Share

Bucin

Penulis: Asryn_rm09
last update Tanggal publikasi: 2026-10-30 00:28:03

Fery langsung merengkuh bahu Kayla dengan sangat hati-hati, menarik istrinya kedalam dekapan hangatnya. Kayla yang tadinya berusaha menahan diri akhirnya membiarkan isak tangisnya pecah di dada suaminya.

"Ssssh... Hey, kenapa nangis, Sayang? Maafin Mas, ya..." bisik Fery penuh penyesalan, tangannya terampil mengelus lembut rambut panjang Kayla. "Mas minta maaf kalau nada bicara Mas tadi kedengeran bentak atau bikin kamu sedih. Mas cuma khawatir sama kondisi kamu dan penumpang kecil di sini."

Ka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Serba Salah

    Waktu menunjukkan pukul 11.59 WIB. Tepat semenit sebelum jarum jam menyentuh angka 12, pintu ruangan Kadiv Keuangan diketuk dua kali secara teratur.Belum sempat Wina mengucapkan kata "masuk", gagang pintu sudah terdorong terbuka. Sosok Fery berdiri tegap di sana, masih mengenakan setelan jas mewahnya namun tanpa dasi, memberikan kesan sedikit lebih santai."Poin empat dalam perjanjian tadi pagi: jam 12 pas," ujar Fery seraya melirik jam tangan Rolex di pergelangan tangannya, lalu menatap Kayla dengan senyum tipis yang sarat akan kemenangan.Wina yang sedang menutup laptopnya langsung terkekeh geli. "Luar biasa, ketepatan waktu Pak CEO Seven Group memang tidak pernah meleset sedetik pun kalau menyangkut istrinya."Kayla hanya bisa menyunggingkan senyum pasrah. Ia merapik

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Bucin

    Fery langsung merengkuh bahu Kayla dengan sangat hati-hati, menarik istrinya kedalam dekapan hangatnya. Kayla yang tadinya berusaha menahan diri akhirnya membiarkan isak tangisnya pecah di dada suaminya."Ssssh... Hey, kenapa nangis, Sayang? Maafin Mas, ya..." bisik Fery penuh penyesalan, tangannya terampil mengelus lembut rambut panjang Kayla. "Mas minta maaf kalau nada bicara Mas tadi kedengeran bentak atau bikin kamu sedih. Mas cuma khawatir sama kondisi kamu dan penumpang kecil di sini."Kayla mendongak, menatap Fery dengan mata yang basah dan hidung yang memerah. Jemarinya mencengkeram erat kemeja yang dikenakan suaminya. "Bukannya aku keras kepala, Mas... Tapi laporan kuartal ketiga itu tanggung jawab aku sama Wina. Kalau aku nggak masuk hari ini, kerjaan Wina bakal keteteran banget pas dia cuti... Lagian badan aku udah enakan, nggak selemas tadi subuh."Melihat mata sembab istrinya, pertahanan diri Fery seketika runtuh total. Sebagai suami, melihat Kayla menangis karena hormon

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Awal Kehamilan

    "Kejutan!" seru Tante Maya riang. Mata Fery dan Kayla sontak membelalak kaget. Fery langsung bangkit dari kursinya, begitu pula dengan Kayla yang berdiri dengan bantuan suaminya."Nenek? Om Dani, Tante Maya?" gumam Fery tak percaya, segera melangkah maju untuk menyalami dan mencium punggung tangan sang Nenek, disusul oleh Kayla yang membungkuk santun menyambut kedatangan keluarga besar mereka.Nenek Aisyah tersenyum hangat, matanya berbinar menatap cucu kesayangan dan cucu menantunya itu. "Kenapa, Fery? Kaget ya melihat Nenek datang? Tadi Om Dani dan Tante Maya bilang mau mampir ke Jakarta, jadi Nenek minta diantar langsung ke apartemen kalian. Mau kasih kejutan di hari ulang tahun cucu Nenek ini."Om Dani tertawa renyah sambil meletakkan bawaan di atas meja dapur. "Iya, Fer. Kami tadinya mau telepon dulu, tapi kata Nenek mending langsung serbu saja biar seru."Alan dan Wina yang berada di meja makan segera berdiri dan memberi salam dengan sopan kepada Nenek, Om Dani, serta Tante May

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Kejutan

    Saat Kayla bersandar di kepala tempat tidur sambil menikmati sisa rasa hangat permen jahe di mulutnya, tiba-tiba pengingat di ponselnya berdering nyaring. Kayla meraih ponsel di meja nakas dan melihat layarnya.Mata Kayla seketika membelalak. Hari ini tepat hari ulang tahun Fery!Sebuah ide manis langsung muncul di pikirannya. Rasa pusing yang tadi melingkupinya mendadak sirna digantikan oleh semangat yang membuncah. Dengan cepat, jemarinya mengetik pesan singkat untuk orang kepercayaan sekaligus sahabat suaminya."Mas Alan, apakah sedang sibuk?"Hanya berselang beberapa saat, panggilan masuk dari Alan terdengar. Kayla langsung menggeser tombol hijau di layarnya."Ada apa, Kayla? Kamu baik-baik saja?" tanya Alan di ujung telepon dengan nada khawatir."Baik, Mas Alan. Mas Alan tidak lagi rapat, kan?""Tidak, baru selesai. Ada apa?""Hari ini ulang tahun Mas Fery. Bisa minta tolong Mas Alan belikan kue dan kirimkan beberapa makanan ke apartemen? Kita buat kejutan buat Mas Fery nanti sor

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Malaikat Kecil Untuk Nenek

    Sinar matahari pagi menerobos hangat melalui celah tirai apartemen, memantulkan cahaya ke sudut kamar utama.Fery perlahan membuka matanya. Ia meraba area tempat tidur di sampingnya yang biasanya sudah kosong, karena Kayla selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan mereka. Namun, tangannya justru menyentuh permukaan selimut yang masih terisi.Fery menoleh, lalu melirik jam dinding di atas meja nakas.07.15 WIB.Mata Fery seketika membelalak kaget. Pria yang biasanya sangat disiplin itu langsung duduk tegak di atas kasur. Ia melepas selimutnya dengan cepat, lalu menoleh menatap istrinya.Di sampingnya, Kayla masih terlelap di balik selimut tebal. Wajahnya tampak sedikit pucat, dan napasnya terdengar halus namun teratur."Sayang... Kayla?" panggil Fery lembut seraya mengusap pelan bahu istrinya. "Sayang, bangun... Sudah jam tujuh lewat. Kamu gak ke kantor?"Kayla hanya menggeliat pelan, mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat. Ia menarik selimutnya lebih tinggi hingga seb

  • Salah Kirim Email, Aku Jadi Istri Pak Boss   Kabar Bahagia

    Keesokan harinya, suasana di gedung Seven Group terasa begitu cerah dan penuh energi positif. Fery yang kembali tampil gagah dengan setelan jas hitamnya yang rapi melangkah masuk ke ruang CEO bersama Kayla, yang tampak anggun dalam balutan blazer pastel.Tak berapa lama, pintu ruangan terketuk. Alan dan Wina melangkah masuk berdampingan. Ada riak canggung yang sangat manis terpancar dari gestur tubuh keduanya—terutama Alan yang mendadak sibuk merapikan dasinya, sementara Wina memegang map laporan dengan pipi yang agak bersemu."Selamat datang kembali, Pak CEO dan Nyonya Fery," sapa Alan mencoba sok formal, walau senyum lebar di wajahnya tidak bisa disembunyikan."Terima kasih, Plt. CEO," goda Fery seraya terkekeh, menuntun Kayla untuk duduk di sofa ruang kerja. "Jadi, bagaimana laporan operasional Seven Group selama seminggu ini?"Wina menyodorkan berkas laporan yang sudah tertata sangat rapi. "Semua laporan keuangan divisi berjalan bersih dan transparan, Pak. Tidak ada anomali data s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status