Masuk“Baiklah! Aku sudah memberikan informasi yang kalian inginkan sekarang biarkan aku pergi.“ ucap Yuan Ze, hendak menurunkan kedua kakinya ke lantai namun, kembali dihalangi oleh Han Feng yang langsung mengembalikan kakinya ke atas kasur.
“Apa? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya termasuk alasanku datang ke sini?“ celetuk Yuan Ze, sembari menurunkan alisnya saat ia melihat Han Feng menatapnya dengan alis dan bibir berkerut. “Aku hanya merasa kasihan, tak ada satupun makhluk langit yang mau membelamu. Ahh, bagaimana kau bisa bertahan hidup sampai 350 tahun kemudian?“ Han Feng mengusap usap bagian bawah matanya yang tampak berair. Baginya, Yuan Ze mungkin saja seperti anak berusia 14 tahun yang hidup sebatang kara dan terpaksa tinggal di kandang serigala. “Kenapa orang-orang yang ada di sini begitu menyebalkan?“ batin Yuan Ze tak terima bila ia disamakan dengan anak manusia berusia 14 tahun. Zhao Yu tiba-tiba mendekatinya dengan wajahnya yang dipenuhi dengan niat busuk yang ingin memanfaatkan situasinya. “... Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan, Xiao Ruo?“ “...“ “Hei! Jangan sembarangan memutuskan!“ celetuk Yue Fei yang langsung melangkah mendekatinya. “Serahkan saja padaku, Yue Fei. Aku bisa mengatasinya. Begini juga, aku ini mantan penduduk langit.“ jawab Zhao Yu menatap Yue Fei sesaat kemudian kembali menatap Yuan Ze yang sedang menyipitkan kedua matanya, meragukan perkataan dan kemampuan Zhao Yu. “Bagaimana kalau aku membuatkanmu jimat penghalang yang bisa menyembunyikan mu dari pengawasan langit?“ entah karena cahaya siang yang begitu menyilaukan dari jendela yang terbuka, Yuan Ze merasa kedua mata biru Zhao Yu tampak menyala, seolah sedang menyorotinya. Yuan Ze terus mengerutkan alisnya, menatap apa arti cahaya menyilaukan yang ada di kedua mata Zhao Yu. Setelah ia menyepakati kesepakatan ini, ia pasti akan langsung diperbudak oleh mereka. “Oh, ya? Memangnya apa yang bisa kau lakukan?“ Yuan Ze menyeringai, melipat kedua tangannya sembari mengangkat satu alisnya. Zhao Yu membalasnya dengan bibir terangkat sebelah dan mata yang sengaja di sipit kan. “... Menurutmu, apakah istana langit pernah mengusir penduduk langit dan tinggal di bumi? Apakah ada hukum yang menyatakan bahwa orang yang pernah membantah ucapan Kaisar Langit akan dipenjara dalam bumi untuk selamanya?“ Yuan Ze terdiam sejenak. Ia melupakan satu hal. Tak pernah ada satupun makhluk langit yang dihukum tinggal di bumi selamanya. Memangnya hukuman macam apa itu? Makhluk langit yang diketahui bersalah, akan dipenjara dalam istana dingin dan disiksa di sana sampai mereka benar-benar bertobat. Bodohnya Yuan Ze ia percaya kalau Zhao Yu adalah orang yang diusir dari istana langit dan diminta tinggal di bumi untuk selamanya. Padahal, jika memang ada hukum yang seperti itu, hakim langit harus meminta izin darinya. “Jadi, kau ini buronan?! Wah,...“ Yuan Ze menatap Han Feng dengan percaya diri. “... Rupanya kalian telah memelihara seorang buronan di sini. Pantas saja daritadi kau mengkhawatirkan kesialan yang ada di sekte mu.“ lanjutnya. Han Feng mengangkat kedua alisnya, ia dibuat terdiam sejenak begitu mendengar Yuan Ze mengetahui apa yang ia keluhkan sejak tadi pada Jian Yu secara diam-diam. “... Bagaimana kau tahu kalau sejak tadi aku mengeluhkan itu?“ “Aku bisa membaca pikiran semua makhluk yang hidup di bumi. Kau pikir aku ini siapa?“ ucap Yuan Ze sembari menunjuk ke arah kepalanya sendiri. “... Sekte kalian terus mengalami kesialan karena kalian menerima seorang buronan di sini.“ “Memangnya kau sendiri bukan buronan yang sedang dicari? Aku yakin, besok pasti akan ada yang menemukanmu dan Yang Mulia mungkin akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Kalau kau tidak mau menerima tawaran ku, ya sudah. Memangnya apa yang membuatku tidak terpantau oleh istana langit sampai sejauh ini?“ Zhao Yu bergerak membelakanginya, berlagak seolah ia yang saat ini paling dibutuhkan oleh Yuan Ze. Yuan Ze menghela nafasnya dalam-dalam. “... Haah! Baiklah! Aku terima tawaranmu! Sebagai gantinya aku harus melakukan apa?!“ “Hehe...“ dalam kesepakatan itu, Zhao Yu tertawa mencurigakan sementara Han Feng, yang merupakan ketua sekte Pedang awan saja tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Zhao Yu. Zhao Yu mengacungkan jari telunjuknya dan mengarahkannya pada Yuan Ze. Dengan bibir terangkat sebelah dan alis yang di kerutkan, ia berkata, “... Aku ingin kau menjadi "guru" untuk murid-murid di Sekte Pedang awan sampai mereka menuju kejayaannya!“ “HAAHH?!“ Ketiga tetua di belakangnya langsung mengangkat kedua alisnya dengan mulut mereka yang mengaga dan bahu terangkat. Mereka tak menduga tawaran yang diberikan Zhao Yu itu seolah mencoba memperbudak seorang Dewa Bumi seumur hidupnya. “T- tapi, apa itu tidak berlebihan Tetua Zhao?“ Han Feng mencoba menawar namun, ia langsung di sela oleh Yue Fei yang tampak bersemangat. “Ya! Kesepakatan yang bagus! Selama kau berada di bumi, kau pasti tidak akan melakukan apapun kan?! Ini kesempatan mu untuk mengambil murid!“ ucap Yue Fei. “Ahh, tapi...“ Han Feng mencoba mengatakan sesuatu namun, lagi-lagi ia di sela oleh Jian Yu yang berdiri di depannya. “Aku rasa ini sepadan. Lagipula, kami juga akan membantu merahasiakan keberadaan mu. Sekte pedang awan akan menjamin keberadaan mu tetap di rahasiakan.“ ucap Jian Yu. “Jian Yu! Kenapa kau juga ikut-ikutan?!“ batin Han Feng yang hanya menatap punggung mereka bertiga dari belakang. Dari depan sana, Yuan Ze tampak berpikir-pikir lebih dulu. Sementara Han Feng terus mengira Yuan Ze akan merasa diperbudak oleh mereka. Meski sejujurnya, Han Feng merasa sangat terbantu jika Yuan Ze yang merupakan seorang dewa bumi menjadi Guru untuk murid-murid sektenya. “Baiklah! Aku terima tawaranmu! Aku akan menjadi "Guru" untuk murid-murid payahmu ini. Aku sudah bisa melihat kemampuan mereka yang berada jauh dari rata-rata.“ Yuan Ze berkata sembari melipat tangannya. Han Feng tak menduga yang dikatakan oleh Yuan Ze kali ini. Tawaran itu diterima begitu saja olehnya meski itu terlihat seperti memperbudak dirinya sendiri seumur hidupnya. “Tapi, kenapa kau mau menerima tawaran ini?“ Han Feng melangkah mendekatinya, memastikan Yuan Ze benar-benar akan melakukan kesepakatan itu. Yuan Ze mengangkat bibirnya sedikit, tersenyum tipis sebelum menjawab, “Aku sering mendengar mu, berdoa di depan kuil ku meminta agar para murid di sekte mu bisa melebihi guru-guru nya. Melihat keadaan mu saat ini aku sudah mengerti. Sudah waktunya aku membalas semua doa-doa mu itu.“ Han Feng tiba-tiba merasakan dirinya seperti tersambar petir. Ia memang sering berdoa seperti itu tetapi, yang tidak ia duga, Dewa bumi sendirilah yang akan melakukannya. “Oh, apakah ini benar-benar asli? Tetapi, bagaimana seorang dewa mengajari anak manusia yang memiliki batas kemampuan yang sangat berbeda jauh?““Akh! Badanku sakit semua karena dipukuli makhluk aneh itu.“ “Aku merasa ini sudah keterlaluan.“Seluruh murid sekte kembali ke asrama mereka dengan wajah babak belur meski beberapa dari mereka ada yang selamat. Semua orang di sana sibuk merapikan diri mereka dari debu dan bersiap tidur. Namun, sampai saat ini, setelah latihan selesai, mereka tidak lagi bertemu dengan Yuan Ze. “Kira-kira kemana anak itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Hei! Kakak pertama! Apa kau tidak curiga kalau dia itu penipu?“ ucap salah satu murid ketika Mo Ran sedang merapikan pakaiannya. Mo Ran terdiam sejenak. Dia mulai merasa kalau kekuatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Ze yang bahkan berhasil mementalkan para murid padahal dia sama sekalian tidak menggerakkan seujung jari pun. Di sisi lain, dia juga menggunakan jurus yang membuat tubuhnya mengecil untuk menghemat kekuatan spiritualnya sementara, jurus seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya sudah setara
“Apa? Dia yang akan menjadi guru untuk kita?!“Murid-murid dari sekte Pedang Awan tampak tak percaya dengan yang dikatakan dan ditunjukkan oleh Lu Tao pada mereka. Bagi mereka, tentu saja Yuan Ze hanyalah anak yang masih berusia 14 tahun. Dia bahkan lebih muda dari mereka. Dan lantas, apa yang membuat ketua sekte menyetujui anak ini menjadi Guru untuk mereka? “Kakak pertama! Apa benar dia yang akan menjadi Guru kita?“ salah seorang murid bertanya pada Mo Ran yang wajahnya sudah tidak bersemangat, pucat bahkan kehilangan kata-kata. Dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Mereka masih tidak percaya bahkan dengan jawaban yang diberikan dari kakak pertama mereka. Karena tidak memiliki darah seorang cenayang, mereka tidak bisa memperkirakan seperti apa kekuatan Yuan Ze yang sebenarnya. Berbeda dengan Lu Tao yang bisa merasakannya bahkan sejak awal mereka bertemu. “Hei! Lu Tao! Apakah kau bisa meyakinkan kami kalau dia itu orang yang sangat kuat?!“ salah seorang murid menunjuk
Beberapa saat lalu. “Hei kak! Aku sangat yakin ada seseorang yang mengawasi kita dari balik pohon itu.“ ucap Lu Tao pada Mo Ran sembari menunjuk ke arah pohon ginkgo yang menjadi tempat persembunyian Yuan Ze di sana. Mo Ran juga ikut memperhatikannya. Ia tak merasakan keberadaan seseorang yang bersembunyi di sana. Namun, karena Lu Tao berasal dari keluarga cenayang yang bisa melihat tingkat kemampuan seseorang, dia pasti benar ada seseorang yang bersembunyi di sana. “Apakah dia cukup berbahaya kalau benar dia bersembunyi di sana?“ tanya Mo Ran. “Aku tidak tahu kalau belum melihatnya. Bisa saja dia penyusup dari Klan Iblis yang ingin menghancurkan sekte kita.“ Mo Ran seketika menjadi teringat. Di dunia ini, memang ada yang namanya Klan Iblis yang gemar sekali menghancurkan. Ditambah lagi, wujud mereka sama seperti manusia biasa. Itulah kenapa mereka sering mengatakan bahwa siapa tahu, diantara mereka ada iblis yang menyamar. Hanya seorang cenayang yang bisa menebak kekuatan spirit
Pada zaman dahulu kala, Dewa bumi pernah turun ke bumi sejenak, setelah Dewi gerhana menitipkan jantungnya padanya. Sang dewa bumi memastikan Dewi gerhana melakukan tugasnya dengan baik dengan mengembalikan monster-monster kembali ke dunia bawah. Namun, ketika ia sudah memastikan tak ada lagi monster yang berkeliaran di tempatnya dan ketika dewa bumi hendak kembali ke langit, ia menemukan seekor ular yang terhimpit oleh bangunan yang hancur. Bangunan itu hancur karena serangan monster yang mengamuk dan beruntungnya ia tidak menemukan satupun mayat manusia yang berada di sana. Namun, ketika ia menggali untuk memastikan, ia malah menemukan seekor ular besar, yang sedang melingkar, melindungi sesuatu dengan tubuhnya. Ular itu sudah mati, tetapi sesuatu yang dilindunginya menunjukkan sedikit kehidupan. Benda itu adalah sebuah telur yang ukurannya nyaris seperti ukuran bayi manusia yang baru lahir. Dewa Bumi itu tersentuh melihatnya. Tubuh ular itu dipenuhi oleh luka monster dan anak p
“Apa ini? Sebuah cincin? Kau tidak berniat menikahi sesama lelaki kan?“ Yuan Ze memperhatikan sebuah cicin giok, dengan mata berwarna merah terang pada bagian tengahnya. Di belakang cincin itu, terdapat sebuah tulisan yang tak terbaca yang lebih mirip sebuah simbol perlindungan. “Bahkan wanita pun tak akan ada yang mau menikahimu! Kurang kerjaan sekali aku memberikanmu cincin buatan ku hanya untuk seperti itu. Itu adalah jimat penangkal. Untuk sementara waktu, posisimu tidak akan diketahui oleh penduduk langit bahkan Yang Mulia. Untuk berjaga-jaga, Aku akan memperbarui mantranya sebulan sekali.“ Zhao Yu menutup sebuah kotak yang dipenuhi dengan batu permata yang asalnya belum diketahui oleh siapapun. Yuan Ze menatapnya dengan penuh curiga. “... Darimana kau mendapatkan batu-batu permata itu?“ “Oh, ini? Aku menemukannya setelah membunuh monster dunia bawah. Benda ini terjatuh saat tubuh mereka hancur.“ Zhao Yu menunjukkan salah satunya. Benda itu mirip seperti sebuah kristal yang ta
“Baiklah! Aku sudah memberikan informasi yang kalian inginkan sekarang biarkan aku pergi.“ ucap Yuan Ze, hendak menurunkan kedua kakinya ke lantai namun, kembali dihalangi oleh Han Feng yang langsung mengembalikan kakinya ke atas kasur. “Apa? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya termasuk alasanku datang ke sini?“ celetuk Yuan Ze, sembari menurunkan alisnya saat ia melihat Han Feng menatapnya dengan alis dan bibir berkerut.“Aku hanya merasa kasihan, tak ada satupun makhluk langit yang mau membelamu. Ahh, bagaimana kau bisa bertahan hidup sampai 350 tahun kemudian?“ Han Feng mengusap usap bagian bawah matanya yang tampak berair. Baginya, Yuan Ze mungkin saja seperti anak berusia 14 tahun yang hidup sebatang kara dan terpaksa tinggal di kandang serigala. “Kenapa orang-orang yang ada di sini begitu menyebalkan?“ batin Yuan Ze tak terima bila ia disamakan dengan anak manusia berusia 14 tahun. Zhao Yu tiba-tiba mendekatinya dengan wajahnya yang dipenuhi dengan niat busuk yang ingin m







