FAZER LOGINPada malam pernikahan, aku dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans setelah terkena kondom yang telah disabotase, membuatku kesakitan luar biasa. Operasi berlangsung lebih dari dua puluh empat jam, dan cerita itu menyebar dengan cepat. Suamiku, Arya, justru mengumumkan bahwa siapa pun yang berhasil memotretku dalam keadaan pasca operasi akan diberi hadiah uang 160 miliar. Dalam semalam, aku berubah dari istri baru seorang miliarder menjadi bahan olok-olokan setiap kalangan elit di Neruda. Keesokan harinya, kekasih masa kecilnya Arya yang bernama Dina, muncul di depan pintuku. Saat itulah, aku baru tahu kebenarannya, bahwa dia yang telah melapisi kondom itu dengan perekat sebagai bagian dari apa yang dia sebut dengan eksperimen sosial. Dia tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan. Nada bicaranya sembrono dan kejam. "Itu cuma eksperimen. Bagaimana aku bisa tahu kalau kau akan bereaksi seperti itu? Lagian kau tidak pernah pantas untuk Arya. Jadi, hentikan sandiwaramu itu." Arya berdiri di sampingnya dengan tatapan dingin dan meremehkan. "Kalau bukan karena kontrak pernikahan, tak ada orang yang mau menyentuhmu. Kau tahu itu, kan?" Yang tidak dia ketahui adalah wanita yang dia sebut pelacur itu telah menyelamatkan hidupnya berkali-kali, lebih dari yang bisa dia bayangkan.
Ver maisAku sudah tinggal di Safaron selama lebih dari dua minggu, dan kehidupanku telah menjadi damai dan stabil.Setelah menaiki pesawat itu, Gamal dan aku berbicara tentang rencana membuka toko roti. Yang mengejutkan, toko roti kami ternyata bisa menjadi sukses besar, dan selalu ramai pelanggan setiap hari.Gamal dulu mengeluh tentang betapa sepinya suasana. Sekarang dia sangat sibuk dari pagi hingga sore, dan wajahnya selalu penuh dengan senyuman.Aku pun perlahan menemukan diriku kembali.Kupikir kehidupan seperti ini akan berlangsung selamanya. Tetapi, Arya menemukanku.Sore itu, saat aku sedang bersiap untuk menutup toko, aku melihat seorang pria di luar toko yang tampak persis seperti dirinya.Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku pasti sedang berhalusinasi ketika sosok itu mulai berjalan ke arahku.Dia telah kehilangan banyak berat badan. Janggut tipis menghiasi rahangnya. Dia sama sekali tidak terlihat seperti pria yang dulu selalu rapi dan tampil sempurna.Sorot matanya memancar
Pada hari Arya mengetahui kebenaran, dia memerintahkan penangkapan dokter dan mengurung Dina.Dalam perjalanan menemui Dina, dia mengusap plester yang pernah kusiapkan untuknya, dan bergumam pelan, "Windi, apa seperti ini perasaanmu saat itu? Rasa sakit seperti ini? Setiap kali aku memikirkanmu, rasanya sakit sekali walaupun hanya untuk bernapas."Dia segera tiba di rumah tempat Dina ditahan, sebuah vila di pinggiran kota.Setelah menyusuri koridor panjang, dia turun ke ruang bawah tanah.Dina dirantai ke lantai, ruangan itu tertutup rapat, tidak ada jejak cahaya.Ketika Arya mendorong pintu hingga terbuka, bau apek langsung menyengat hidungnya.Mata Dina berkedip dengan secercah harapan ketika melihatnya.Wanita itu merangkak ke kakinya, berpegangan dan memohon seperti biasanya, "Arya, aku tahu aku salah. Kumohon maafkan aku. Aku melakukannya karena sangat mencintaimu. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Kumohon, lepaskan aku!"Arya menatapnya, tatapannya benar-benar kosong.Dia
Rasa sakit di dadanya melampaui setiap luka fisik seribu kali lipat.Arya menekan tangan ke dadanya, rasa logam darah naik ke tenggorokannya.Di tangga, Dina akhirnya mengakhiri panggilan dan saat hendak menghela napas lega, dia berbalik dan melihat Arya berdiri di sana.Dia membeku, kepanikan terpancar di wajahnya tanpa tersembunyikan."Arya, apa yang kau lakukan di sini?"Dia memaksakan tersenyum, setiap jejak racun dan kebencian dari beberapa saat yang lalu terhapus bersih."Aku hanya butuh udara segar. Aku tadi bertanya ke dokter tentang kondisimu, aku khawatir kau tidak pulih dengan baik ...."Dina mencari-cari alasan, tetapi Arya hanya menatapnya dalam diam, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Mata yang pernah menatapnya penuh kelembutan kini hanya dipenuhi ketidakpedulian yang dingin.Dia memperhatikan Dina bersandiwara, sementara di suatu tempat di benaknya, isak tangis Windi yang menyayat hati terus terputar tanpa henti."Arya, kau ...."Ribuan kata tersangkut di tenggorokanny
Ketika Arya membuka matanya lagi, dia terbaring di ranjang rumah sakit.Dia bergeser sedikit, dan rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya.Melihat sekeliling, dia melihat Dina terkulai di tepi ranjang, sedang tertidur.Dina pun tersentak bangun mendengar gerakan Arya, matanya merah, suaranya bergetar."Arya, kau akhirnya bangun. Aku khawatir banget padamu."Dia dengan sengaja mengulurkan tangan untuk meraba dahi Arya, lalu merapikan selimut di sekelilingnya.Arya memperhatikan Dina yang merawatnya dalam diam. Setiap gerakannya sangat cocok dengan sosok dalam ingatannya, sosok yang selalu berada di sisinya dalam segala hal.Rasa bersalah membuncah di dalam dirinya, dan keraguan yang selama ini berputar di benaknya perlahan memudar.‘Aku pasti bingung karena lupa minum obatnya,' kata Arya pada diri sendiri. Itulah satu-satunya alasan dia memikirkan hal-hal seperti itu.Lagipula, seseorang seperti Windi yang sangat terampil memainkan peran sebagai korban, pasti telah memanipulasi kakeknya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações