Home / Fantasi / Sang Dewa Bumi: Yuan Ze / Bab. 3 - Dewa Bumi dan Mantan Penduduk Langit

Share

Bab. 3 - Dewa Bumi dan Mantan Penduduk Langit

Author: Norayolayora
last update Last Updated: 2025-12-29 22:54:49

Setelah kejadian pagi tadi berlangsung sangat cepat, semua murid kembali pada latihan mereka masing-masing kecuali para tetua yang sibuk mengurus anak muda yang tiba-tiba muncul di depan kuil yang mereka bangun dengan penuh luka yang sangat mencurigakan.

“Apakah di dekat sini ada desa kecil yang dibantai? Tetapi, mustahil dia datang kemari dengan luka yang seperti itu.“ ucap Han Feng pada Yue Fei dan Jian Yu.

“Memang kedengarannya sangat mustahil. Lalu bagaimana dia datang? Jelas-jelas luka di seluruh tubuhnya itu akibat pertarungan besar yang baru saja dialaminya.“ balas Yue Fei.

Jian Yu kemudian melanjutkan, “... Sebetulnya aku agak mencurigai anak ini. Bukankah Tetua Zhao bilang kalau terjadi perang 10 kerajaan tak jauh dari sini? Anak itu mungkin salah satu dari korbannya. Tetapi, melakukan jurus teleportasi rasanya mustahil dilakukan untuk seorang manusia bahkan kita sekalipun.“

Tak lama setelah perbincangan itu selesai, tabib wanita yang sejak tadi menjahit luka dan membungkus luka anak itu akhirnya selesai. Dia kemudian berjalan menghampiri Han Feng dan yang lainnya untuk melaporkan.

“Sungguh luar biasa. Jarang sekali aku melihat anak sekecil ini menahan puluhan luka tusuk dalam tubuhnya. Apalagi, saat aku menjahit lukanya, ada beberapa luka kecil di tubuhnya yang perlahan pulih dengan sendirinya.“ ucap tabib wanita itu.

“Apakah ada kemungkinan baginya untuk bangun?“ tanya Han Feng.

“Saya yakin, dalam beberapa hari lagi dia pasti akan segera sadar dan lukanya akan segera sembuh.“ jawabnya.

“Kalau begitu terima kasih. Ah, hampir lupa. Ini bayaran mu.“ Han Feng merogoh sesuatu yang ada dibalik jubahnya, mengeluarkan sekantong koin emas yang tampak masih penuh dan memberikannya pada tabib wanita tersebut.

“Tidak perlu melakukannya Tuan. Saya melakukannya dengan sukarela. Jika berkenan, apakah boleh saya menginap di sini untuk beberapa waktu sampai anak ini bangun?“ jawabnya.

“Oh, tentu saja. Apakah kau mengenal anak ini?“

“Tidak. Tetapi, saya merasa ini menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang tabib untuk menjaga anak ini sampai dia benar-benar sembuh.“ jawab tabib wanita itu dengan penuh senyuman di wajahnya.

“Ah, kalau begitu silahkan. Aku akan memerintahkan Mo Ran untuk mengantarmu nanti.“

“Terima kasih Tuan. Kalau begitu saya permisi.“ tabib wanita itu segera memberi salam pada Han Feng kemudian pergi meninggalkan ruangan.

Bersamaan ketika tabib wanita itu keluar ruangan, Zhao Yu datang ke ruangan itu dengan terburu-buru, seperti ada berita penting yang harus disampaikannya saat itu juga. Namun, Zhao Yu merasakan ada yang aneh dari tabib wanita itu ketika ia memasuki ruangan. Akan tetapi, dalam sekejap ia langsung melupakannya begitu dia melihat Han Feng dan kedua tetua lainnya berada di satu tempat yang sama.

“Han Feng! Ada berita penting yang harus aku sampaikan.“ ucap Zhao Yu yang terlihat panik.

“Tidak perlu sampai sepanik itu kan?“ ucap Yue Fei memecah keheningan dalam ruangan.

“Sudah-sudah, Yue Fei. Kita dengarkan saja dulu apa yang ingin dia ucapkan.“ ucap Jian Yu.

Zhao Yu beralih pandangan ke arah anak laki-laki yang tertidur lelap di atas ranjangnya dengan balutan perban yang nyaris menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajahnya yang telah sembuh dari luka-luka kecil. Dia mengedipkan matanya beberapa kali dan kemudian terkejut, menyadari keanehan dan kemiripan yang ada pada anak tersebut.

“Dimana kalian menemukan dia?!“ Zhao Yu yang terkejut, jatuh terduduk ke belakang sembari menunjuk nunjuk ke arah anak yang belum mereka kenali itu.

“Penatua Zhao Yu? Ada apa? Kenapa kau terlihat panik seperti itu? Kami menemukannya di depan Kuil Dewa bumi. Memangnya ada apa? Apakah kau mengenalinya?“ Han Feng mencoba menenangkan Zhao Yu namun, Zhao Yu terlihat semakin panik bahkan keringat dingin mulai bercucuran dari atas kepalanya.

“HEH?! KALIAN INI TERLALU BODOH ATAU BAIK? DIA ITU DEWA BUMI, YUAN ZE!“ teriak Zhao Yu pada semua orang di sana.

“DEWA BUMI?!“ kepanikan itu menyebar pada tiga orang yang lain dan mereka langsung menatap ke arah anak laki-laki yang sejak tadi tak bergerak sedikitpun dari posisinya.

“H-hei! Orang tua ini bicaranya ada-ada saja! Mana mungkin Dewa bumi ada di sini! Seharusnya dia menghabiskan waktunya sebagai penduduk langit kan?“ Yue Fei mencoba membantah ucapannya dan bersikap tenang.

“Aku mendapatkan laporan dari para kultivator pengembara kalau, di tempat terjadinya perang 10 kerajaan, juga terjadi perang antar Dewa dan lawannya adalah, Dewa bumi dengan Kaisar Langit meski pada akhirnya, yang memenangkan pertarungan itu adalah Kaisar langit. Kalian pasti sulit mempercayainya bukan? Tetapi, selama ratusan tahun aku menjadi penduduk langit dan aku juga sudah hafal betul, seperti apa rupa para dewa di sana dan berbagai wadah yang mereka gunakan. Ah, tidak salah lagi. Wadah manusia yang kalian hadapi saat ini adalah milik Dewa bumi.“

“....“

“....“

“Kenapa kita harus panik begini? Bukannya yang kita lakukan sudah benar? Iya kan, Han Feng?“ tanya Jian Yu sembari menepuk pundak Han Feng yang tak membalas ucapannya selama beberapa saat.

Han Feng menoleh ke arah Jian Yu, dengan wajah paniknya ia berkata, “... Begini Jian Yu, kita kedatangan mantan penduduk langit saja, para guru di sekte ini mengundurkan diri semua apa lagi kalau kita kedatangan seorang dewa? Apakah hidup kita tidak bertambah sial?“

“Kau ini tidak pernah memikirkan apa hikmahnya ya?“

“AKH!!“ anak itu tiba-tiba berteriak kesakitan sembari memegangi dadanya yang masih terbalut perban. Semua tetua di sana terkejut, tidak mengetahui alasan mengapa anak itu tiba-tiba berteriak seperti itu.

“Dia terlihat sangat kesakitan. Apa yang terjadi?“ Han Feng mencoba melakukan sesuatu, membuatnya tenang namun, semua itu tidak membuatnya berhenti.

Zhao Yu mendekat dan memperhatikan. “... Seseorang, mencoba melakukan sesuatu pada tubuh aslinya. Orang itu, pasti mencoba mengambil Jantungnya.“

Di saat bersamaan, ketika rasa sakit itu menimpa wadah milik Yuan Ze, tepat di istana langit tempat Kaisar langit itu tinggal, sekelompok orang tengah melakukan ritual yang sangat aneh. Mereka semua memakai jubah berwarna hitam dengan tudung yang menutupi hampir seluruh wajah mereka. Di tengah-tengah lingkaran yang telah mereka buat dengan darah manusia, tubuh asli Yuan Ze diletakkan di sana.

Atas perintah dari Kaisar langit, mereka diminta untuk mengambil Jantung gerhana yang tertanam dalam tubuh Yuan Ze. Tak ada yang mempertanyakan mengapa Kaisar langit begitu menginginkan Jantung gerhana itu menjadi miliknya. Bahkan, Dewi gerhana yang merupakan pemilik aslinya pun, tidak ingin memiliki kekuatan yang bisa mengendalikan monster-monster di bumi.

Salah seorang dari kelompok itu berjalan mendekati tubuh Yuan Ze yang terbaring. Tangannya memegang sebuah belati yang telah dipanaskan di atas lilin, kemudian menusukkannya ke dada Yuan Ze lalu melepaskannya dan memasukkan tangannya ke dalam.

Ketika orang itu melakukannya, muncul ekspresi kesakitan yang terlihat di wajah Yuan Ze, begitu juga yang dialami oleh wadahnya yang masih berhubungan dengan tubuh aslinya. Ia merasakan rasa sakit yang sama.

“Penatua Zhao, apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk membantunya?“ tanya Jian Yu yang juga ikut kebingungan.

Zhao Yu dengan tenang memegangi tangan dari wadah Yuan Ze sembari mengalirkan kekuatan spiritualnya ke dalam tubuhnya. “.... Ah, kenapa bisa sampai sehancur ini?“ Zhao Yu terkejut, menyadari aliran Chi dalam tubuh Yuan Ze hancur akibat pertarungan sebelumnya.

“Han Feng! Kemarilah! Alirkan kekuatan spiritual mu padanya juga! Kita akan memaksanya bangun sekarang!“

Han Feng segera mengikuti perkataannya dan melakukan hal yang sama. Ia mengalirkan kekuatan spiritualnya dan tak percaya dengan apa yang dirasakannya. Hampir seluruh aliran Chi nya hancur. Terlebih dia masih bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti ini. Dan diwaktu yang bersamaan, sekelompok orang yang mencoba mengambil Jantung gerhana dari tubuh asli Yuan Ze seketika terhalang oleh kekuatan mereka.

Ketika hampir menyelesaikannya, ada sebuah penghalang, yang menghalangi mereka untuk mengambil jantungnya. Akan tetapi, orang itu tidak berhenti mencoba mengambil Jantungnya dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengambilnya.

Han Feng dan Zhao Yu nyaris kewalahan, menghadapi satu orang penduduk langit yang terus memaksa. Mereka berdua juga sekalian memperbaiki aliran Chi milik Yuan Ze sedikit demi sedikit dan telah menghabiskan setengah dari kekuatan mereka. Beruntungnya, Jian Yu dan Yue Fei datang membantu mereka dengan mengalirkan kekuatan spiritualnya.

Tarik menarik itu berlangsung selama beberapa saat hingga pada akhirnya, orang langit itu menyerah dan melepaskan tangannya. Dan begitu selesai, Zhao Yu dan yang lainnya masih mengalirkan kekuatan spiritual mereka ke dalam wadah Yuan Ze hingga akhirnya Yuan Ze terbangun dengan sangat terkejut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 11 - Wadah Tumbal

    “Akh! Badanku sakit semua karena dipukuli makhluk aneh itu.“ “Aku merasa ini sudah keterlaluan.“Seluruh murid sekte kembali ke asrama mereka dengan wajah babak belur meski beberapa dari mereka ada yang selamat. Semua orang di sana sibuk merapikan diri mereka dari debu dan bersiap tidur. Namun, sampai saat ini, setelah latihan selesai, mereka tidak lagi bertemu dengan Yuan Ze. “Kira-kira kemana anak itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Hei! Kakak pertama! Apa kau tidak curiga kalau dia itu penipu?“ ucap salah satu murid ketika Mo Ran sedang merapikan pakaiannya. Mo Ran terdiam sejenak. Dia mulai merasa kalau kekuatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Ze yang bahkan berhasil mementalkan para murid padahal dia sama sekalian tidak menggerakkan seujung jari pun. Di sisi lain, dia juga menggunakan jurus yang membuat tubuhnya mengecil untuk menghemat kekuatan spiritualnya sementara, jurus seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya sudah setara

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 10 - Bukti

    “Apa? Dia yang akan menjadi guru untuk kita?!“Murid-murid dari sekte Pedang Awan tampak tak percaya dengan yang dikatakan dan ditunjukkan oleh Lu Tao pada mereka. Bagi mereka, tentu saja Yuan Ze hanyalah anak yang masih berusia 14 tahun. Dia bahkan lebih muda dari mereka. Dan lantas, apa yang membuat ketua sekte menyetujui anak ini menjadi Guru untuk mereka? “Kakak pertama! Apa benar dia yang akan menjadi Guru kita?“ salah seorang murid bertanya pada Mo Ran yang wajahnya sudah tidak bersemangat, pucat bahkan kehilangan kata-kata. Dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Mereka masih tidak percaya bahkan dengan jawaban yang diberikan dari kakak pertama mereka. Karena tidak memiliki darah seorang cenayang, mereka tidak bisa memperkirakan seperti apa kekuatan Yuan Ze yang sebenarnya. Berbeda dengan Lu Tao yang bisa merasakannya bahkan sejak awal mereka bertemu. “Hei! Lu Tao! Apakah kau bisa meyakinkan kami kalau dia itu orang yang sangat kuat?!“ salah seorang murid menunjuk

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 9 - Anak Misterius

    Beberapa saat lalu. “Hei kak! Aku sangat yakin ada seseorang yang mengawasi kita dari balik pohon itu.“ ucap Lu Tao pada Mo Ran sembari menunjuk ke arah pohon ginkgo yang menjadi tempat persembunyian Yuan Ze di sana. Mo Ran juga ikut memperhatikannya. Ia tak merasakan keberadaan seseorang yang bersembunyi di sana. Namun, karena Lu Tao berasal dari keluarga cenayang yang bisa melihat tingkat kemampuan seseorang, dia pasti benar ada seseorang yang bersembunyi di sana. “Apakah dia cukup berbahaya kalau benar dia bersembunyi di sana?“ tanya Mo Ran. “Aku tidak tahu kalau belum melihatnya. Bisa saja dia penyusup dari Klan Iblis yang ingin menghancurkan sekte kita.“ Mo Ran seketika menjadi teringat. Di dunia ini, memang ada yang namanya Klan Iblis yang gemar sekali menghancurkan. Ditambah lagi, wujud mereka sama seperti manusia biasa. Itulah kenapa mereka sering mengatakan bahwa siapa tahu, diantara mereka ada iblis yang menyamar. Hanya seorang cenayang yang bisa menebak kekuatan spirit

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 8 - Dewa Ular Xuan She

    Pada zaman dahulu kala, Dewa bumi pernah turun ke bumi sejenak, setelah Dewi gerhana menitipkan jantungnya padanya. Sang dewa bumi memastikan Dewi gerhana melakukan tugasnya dengan baik dengan mengembalikan monster-monster kembali ke dunia bawah. Namun, ketika ia sudah memastikan tak ada lagi monster yang berkeliaran di tempatnya dan ketika dewa bumi hendak kembali ke langit, ia menemukan seekor ular yang terhimpit oleh bangunan yang hancur. Bangunan itu hancur karena serangan monster yang mengamuk dan beruntungnya ia tidak menemukan satupun mayat manusia yang berada di sana. Namun, ketika ia menggali untuk memastikan, ia malah menemukan seekor ular besar, yang sedang melingkar, melindungi sesuatu dengan tubuhnya. Ular itu sudah mati, tetapi sesuatu yang dilindunginya menunjukkan sedikit kehidupan. Benda itu adalah sebuah telur yang ukurannya nyaris seperti ukuran bayi manusia yang baru lahir. Dewa Bumi itu tersentuh melihatnya. Tubuh ular itu dipenuhi oleh luka monster dan anak p

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 7 - Pohon Ginkgo Kering

    “Apa ini? Sebuah cincin? Kau tidak berniat menikahi sesama lelaki kan?“ Yuan Ze memperhatikan sebuah cicin giok, dengan mata berwarna merah terang pada bagian tengahnya. Di belakang cincin itu, terdapat sebuah tulisan yang tak terbaca yang lebih mirip sebuah simbol perlindungan. “Bahkan wanita pun tak akan ada yang mau menikahimu! Kurang kerjaan sekali aku memberikanmu cincin buatan ku hanya untuk seperti itu. Itu adalah jimat penangkal. Untuk sementara waktu, posisimu tidak akan diketahui oleh penduduk langit bahkan Yang Mulia. Untuk berjaga-jaga, Aku akan memperbarui mantranya sebulan sekali.“ Zhao Yu menutup sebuah kotak yang dipenuhi dengan batu permata yang asalnya belum diketahui oleh siapapun. Yuan Ze menatapnya dengan penuh curiga. “... Darimana kau mendapatkan batu-batu permata itu?“ “Oh, ini? Aku menemukannya setelah membunuh monster dunia bawah. Benda ini terjatuh saat tubuh mereka hancur.“ Zhao Yu menunjukkan salah satunya. Benda itu mirip seperti sebuah kristal yang ta

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 6 - Kesepakatan

    “Baiklah! Aku sudah memberikan informasi yang kalian inginkan sekarang biarkan aku pergi.“ ucap Yuan Ze, hendak menurunkan kedua kakinya ke lantai namun, kembali dihalangi oleh Han Feng yang langsung mengembalikan kakinya ke atas kasur. “Apa? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya termasuk alasanku datang ke sini?“ celetuk Yuan Ze, sembari menurunkan alisnya saat ia melihat Han Feng menatapnya dengan alis dan bibir berkerut.“Aku hanya merasa kasihan, tak ada satupun makhluk langit yang mau membelamu. Ahh, bagaimana kau bisa bertahan hidup sampai 350 tahun kemudian?“ Han Feng mengusap usap bagian bawah matanya yang tampak berair. Baginya, Yuan Ze mungkin saja seperti anak berusia 14 tahun yang hidup sebatang kara dan terpaksa tinggal di kandang serigala. “Kenapa orang-orang yang ada di sini begitu menyebalkan?“ batin Yuan Ze tak terima bila ia disamakan dengan anak manusia berusia 14 tahun. Zhao Yu tiba-tiba mendekatinya dengan wajahnya yang dipenuhi dengan niat busuk yang ingin m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status