Share

Bab 19

Author: Jimmy Nugroho
Mendengar perkataan Kelvin, wajah tua Charles langsung dipenuhi kecengangan. Dia menatap Kelvin dengan bengong, lalu menoleh ke Niveria yang di samping.

Kemudian, ekspresi Charles berubah muram. Dia mencela, "Jadi ... dari awal kamu sudah punya istri. Lalu, untuk apa kamu datang ke rumah kami?"

Tatapan Charles yang gelap melekat pada Kelvin. Dia mempertanyakannya, "Dari awal kamu bukan datang untuk penuhi janji nikah? Malah berani macam-macam ke Sherline. Kelvin ... kamu pikir Keluarga Limanta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 368

    Kelvin berujar sembari menggeleng, "Aku nggak pernah kuliah. Sejak kecil, aku belajar ilmu pengobatan dari kakekku, lalu setelah itu menjadi dokter keliling di desa.""Kalau begitu, penghasilanmu per bulan berapa?" tanya Verlin pada saat ini. "Tentu saja aku nggak terlalu mempermasalahkan berapa penghasilanmu. Keluarga kami juga nggak kekurangan uang. Aku cuma nggak mau anakku hidup susah. Nanti, kami bisa bantu biaya hidup kalian.""Aku nggak memungut biaya saat mengobati orang," jawab Kelvin dengan jujur.Mendengar itu, Verlin dan Yanuar sama-sama terdiam sejenak."Aduh!" Niveria segera menyela, "Ayah, Ibu, jangan tanya terus seperti sedang menginterogasi. Aku juga nggak butuh uang dari kalian kok. Dulu Kelvin sempat punya tabungan dan semuanya sudah diberikan padaku. Sekarang, aku sudah mengakuisisi tiga perusahaan di Kota Lamur. Total asetnya sudah lebih dari 20 triliun. Dipakai buat seumur hidup juga cukup.""Hah?" Pasangan suami istri itu sama-sama terkejut.Kemudian, Niveria men

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 367

    Kelvin sebenarnya tidak terlalu peduli apakah pihak polisi bisa menemukan pelakunya atau tidak. Dia sudah tahu siapa dalang di balik semua ini.Tentu saja demi membantu penyelidikan, Kelvin tetap menyebut nama Arvin. Dia tidak berharap pihak itu akan mengaku atau benar-benar menemukan apa pun.Menurutnya, Arvin pasti tidak akan meninggalkan bukti apa pun.Namun setidaknya, ini bisa sedikit membuat Arvin tidak nyaman.Saat mereka keluar dari kantor polisi, waktu sudah hampir pukul setengah 3 sore. Sebuah mobil sudah menunggu di depan.Sepasang suami istri paruh baya berdiri di sana. Mereka berjalan bolak-balik dengan raut wajah penuh kecemasan.Begitu melihat mereka berempat keluar, ekspresi keduanya langsung berubah senang. Mereka segera berlari mendekat. Yang satu memegang lengan Zavier, sementara yang satu lagi menggenggam tangan Niveria sambil bertanya, "Kalian nggak apa-apa, 'kan?""Kami nggak apa-apa," kata Zavier sambil menggaruk kepala. "Tapi jujur saja, aku juga bingung. Mobiln

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 366

    Apa pun alasannya, orang yang ingin menukar nyawa orang lain dengan sepuluh miliar tidak layak mendapat sedikit pun rasa kasihan.Wiuu, wiuu .... Tiba-tiba suara ambulans dan mobil polisi terdengar."Minggir! Minggir!" Terdengar teriakan.Tak lama kemudian, beberapa orang datang membawa tandu bersama seorang dokter.Kelvin menarik kembali tiga jarum peraknya.Begitu jarum perak itu dicabut, mata pengemudi itu langsung kehilangan fokus, lalu dia pingsan lagi."Apa yang terjadi?" tanya seorang polisi lalu lintas dengan heran."Dia yang tabrak mobil kami, sepertinya mengemudi dalam keadaan mabuk. Tadi, aku lihat dia hampir mati. Aku sedikit mengerti pengobatan, makanya tarik dia keluar dan menghentikan pendarahannya," kata Kelvin.Polisi itu menatapnya dengan ragu.Dokter tersebut memeriksa dengan teliti, lalu berbicara sambil mengangguk, "Benar. Beberapa lukanya mengalami pendarahan hebat dan memang sudah dihentikan."Setelah itu, dokter tersebut segera berkata, "Kondisi pasien sangat pa

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 365

    Kelvin yakin bahwa orang ini memang sudah merencanakan semua ini. Hanya saja, dia belum tahu siapa yang menyuruhnya.Apakah Arvin, Ella, atau organisasi Nomor 0?Tentu saja, Kelvin tidak benar-benar berniat menyelamatkan orang ini. Sebagai seorang ahli pengobatan, menyelamatkan nyawa orang itu tidak sulit baginya, tetapi membuatnya mati juga sama mudahnya.Orang ini pasti akan mati, tetapi itu hanya akan terjadi setelah dia mengatakan kebenarannya.Pengemudi itu merasa pikirannya menjadi sangat jernih, bahkan terlalu jernih. Rasa sakit yang luar biasa terus menyerang tubuhnya. Alkohol sama sekali tidak bisa meredamnya.Kelvin berjongkok dan melihat luka di tubuh pengemudi itu.Lukanya sangat banyak, bahkan di beberapa bagian masih ada pecahan kaca yang tertancap di dalam kulit.Melihat pengemudi itu tidak mau bicara, Kelvin berbicara dengan nada tenang, "Kalau mau menyelamatkan nyawamu, pecahan kaca ini harus dicabut dulu."Mendengar itu, pengemudi tersebut tetap diam. Dia tampaknya ti

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 364

    Kelvin tidak menganggap ini sebagai sebuah kebetulan. Jelas sekali, mobil itu memang sengaja mengarah ke mereka.Bagian depan mobil penabrak sudah hancur total. Mobil itu berhenti setelah menabrak pembatas jalan.Saat Kelvin mendekat, dia langsung melihat pengemudinya terkulai di setir. Tubuhnya sudah penuh darah.Pada saat yang sama, bau alkohol yang sangat kuat tercium dari tubuhnya.Jendela mobil terlihat terbuka. Kelvin menyipitkan mata, lalu langsung memegang pergelangan tangan orang itu dan memejamkan mata.Luka orang itu sangat parah. Masih ada denyut nadi dan sedikit kesadaran tersisa. Matanya mulai kabur, sementara mulutnya bergerak seperti ingin bicara.Kelvin pun memejamkan mata. Dalam sekejap, dia bisa merasakan bahwa orang ini mengidap kanker stadium akhir.Orang ini memang sudah sekarat. Kemudian, dia disuruh orang lain untuk mabuk dan menabrak Kelvin serta yang lainnya. Jika diselidiki, ini akan dianggap sebagai kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk sehingga or

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 363

    Di jalan tol bandara, sebuah mobil sedan Mercedes-Benz hitam melaju perlahan.Mobil itu terlihat masih baru. Pengemudinya adalah seorang pria paruh baya dan di matanya terlihat tekad yang nekat."Sudah ikuti mereka belum?" Di dalam mobil, terdengar suara dari ponselnya."Sudah aku ikuti, Tuan Muda Arvin!" jawabnya lewat telepon. "Apa yang kamu janjikan, harus ditepati ya!""Tenang saja." Arvin menegaskan, "Selama kamu berhasil menabrak mereka sampai mati, sisa uangnya akan langsung kutransfer.""Oke!" Usai berkata demikian, pria paruh baya itu menutup telepon, lalu mengambil sebotol minuman keras di sampingnya dan langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.Saat berikutnya, tatapannya menjadi makin nekat. Melihat mobil Maybach yang berhenti di lampu merah di depan, dia langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobilnya memelesat cepat!Pada saat yang sama, pria paruh baya itu melempar ponselnya keluar jendela. Dengan kecepatan tinggi, ponsel itu jatuh dan hancur berkeping-keping di ja

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 109

    "Kak Niveria!" Gadis cantik yang duduk bersila di sofa itu langsung berseri-seri saat melihat Niveria. Dia melompat turun dari sofa dan hendak berlari ke arah Niveria."Duduk!" Namun tepat saat itu, pria paruh baya di sampingnya tiba-tiba menegur dengan suara rendah."Oh, baiklah." Gadis cantik itu

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 111

    Setelah semuanya diatur, Deven pun turun ke lantai satu.Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 8 atau 9 malam. Kelvin memutuskan untuk keluar sekitar pukul 11 malam. Dia akan pergi ke Jalan Anges Nomor 13 untuk melihat bagaimana situasinya setelah lewat tengah malam.Kelvin hanya membersihk

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 101

    Mendengar Sienna bercerita sampai di titik itu, Kelvin pada dasarnya sudah bisa memastikan satu hal. Alamat Jalan Anges Nomor 13 memang menyimpan keanehan. Hanya saja, keanehan itu seperti apa persisnya, sepertinya baru bisa diketahui setelah dia datang sendiri pada malam hari."Kalian mulai sif mal

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 99

    Wanita paruh baya itu berkali-kali berkumur dengan air. Setelah beberapa kali, barulah dia bisa bernapas terengah-engah, seperti orang yang sangat membutuhkan udara.Melihat pemandangan itu, Sienna benar-benar terpaku.Sejak tumor ibunya terdeteksi dan seiring penyakit itu makin parah, setiap tarika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status