MasukKelvin merespons sambil mengangguk, "Keluarga Jahan punya orang di Tahap Pemadatan Inti yang bekerja untuk mereka, juga bekerja sama dengan organisasi Nomor 0. Kalau aku menghadapi mereka sendirian, tekanannya sangat besar. Kebetulan aku mengenal orang-orang dari Pengawas Malam, jadi ... satu-satunya cara adalah memanfaatkan mereka untuk menghadapi Keluarga Jahan."Darson mengangguk sebelum berujar, "Kamu pasti sudah berkali-kali diburu oleh orang suruhan Arvin ya? Mereka belum tahu kalau kamu seorang kultivator, 'kan?"Kelvin membalas sambil mengangguk, "Sepertinya untuk sekarang mereka belum tahu, tapi itu cuma soal waktu. Arvin memang sudah beberapa kali menyuruh orang untuk memburuku. Kali ini mengenai kedatanganku ke Kota Yanir, kamu pasti juga sudah dengar apa yang dia katakan."Darson mengangguk. Dia menyetujui, "Masalah ini pasti akan kubantu kumpulkan buktinya, bahkan kalau harus mempertaruhkan nyawaku!"Kelvin menjawab sambil menggeleng, "Jangan sampai mempertaruhkan nyawa. K
Kelvin mengangguk. Dia berdiri, lalu mengikuti orang itu dan langsung berjalan ke lantai atas.Tak lama kemudian, Kelvin masuk ke sebuah ruang VIP di atas. Ruangan itu tertutup. Setelah pintunya ditutup, suasananya menjadi jauh lebih tenang.Di dalam ruangan VIP cukup kosong. Pelayan tadi berucap, "Mohon tunggu sebentar. Kak Darson akan segera datang."Kelvin mengangguk pelan, lalu duduk di sofa.Sekitar empat atau lima menit kemudian, pintu ruangan VIP terbuka. Darson yang berambut pirang pun berjalan masuk. Raut wajahnya terlihat muram. Dia mendorong pintu dan menatap Kelvin sambil bertanya, "Kamu nggak apa-apa, 'kan?""Sialan. Awalnya aku mau pesankan kamu sofa VIP biar kamu bisa coba kenalan sama beberapa wanita dan merasakan suasana gemerlap kota ini. Eh, ternyata Ivan malah beraninya menyerangmu," ujar Darson dengan ekspresi muram.Jelas, Darson sudah tahu seluruh kejadian tadi. Kelvin membalas sambil tersenyum, "Yang rugi itu dia. Aku nggak apa-apa kok. Dia cuma orang biasa. Aku
Aksi Kelvin menghancurkan tongkat bisbol dengan tangan kosong membuat semua orang terkejut.Di kejauhan, Valdi hanya bisa menatap kosong. Dia tanpa sadar menelan ludah.Valdi sendiri adalah seorang kultivator. Walaupun tahapannya rendah, tetap saja dia sudah berada di Tahap Pemurnian Energi. Dia merasa bahwa dirinya juga bisa menghancurkan tongkat seperti itu, tetapi harus dengan seluruh kekuatannya.Namun barusan, Valdi bahkan tidak merasakan sedikit pun gelombang kekuatan sejati dari tubuh Kelvin.Itu artinya, Kelvin mengandalkan kekuatan fisik murni.Seberapa besar kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan hal seperti itu? Apa Kelvin memiliki kekuatan bawaan yang luar biasa?Memang ada orang seperti itu dan Valdi pernah mengenalnya.Namun tetap saja, Valdi sangat terkejut. Untuk pertama kalinya, dia merasa mungkin Niveria memilih Kelvin bukan sekadar untuk menghindari Arvin. Kelvin jelas bukan orang kampung biasa seperti yang mereka kira.Orang ini ... sangat aneh."Aaargh!""Aaargh!
Orang-orang lain yang datang ke halaman belakang juga langsung menuju mobil-mobil di sekitar dan mengambil berbagai benda.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka jumlah mereka sudah banyak, tetapi masih juga ingin menggunakan senjata.Seseorang melemparkan tongkat bisbol ke arah Ivan. Ivan memukul-mukulkan tongkat itu ke telapak tangannya sambil berkata kepada Kelvin, "Kamu berlutut dulu, baru kita bicara!"Kelvin melihat sekeliling. Di arah lorong, dia melihat Valdi berdiri sambil memegang rokok. Pria itu sedang menatapnya dengan raut wajah dingin.Kelvin lalu menatap Ivan dengan tenang sambil membalas, "Maaf, tulangku agak keras. Nggak bisa berlutut.""Haha!" Sekelompok orang di sekitar langsung tertawa.Ivan berjalan perlahan mendekat, lalu memberi isyarat. Dua orang segera maju dan memegang Kelvin."Aku justru suka orang keras kepala seperti kamu," ucap Ivan. "Dipukul baru terasa puas."Kemudian, Ivan berkata kepada orang di sampingnya, "Keluarkan ponsel dan rekam video. Na
Ivan Lukito adalah salah satu dari lima anak nakal top di Kota Yanir.Kelompok ini memang terkenal buruk. Kalau Andriyan dulu terkenal karena menindas anak-anak orang kaya, Ivan benar-benar seorang preman.Ivan sering muncul di berbagai bar. Ayahnya juga terkenal sebagai tokoh dunia mafia di Kota Yanir. Ditambah lagi hubungannya dekat dengan Arvin, bahkan para anak orang kaya kelas atas pun enggan berurusan dengannya.Itu sebabnya di dunia bar, namanya sangat terkenal. Tidak ada yang berani mencari masalah dengan Ivan.Jadi ketika Ivan datang dengan belasan orang dan berjalan penuh tekanan ke arah Kelvin, wajah dua wanita yang tadi menempel pada Kelvin langsung pucat.Mereka bahkan tidak sempat pergi. Ivan berjalan dengan penuh amarah ke depan Kelvin. Belasan orang langsung mengepung sofa VIP Kelvin begitu saja."Kamu suaminya Niveria? Si orang kampungan itu?" tanya Ivan dengan nada santai sambil menatap Kelvin.Kelvin tersenyum tipis, lalu menatapnya dengan tenang sembari bertanya, "A
Saat Kelvin sedang agak kebingungan menghadapi situasi itu, tiba-tiba dia melihat di pintu masuk, Valdi bersama seorang pemuda berjalan masuk sambil merangkul bahu satu sama lain. Keduanya tidak melihat Kelvin. Mereka langsung melewati area depan dan masuk ke sebuah ruang VIP.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka akan bertemu Valdi di tempat seperti ini.Sekarang, Agus tidak ada di sini. Dia tidak tahu apakah Valdi akan mencoba membalas dendam padanya."Ayo, minum." Wanita di sebelah kanan Kelvin hampir menempel sepenuhnya ke tubuhnya.Kelvin merasa pusing. Dia berdiri dan pindah sedikit ke samping, lalu memperingatkan, "Begini, kalau kalian tetap mau di sini nggak apa-apa. Tapi nanti kalau ada masalah, jangan salahkan aku ya.""Eh!" Melihat sikap Kelvin, kedua wanita itu saling tersenyum. Mereka pun kembali berjalan ke arah Kelvin, lalu duduk di kiri dan kanannya. Salah satu dari mereka berkata sambil tersenyum, "Kak, kamu jarang ke bar ya?"Sebagai orang yang sudah berpenga
Sampai di sini, pria berewok melihat bahwa Kelvin yang berjalan mendekat tiba-tiba mendongak dan melirik ke arahnya.Pria berewok tanpa sadar menutup mulut. Dia merasa perkataannya seperti didengar oleh Kelvin."Sudahlah, jangan dibahas dulu. Ayo siap-siap dan ajak Niveria. Ada acara dari Direktur B
Saat ini, di ruang kantor di atas gedung perkantoran, perban di wajah Karlo sudah dibuka.Karlo duduk di kursinya sambil terus memutar pulpen. Senyuman tersungging di bibirnya.Suasana hatinya sangat riang.Karlo sangat marah karena dipukul habis-habisan oleh anak buah Niveria. Niveria jelas bukan o
Wajah pria paruh baya itu dipenuhi amarah. Tangan kanannya sudah terkepal.Yugo sangat ingin lari, tetapi dia tampak sangat takut pada ayahnya. Yugo pun berdiri gemetaran di tempat, tidak berani pergi."Ayah, aku ... aku gegar otak ringan, belum sembuh!" Yugo berkata memelas, "Jangan ...."Plak!Tep
Di tangga juga berdiri banyak orang.Orang di samping Kelvin berbisik, "Keluarga Lorenz memang sombong. Biksu pengemis itu tadi naik mau minta dua gelas teh, dan nggak sengaja tabrak cewek itu. Nggak pakai pikir lama, cewek itu langsung tampar dia!""Biksu kecil itu kurus kerempeng, pasti kurang giz







