Short
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

By:  RainCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
48.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama enam tahun menikah diam-diam dengan suami yang seorang direktur, suamiku tetap tak mau putra kami memanggilnya ayah. Saat dia kembali melewatkan ulang tahun putraku karena sekretaris wanitanya, akhirnya aku pun mengeluarkan surat cerai dan pergi selamanya bersama putraku. Pria yang biasanya tenang itu langsung kehilangan kendali, seperti orang gila masuk ke kantor untuk mencari di mana keberadaanku. Hanya saja, aku dan putraku tak akan kembali lagi kali ini.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Pak Rey, aku mau pergi pelatihan keluar negeri bulan depan. Ini surat pengunduran diriku.”

Manajer menatapku dengan heran.

“Kok tiba-tiba sekali?”

Aku pun mengeluarkan alasan yang sudah kusiapkan.

“Suamiku ada di Aussi. Aku berencana membawa anakku ke sana, biar kami bisa berkumpul kembali.”

Manajer mengangguk.

“Baguslah. Mengurus anak sendirian di sini pasti berat. Kami semua mengira kamu itu ibu tunggal.”

Aku tersenyum.

Dulu bukan… tapi sebentar lagi iya.

Begitu keluar dari ruangan, aku langsung berpapasan dengan Jeff dan Luela.

Jeff adalah bosku dan juga ayah dari anakku.

Tujuh tahun lalu, aku masih menjadi sekretaris pribadinya. Karena mabuk malam itu, kami pun punya anak.

Tahun ini adalah tahun keenam pernikahan diam-diam kami.

Dan juga tahun keenam dia melarang anak kami memanggilnya ayah.

Langkah Jeff pelan, seolah sengaja menyesuaikan diri dengan wanita di sampingnya.

Luela memegang laporan dengan satu tangan, tangan lainnya menarik ujung jas Jeff. Mereka terlihat manis, sangking manisnya sampai terasa menusuk mata.

Saat berpapasan, jantungku ikut bergetar. Aku masih tak bisa menahan diri untuk memanggil,

“Jeff….”

Langkah pria itu berhenti, ekspresinya tampak dingin.

“Bu Felicia.”

Panggil Jeff dengan penuh jarak itu seolah membawa peringatan terselubung.

Mengingatkan bahwa ini di kantor dan hubungan kami hanyalah atasan bawahan.

Aku mengerti maksudnya dan menelan kembali semua emosi yang sempat muncul tadi.

“Pak Jeff.”

Jeff hanya menjawab singkat, langkahnya tidak berhenti, seakan diriku hanyalah orang asing.

Aku tersenyum menertawakan diriku sendiri, menelan kembali niat untuk memberitahu soal pengunduran diriku.

Lagipula, dia juga tidak akan peduli.

Layar ponsel menyala, itu pesan dari jam tangan anakku.

[Ibu, ayah bakal pulang untuk merayakan ulang tahunku?]

Aku terpaku, reflek menoleh ke belakang.

Malah melihat Jeff menunduk dan berbicara lembut dengan Luela.

Saat ada orang lewat, dia spontan melindungi Luela di pelukannya. Sorot matanya penuh kelembutan.

Aku menahan rasa perih di dada, tapi tetap mengirim pesan pada Jeff.

[Hari ini ulang tahun Joel, kamu ada waktu malam ini?]

Melalui lorong, aku melihat dia mengambil ponselnya, tak sampai tiga detik, dia meletakkannya lagi. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya.

Melihat layar pesan yang tidak mendapat balasan, aku hanya bisa tersenyum pahit.

Felicia, kamu masih belum sadar?

Sudah tahu hatinya tak akan luluh, apa yang masih kamu harapkan?

Aku memasukkan ponsel ke saku, menarik napas panjang dan melangkah pergi.

Jeff, kamu sudah bebas sebentar lagi.

Setelah keluar dari kantor, aku langsung pergi menjemput anakku di TK.

Melihatku, hal pertama yang dia katakan adalah,

“Ibu, hari ini ulang tahunku.”

Kalimat keduanya,

“Ibu, ayah bakal datang merayakan bersama kita?”

Di tengah keramaian jalan, mataku langsung berkaca-kaca.

“Ayahmu….”

Belum sempat aku menjawab, ponsel pun berdering.

Akhirnya Jeff membalas.

[Aku ada waktu, bisa pulang.]

Seketika, hatiku terasa sangat gembira. Aku pun langsung mengangguk tanpa sadar.

“Tenang saja, Joel. Ayah bakal pulang.”

Anakku menepuk tangannya dan langsung memelukku dengan semangat.

Menikah enam tahun, ini pertama kalinya Jeff mau menemani anak kami di hari ulang tahunnya.

Malam itu, aku memasak banyak hidangan enak. Joel juga cepat-cepat menyelesaikan PR-nya.

Satu jam ….

Dua jam….

Tiga jam berlalu….

Aku terus mengirim pesan padanya.

Seperti biasa, aku tak mendapat balasan.

Sepertinya Joel menyadarinya. Dia pun menatapku dengan tatapan penuh kehati-hatian.

“Ibu, ayah sangat sibuk, ya?”

Dadaku terasa sakit. Ingin menjelaskan, tapi tak ada satu pun kata pembelaan yang bisa keluar.

Akhirnya, hanya berubah menjadi,

“Nggak apa-apa, ibu akan selalu menemanimu.”

Joel pun tak bertanya lagi. Dia mengambil topi ulang tahunnya.

“Ibu, tolong pakaikan untukku.”

Aku mengangguk.

Saat hendak memakaikannya, mataku tak sengaja melihat postingan baru Luela.

[Hari ini sangat luar biasa. Aku sangat menyukai hari ini.]
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Dedeh Kurniasih
Dedeh Kurniasih
bagus...... aku suka.....
2025-12-27 13:40:20
0
0
Surya Ningsih
Surya Ningsih
semoga ceritanya tidak membosankan
2025-12-25 09:28:52
0
0
siti fathia
siti fathia
bagus ceritanya gak bertele tele
2025-12-25 03:15:39
0
0
teri main
teri main
gimana cara masuk ke galeri penulisnya?
2025-12-20 09:34:14
3
1
Isla Rosier
Isla Rosier
...... gooddddd
2025-12-19 21:57:56
0
0
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status