang tidak pernah meninggi, bahkan ketika Ibu meremehkannya.Bayangan itu menghantam kesadaranku.Aku tersentak, refleks menarik tanganku dari genggaman Rama dan berdiri terlalu cepat hingga lututku hampir menyentuh meja.“Maaf, Pak ... saya—” suaraku terdengar serak. “Saya harus ke toilet sebentar.”Tanpa menunggu jawaban, aku melangkah pergi.Di dalam toilet kantor yang sunyi, aku menatap pantulan wajahku di cermin. Pipiku memerah. Dadaku naik turun tidak teratur.Apa yang h
最終更新日: 2026-02-12
Chapter: Ketegangan yang Tidak TerucapHari-hari di Glow-H terasa berubah ritmenya.Sejak pembicaraan makan siang di kafe Ashle tentang cabang baru, Rama seperti menemukan sekutu. Dan sekutu itu adalah aku.“Ran, mulai minggu ini kamu ikut semua meeting strategis cabang,” ucapnya suatu pagi tanpa banyak basa-basi. “Aku butuh sudut pandang kamu.”Aku sempat terdiam. “Bukannya itu biasanya hanya level manajer ke atas?”“Benar,” jawabnya ringan. “Makanya aku mau kamu di sana.”Kalimat itu sederhana, tetapi entah kenapa membuat dadaku menghangat. Dibutuhkan, dipercaya, dan dianggap mampu, rasanya sangat istimewa.Sejak hari itu, aku tidak lagi hanya mengatur jadwal dan menyusun laporan. Aku duduk di ruang rapat besar bersama tim inti, mendengar proyeksi angka, membahas strategi pemasaran agresif untuk cabang baru, dan menganalisis celah distribusi yang selama ini jadi titik lemah.Tidak hanya itu, Rama bahkan sering memintaku untuk berbicara, mengungkapkan pendapat dari sudut pandangku.“Kalau kamu jadi konsumen kelas menengah
最終更新日: 2026-02-12
Chapter: Kiriman Terus Datang Setelah mendapat pesan dari Mas Arya, kini pikiranku tidak bisa lagi fokus pada rapat. Ketika melihat foto perabotan-perabotan renovasi kamar Rico yang dikirim oleh Mas Arya, aku sadar akan sesuatu.Aku tidak bisa menjelaskan banyak hal ke Mas Arya. Hanya bisa menghindarinya untuk sementara waktu dan menjadikan rapat sebagai alasan. Setelah rapat selesai, aku menyanding Rama, mengikuti langkahnya dan berjalan disampingnya. Aku tunjukkan foto dari Mas Arya kepada Rama. “Pak, Bapak yang kirim ini ke rumah saya?”Rama melihat foto itu. “Oh, sudah datang?”Aku sontak menatap Rama. Aku tidak mengerti. “Pak ... untuk apa?”“Bukannya kamu bilang Rico menyukai itu?”“I-iya, tapi ... tapi kenapa Bapak membelikannya?” “Tentu saja sebagai hadiah dari saya untuk Rico.” Rama lantas menghentikan langkahnya dan berbalik menghhadapku. “Saya harap kamu ataupun Mas Arya gak menolaknya. Saya tulus mau kasih hadiah ke Rico. Saya mau Rico senang.”Kami saling menatap mata satu sama lain cukup lama dan
最終更新日: 2024-11-15
Chapter: EPILOGBandara selalu memiliki caranya sendiri untuk membuat perpisahan terasa lebih menggetarkan.Aku berdiri di dekat pintu keberangkatan, menatap layar besar yang terus memperbarui jadwal penerbangan. Di sebelahku, Kak Adel menggenggam dokumennya erat, sebuah legalitas yang kini menjadi penanda akhir dari masa tinggalnya di ibu kota.“Melati,” panggilnya pelan.Aku menoleh. Wajahnya tampak berbeda hari ini. Lebih jujur, lebih terbuka, seolah semua lapisan yang biasa ia kenakan akhirnya luruh.Kami berdiri saling berhadapan.“Aku ingin meminta maaf,” ucapnya.Aku tidak segera menjawab. Kuberi ia ruang untuk menyelesaikan kalimatnya.“Mengenai makanan untuk Adrian yang pernah kamu titipkan padaku ....” Ia berhenti sejenak, menarik napas. “Aku tidak pernah menyampaikannya.”Aku tidak benar-benar terkejut. Namun tetap saja, dadaku terasa seperti dihantam sesuatu yang keras saat pengakuan itu keluar langsung dari bibirnya.“Aku iri,” lanjutnya lirih. “Merasa masih punya kesempatan, aku sempat
最終更新日: 2026-01-22
Chapter: Masa Depan Tidak Lagi Menakutkan Saat Aku BersamamuBab 127Aku tidak pernah menyangka bahwa kejutan besar masih menungguku.Tuan Adrian mengungkapkan sebuah kebenaran tentang diriku, bahwa aku adalah anak kandung ayahku.Selama ini, ayah hanya salah paham terhadap ibuku. Aku adalah darah daging mereka.Tidak pernah ada perselingkuhan. Ibuku tidak bersalah. Ia hanya difitnah. Hasil tes DNA-ku telah dipalsukan oleh nenekku sendiri.Mengetahui semua itu, aku bergegas meninggalkan tempat tidur dan bersiap mencari ayah. Aku ingin menjelaskan segalanya. Aku ingin ia tahu kebenaran yang selama ini mengurung kami dalam luka.Namun, belum sampai aku meninggalkan rumah, aku melihat ayah sudah menungguku di ruang tamu.Ayah yang semula duduk segera berdiri saat melihatku. “Melati ....”Aku berlari kecil menghampirinya. “Ayah ....”Kami saling mendekat tanpa perlu aba-aba. Pelukan itu terjadi begitu saja, erat, lama, dan penuh isak yang tidak lagi bisa ditahan.Sudah begitu lama aku mendambakan momen ini. Ini adalah pengalaman pertamaku, merasaka
最終更新日: 2026-01-22
Chapter: Segalanya BerakhirHari ini, kebenaran tidak lagi dibungkus rapi. Ia berdiri telanjang, tanpa bisa disangkal.Nama Nyonya Vanya disebut berkali-kali oleh petugas kepolisian. Laporan demi laporan dibacakan.Penyalahgunaan wewenang di perusahaan, penggelapan, manipulasi dokumen, serta tekanan terhadap pihak internal, semuanya memiliki bukti yang konkret dan tak terbantahkan.Selama ini, Nyonya Vanya memang sudah mempersiapkan segalanya dengan rapi. Namun ... siapa sangka, ternyata semua tidak berjalan semulus yang ia harapkan.Dan dari semua itu, ada satu poin yang membuat dadaku menegang pelan.Tentang kematian Tuan Bakrie.Ternyata, itu bukan disebabkan oleh serangan jantung seperti yang selama ini diberitakan. Melainkan, kematian itu adalah sebuah upaya pelenyapan yang dilakukan dengan sengaja oleh Nyonya Vanya.Kematian Tuan Bakrie yang begitu cepat rupanya merupakan hasil dari kesengajaan yang terencana. Semua itu terekam jelas oleh kamera rahasia milik pengawal Tuan Adrian yang terpasang di ruang pe
最終更新日: 2026-01-22
Chapter: Kejutan Tiada Henti“Ayah?”Suara itu keluar begitu saja dari bibirku, lirih. Dadaku mendadak terasa kosong, seperti ada sesuatu yang tercabut paksa.Pria itu melangkah masuk perlahan. Seringai tipis di wajahnya seolah menegaskan bahwa ia telah mengetahui segalanya, dan kini siap untuk membukanya.“A-apa—apa maksudmu?” sahut Nyonya Vanya tergagap. “Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu.”Ayah tersenyum samar.“Kenapa Anda berpura-pura tidak mengenal saya, Nyonya Vanya?” ucapnya tenang. “Oh, atau ... haruskah saya memanggil Anda Mr. Y agar Anda ingat?”Ia berhenti sejenak, menatap Nyonya Vanya lurus-lurus.“Y itu ... inisial nama ayah Anda, bukan?” lanjutnya. “Yusa Hutama.”Nyonya Vanya diam terpaku. Dia seolah tidak bisa bersuara.Sementara itu, Tuan Adrian kembali berucap, mengungkapkan beberapa hal yang membuatku kembali dilanda keterkejutan.Dari penjelasannya, akhirnya aku memahami alasan di balik kedatangan ayahku ke Kediaman Cempaka untuk mencariku.Ternyata, Nyonya Vanya mengatasnamakan dirinya sebagai
最終更新日: 2026-01-21
Chapter: Malam PengungkapanUsai berpelukan lama dalam diam, akhirnya Tuan Adrian berucap, “Ikutlah aku ke rumah utama.”Aku menarik diri dari pelukannya. Kutatap kedua matanya, meminta kejelasan atas apa yang kudengar barusan.“Ada yang harus kamu ketahui,” ucapnya menjelaskan.Nada suaranya tenang, tetapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang tidak bisa kuterjemahkan. Tampak seperti ada keputusan bulat yang telah ia ambil.Aku tidak tahu alasannya, dan entah kenapa, aku juga tidak merasa punya keberanian untuk bertanya. Aku hanya patuh dan mengikutinya, seperti yang selalu kulakukan.Setelah ajakan itu ... malam itu juga aku dan Tuan Adrian menuju kediaman utama Keluarga Hartono.Begitu mobil memasuki halaman, suasana dingin langsung menyergapku. Rumah itu seolah menyambut kami dengan keheningan yang tidak ramah.Kami berdua masuk dan langsung menuju ruang tengah. Di sana, ternyata Nyonya Vanya dan Nona Amara sudah menunggu.“Adrian.”Nyonya Vanya langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Tuan Adrian. Ia m
最終更新日: 2026-01-20
Chapter: Tempat BersandarUpacara pemakaman Tuan Bakrie dilangsungkan tertutup.Seorang pengawal menghentikan langkahku, ketika aku dan para nona akan mengikuti peti jenazah keluar dari aula.Tidak ada penjelasan panjang. Hanya satu kalimat singkat dan kaku, bahwa tidak ada seorang pun yang boleh ikut selain Tuan Adrian, adiknya, serta pengawal masing-masing.Aku berdiri terpaku. Dari kejauhan, kulihat Tuan Adrian sudah melangkah keluar ruangan dengan punggung tegap. Rasanya, seperti semua kekacauan yang terjadi beberapa waktu lalu sama sekali tidak meninggalkan bekas apa pun untuknya.Entah kenapa, aku merasa aneh. Bukan karena kesedihan atas kematian Tuan Bakrie, melainkan karena sunyi yang terasa terlalu disengaja.Pemakaman ini ... terlalu steril. Terlalu tertutup, seolah ada sesuatu yang sengaja disembunyikan dari dunia luar.Namun aku segera menepis pikiran itu. Aku tidak ingin berpikir berlebihan. Hari ini sudah cukup berat tanpa harus menambah beban dengan prasangka.“Para nona, silakan kembali ke mobi
最終更新日: 2026-01-19

Iblis Suci Pemilik Pedang Surga
Dunia kini sedang tidak baik-baik saja. Negeri Diyu tengah melakukan ekspansi ke banyak negeri. Mereka banyak menghancurkan perguruan bela diri, membunuh para pendekar, dan menjatuhkan pusat pemerintahan.
Hal itu tidak bisa dibiarkan. Namun, satu-satunya yang bisa mengalahkan bangsa keturunan iblis Diyu hanyalah pendekar suci dengan pusaka sucinya bernama Pedang Surga.
Sayangnya, sosok itu dan pedangnya kini tidak diketahui keberadaannya. Keduanya sudah menghilang selama ratusan tahun.
Semua perguruan akhirnya mengerahkan murid-murid mereka untuk menemukan pedang legendaris tersebut demi mengalahkan para iblis. Namun, siapa sangka, bahwa ternyata yang berhasil menemukan dan memiliki pedang itu ialah sosok yang selama ini dikenal lemah dan memiliki tenaga dalam saja tidak.
Bai Jia, pada akhirnya dialah yang menjadi pendekar penyelamat. Seorang anak buangan yang lemah dan selalu dirundung, yang dianggap sebagai pembawa sial, yang juga tidak diketahui asal-usulnya, yang mana ternyata merupakan keturunan iblis dan calon raja Negeri Diyu selanjutnya.
読む
Chapter: Mini Story-15 Semoga Hidup BaikBegitu masuk ke dalam air, Wen Lai tidak melihat Li Jun bersamanya. Dia tidak menemukan Li Jun ikut masuk ke dalam air.Mengetahui hal itu, Wen Lai pun langsung naik ke permukaan untuk mencarinya. Namun, begitu sampai di permukaan, dia justru terkejut karena yang ada di sekelilingnya kini sudah bukan lagi taman atau bangunan-bangunan di Sungai Jingsan. Sisi kanan dan kiri sungai sekarang ialah hutan-hutan lebat. “Ini ... di mana?”—Wen Lai bingung.“Pangeran!” Panggilan itu mengejutkan Wen Lai hingga membuatnya seketika menoleh ke sumber suara. Ternyata, orang-orang yang memanggilnya tadi adalah orang selatan yang merupakan pengikut keluarganya.“Pangeran! itu pangeran Wen Lai! cepat bantu pangeran naik!”“Aku tidak sedang bermimpi, aku sadar sepenuhnya, aku ... aku ada di Diyu?”Setelah kurang lebih dua minggu berada di dunia lain, pada akhirnya Wen Lai dapat kembali ke Diyu. Dia akhirnya dapat bernapas lega mengetahui ayah, anggota keluarganya, dan para pengikut setia mereka selama
最終更新日: 2024-08-16
Chapter: Kembali dengan Takdir Masing-masing Setelah kematian kakeknya, Li Jun beraktivitas sebagaimana biasanya. Pergi bekerja dan sekolah seperti sebelum-sebelumnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Wen Lai. Dia kembali bekerja di kedai nenek An yang baru saja selesai direnovasi. Hanya saja, meskipun demikian Wen Lai tetap dapat melihat kesedihan yang begitu dalam di sorot mata Li Jun. Wen Lai tahu bahwa pemuda itu sebenarnya hanya sedang berusaha tegar di depannya. “Terima kasih untuk hari ini, Wen Lai!” ucap nenek An.“Aku juga berterima kasih, Nenek! ... kalau begitu, aku pulang dulu.”“Iya, hati-hati!”Hari pertama kedai mie nenek An buka, pelanggan sudah langsung banyak yang datang. Sehingga, sebelum matahari terbenam, mie mereka sudah habis dan Wen Lai bisa pulang lebih awal. Wen Lai senang melihat perubahan yang terjadi pada kedai nenek An. Kedai itu kini sudah jauh lebih bagus dan ramai dari pertama kali ia ke sana. Wen Lai bersyukur untuk itu.Karena pulang lebih awal, Wen Lai lantas memutuskan untuk pulang jalan
最終更新日: 2024-08-15
Chapter: Mini Story-13 Melewatkan Kesempatan (Lagi)Setelah puas mencoba berbagai macam wahana permainan, akhirnya sebagai penutup liburan mereka, Li Jun membawa Wen Lai ke pantai. “Ini!”—Li Jun memberikan minuman kaleng kepada Wen Lai. Dia kemudian ikut duduk di atas pasir di samping Wen Lai. Mereka menikmati pemandangan matahari terbenam dalam diam.“Terima kasih, Li Jun!” ucap Wen Lai mengusir hening di antara keduanya. “Hem?”“Terima kasih sudah mengajakku berlibur! aku ... untuk sejenak merasa bebanku hilang,” jelas Wen Lai, “dunia tanpa perang dan perebutan tahta ternyata sangat menenangkan dan menyenangkan.”Li Jun tertawa kecil. “Sebenarnya, kesenangan yang baru kau rasakan hari ini hanyalah sebagian kecil dari kehidupan utuh di dunia. Tidak selamanya perang itu berwujud saling serang di medan perang dengan menggunakan pedang. Asal kau tahu, Wen Lai, sebenarnya peperangan di sini jauh lebih kejam dan kotor.”Wen Lai menatap Li Jun bingung. Dia mas
最終更新日: 2024-08-15
Chapter: Mini Story-12 Mulai Nyaman Di sore ketika Li Jun masih mengantar makanan ke tempat pelanggan. Wen Lai tidak sengaja menjatuhkan gelas minuman bekas pelanggan.Hal itu mengejutkan semua orang yang ada di dalam kedai, tidak terkecuali nenek An. Sang nenek yang awalnya sibuk di tempat memasak, karena panik akhirnya menghampiri Wen Lai. “Wen Lai, ada apa? kau baik-baik saja?” tanya nenek An.Wen Lai yang awalnya mematung menatap arah sungai akhirnya memutus pandangannya ketika mengetahui nenek An membantunya membersihkan pecahan kaca gelas. “Nenek, jangan! biar aku saja, jangan sampai tangan nenek terluka!”“Kau baik-baik saja, Wen Lai?” tanya nenek An lagi.“Iya, Nek, aku baik-baik saja, tadi tanganku sedikit licin.”Wen Lai membuat alasan sebisanya. Dia lantas memungut pecahan gelas sambil kembali melihat ke arah sungai.Cahaya itu masih keluar dari dalam sungai. Cahaya yang tadi membuatnya terkejut sampai tidak sengaja me
最終更新日: 2024-08-13
Chapter: Mini Story-11 Inovasi “Jadi, uang yang kau gunakan untuk potong rambut adalah hasil dari kau bekerja di kedai mie?” tanya Li Jun yang kemudian diangguki oleh Wen Lai.“Kenapa?”“Apa?”“Potong rambut. Kenapa?”Pangeran Diyu itu menaikkan kedua bahunya—“Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin melakukannya,” jelasnya, “ternyata, ucapanmu tentang trend rambut pendek lebih bagus dan disukai itu benar, kata bibi di tempat potong rambut, aku semakin tampan dengan rambut pendek,” lanjut Wen Lai dengan senyuman senang penuh percaya diri.“Cih!” cibir Li Jun.Li Jun masih tidak percaya, hari ini Wen Lai cukup mengejutkannya. Di satu sisi dia senang Wen Lai tidak kesulitan berada di dunianya. Namun, di sisi lain, entah kenapa dia justru merasa khawatir.“Hah! kenapa aku jadi merasa menyesal sudah mengajarinya?” ucap Li Jun dalam hati.Li Jun mencoba abai pada perasaannya. Dia memakan mie yang dibawa oleh Wen Lai dari kedai Nenek An.Mata Li Jun melotot saat bumbu mie itu pertama kali menyapa lidahnya. “Woah!” seruny
最終更新日: 2024-08-12
Chapter: Mini Story-10 Penampilan Baru Melihat toko penyedia jasa potong rambut, Wen Lai jadi berpikir untuk memotong rambutnya. Namun, setelah mengingat ucapan Li Jun bahwa segala sesuatu di dunia ini membutuhkan uang dan saat ini dia tidak memilikinya, Wen Lai akhirnya tidak jadi masuk ke ‘barber shop’.Tidak apa jadi pusat perhatian banyak orang. Pikirnya, dia juga tidak akan selamanya berada di dunia ini. “Apa yang kalian lakukan? ... tolong!”Teriakan dari seorang perempuan tua menyapa pendengaran Wen Lai. Seorang nenek sedang dirampok di salah satu gang sepi.Wen Lai tentu saja tidak bisa membiarkan hal itu terjadi begitu saja di depan matanya. Merampok perempun tua adalah tindakan seorang pengecut. Jika ada orang yang hanya melihat dan membiarkan itu terjadi, maka dia lebih pengecut dari seorang pengecut. Wen Lai mengambil beberapa kerikil dari tepi jalan lalu melemparnya pada dua penjambret tersebut. Kerikil-kerikil itu mengenai kepala mereka dan membuat me
最終更新日: 2024-08-12