Masuk“Jadi,... Dewa bumi, ah... Yang Mulia... Duh bagaimana memanggilnya ya?“ Han Feng bingung saat ia melihat Yuan Ze duduk di atas kasurnya. Wajahnya masih terlihat terkejut sembari melihat ke arah empat orang aneh yang belum pernah ditemuinya.
“Siapa yang mengatakan itu padamu?“ tanya Yuan Ze dengan wajahnya yang seolah menolak untuk disebut sebagai Dewa bumi. “... Aku tidak mengenalmu. Bagaimana mungkin kau memanggil seorang anak kecil seperti ku sebagai dewa bumi yang agung dan pantas dijadikan sebagai Kaisar langit itu?“ “Aku yang memberitahukannya.“ Zhao Yu menyela, menunjukkan wajahnya di depan Yuan Ze dengan tatapan tak bersalah. “Hah?!“ Yuan Ze menunjukan wajahnya yang tak percaya dengan ucapan yang dikatakan oleh kakek tua di depannya. “... Kalian percaya dengan kata-kata kakek tua ini? Jelas-jelas dia hanya mengigau! Mana ada anak kecil yang sudah menjadi dewa?!“ “Ah... Tapi, dia adalah tetua sekte ini jadi, dia tidak mungkin salah.“ celetuk Jian Yu yang membuat Yuan Ze sekali lagi menatap ke arah Zhao Yu. “Memangnya ada manusia yang seumur hidupnya melakukan kebenaran? Tetua ini salah besar.“ balas Yuan Ze. “Kalau aku salah, kenapa dengan luka separah itu kau masih sanggup bicara bahkan duduk di atas kasurku?“ Zhao Yu menunjuk ke arah luka di perut dan punggung Yuan Ze yang sekarang malah tampak seperti kulit yang berbalut perban tanpa luka. “Ahh!! Sakit sekali!“ Menyadari kesalahannya, Yuan Ze segera berpura-pura kesakitan. Ia memeluk tubuhnya sendiri dan meringkuk di atas kasurnya. “... Ahh, sakit sekali. Ibu... Tolong panggilkan ibuku kemari...“ “Bukannya seharusnya dia tidak bisa bergerak sama sekali. Lihat tuh! Luka di punggungnya sama sekali tidak berdarah.“ bisik Yue Fei pada Han Feng. “Hmm, entahlah. Kita tunggu saja Penatua Zhao berbicara dengannya.“ balas Han Feng. Zhao Yu terus memperhatikan kepura-puraan Yuan Ze saat sedang merintih kesakitan, sembari memeluk perutnya sendiri. Padahal, dia juga harus memeluk punggungnya sendiri yang pernah ditembus oleh puluhan anak panas. Tanpa memikirkan apa-apa, Zhao Yu langsung memukul punggung anak itu sampai membuatnya terkejut dan kemudian berdiri dari posisi tidurnya. “Kau mau apa kakek tua bau tanah? Beraninya kau memukulku kau tidak tahu siapa aku ini?“ bentak Yuan Ze yang tak sengaja mengeluarkan kata-kata yang biasanya ia keluarkan saat ia masih menjadi penduduk langit. “Ya! Tentu saja aku tahu! Kau adalah Dewa bumi, Yuan Ze! Kau tidak bisa membohongi ku lagi! Mau seperti apapun alasanmu, kau tidak bisa menipuku! Aku ini adalah mantan penduduk langit jadi aku tahu seperti apa rupa wadah dan wujud dari para dewa di langit!“ bentak Zhao Yu. “Hah?! Asal kau tau penduduk langit tak ada satupun yang tua sepertimu! Mereka semua muda dan tidak ada yang berjanggut serta jelek seperti mu!“ balas Yuan Ze. “Oh ya?! Bagaimana kau tahu kalau tak ada satupun penduduk langit yang tua sepertiku?!“ balas Zhao Yu. “Sudah, sudah. Kami sudah menarik kesimpulan dari perdebatan sia-sia kalian.“ ucap Jian Yu memisahkan mereka berdua. “Oh ya? Kau pasti tidak akan percaya dengan kata-kata orang tua ini kan?“ Yuan Ze mencoba membela. Meski ucapan Zhao Yu benar, ia juga tidak ingin identitasnya diketahui begitu saja. “Ya, sekarang aku sudah tau.“ ucap Jian Yu dengan wajah serius sementara Han Feng dan Yue Fei hanya terdiam, memperhatikan mereka. Jian Yu mengacungkan jari telunjuknya, menunjuk ke arah Yuan Ze yang berdiri di atas kasurnya sembari menjawab dengan tegas, “... Kau adalah Dewa bumi yang sebenarnya! Yuan Ze, seperti nama kuil yang kami bangun di dekat bangunan utama sekte. Kalau bukan begitu, tidak mungkin kau bisa melakukan jurus teleportasi menuju kuil terdekat mu begitu kau mendapatkan luka yang sangat parah!“ “....“ “...“ Seketika semuanya terdiam selama beberapa saat termasuk Yuan Ze sampai akhirnya Han Feng berkata, “... Hmm, masuk akal juga.“ *** “Yang Mulia, kami tidak berhasil mengeluarkan jantung gerhana itu dari tubuh dewa bumi.“ seorang pemimpin dari kelompok hitam itu mendatangi Kaisar langit yang duduk di atas singgasananya. Kaisar langit tampak mengetuk-ngetuk kursinya dengan satu jari dan wajahnya yang ditadahkan pada satu tangannya. “... Jelaskan apa alasanmu tidak bisa melakukannya.“ Pemimpin kelompok hitam itu mulai menjelaskan, “... Kami awalnya hampir bisa mendapatkan tetapi, ada sesuatu yang menghalangi kami untuk mengambilnya. Seperti ada seseorang yang sengaja mengalirkan kekuatan spiritualnya ke dalam wadah dewa bumi yang masih terhubung dengan tubuh aslinya. Yang kita tahu, saat ini dewa bumi dalam kondisi lemah setelah melakukan pertarungan dengan Anda. Jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil jantungnya selagi wadahnya tidak sadarkan diri. Tetapi, orang yang melakukannya memaksanya untuk bangun dan memperbaiki seluruh aliran Chi dalam dirinya yang sudah dirusak. Kami tidak bisa mengambilnya jika tubuhnya kosong seperti itu. Tetapi, kami bisa mengambil jantungnya melalui wadahnya yang terisi oleh jiwa.“ “Dengan kata lain, kalian harus mengambil Jantungnya ketika jiwanya kebetulan berada di tubuhnya?“ Kaisar langit mencoba menyimpulkannya. “Ya, tetapi kami juga bisa melakukannya jika kami mendapatkan wadahnya yang diisi oleh kesadaran dewa bumi. Jantung gerhana itu, sudah melekat pada jiwanya sehingga, jika dia mati maka jantungnya juga akan hancur.“ lanjut pemimpin kelompok hitam. Kaisar langit berdeham, tersenyum kecil yang menyimpan berbagai rencana yang telah dibuat dalam pikirannya. Ia berdiri dari atas singgasananya. Melangkah, menuju altar dan berjalan kembali keluar pintu yang terbuka lebar. Yang memperlihatkan nya pada dunia luar, dunia para makhluk mahkluk langit yang dikuasai olehnya. Pemandangan matahari yang tertutup awan, menjadi satu-satunya pusat perhatiannya. Burung-burung merpati berterbangan, menyampaikan secarik surat dan istana-istana besar, yang dimiliki oleh para dewa yang paling berkuasa. “Gerhana itu akan datang menjemputku. Kita tidak membutuhkan Dewi gerhana yang lemah itu! Bahkan dewa bumi sekalipun! Mereka tidak dibutuhkan. Bumi sudah cukup kuat untuk mempertahankan dirinya sendiri begitu juga manusia yang tinggal di dalamnya. Biar aku saja, yang menjadi pemimpin satu-satunya di dunia ini! Hanya aku yang pantas berkuasa di sini!“ Kaisar langit itu mengangkat tangannya dan mengumumkan dengan tegas. “Aku memerintahkan pada kalian makhluk makhluk langit! Buru Dewa bumi Yuan Ze sekarang juga dan bawa dia ke hadapanku! Aku membutuhkan Jantung gerhana itu secepat mungkin sebelum Sang Dewi bangkit kembali!“ Begitu perintah dari Kaisar langit turun, semua makhluk langit mulai turun ke bumi untuk memburu Dewa bumi dan mengabulkan keinginannya. Meskipun sebenarnya, para makhluk langit tidak tahu apa tujuan dari Kaisar Langit untuk mendapatkannya.“Apa ini? Kau pasti bercanda!“ Su Yingpei tampak menahan amarahnya saat menatap Yuan Ze berdiri di hadapannya dengan penuh percaya diri. “... Tidak mungkin anak kecil seperti dirinya bisa membawa seorang pemuda yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar darinya apalagi, dia membawanya dari tempat bekas peperangan!“ Yuan Ze menghela nafas sembari melipat tangannya. Dia mengangkat satu alisnya pada Su Yingpei sebelum ia menjelaskan, “... Siapa yang bilang kalau aku berjalan dari tempat bekas peperangan itu menuju Sekte Pedang awan? Tidak ada yang bilang kan? Kau tidak tahu ada cara termudah untuk menyelamatkan nyawa Tuan muda Su sebelum tubuhnya berubah menjadi seperti mayat hidup.“ Yuan Ze memberi jeda sejenak kemudian ia mencekik, menunjukkan seekor ular hijau pemberian Xuan She ke hadapan Su Yingpei yang masih mencoba mencerna apa yang diucapkannya. “... Dewa Ular! Aku meminjam kekuatannya untuk menyelamatkan mu! Kau mungkin tidak akan menyangka Dewa Ular juga turut serta menyelamatkan
Pada dasarnya, kekuatan yang bisa memurnikan kekuatan iblis yang merasuki tubuh manusia, hanya dimiliki oleh Dewa Ular seorang. Pada zaman dahulu, Dewa Ular pernah mewariskan kekuatannya pada seseorang saat gelombang perang antara iblis dan manusia mulai pasang. Dewa Ular mengajarinya pada manusia agar mereka bisa saling melindungi. Sayangnya, Dewa ular hanya melakukannya di wilayah Sekte Menara langit, yang ada di kota Ling Tai. Semakin lama, jurus itu menjadi jurus turun-temurun dan dirahasiakan oleh Sekte Menara langit sebagai senjata mereka. Yuan Ze yang saat itu masih muda ketika Dewa Ular terdahulu masih hidup menyesal karena tidak mempelajarinya. Dia terlalu sibuk memimpin pasukan perang dan memutar cara agar bangsa iblis bisa kembali ke tempat mereka. Saat menggunakan jurus itu pada seseorang, Dewa Ular terdahulu bisa melakukannya dalam waktu singkat namun, karena Dewa Ular yang sekarang masih tergolong muda dan baru, ia bisa melakukannya dalam waktu satu sampai dua hari hing
“Hei! Bocah bodoh! Apa yang kau lakukan?! Kau bisa mati!“ Yuan Ze langsung membenarkan posisi Mo Ran agar dia bisa mengalirkan energi spiritualnya ke dalam tubuh Mo Ran. Yuan Ze tahu kalau ini semua sia-sia tetapi, di sisi lain ia tidak bisa meninggalkan maupun membawa Mo Ran pada seorang tabib karena waktunya tidak akan cukup. Di saat kepanikan itu melanda Yuan Ze, dari arah belakang seseorang terdengar sedang berjalan ke arahnya sambil berkata, “... Percuma saja kau melakukan sesuatu untuknya. Karena tidak ada obat atau penawar yang bisa menetralkan racunnya. Haha! Semua yang kau lakukan akan sia-sia!“ ucapnya angkuh.Sementara laki-laki itu berbicara, Yuan Ze masih sibuk mengurus Mo Ran yang tak sadar sadar. Ia melakukan segala cara untuk nyawa seseorang yang seharusnya menjadi kakak pertama selama ia berada di Sekte. Yuan Ze masih sibuk berlagak seolah ia sedang mencari cara untuk mengobatinya dan melakukan segala hal yang bisa membuat racunnya berhenti menyebar ke seluruh tubuh
“Apakah sekarang mereka sedang latihan angkat beban? Mereka tampaknya belum terbiasa dengan latihan yang diberikan Xiao Ruo.“ ucap Yue Fei, melihat dari balik jendela ruangan ketua sekte ketika para murid di lapangan sana sedang berlatih mengangkat tumpukan batu di dalam karung dan Yuan Ze meminta mereka memapahnya naik dan turun tangga. Tentu saja yang terakhir akan mendapatkan hukuman. “Sepertinya dia bersungguh-sungguh ingin melatih talenta murid sekte. Yah, lagipula Sekte ini memang dibangun oleh Dewa bumi kan?“ lanjut Jian Yu yang tampak sedang menyeruput teh di mejanya. Dalam perbincangan santai itu Zhao Yu tiba-tiba menghela nafasnya. “... Sepertinya aku merasa kalau aku harus melakukan sesuatu nanti. Cincin yang kuberikan padanya tampaknya tidak akan bertahan lama lagi setelah kejadian semalam.“ keluhnya sambil menyeruput tehnya. “Hei! Kenapa kalian santai begitu?“ Han Feng dengan wajah suramnya, menatap ketiga orang itu dengan kerutan di dahi dan kantong mata yang tebal. “
Bertahun-tahun lalu, Padang Xinxi adalah Padang yang di penuhi oleh rumput. Beberapa orang sering memilih tempat tersebut untuk beristirahat bahkan Yuan Ze pernah beristirahat di sana bersama dengan dua makhluk yang ia temukan baru-baru ini. Namun, sekarang Padang Xinxi yang lembut dan beraroma embun itu telah hilang. Digantikan oleh gundukan daging dan tulang dari mayat-mayat pasukan sepuluh kerajaan yang belum dimakamkan. “Kenapa suasananya masih terlihat sama seperti awal-awal aku meninggalkannya? Apakah tidak ada kultivator lain yang mengurus mayat-mayat mereka?“ Dengan menggunakan jurus teleportasi yang hanya bisa digunakan oleh seorang Dewa, Yuan Ze sampai di tempat bekas peperangan hanya dalam sepersekian detik dan memperhatikan pemandangan yang bisa merusak mata. Ribuan mayat masih berada di tempat kematian mereka dan sudah membusuk, nyaris saling menyatu dengan mayat yang lain. Aroma busuk membuat udara di sekitarnya menjadi hitam dan berkabut bahkan tanah yang saat ini ia
“Akh! Badanku sakit semua karena dipukuli makhluk aneh itu.“ “Aku merasa ini sudah keterlaluan.“Seluruh murid sekte kembali ke asrama mereka dengan wajah babak belur meski beberapa dari mereka ada yang selamat. Semua orang di sana sibuk merapikan diri mereka dari debu dan bersiap tidur. Namun, sampai saat ini, setelah latihan selesai, mereka tidak lagi bertemu dengan Yuan Ze. “Kira-kira kemana anak itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Hei! Kakak pertama! Apa kau tidak curiga kalau dia itu penipu?“ ucap salah satu murid ketika Mo Ran sedang merapikan pakaiannya. Mo Ran terdiam sejenak. Dia mulai merasa kalau kekuatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Ze yang bahkan berhasil mementalkan para murid padahal dia sama sekalian tidak menggerakkan seujung jari pun. Di sisi lain, dia juga menggunakan jurus yang membuat tubuhnya mengecil untuk menghemat kekuatan spiritualnya sementara, jurus seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya sudah setara







