Share

Janji Fery

Author: Asryn_rm09
last update publish date: 2026-11-01 22:27:19

Ruang VVIP terasa begitu tenang dan nyaman. Di atas ranjang rumah sakit, Kayla terbaring pulih dengan cairan infus yang menetes perlahan. Di sampingnya, Fery duduk setia di kursi tanpa bergeming sedetik pun. Jemari kokohnya terus menggenggam erat tangan sang istri, seolah jika ia melepasnya sebentar saja, rasa bersalah di dadanya akan makin menggebu.

Tiba-tiba, pintu ruang VVIP terdorong pelan. Nenek Aisyah masuk dengan wajah tegang, didampingi oleh Tante Maya yang membawa beberapa perlengkapan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Momen bahagia Wina

    eminggu berlalu dengan cepat. Kondisi kesehatan Kayla kini sudah jauh lebih pulih dan stabil berkat perhatian ekstra serta penjagaan super siaga dari Fery.Hari Sabtu yang dinanti-nanti pun tiba. Kediaman keluarga Wina dihiasi nuansa hangat dan penuh kebahagiaan. Hari ini adalah momen spesial di mana Alan akan melamar Wina secara resmi, dan Fery beserta Kayla hadir berbusana seragam sebagai perwakilan keluarga besar sekaligus sahabat terdekat.Kayla tampil begitu anggun mengenakan gaun kemeja batik modern bernuansa soft pastel yang longgar dan nyaman untuk perutnya. Di sisinya, Fery berdiri gagah mengenakan kemeja batik bermotif senada. Tangan Fery hampir tidak pernah lepas dari pinggang sang istri, selalu memastikan Kayla berjalan dengan nyaman dan tidak kelelahan."Kamu tidak merasa pusing atau mual, kan, Sayang?" bisik Fery pelan di telinga Kayla saat mereka duduk di ruang tamu keluarga Wina, menunggu acara inti dimulai.Kayla tersenyum manis seraya menepuk pelan tangan Fery di pin

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Obrolan Sore

    Keesokan paginya, suasana di ruang VVIP Rumah Sakit Kasih Ibu terasa jauh lebih cerah. Berdasarkan hasil pemeriksaan visum pagi oleh dr. Rian, kondisi Kayla sudah menunjukkan pemulihan yang sangat baik. Infus telah dilepas, dan warna kulit Kayla yang tadinya pucat kini sudah kembali merona segar."Secara keseluruhan, kondisi Ibu Kayla dan janinnya sudah stabil dan sangat baik," ujar dr. Rian sambil merapikan papan catatan medisnya. Ia lalu melirik ke arah Fery yang berdiri siaga di samping ranjang. "Tapi ingat pesan saya, ya, Pak Fery. Ibu Kayla harus mengambil cuti atau izin istirahat total selama tiga hari ke depan di rumah. Belum boleh beraktivitas berat atau kembali ke kantor dulu, biar tubuhnya benar-benar pulih dan adaptasi kehamilannya lancar."Fery mengangguk cepat, menatap dokter dengan penuh kepatuhan. "Baik, Dok. Saya pastikan dia tidak ke mana-mana selain beristirahat di tempat tidur."Setelah dokter dan perawat keluar ruangan, Tante Maya yang turut hadir membantu Kayla me

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Janji Fery

    Ruang VVIP terasa begitu tenang dan nyaman. Di atas ranjang rumah sakit, Kayla terbaring pulih dengan cairan infus yang menetes perlahan. Di sampingnya, Fery duduk setia di kursi tanpa bergeming sedetik pun. Jemari kokohnya terus menggenggam erat tangan sang istri, seolah jika ia melepasnya sebentar saja, rasa bersalah di dadanya akan makin menggebu.Tiba-tiba, pintu ruang VVIP terdorong pelan. Nenek Aisyah masuk dengan wajah tegang, didampingi oleh Tante Maya yang membawa beberapa perlengkapan Kayla.Mendengar langkah kaki mendekat, Fery langsung bangkit berdiri. "Nenek... Tante Maya..."Belum sempat Fery melanjutkan kalimatnya, Nenek Aisyah sudah melangkah mendekat dengan raut wajah gusar. Langkah wanita tua itu mantap, dan tatapan matanya tertuju lurus pada cucunya."Fery! Kamu ini bagaimana, sih?!" tegur Nenek Aisyah dengan suara tertahan namun penuh penekanan, tidak ingin membangunkan Kayla yang baru saja terlelap. "Sudah Nenek wanti-wanti semalam, Kayla itu sedang hamil muda! Ke

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Nasehat Dari Dokter

    Fery berlutut di samping Kayla yang masih memijat tenggorokannya sendiri. Pria itu dengan sigap menahan tubuh lemas istrinya, memijat tengkuk Kayla dengan penuh kelembutan seraya membiarkan Kayla menumpahkan seluruh isi perutnya hingga yang tersisa hanya cairan asam."Maaf... Maafkan Mas, Sayang..." bisik Fery dengan suara bergetar hebat. Wajah tegas yang tadi ia tunjukkan sirna sepenuhnya, digantikan oleh raut penyesalan yang sangat dalam. Ia merangkul tubuh Kayla yang gemetar ketakutan, mengambil tisu dan membantunya membasuh bibir serta merapikan rambut sang istri.Kayla menyandarkan kepalanya yang terasa begitu berat di dada Fery. Napasnya terengah-engah dengan sisa air mata yang masih membasahi pipi. "Kan... kan aku udah bilang... aku nggak bisa cium bau brokoli itu, Mas..." bisik Kayla lirih, suaranya sangat lemah.Tiba-tiba saja pandangan Kayla kabur, gelap seketika, dan tubuhnya lemas terkulai jatuh ke dalam pelukan Fery.Fery gelagapan. Wajahnya yang tadinya pucat karena pani

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Serba Salah

    Waktu menunjukkan pukul 11.59 WIB. Tepat semenit sebelum jarum jam menyentuh angka 12, pintu ruangan Kadiv Keuangan diketuk dua kali secara teratur.Belum sempat Wina mengucapkan kata "masuk", gagang pintu sudah terdorong terbuka. Sosok Fery berdiri tegap di sana, masih mengenakan setelan jas mewahnya namun tanpa dasi, memberikan kesan sedikit lebih santai."Poin empat dalam perjanjian tadi pagi: jam 12 pas," ujar Fery seraya melirik jam tangan Rolex di pergelangan tangannya, lalu menatap Kayla dengan senyum tipis yang sarat akan kemenangan.Wina yang sedang menutup laptopnya langsung terkekeh geli. "Luar biasa, ketepatan waktu Pak CEO Seven Group memang tidak pernah meleset sedetik pun kalau menyangkut istrinya."Kayla hanya bisa menyunggingkan senyum pasrah. Ia merapik

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Bucin

    Fery langsung merengkuh bahu Kayla dengan sangat hati-hati, menarik istrinya kedalam dekapan hangatnya. Kayla yang tadinya berusaha menahan diri akhirnya membiarkan isak tangisnya pecah di dada suaminya."Ssssh... Hey, kenapa nangis, Sayang? Maafin Mas, ya..." bisik Fery penuh penyesalan, tangannya terampil mengelus lembut rambut panjang Kayla. "Mas minta maaf kalau nada bicara Mas tadi kedengeran bentak atau bikin kamu sedih. Mas cuma khawatir sama kondisi kamu dan penumpang kecil di sini."Kayla mendongak, menatap Fery dengan mata yang basah dan hidung yang memerah. Jemarinya mencengkeram erat kemeja yang dikenakan suaminya. "Bukannya aku keras kepala, Mas... Tapi laporan kuartal ketiga itu tanggung jawab aku sama Wina. Kalau aku nggak masuk hari ini, kerjaan Wina bakal keteteran banget pas dia cuti... Lagian badan aku udah enakan, nggak selemas tadi subuh."Melihat mata sembab istrinya, pertahanan diri Fery seketika runtuh total. Sebagai suami, melihat Kayla menangis karena hormon

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status