LOGINKelvin menunggu sebentar di depan pintu. Tak lama kemudian, sebuah mobil balap berhenti perlahan tepat di depannya.Kaca mobil diturunkan, lalu Andriyan menjulurkan kepalanya sambil berkata, "Naik."Melihat mobil balap yang terlihat sangat mencolok itu, Kelvin bertanya, "Kamu dapat mobil ini dari mana?""Arvin memang mau bertemu seorang klien, tapi ke publik dia bilang ini pesta anggur. Dia mengundang banyak tokoh sosial terkenal di Kota Yanir yang kebanyakan adalah anak muda. Sepertinya, dia ingin bekerja sama dengan klien itu untuk membuat sebuah merek anggur merah," jelas Andriyan. "Target pasar merek anggur merah ini juga kalangan orang kaya."Setelah itu, Andriyan berpikir sejenak sebelum menambahkan, "Oh ya, ini juga pesta topeng. Supaya orang-orang lebih leluasa berinteraksi, semua tamu akan memakai topeng separuh wajah."Usai berkata demikian, Andriyan melanjutkan sambil menyeringai, "Tentu saja, di dalam nanti bakal ada banyak sekali wanita cantik. Kalau beruntung, kamu bahkan
"Aku akan mengajaknya menapaki jalan kultivasi!" ucap Kelvin. "Sore ini, aku harus keluar sebentar. Tolong kamu jaga dia. Mungkin ada orang yang akan coba membunuhnya. Kalau terjadi sesuatu, bantu dia ya. Kalau dia tiba-tiba harus keluar, kamu ikut saja dan lindungi dia. Bolehkah?""Nggak masalah!" jawab Regina. "Aku bisa jadi pengawalnya. Tapi, aku punya satu permintaan.""Hmm?" Kelvin pun bertanya, "Permintaan apa?""Kamu ini seharusnya seorang ahli alkimia, 'kan?" tanya Regina. Segera setelah itu, dia menambahkan, "Aku menebaknya dari kejadian kemarin, waktu kamu menyelamatkan adik Tamara.""Memang benar," jawab Kelvin tanpa menyangkal. Dia bertanya, "Jadi kenapa?""Jadi ... bolehkah kamu membantuku membuat beberapa Pil Primordial Yang?" tanya Regina."Pil Primordial Yang juga berguna buat kalian?" tanya Kelvin."Tentu saja!" Regina menjelaskan, "Energi Yang yang terkandung dalam Pil Primordial Yang jauh lebih kuat dibandingkan energi pada pria biasa. Bagi kami yang berwujud roh, ef
Saat Kelvin keluar dari rumah sakit, waktu sudah lewat pukul 2 subuh!Suasana hati Kelvin cukup baik. Setiap kali selesai menyelamatkan orang, suasana hatinya memang selalu membaik.Kelvin memanggil sebuah taksi di pinggir jalan, lalu kembali ke vila. Begitu masuk, Regina langsung muncul dan bertanya, "Gimana? Adiknya sudah sembuh?"Kelvin membalas sambil mengangguk, "Ya."Usai berkata demikian, Kelvin menatap Regina dan berkata, "Aku nggak keberatan kamu tetap tinggal di sini, tapi ingat, jangan sampai mengganggu kehidupan normal kami.""Tentu saja!" Regina buru-buru merespons sembari mengangguk."Oke. Kalau begitu, aku tidur dulu," kata Kelvin. Dia lalu memilih salah satu kamar di lantai satu dan langsung masuk untuk beristirahat....Keesokan harinya sekitar pukul 10 pagi, Kelvin terbangun karena suara ketukan pintu. Dia bangun, mencuci muka, lalu berjalan ke pintu dan melihat Tamara berdiri di luar.Di tangannya, ada sebuah buku catatan, pena, dan sebuah buku kuno yang terlihat tua
Donovan menimpali sambil tersenyum dingin, "Kalaupun kamu nggak bilang, aku juga akan melakukannya. Kalau terjadi apa-apa padanya, hari ini kamu pasti akan kubuat menanggung akibatnya!"Kelvin hanya mengangkat bahu dengan santai."Sebelum hasil pemeriksaan keluar, kamu nggak boleh pergi ke mana-mana!" kata Dokter Donovan sambil tersenyum dingin.Kelvin membalas sembari mengangguk, "Oke, aku mengerti."Setelah itu, Donovan keluar dari bangsal dan membuat beberapa permintaan pemeriksaan. Tidak lama kemudian, Treven dibawa pergi untuk diperiksa.Kelvin sendiri diminta duduk di depan meja suster. Tamara terus mendampinginya.Kelvin tidak melakukan apa-apa. Dia hanya duduk dengan tenang sambil menunggu.Waktu terus berlalu. Tiba-tiba ponsel Kelvin berdering. Dia melihat layar dan ternyata nomor yang tidak dikenal.Kelvin pun mengangkat telepon, lalu menyapa, "Halo, siapa ini?"Dari seberang, terdengar suara seseorang. "Miguel.""Hmm?" Ekspresi Kelvin sedikit berubah.Miguel adalah rekan Fel
Bagi Kelvin, kondisi Treven memang bukan sekadar hepatitis biasa dan sedikit di luar dugaannya, tetapi juga tidak terlalu parah.Masalah utamanya adalah fungsi hati yang rusak karena diserang oleh Niat Pedang. Selama Niat Pedang itu bisa dikeluarkan dari tubuhnya, lalu diberi waktu untuk pemulihan, fungsi hatinya akan kembali normal.Kelvin memiliki satu teknik akupunktur yang bisa mengatasi luka akibat kekuatan spiritual dan Niat Pedang, yaitu Teknik Akupunktur Pelebur Spiritual!Kelvin pun menarik napas dalam, tanpa memedulikan ucapan suster itu. Dia lalu perlahan mengeluarkan jarum perak sambil bergumam, "Jarum pelebur spiritual keluar, meridian terbuka, Yin dan Yang seimbang, kekuatan spiritual lenyap!""Teknik Akupunktur Pelebur Spiritual!"Setelah itu, lima jarum perak langsung ditusukkan ke tubuh Treven, tepatnya di titik yang berhubungan dengan lima organ utama!Meskipun bagian hati adalah yang paling parah, sebenarnya seluruh organ dalamnya sudah terpengaruh oleh Niat Pedang.
Namun saat ini, wajah anak itu sangat pucat. Dia terbaring dengan penuh kesakitan dan sesekali mengeluarkan suara rintihan."Biar kuperiksa," kata Kelvin sambil mengangguk. Dia lalu berjalan mendekat ke sisi Treven dan mengamati wajahnya dengan teliti. Dari kondisi wajahnya, memang terlihat jelas bahwa ada masalah pada hatinya.Setelah mengamati, Kelvin memegang pergelangan tangan Treven untuk memeriksa lebih lanjut.Kelvin menutup mata, lalu perlahan mengalirkan kekuatan sejatinya ke seluruh tubuh Treven.Namun begitu kekuatan sejati itu masuk, ekspresi Kelvin langsung berubah sedikit.Aliran meridian Treven tidak lancar, energi di dalam tubuhnya sangat kacau, bahkan denyut nadinya pun tidak teratur.Ketika energi sejati itu mencapai area hati, Kelvin tertegun. Memang ada bayangan gelap di bagian hati yang merupakan tanda penyakit hati. Hanya saja ... di dalam bayangan itu, ada sesuatu yang terasa tajam.Seolah-olah ... itu adalah jejak Niat Pedang.Niat Pedang itu terus merusak organ
Livia menghela napas panjang, lalu berkata, "Kuil Sueze itu sebuah kuil Taoisme. Jumlah orangnya nggak banyak, tapi di sana ada beberapa kultivator.""Gunung Kirian letaknya sangat dekat dengan Kuil Sueze. Selama bertahun-tahun, kami sebenarnya nggak saling mengganggu," lanjut Livia. "Tapi beberapa
Mana mungkin Daniel bisa tahu bahwa Kelvin sanggup menggerakkan Albus?Tangan Daniel yang memegang gelas anggur bahkan sampai bergetar pelan.Seandainya sejak awal ketika Kelvin datang ke Kota Yanir, mereka memperlakukan pria itu dengan baik.Seandainya Kelvin dan Shintia benar-benar menjalankan per
Sedangkan yang satunya ....Kelvin berpikir, jika punya dua anak dan salah satunya seperti Jayden, dia pasti akan mematahkan kakinya.Namun, ini urusan keluarga orang lain. Dia juga malas ikut campur dalam perang internal keluarga elite.Wajah Victor tampak muram. Dia mengkritik, "Ayah, Jayden justr
Mendengar itu, ekspresi Victor langsung cerah. Dia segera menatap Kelvin.Kelvin berdeham sebelum memberitahukan, "Aku sudah nikah.""Aduh!" Wajah Victor tampak menyesal. "Sayang sekali."Kakek mengerutkan alis. "Tapi kamu sudah menyelamatkanku dua kali, aku harus balas sesuatu. Dulu kasih uang kamu







