Home / Fantasi / Sang Dewa Bumi: Yuan Ze / Bab. 6 - Kesepakatan

Share

Bab. 6 - Kesepakatan

Author: Norayolayora
last update Last Updated: 2026-01-01 09:19:39

“Baiklah! Aku sudah memberikan informasi yang kalian inginkan sekarang biarkan aku pergi.“ ucap Yuan Ze, hendak menurunkan kedua kakinya ke lantai namun, kembali dihalangi oleh Han Feng yang langsung mengembalikan kakinya ke atas kasur.

“Apa? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya termasuk alasanku datang ke sini?“ celetuk Yuan Ze, sembari menurunkan alisnya saat ia melihat Han Feng menatapnya dengan alis dan bibir berkerut.

“Aku hanya merasa kasihan, tak ada satupun makhluk langit yang mau membelamu. Ahh, bagaimana kau bisa bertahan hidup sampai 350 tahun kemudian?“ Han Feng mengusap usap bagian bawah matanya yang tampak berair. Baginya, Yuan Ze mungkin saja seperti anak berusia 14 tahun yang hidup sebatang kara dan terpaksa tinggal di kandang serigala.

“Kenapa orang-orang yang ada di sini begitu menyebalkan?“ batin Yuan Ze tak terima bila ia disamakan dengan anak manusia berusia 14 tahun.

Zhao Yu tiba-tiba mendekatinya dengan wajahnya yang dipenuhi dengan niat busuk yang ingin memanfaatkan situasinya. “... Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan, Xiao Ruo?“

“...“

“Hei! Jangan sembarangan memutuskan!“ celetuk Yue Fei yang langsung melangkah mendekatinya.

“Serahkan saja padaku, Yue Fei. Aku bisa mengatasinya. Begini juga, aku ini mantan penduduk langit.“ jawab Zhao Yu menatap Yue Fei sesaat kemudian kembali menatap Yuan Ze yang sedang menyipitkan kedua matanya, meragukan perkataan dan kemampuan Zhao Yu.

“Bagaimana kalau aku membuatkanmu jimat penghalang yang bisa menyembunyikan mu dari pengawasan langit?“ entah karena cahaya siang yang begitu menyilaukan dari jendela yang terbuka, Yuan Ze merasa kedua mata biru Zhao Yu tampak menyala, seolah sedang menyorotinya.

Yuan Ze terus mengerutkan alisnya, menatap apa arti cahaya menyilaukan yang ada di kedua mata Zhao Yu. Setelah ia menyepakati kesepakatan ini, ia pasti akan langsung diperbudak oleh mereka.

“Oh, ya? Memangnya apa yang bisa kau lakukan?“ Yuan Ze menyeringai, melipat kedua tangannya sembari mengangkat satu alisnya.

Zhao Yu membalasnya dengan bibir terangkat sebelah dan mata yang sengaja di sipit kan. “... Menurutmu, apakah istana langit pernah mengusir penduduk langit dan tinggal di bumi? Apakah ada hukum yang menyatakan bahwa orang yang pernah membantah ucapan Kaisar Langit akan dipenjara dalam bumi untuk selamanya?“

Yuan Ze terdiam sejenak. Ia melupakan satu hal. Tak pernah ada satupun makhluk langit yang dihukum tinggal di bumi selamanya. Memangnya hukuman macam apa itu? Makhluk langit yang diketahui bersalah, akan dipenjara dalam istana dingin dan disiksa di sana sampai mereka benar-benar bertobat. Bodohnya Yuan Ze ia percaya kalau Zhao Yu adalah orang yang diusir dari istana langit dan diminta tinggal di bumi untuk selamanya. Padahal, jika memang ada hukum yang seperti itu, hakim langit harus meminta izin darinya.

“Jadi, kau ini buronan?! Wah,...“ Yuan Ze menatap Han Feng dengan percaya diri. “... Rupanya kalian telah memelihara seorang buronan di sini. Pantas saja daritadi kau mengkhawatirkan kesialan yang ada di sekte mu.“ lanjutnya.

Han Feng mengangkat kedua alisnya, ia dibuat terdiam sejenak begitu mendengar Yuan Ze mengetahui apa yang ia keluhkan sejak tadi pada Jian Yu secara diam-diam. “... Bagaimana kau tahu kalau sejak tadi aku mengeluhkan itu?“

“Aku bisa membaca pikiran semua makhluk yang hidup di bumi. Kau pikir aku ini siapa?“ ucap Yuan Ze sembari menunjuk ke arah kepalanya sendiri. “... Sekte kalian terus mengalami kesialan karena kalian menerima seorang buronan di sini.“

“Memangnya kau sendiri bukan buronan yang sedang dicari? Aku yakin, besok pasti akan ada yang menemukanmu dan Yang Mulia mungkin akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Kalau kau tidak mau menerima tawaran ku, ya sudah. Memangnya apa yang membuatku tidak terpantau oleh istana langit sampai sejauh ini?“ Zhao Yu bergerak membelakanginya, berlagak seolah ia yang saat ini paling dibutuhkan oleh Yuan Ze.

Yuan Ze menghela nafasnya dalam-dalam. “... Haah! Baiklah! Aku terima tawaranmu! Sebagai gantinya aku harus melakukan apa?!“

“Hehe...“ dalam kesepakatan itu, Zhao Yu tertawa mencurigakan sementara Han Feng, yang merupakan ketua sekte Pedang awan saja tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Zhao Yu.

Zhao Yu mengacungkan jari telunjuknya dan mengarahkannya pada Yuan Ze. Dengan bibir terangkat sebelah dan alis yang di kerutkan, ia berkata, “... Aku ingin kau menjadi "guru" untuk murid-murid di Sekte Pedang awan sampai mereka menuju kejayaannya!“

“HAAHH?!“

Ketiga tetua di belakangnya langsung mengangkat kedua alisnya dengan mulut mereka yang mengaga dan bahu terangkat. Mereka tak menduga tawaran yang diberikan Zhao Yu itu seolah mencoba memperbudak seorang Dewa Bumi seumur hidupnya.

“T- tapi, apa itu tidak berlebihan Tetua Zhao?“ Han Feng mencoba menawar namun, ia langsung di sela oleh Yue Fei yang tampak bersemangat.

“Ya! Kesepakatan yang bagus! Selama kau berada di bumi, kau pasti tidak akan melakukan apapun kan?! Ini kesempatan mu untuk mengambil murid!“ ucap Yue Fei.

“Ahh, tapi...“ Han Feng mencoba mengatakan sesuatu namun, lagi-lagi ia di sela oleh Jian Yu yang berdiri di depannya.

“Aku rasa ini sepadan. Lagipula, kami juga akan membantu merahasiakan keberadaan mu. Sekte pedang awan akan menjamin keberadaan mu tetap di rahasiakan.“ ucap Jian Yu.

“Jian Yu! Kenapa kau juga ikut-ikutan?!“ batin Han Feng yang hanya menatap punggung mereka bertiga dari belakang.

Dari depan sana, Yuan Ze tampak berpikir-pikir lebih dulu. Sementara Han Feng terus mengira Yuan Ze akan merasa diperbudak oleh mereka. Meski sejujurnya, Han Feng merasa sangat terbantu jika Yuan Ze yang merupakan seorang dewa bumi menjadi Guru untuk murid-murid sektenya.

“Baiklah! Aku terima tawaranmu! Aku akan menjadi "Guru" untuk murid-murid payahmu ini. Aku sudah bisa melihat kemampuan mereka yang berada jauh dari rata-rata.“ Yuan Ze berkata sembari melipat tangannya.

Han Feng tak menduga yang dikatakan oleh Yuan Ze kali ini. Tawaran itu diterima begitu saja olehnya meski itu terlihat seperti memperbudak dirinya sendiri seumur hidupnya.

“Tapi, kenapa kau mau menerima tawaran ini?“ Han Feng melangkah mendekatinya, memastikan Yuan Ze benar-benar akan melakukan kesepakatan itu.

Yuan Ze mengangkat bibirnya sedikit, tersenyum tipis sebelum menjawab, “Aku sering mendengar mu, berdoa di depan kuil ku meminta agar para murid di sekte mu bisa melebihi guru-guru nya. Melihat keadaan mu saat ini aku sudah mengerti. Sudah waktunya aku membalas semua doa-doa mu itu.“

Han Feng tiba-tiba merasakan dirinya seperti tersambar petir. Ia memang sering berdoa seperti itu tetapi, yang tidak ia duga, Dewa bumi sendirilah yang akan melakukannya. “Oh, apakah ini benar-benar asli? Tetapi, bagaimana seorang dewa mengajari anak manusia yang memiliki batas kemampuan yang sangat berbeda jauh?“

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 16 - Bukti

    “Apa ini? Kau pasti bercanda!“ Su Yingpei tampak menahan amarahnya saat menatap Yuan Ze berdiri di hadapannya dengan penuh percaya diri. “... Tidak mungkin anak kecil seperti dirinya bisa membawa seorang pemuda yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar darinya apalagi, dia membawanya dari tempat bekas peperangan!“ Yuan Ze menghela nafas sembari melipat tangannya. Dia mengangkat satu alisnya pada Su Yingpei sebelum ia menjelaskan, “... Siapa yang bilang kalau aku berjalan dari tempat bekas peperangan itu menuju Sekte Pedang awan? Tidak ada yang bilang kan? Kau tidak tahu ada cara termudah untuk menyelamatkan nyawa Tuan muda Su sebelum tubuhnya berubah menjadi seperti mayat hidup.“ Yuan Ze memberi jeda sejenak kemudian ia mencekik, menunjukkan seekor ular hijau pemberian Xuan She ke hadapan Su Yingpei yang masih mencoba mencerna apa yang diucapkannya. “... Dewa Ular! Aku meminjam kekuatannya untuk menyelamatkan mu! Kau mungkin tidak akan menyangka Dewa Ular juga turut serta menyelamatkan

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 15 - Pemurnian

    Pada dasarnya, kekuatan yang bisa memurnikan kekuatan iblis yang merasuki tubuh manusia, hanya dimiliki oleh Dewa Ular seorang. Pada zaman dahulu, Dewa Ular pernah mewariskan kekuatannya pada seseorang saat gelombang perang antara iblis dan manusia mulai pasang. Dewa Ular mengajarinya pada manusia agar mereka bisa saling melindungi. Sayangnya, Dewa ular hanya melakukannya di wilayah Sekte Menara langit, yang ada di kota Ling Tai. Semakin lama, jurus itu menjadi jurus turun-temurun dan dirahasiakan oleh Sekte Menara langit sebagai senjata mereka. Yuan Ze yang saat itu masih muda ketika Dewa Ular terdahulu masih hidup menyesal karena tidak mempelajarinya. Dia terlalu sibuk memimpin pasukan perang dan memutar cara agar bangsa iblis bisa kembali ke tempat mereka. Saat menggunakan jurus itu pada seseorang, Dewa Ular terdahulu bisa melakukannya dalam waktu singkat namun, karena Dewa Ular yang sekarang masih tergolong muda dan baru, ia bisa melakukannya dalam waktu satu sampai dua hari hing

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 14 - Penawar Racun

    “Hei! Bocah bodoh! Apa yang kau lakukan?! Kau bisa mati!“ Yuan Ze langsung membenarkan posisi Mo Ran agar dia bisa mengalirkan energi spiritualnya ke dalam tubuh Mo Ran. Yuan Ze tahu kalau ini semua sia-sia tetapi, di sisi lain ia tidak bisa meninggalkan maupun membawa Mo Ran pada seorang tabib karena waktunya tidak akan cukup. Di saat kepanikan itu melanda Yuan Ze, dari arah belakang seseorang terdengar sedang berjalan ke arahnya sambil berkata, “... Percuma saja kau melakukan sesuatu untuknya. Karena tidak ada obat atau penawar yang bisa menetralkan racunnya. Haha! Semua yang kau lakukan akan sia-sia!“ ucapnya angkuh.Sementara laki-laki itu berbicara, Yuan Ze masih sibuk mengurus Mo Ran yang tak sadar sadar. Ia melakukan segala cara untuk nyawa seseorang yang seharusnya menjadi kakak pertama selama ia berada di Sekte. Yuan Ze masih sibuk berlagak seolah ia sedang mencari cara untuk mengobatinya dan melakukan segala hal yang bisa membuat racunnya berhenti menyebar ke seluruh tubuh

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 13 - Tamu Tak Terduga

    “Apakah sekarang mereka sedang latihan angkat beban? Mereka tampaknya belum terbiasa dengan latihan yang diberikan Xiao Ruo.“ ucap Yue Fei, melihat dari balik jendela ruangan ketua sekte ketika para murid di lapangan sana sedang berlatih mengangkat tumpukan batu di dalam karung dan Yuan Ze meminta mereka memapahnya naik dan turun tangga. Tentu saja yang terakhir akan mendapatkan hukuman. “Sepertinya dia bersungguh-sungguh ingin melatih talenta murid sekte. Yah, lagipula Sekte ini memang dibangun oleh Dewa bumi kan?“ lanjut Jian Yu yang tampak sedang menyeruput teh di mejanya. Dalam perbincangan santai itu Zhao Yu tiba-tiba menghela nafasnya. “... Sepertinya aku merasa kalau aku harus melakukan sesuatu nanti. Cincin yang kuberikan padanya tampaknya tidak akan bertahan lama lagi setelah kejadian semalam.“ keluhnya sambil menyeruput tehnya. “Hei! Kenapa kalian santai begitu?“ Han Feng dengan wajah suramnya, menatap ketiga orang itu dengan kerutan di dahi dan kantong mata yang tebal. “

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Episode 12 - Padang Xinxi

    Bertahun-tahun lalu, Padang Xinxi adalah Padang yang di penuhi oleh rumput. Beberapa orang sering memilih tempat tersebut untuk beristirahat bahkan Yuan Ze pernah beristirahat di sana bersama dengan dua makhluk yang ia temukan baru-baru ini. Namun, sekarang Padang Xinxi yang lembut dan beraroma embun itu telah hilang. Digantikan oleh gundukan daging dan tulang dari mayat-mayat pasukan sepuluh kerajaan yang belum dimakamkan. “Kenapa suasananya masih terlihat sama seperti awal-awal aku meninggalkannya? Apakah tidak ada kultivator lain yang mengurus mayat-mayat mereka?“ Dengan menggunakan jurus teleportasi yang hanya bisa digunakan oleh seorang Dewa, Yuan Ze sampai di tempat bekas peperangan hanya dalam sepersekian detik dan memperhatikan pemandangan yang bisa merusak mata. Ribuan mayat masih berada di tempat kematian mereka dan sudah membusuk, nyaris saling menyatu dengan mayat yang lain. Aroma busuk membuat udara di sekitarnya menjadi hitam dan berkabut bahkan tanah yang saat ini ia

  • Sang Dewa Bumi: Yuan Ze    Bab. 11 - Wadah Tumbal

    “Akh! Badanku sakit semua karena dipukuli makhluk aneh itu.“ “Aku merasa ini sudah keterlaluan.“Seluruh murid sekte kembali ke asrama mereka dengan wajah babak belur meski beberapa dari mereka ada yang selamat. Semua orang di sana sibuk merapikan diri mereka dari debu dan bersiap tidur. Namun, sampai saat ini, setelah latihan selesai, mereka tidak lagi bertemu dengan Yuan Ze. “Kira-kira kemana anak itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Hei! Kakak pertama! Apa kau tidak curiga kalau dia itu penipu?“ ucap salah satu murid ketika Mo Ran sedang merapikan pakaiannya. Mo Ran terdiam sejenak. Dia mulai merasa kalau kekuatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Ze yang bahkan berhasil mementalkan para murid padahal dia sama sekalian tidak menggerakkan seujung jari pun. Di sisi lain, dia juga menggunakan jurus yang membuat tubuhnya mengecil untuk menghemat kekuatan spiritualnya sementara, jurus seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya sudah setara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status