Short
Suami dan Putraku Alergi Terhadapku Setiap Musim Dingin, Aku Memilih Pergi

Suami dan Putraku Alergi Terhadapku Setiap Musim Dingin, Aku Memilih Pergi

Oleh:  TianaTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Bab
2.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Musim dingin telah tiba lagi. Setiap musim dingin, suami dan putraku akan mengalami alergi terhadapku tanpa alasan yang jelas. Seluruh tubuh mereka akan dipenuhi ruam dan penyebab alerginya tidak diketahui sampai sekarang. Oleh karena itu, mereka menjaga jarak denganku dan pindah ke rumah lain. Bahkan ketika aku jatuh dan kepalaku berlumuran darah, mereka juga tidak kembali. Meskipun aku dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan mobil, aku tetap harus menghadapinya sendirian. Kami menjadi keluarga yang paling asing karena aku bisa membunuh mereka. Aku menanggung dinginnya musim dingin sendirian dan menunggu dalam kesepian. Aku tidak berhenti berharap musim semi yang hangat akan membawa kembali keluargaku yang tercinta. Namun, aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka. "Papa, kita cuma bisa ketemu Mama Nancy di musim dingin setiap tahun. Memangnya kita nggak bisa buat alergi ini berlangsung sedikit lebih lama lagi?" Mama Nancy? Teman masa kecil suamiku? Suamiku mengacak-acak rambut putra kami. "Mengonsumsi terlalu banyak obat alergi itu nggak baik. Mama Nancy juga akan khawatir. Papa akan bawa kamu kemari kalau ada waktu." Putraku pun bertepuk tangan. "Hore! Aku paling suka permen mangga di musim dingin! Dengan begitu, aku bisa bertemu Mama Nancy lagi!" Mangga adalah alergen mematikan yang selama ini berusaha kuhindarkan dari putraku! Setelah berdiri lama di tengah angin dingin, aku diam-diam pulang. Ketika musim semi kembali, aku menarik kembali semua perhatianku. "Makan saja apa pun yang kamu mau. Kalau kamu merasa aku menganiaya anak, silakan hubungi polisi. Aku nggak mau hak asuhmu."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 

Musim dingin telah tiba lagi. Setiap musim dingin, suami dan putraku akan mengalami alergi terhadapku tanpa alasan yang jelas. Seluruh tubuh mereka akan dipenuhi ruam dan penyebab alerginya tidak diketahui sampai sekarang. Oleh karena itu, mereka menjaga jarak denganku dan pindah ke rumah lain.

Bahkan ketika aku jatuh dan kepalaku berlumuran darah, mereka juga tidak kembali. Meskipun aku dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan mobil, aku tetap harus menghadapinya sendirian. Kami menjadi keluarga yang paling asing karena aku bisa membunuh mereka.

Aku menanggung dinginnya musim dingin sendirian dan menunggu dalam kesepian. Aku tidak berhenti berharap musim semi yang hangat akan membawa kembali keluargaku yang tercinta.

Namun, aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka.

"Papa, kita cuma bisa ketemu Mama Nancy di musim dingin setiap tahun. Memangnya kita nggak bisa buat alergi ini berlangsung sedikit lebih lama lagi?"

Mama Nancy? Teman masa kecil suamiku?

Suamiku mengacak-acak rambut putra kami. "Mengonsumsi terlalu banyak obat alergi itu nggak baik. Mama Nancy juga akan khawatir. Papa akan bawa kamu kemari kalau ada waktu."

Putraku pun bertepuk tangan. "Hore! Aku paling suka permen mangga di musim dingin! Dengan begitu, aku bisa bertemu Mama Nancy lagi!"

Mangga adalah alergen mematikan yang selama ini berusaha kuhindarkan dari putraku!

Setelah berdiri lama di tengah angin dingin, aku diam-diam pulang.

Ketika musim semi kembali, aku menarik kembali semua perhatianku. "Makan saja apa pun yang kamu mau. Kalau kamu merasa aku menganiaya anak, silakan hubungi polisi. Aku nggak mau hak asuhmu."

...

Putraku tidak terbiasa dengan sikapku yang seperti ini dan tetap diam untuk waktu yang lama. Setelah sekian lama, dia akhirnya merobek bungkus permen mangga itu.

Tatapan penuh harap di matanya menusuk hatiku. Dia mungkin berpikir bahwa memakannya akan membawanya kembali ke pelukan Mama Nancy.

Aku sudah mengingatkannya tentang hal ini entah berapa kali. Namun, catatan berisi hal yang harus diperhatikannya dan kugantung di tas sekolahnya sepertinya tidak diperlukan.

Hudson, suamiku, bergegas mendekat dan menyingkirkan permen itu dari tangan putra kami.

"Alice, kenapa kamu begitu linglung hari ini? Axel hampir makan permen mangga! Dia punya alergi yang parah dan mudah kenapa-napa begitu makan mangga. Kamu juga tahu soal itu, 'kan?"

Ya, aku tahu. Seperti orang bodoh, aku menghindari semua barang yang berhubungan dengan mangga. Saat membeli camilan dan susu, aku meneliti setiap kata karena takut ada yang kulewatkan.

Aku menjelaskan kepada putraku berulang kali. "Kamu nggak boleh makan mangga, nggak peduli siapa pun yang memberikannya. Mengerti? Kalau nggak, kamu harus ke rumah sakit untuk disuntik dan bokongmu akan sakit!"

Aku tanpa lelah mengulanginya kepada para guru dan teman-teman sekelasnya, "Axel alergi terhadap mangga. Tolong lebih diperhatikan, ya."

Aku menganggap mangga sebagai ancaman besar, tetapi yang memberikan permen mangga itu adalah Hudson. Itu adalah kartu akses mereka untuk bertemu Mama Nancy.

Aku menenangkan diri. "Kenapa dia bisa punya permen mangga? Bukannya aku yang seharusnya tanya kamu?"

Secercah kepanikan melintas di mata Hudson. Dia memberikan jawaban asal-asalan dan membawa Axel ke lantai atas.

Mereka sudah terbiasa menungguku menyiapkan meja penuh makanan dan hadiah buatan tangan untuk merayakan reuni keluarga. Hanya saja, kali ini tidak seperti itu. Mejanya terlihat kosong melompong.

Hudson mengerutkan kening. "Alice, ada apa denganmu hari ini?"

Melihat mataku yang memerah, dia terlihat sedikit tak berdaya. "Apa kamu masih sedih? Aku akan temukan cara untuk sembuhkan penyakit kami. Ini semua gara-gara musim dingin yang membuat orang mudah alergi. Aku jadi harus absen di saat kamu paling membutuhkanku."

Kukuku menancap dalam-dalam di telapak tanganku. Ternyata dia masih ingat.

Saat aku hamil, ibuku didiagnosis menderita leukemia. Hudson ingin menyelamatkan anak kami, sedangkan aku ingin menyelamatkan ibuku.

"Aku mau donorkan sumsum tulangku. Nggak akan ada yang bisa mengubah keputusanku."

Tidak ada yang lebih menderita daripada aku saat membuat pilihan. Aku juga mencintai anakku, tetapi itu adalah ibuku.

Namun, ibuku sepertinya menerima kabar itu. Kesehatannya memburuk dengan cepat dan dia sama sekali tidak memenuhi syarat untuk melakukan transplantasi.

Pada saat itulah, kami mengetahui bahwa dia tidak minum obat dengan benar. Dia menyerahkan kesempatan bertahan hidup kepada nyawa baru.

Aku akhirnya melahirkan, tetapi menderita depresi pascapersalinan karena fluktuasi hormon. Terutama saat musim dingin ketika aku ditinggal sendirian, rasa putus asa yang mendalam sepertinya ada di mana-mana dan aku tidak bisa merasa gembira.

Aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidup beberapa kali, tetapi teringat putraku .... Anak yang ditukar dengan nyawa ibuku itu belum dewasa. Aku tidak sanggup melakukannya.

Demi membuat mereka tinggal bersamaku, setiap tahun, aku membungkus diriku seperti boneka plastik dan bahkan mengenakan masker gas. Akan tetapi, mereka seperti tidak bisa menghirup udara yang sama denganku dan tubuh mereka tetap timbul ruam. Selain itu, penyebab alerginya tetap tidak bisa ditemukan.

Hudson buru-buru membawa Axel keluar.

"Alice, kami tetap mengalami reaksi alergi. Kamu bertahan saja. Aku akan bawa Axel kembali di musim semi."

Aku tidak mengerti. Aku terus mandi dan menggosok tubuhku sampai punggungku berdarah. Aku merasa ini adalah hukuman Tuhan untukku. Aku akhirnya menangis hingga tertidur di bak mandi.

Aku sangat menderita ketika bertahan di musim dingin yang menyakitkan itu. Tak disangka, semua ini hanya kebohongan belaka.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status