Home / Fantasi / Sang Dewa Bumi: Yuan Ze / Bab. 5 - Jantung Gerhana

Share

Bab. 5 - Jantung Gerhana

Author: Norayolayora
last update Huling Na-update: 2025-12-30 00:12:34

“Huh! Baiklah aku mengaku! Aku memang Dewa bumi, Yuan Ze seperti yang kakek itu katakan pada kalian.“ celetuk Yuan Ze sembari duduk di atas kasurnya dan melipat tangannya. Melihat wajah-wajah dengan alis terangkat dan mulut mengaga yang berasal dari tiga orang manusia bumi.

“Dewa bumi? Tapi bukannya dia seharusnya menyendiri dan bersembunyi dari para manusia? Bukan! Seharusnya kau itu tinggal di alam langit kan?“ Yue Fei bertanya dengan bahunya yang terangkat.

“Jian Yu, aku bisa melihat masa depan sekte awan yang suram.“ bisik Han Feng pada Jian Yu.

“Oh? Kenapa?“ Jian Yu bertanya balik padanya.

“Soalnya, sekarang ada dua makhluk langit yang tinggal di sekte kita. Kalau begini terus, bisa-bisa aku yang mengundurkan diri.“ balasnya dengan pasrah dan wajahnya yang tak berhenti menatap Yuan Ze seperti sudah siap menyerahkan gelarnya sebagai pemimpin sekte padanya.

“Kau masih percaya pada dongeng yang bilang kalau mengurus makhluk langit bisa mendatangkan kesialan?“ gumam Jian Yu.

“Ya, kira-kira seperti itu.“ jawabnya.

Yuan Ze mengabaikan dua orang yang sedang berbicara tak jauh darinya. Di sisi lain, ia harus memikirkan apa yang sepantasnya ia lakukan selanjutnya. Sudah pasti, ia harus bersembunyi dari para makhluk langit yang saat ini sedang mengincarnya, mengincar jantung gerhana yang sudah melekat pada jiwanya. Saat ini, tubuh aslinya mungkin sedang diikat di penjara istana dingin.

“Hanya tersisa tubuh ini saja. Aku mungkin harus mencari wadah lain untuk berjaga-jaga kalau wadah ini terluka suatu saat nanti. Kira-kira, apakah dia sudah menurunkan bala tentaranya untuk memburuku belum ya?“ batin Yuan Ze.

“Maaf, Dewa Bumi...“ Han Feng mendekat, mencoba membuka pembicaraan dengannya.

Namun, tiba-tiba Yuan Ze menaruh jari telunjuknya tepat di depan bibirnya “shhhtt“ sembari berkata, “Jangan panggil aku begitu. Panggil saja dengan nama manusia ku, Xiao Ruo.“ ucapnya pelan.

“Oh, baik. Xiao Ruo. Bagaimana kau bisa sampai kemari? Apalagi dengan penampilan awalmu yang mengerikan tadi. Murid-murid ku sampai kaget olehmu.“ lanjut Han Feng.

“Apakah aku punya hak untuk tidak menceritakannya? Kalian manusia-manusia bumi tidak perlu tahu urusan para petinggi langit.“ celetuk Yuan Ze yang langsung memalingkan wajah dan mengerutkan keningnya.

“Oh, sial. Sia-sia saja aku bertanya.“ batin Han Feng yang menahan kekhawatirannya dengan wajahnya yang masam, dipenuhi oleh keringat.

“Dasar tidak tahu berterima kasih. Kami sudah menyelamatkan nyawamu tahu! Kalau kami tidak segera membangunkan mu saat itu, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.“ celetuk Zhao Yu, mendorong dorong dahi Yuan Ze dengan jari telunjuknya kemudian melipat tangannya.

“Ah! Orang tua ini! Apakah semua orang tua sama seperti dia?!“ batin Yuan Ze, menggerakkan giginya, menahan rasa keinginannya untuk menjitak kepala orang tua di depannya.

“Kalau aku lihat dari awal sampai sekarang, sepertinya kau juga sedang diincar dan memerlukan tempat persembunyian. Apakah aku benar?“ Jian Yu tiba-tiba berbicara di tengah keheningan dan membuat kaget semua orang termasuk Yuan Ze.

Yuan Ze menyeringai sembari menatapnya, “Pintar juga otakmu berjalan ya. Aku memang membutuhkan tempat persembunyian tetapi, kalian para manusia tidak mungkin bisa melakukannya. Kalaupun kalian bisa menyembunyikan ku di sini, itu hanya akan membahayakan nyawa kalian. Sudahlah, aku tidak ingin membuat kalian repot.“

“Tapi kenapa mereka mengincarmu? Apa yang mereka inginkan? Kau kan hanya dewa bumi yang tidak punya pengaruh apapun terhadap langit dan hanya berkuasa di bumi.“ celetuk Zhao Yu seolah ia sedang mencoba memancing amarah Yuan Ze.

Yuan Ze menoleh ke arah tiga orang di sana yang berwajah seolah tak mengetahui apapun, “... Hei! Darimana kalian memungut orang tua ini? Kenapa kalian mau sih menerima mantan penduduk langit seperti dia?“ ucapnya asal.

“Bukan kami yang memungut tapi dia yang memaksa masuk.“ jawab Han Feng apa adanya yang terlintas dalam pikirannya.

“Hei! Bocah! Secara usia, aku ini lebih tua darimu tahu! Aku bahkan sudah hidup saat Ayahmu itu masih anak-anak!“ Zhao Yu menarik kerah atas Yuan Ze sementara tangannya yang lain terkepal ke atas, hendak memukulnya meski ia tahan.

“Iya, iya. Baiklah. Aku mengerti. Lepaskan aku sekarang! Hanya ini wadah yang aku miliki saat ini!“ Yuan Ze memaksa Zhao Yu melepas tangannya hingga benar-benar terlepas.

Yuan Ze menghela nafas, melipat tangannya sembari melihat ke lantai kayu di bawah kakinya. “... Saat ini, aku sedang menjadi incaran para makhluk langit. Bukan karena pengaruh ku tidak terlalu besar untuk mahkluk langit tetapi, karena aku menyimpan Jantung gerhana itu dalam jiwaku.“ ucapnya dengan suara yang sedikit ditekan.

“Jantung gerhana? Apa itu?“ tanya Yue Fei yang tidak tahu apapun. Begitu juga dengan Han Feng dan Jian Yu yang kebingungan karena tak pernah berurusan dengan makhluk langit. Namun, ekspresi berbeda justru ditunjukkan oleh Jian Yu yang langsung mengangkat kedua alisnya dengan pupil mata yang terbuka lebar.

“Apa katamu?! Jantung gerhana?! Kenapa benda itu bisa ada padamu?!“ Zhao Yu langsung menghentakkan kedua pundak Yuan Ze beberapa kali.

“AHH! Biarkan aku menyelesaikan kalimatku dasar kakek tua!“ bentak Yuan Ze yang langsung menyingkirkan kedua tangan Zhao Yu darinya. “... Untuk kalian para manusia pasti tidak tahu soal ini tetapi, kalian pasti tahu tentang dewi gerhana yang hidup dan mati tiap 350 tahun sekali.“

“Oh, aku kira itu hanya dongeng yang dibuat orang zaman dulu. Ternyata benar, Dewi gerhana hanya menghabiskan hidupnya selama beberapa jam di bumi setelah dia mengembalikan monster-monster kembali ke dunia bawah.“ ucap Han Feng.

“Ya, aku dengar dari beberapa penduduk desa juga seperti itu. Dan sekarang, para monster dari dunia bawah juga sudah berkeliaran.“ lanjut Jian Yu.

“Sepertinya, dinding pembatas dunia manusia dengan dunia bawah sudah mulai terbuka. Bukankah itu tugas Dewa bumi untuk menyelesaikan masalah itu? Tapi, dewa bumi yang seharusnya membereskannya, malah berada di sini.“ Yue Fei melanjutkan sembari memancing perhatian kedua pria di sebelahnya menuju Yuan Ze.

Yuan Ze mengalihkan perhatian sejenak sembari menutup bibirnya rapat-rapat. “... Aku minta maaf karena aku sempat membolos waktu itu. Aku menghabiskan waktuku dengan bersembunyi begitu Dewi gerhana menitipkan jantungnya padaku. Aku juga tidak menyangka Dewi gerhana menitipkannya padaku dan hal itu diketahui oleh Kaisar langit kemudian akulah yang menjadi incarannya.“

“Kaisar langit, orang yang seharusnya melindungi para makhluk makhluk langit, kenapa dia malah mengincarmu?“ Zhao Yu bertanya kembali.

Yuan Ze menghela nafasnya sesaat, “Dia menginginkan kekuatannya. Kekuatan yang bahkan pemiliknya pun takut untuk memilikinya. Kalau sampai Yang Mulia memilikinya, dia pasti bisa mengendalikan semua monster dunia bawah. Entah apa yang akan dilakukannya jika sudah mendapatkannya. Tapi, aku takut tujuannya adalah untuk menghancurkan seluruh manusia bumi. Itu adalah rencana yang ia sebut sebagai era penciptaan ulang.“

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 16 - Bukti

    “Apa ini? Kau pasti bercanda!“ Su Yingpei tampak menahan amarahnya saat menatap Yuan Ze berdiri di hadapannya dengan penuh percaya diri. “... Tidak mungkin anak kecil seperti dirinya bisa membawa seorang pemuda yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar darinya apalagi, dia membawanya dari tempat bekas peperangan!“ Yuan Ze menghela nafas sembari melipat tangannya. Dia mengangkat satu alisnya pada Su Yingpei sebelum ia menjelaskan, “... Siapa yang bilang kalau aku berjalan dari tempat bekas peperangan itu menuju Sekte Pedang awan? Tidak ada yang bilang kan? Kau tidak tahu ada cara termudah untuk menyelamatkan nyawa Tuan muda Su sebelum tubuhnya berubah menjadi seperti mayat hidup.“ Yuan Ze memberi jeda sejenak kemudian ia mencekik, menunjukkan seekor ular hijau pemberian Xuan She ke hadapan Su Yingpei yang masih mencoba mencerna apa yang diucapkannya. “... Dewa Ular! Aku meminjam kekuatannya untuk menyelamatkan mu! Kau mungkin tidak akan menyangka Dewa Ular juga turut serta menyelamatkan

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 15 - Pemurnian

    Pada dasarnya, kekuatan yang bisa memurnikan kekuatan iblis yang merasuki tubuh manusia, hanya dimiliki oleh Dewa Ular seorang. Pada zaman dahulu, Dewa Ular pernah mewariskan kekuatannya pada seseorang saat gelombang perang antara iblis dan manusia mulai pasang. Dewa Ular mengajarinya pada manusia agar mereka bisa saling melindungi. Sayangnya, Dewa ular hanya melakukannya di wilayah Sekte Menara langit, yang ada di kota Ling Tai. Semakin lama, jurus itu menjadi jurus turun-temurun dan dirahasiakan oleh Sekte Menara langit sebagai senjata mereka. Yuan Ze yang saat itu masih muda ketika Dewa Ular terdahulu masih hidup menyesal karena tidak mempelajarinya. Dia terlalu sibuk memimpin pasukan perang dan memutar cara agar bangsa iblis bisa kembali ke tempat mereka. Saat menggunakan jurus itu pada seseorang, Dewa Ular terdahulu bisa melakukannya dalam waktu singkat namun, karena Dewa Ular yang sekarang masih tergolong muda dan baru, ia bisa melakukannya dalam waktu satu sampai dua hari hing

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 14 - Penawar Racun

    “Hei! Bocah bodoh! Apa yang kau lakukan?! Kau bisa mati!“ Yuan Ze langsung membenarkan posisi Mo Ran agar dia bisa mengalirkan energi spiritualnya ke dalam tubuh Mo Ran. Yuan Ze tahu kalau ini semua sia-sia tetapi, di sisi lain ia tidak bisa meninggalkan maupun membawa Mo Ran pada seorang tabib karena waktunya tidak akan cukup. Di saat kepanikan itu melanda Yuan Ze, dari arah belakang seseorang terdengar sedang berjalan ke arahnya sambil berkata, “... Percuma saja kau melakukan sesuatu untuknya. Karena tidak ada obat atau penawar yang bisa menetralkan racunnya. Haha! Semua yang kau lakukan akan sia-sia!“ ucapnya angkuh.Sementara laki-laki itu berbicara, Yuan Ze masih sibuk mengurus Mo Ran yang tak sadar sadar. Ia melakukan segala cara untuk nyawa seseorang yang seharusnya menjadi kakak pertama selama ia berada di Sekte. Yuan Ze masih sibuk berlagak seolah ia sedang mencari cara untuk mengobatinya dan melakukan segala hal yang bisa membuat racunnya berhenti menyebar ke seluruh tubuh

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 13 - Tamu Tak Terduga

    “Apakah sekarang mereka sedang latihan angkat beban? Mereka tampaknya belum terbiasa dengan latihan yang diberikan Xiao Ruo.“ ucap Yue Fei, melihat dari balik jendela ruangan ketua sekte ketika para murid di lapangan sana sedang berlatih mengangkat tumpukan batu di dalam karung dan Yuan Ze meminta mereka memapahnya naik dan turun tangga. Tentu saja yang terakhir akan mendapatkan hukuman. “Sepertinya dia bersungguh-sungguh ingin melatih talenta murid sekte. Yah, lagipula Sekte ini memang dibangun oleh Dewa bumi kan?“ lanjut Jian Yu yang tampak sedang menyeruput teh di mejanya. Dalam perbincangan santai itu Zhao Yu tiba-tiba menghela nafasnya. “... Sepertinya aku merasa kalau aku harus melakukan sesuatu nanti. Cincin yang kuberikan padanya tampaknya tidak akan bertahan lama lagi setelah kejadian semalam.“ keluhnya sambil menyeruput tehnya. “Hei! Kenapa kalian santai begitu?“ Han Feng dengan wajah suramnya, menatap ketiga orang itu dengan kerutan di dahi dan kantong mata yang tebal. “

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 12 - Padang Xinxi

    Bertahun-tahun lalu, Padang Xinxi adalah Padang yang di penuhi oleh rumput. Beberapa orang sering memilih tempat tersebut untuk beristirahat bahkan Yuan Ze pernah beristirahat di sana bersama dengan dua makhluk yang ia temukan baru-baru ini. Namun, sekarang Padang Xinxi yang lembut dan beraroma embun itu telah hilang. Digantikan oleh gundukan daging dan tulang dari mayat-mayat pasukan sepuluh kerajaan yang belum dimakamkan. “Kenapa suasananya masih terlihat sama seperti awal-awal aku meninggalkannya? Apakah tidak ada kultivator lain yang mengurus mayat-mayat mereka?“ Dengan menggunakan jurus teleportasi yang hanya bisa digunakan oleh seorang Dewa, Yuan Ze sampai di tempat bekas peperangan hanya dalam sepersekian detik dan memperhatikan pemandangan yang bisa merusak mata. Ribuan mayat masih berada di tempat kematian mereka dan sudah membusuk, nyaris saling menyatu dengan mayat yang lain. Aroma busuk membuat udara di sekitarnya menjadi hitam dan berkabut bahkan tanah yang saat ini ia

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 11 - Wadah Tumbal

    “Akh! Badanku sakit semua karena dipukuli makhluk aneh itu.“ “Aku merasa ini sudah keterlaluan.“Seluruh murid sekte kembali ke asrama mereka dengan wajah babak belur meski beberapa dari mereka ada yang selamat. Semua orang di sana sibuk merapikan diri mereka dari debu dan bersiap tidur. Namun, sampai saat ini, setelah latihan selesai, mereka tidak lagi bertemu dengan Yuan Ze. “Kira-kira kemana anak itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Hei! Kakak pertama! Apa kau tidak curiga kalau dia itu penipu?“ ucap salah satu murid ketika Mo Ran sedang merapikan pakaiannya. Mo Ran terdiam sejenak. Dia mulai merasa kalau kekuatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Ze yang bahkan berhasil mementalkan para murid padahal dia sama sekalian tidak menggerakkan seujung jari pun. Di sisi lain, dia juga menggunakan jurus yang membuat tubuhnya mengecil untuk menghemat kekuatan spiritualnya sementara, jurus seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya sudah setara

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status