LOGINTak lama kemudian, tubuh Iblis Berwajah Senyum mulai sedikit kejang.Felix bertanya sambil mengernyit, "Kamu lagi apa?""Ka ... kalian ...." Iblis Berwajah Senyum berbicara sambil terus kejang, "Kalian mau membunuhku, mau ...."Belum sempat Iblis Berwajah Senyum menyelesaikan ucapannya, mulutnya mulai berbusa."Ada apa ini?" Kelvin ikut mengerutkan kening.Felix yang tadinya duduk langsung berdiri. Dalam dua langkah, dia sudah sampai di depan Iblis Berwajah Senyum, lalu menatap Kelvin sembari bertanya, "Kamu meracuninya?"Kelvin menggeleng. Dia memegang pergelangan tangan Iblis Berwajah Senyum dan memeriksanya dengan saksama. Tepat pada saat itu, raut wajahnya langsung berubah. Dia berkata, "Gawat, cepat tahan napas!"Namun pada saat yang sama, Kelvin mulai merasakan kepalanya pusing dan berat, bahkan tubuhnya mulai lemas."Ada apa ini?" tanya Felix ke arah Kelvin dengan ekspresi berubah."Itu pil level tiga, Kacang Pengusir Spiritual!" jelas Kelvin sambil menggertakkan gigi.Begitu me
Di salah satu ruangan di basement, Iblis Berwajah Senyum terikat di sebuah kursi. Wajahnya babak belur dan ekspresinya sangat murung, seperti orang yang terkena sial besar. Dia bersandar lemas di kursi.Alasan Iblis Berwajah Senyum menerima misi ini sebenarnya adalah karena dia kurang lebih mengetahui tentang Niveria.Iblis Berwajah Senyum juga tergoda oleh kecantikan Niveria.Maka dari itu, dia menerima misi dari Ella.Sepanjang hidupnya, Iblis Berwajah Senyum selalu berhati-hati dan memiliki insting yang sangat tajam. Itulah sebabnya dalam setiap percobaan pembunuhan, dia selalu bisa lolos dengan selamat.Sayangnya setelah berhati-hati seumur hidup, Iblis Berwajah Senyum tidak pernah menyangka bahwa target kali ini justru berada di markas besar Pengawas Malam. Saat ini, dia benar-benar sangat menyesal.Iblis Berwajah Senyum sudah diburu oleh Pengawas Malam. Dia tahu, kemungkinan besar dia tidak akan bisa kabur. Yang dia harapkan sekarang hanyalah bisa tetap hidup.Selama bisa hidup c
"Oke!" Kelvin mengangguk.Niveria dan Deven pun keluar lagi.Melihat punggung Niveria yang menjauh, Kelvin berpikir bahwa setelah semua urusannya selesai, dia akan mulai mengajari wanita itu kultivasi.Sekarang, mereka sudah menjadi suami istri. Pada akhirnya, mereka akan terus bersama. Namun, Kelvin adalah seorang kultivator. Usianya akan jauh lebih panjang. Kalau Niveria juga mulai berkultivasi, barulah mereka bisa berjalan bersama lebih lama dan lebih jauh.Kelvin kembali ke kamar, mandi, lalu mengeluarkan ponselnya. Dia mencari kontak Felix dan langsung meneleponnya.Tak lama kemudian, telepon tersambung. Felix bertanya, "Sudah selesai?""Ya," jawab Kelvin sambil mengangguk. "Di tempatmu bisa lihat rekaman kamera CCTV di kompleks ini nggak? Selain itu, aku juga mau menemui Iblis Berwajah Senyum.""Bisa," balas Felix sembari mengangguk. "Datang saja ke vila Nomor 1 untuk mencariku."Kelvin mengangguk, lalu mengenakan pakaiannya dan berjalan menuju vila Nomor 1.Tak lama kemudian, Ke
Penjelasan Usman memang membuat hati Kelvin sedikit lebih tenang.Hanya saja, begitu urusan ini melibatkan Keluarga Jahan di Kota Yanir, Kelvin tidak bisa lagi bersikap santai.Kelvin tidak tahu apakah orang-orang Arvin sudah menemukan sesuatu, lalu membawa pergi Dore untuk dijadikan alat ancaman terhadap dirinya.Makin dipikirkan, Kelvin pun merasa makin cemas.Akan tetapi, Kelvin tidak ingin Niveria dan yang lainnya ikut terbebani oleh hal ini. Dia tersenyum tipis, lalu berkata, "Aku baru saja bertemu Pak Usman. Dia bilang memang akan ada orang yang datang menjemput Dore. Kalian nggak perlu terlalu khawatir, dia nggak dalam bahaya.""Benarkah?" tanya Niveria.Dore penurut dan baik. Selama beberapa hari tinggal di vila Kelvin, hampir semua orang jadi menyukainya. Wajar saja mereka khawatir dengan keselamatannya."Ya," balas Kelvin sambil mengangguk."Tapi, di sini tertulis Keluarga Jahan di Kota Yanir!" Niveria mengernyit.Kelvin terdiam. Niveria memang sangat cerdas."Mungkin orang y
Usman terdiam sejenak. Dia tidak berkata apa-apa lagi. Segera setelah itu, dia diam-diam menyimpan Pisau Iblis Pembantai tersebut, lalu berucap dengan nada tenang, "Kebaikan sebesar ini nggak perlu banyak kata terima kasih. Aku cuma mau bilang satu hal. Di masa depan, kalau kamu menghadapi masalah dan membutuhkan bantuanku, Biksu Sumawa, nggak peduli di mana pun itu, sekalipun harus melewati banyak rintangan dan cobaan, aku pasti pantang mundur!"Usman tidak menyebut namanya sendiri, melainkan menyebut dirinya sebagai Biksu Sumawa.Itu adalah nama Dharma miliknya sebagai seorang biksu."Biksu Sumawa apa sih, jelek banget namanya!" komentar Julia dari samping.Ring, ring, ring ....Di tengah percakapan mereka, ponsel Kelvin tiba-tiba berdering. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat bahwa yang menelepon adalah Niveria. Dia segera mengangkat telepon dan bertanya, "Halo, ada apa?""Dore ... dibawa pergi seseorang," ucap Niveria dengan nada cemas.Ekspresi Kelvin langsung sedikit berubah.
Kelvin dan yang lainnya jelas tidak mengetahui apa yang terjadi di Vila Lamur Prime. Saat ini, di bawah pimpinan Felix, mereka telah kembali ke Kota Lamur. Felix langsung mengantar mereka ke rumah sakit.Di dalam rumah sakit, Kelvin membawa Julia ke ruang perawatan. Saat itu, Pengawas Malam yang kakinya patah sedang duduk di depan pintu bangsal.Kelvin menatapnya dengan heran, lalu bertanya, "Pak Tua, kenapa kamu ada di sini?"Orang itu melihat ke sekeliling, lalu mendengus pelan sebelum membalas, "Kali ini orang-orang dari organisasi Nomor 0 membuat keributan sebesar ini dan Usman terlibat di dalamnya. Kami harus memastikan apa yang terjadi sebenarnya."Sambil berkata begitu, orang itu menatap Kelvin dan bertanya, "Tadi, kamu habis bertarung?"Kelvin membalas sembari mengangguk, "Masalah dengan organisasi Nomor 0 sudah hampir sepenuhnya diselesaikan. Nggak perlu lagi berjaga di sini."Pria tua itu memandang Kelvin sejenak, lalu berucap, "Baiklah. Aku akan menelepon atasan dulu. Dia su
Setelah semuanya diatur, Deven pun turun ke lantai satu.Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 8 atau 9 malam. Kelvin memutuskan untuk keluar sekitar pukul 11 malam. Dia akan pergi ke Jalan Anges Nomor 13 untuk melihat bagaimana situasinya setelah lewat tengah malam.Kelvin hanya membersihk
Mendengar Sienna bercerita sampai di titik itu, Kelvin pada dasarnya sudah bisa memastikan satu hal. Alamat Jalan Anges Nomor 13 memang menyimpan keanehan. Hanya saja, keanehan itu seperti apa persisnya, sepertinya baru bisa diketahui setelah dia datang sendiri pada malam hari."Kalian mulai sif mal
Wanita paruh baya itu berkali-kali berkumur dengan air. Setelah beberapa kali, barulah dia bisa bernapas terengah-engah, seperti orang yang sangat membutuhkan udara.Melihat pemandangan itu, Sienna benar-benar terpaku.Sejak tumor ibunya terdeteksi dan seiring penyakit itu makin parah, setiap tarika
"Ya. Orang itu adalah mahasiswa angkatan kami di jurusan komputer. Bisa dibilang seorang genius luar biasa. Dia bahkan pernah menjuarai kompetisi komputer tingkat dunia." Niveria menjelaskan, "Kak Irene ingin membangun tim litbang, jadi dia berencana untuk merekrut orang itu."Kelvin bertanya sembar







